Di Provinsi Sentra Sawit Ini Program PSR Direalisasikan di Wilayah 8 Kabupaten
Kalimantan Barat, katakabar.com - Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di salah satu provinsi sentra sawit di Indonesia, yakni Kalimantan Barat direalisasikan di wilayah delapan kabupaten, meliputi Ketapang, Sambas, Bengkayang, Landak, Sanggau, Sekadau, Melawi, dan Kubu Raya. Terkait luasan program PSR tahun 2023 lalu mencapai 18.573 hektar, di mana melibatkan 8.402 pekebun. Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Perlindungan Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, Erita Fitriani menjabarkan, program PSR peremajaan tersebar di delapan kabupaten, yakni Ketapang, Sambas, Bengkayang, Landak, Sanggau, Sekadau, Melawi, dan Kubu Raya. “Ada delapan kabupaten dari 14 kabupaten atau kota di Provinsi Kalimantan Barat yang melaksanakan program PSR. Hal ini yang kita terus dorong,” ujarnya, dilansir dari laman ANTARA, Rabu (10/1). Berbagai tantangan dihadapi dalam percepatan program PSR di lapangan, kata Erita, harga Tandan Buah segar (TBS) kelapa sawit yang tinggi misalnya, picu banyaknya pekebun yang mundur dari program ini, dan urusan kelengkapan administrasi berkas tanah tersendat di bank. Tidak hanya itu, jumlah sumber daya manusia yang terlibat program ini terbatas. ”SDM tim pendamping yang terbatas untuk melakukan verifikasi kelompok di lapangan dan proses pemetaan kebun dan sinkronisasi data antar lembaga terkait masih jadi tantangan,” jelasnya. Sisi lain, luas kebun kelapa sawit rakyat di Indonesia mencapai 6,21 juta hektar atau setara 40,51 persen dari total perkebunan kelapa sawit nasional pada 2022 lalu. Segi produksi, petani kelapa sawit menghasilkan lebih dari 16 juta ton minyak sawit yang diserap industri, dari total minyak sawit sebesar 46,82 juta ton. Masalahnya, petani kecil masih menemui banyak kendala soal produksi. Kendalanya, seperti produktivitas, umur tanaman yang tua, dan gap dalam praktik perkebunan sawit yang baik menjadi tantangan meningkatkan produksi tandan buah segar dan kesejahteraan petani, serta kesalahan memilih bibit termasuk. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, Heronimus Hero menimpali, peremajaan menjadi kunci utama untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit milik petani. “Dulu, banyak pekebun menanam bibit cabutan, sehingga produktivitas rendah. Program PSR ini jadi solusi untuk meningkatkan produktivitas tanaman sawit,” ulasnya. Hingga 2023, pemerintah telah gelontorkan dana sebesar Rp8,5 triliun biayai program PSR. Kurun periode 2017 hingga 2023, luas kebun rakyat yang telah diremajakan seluas 306 ribu hektar dengan total 134 ribu petani.