Momentum Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Saatnya Wujudkan Cinta Alam Lewat Tindakan Lingkungan
Lingkungan
Jumat, 07 November 2025 | 16:00 WIB

Momentum Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Saatnya Wujudkan Cinta Alam Lewat Tindakan

Semarang, katakabar.com - Setiap 5 November, Indonesia memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN), sebuah momentum untuk menumbuhkan kecintaan terhadap kekayaan flora dan fauna yang menjadi kebanggaan sekaligus penopang kehidupan di Bumi. HCPSN ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional, sebagai tindak lanjut dari gagasan yang disampaikan Presiden Soeharto dalam acara pencanangan Tahun Lingkungan Hidup pada 10 Januari 1993. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keanekaragaman hayati Indonesia, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem yang kian terancam oleh deforestasi, perburuan liar, dan perubahan iklim. Sebagai simbol kecintaan bangsa terhadap alamnya, pemerintah juga menetapkan beberapa flora dan fauna sebagai identitas nasional: 1. Komodo (Varanus komodoensis) sebagai satwa nasional, 2. Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) sebagai satwa langka, 3. Ikan Siluk Merah (Sclerophages formosus) sebagai satwa pesona, 4. Melati Putih (Jasminum sambac) sebagai puspa bangsa, 5. Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis) sebagai puspa pesona, dan 6. Padma Raksasa (Rafflesia arnoldii) sebagai puspa langka. Tahun ini, tema HCPSN mengusung semangat “Harmoni Suara dan Aroma Alam Indonesia untuk Masa Depan Berkelanjutan”, yang menggambarkan pentingnya keseimbangan antara manusia dan alam dalam membangun masa depan hijau. Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia, bahkan menempati peringkat kedua untuk biodiversitas daratan dan pertama untuk biodiversitas laut. Namun di balik kebanggaan itu, banyak spesies endemik kini menghadapi ancaman serius akibat degradasi habitat dan eksploitasi berlebihan. Bagi LindungiHutan, impact startup yang bergerak di bidang reforestasi dan penghijauan, HCPSN menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat lebih peduli pada konservasi flora dan fauna lokal. Melalui berbagai inisiatif, seperti kampanye penanaman pohon endemik, restorasi habitat, dan edukasi publik tentang perlindungan satwa liar, LindungiHutan berupaya mewujudkan aksi nyata sesuai semangat HCPSN. “Hari ini bukan sekadar peringatan, tapi panggilan untuk bertindak. Cinta pada puspa dan satwa harus diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk dengan menjaga, menanam, dan melindungi kehidupan di sekitar kita. dengan langkah kecil yang kita lakukan, dampak besar dan berkelanjutan dapat diraih untuk masa depan,” kata M. Nana Siktiyana, Head of Content and Strategic Marketing LindungiHutan. Melati putih, sang puspa bangsa, menjadi lambang keharuman dan kesucian yang juga hidup dalam budaya Indonesia, bahkan banyak disimbolkan dari upacara adat, pernikahan, hingga persembahan spiritual. Simbol itu mengingatkan bahwa keindahan dan keberagaman alam bukan hanya warisan, tetapi juga tanggung jawab bersama untuk dijaga. Melalui momentum HCPSN 2025 ini, LindungiHutan mengajak masyarakat, komunitas, komunitas, perusahaan, penggerak penghijauan dan pelaku usaha, untuk berkolaborasi dalam menjaga kekayaan hayati Indonesia, dengan langkah sederhana seperti menanam pohon, tidak membeli satwa liar, serta mendukung program-program dan inisiatif berdampak untuk lingkungan dan hutan.. Mari rayakan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional dengan cinta dan aksi nyata untuk bumi yang lebih lestari. Karena setiap pohon yang kita tanam adalah wujud kasih kepada flora dan fauna Indonesia, rumah bagi keanekaragaman hayati yang menjadi kebanggaan bangsa.

Kelembaban dari Alam, Sabun Mandi Alami Buat Kulit Kering Kesehatan
Kesehatan
Minggu, 15 Juni 2025 | 22:00 WIB

Kelembaban dari Alam, Sabun Mandi Alami Buat Kulit Kering

katakabar.com - Sabun alami Flos Aurum bantu atasi kulit kering dengan 70 persen olive oil, bebas SLS dan paraben, vegan, ramah lingkungan, melembapkan, dan menenangkan kulit. Tahukah kamu lebih dari 35 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kulit kering, terutama yang tinggal di perkotaan dengan tingkat polusi tinggi dan rutinitas padat? Data ini menunjukkan perawatan kulit tidak bisa diabaikan, termasuk dalam hal yang sering dianggap sepele: memilih sabun mandi. Kulit kering tidak hanya terasa tidak nyaman, tapi lebih rentan terhadap iritasi, pecah-pecah, bahkan penuaan dini. Di sinilah pentingnya sabun mandi alami untuk kulit kering, solusi sederhana tapi berdampak besar bagi kesehatan kulit dan kualitas hidup. Kulit adalah organ terbesar tubuh, dan apapun yang kita aplikasikan di atasnya bisa terserap ke dalam sistem tubuh. Sabun mandi konvensional mungkin memang membuat kulit terasa bersih, tetapi sering kali menggunakan bahan kimia keras seperti SLS atau Sodium Lauryl Sulfate, paraben, pewarna buatan, dan pewangi sintetis. Bahan-bahan ini dapat mengikis kelembapan alami kulit, bahkan menyebabkan iritasi atau reaksi alergi pada kulit sensitif. Sebaliknya, sabun mandi alami dirancang dengan pendekatan yang jauh lebih lembut. Bahan utamanya berasal dari alam seperti minyak zaitun, minyak kelapa, castor oil, dan minyak esensial. Sabun ini tidak hanya membersihkan, tapi memberikan nutrisi tambahan yang dibutuhkan kulit agar tetap sehat dan lembap. Inilah yang menjadikannya sangat cocok untuk kulit kering dan sensitif. Sabun mandi alami menjadi pilihan terbaik karena memberikan manfaat yang lebih dari sekadar membersihkan tubuh. Bahan-bahan alami seperti minyak zaitun, kelapa, dan castor oil memiliki kemampuan untuk menutrisi dan menjaga kelembapan kulit secara alami. Selain itu, sabun alami tidak mengandung bahan kimia berbahaya seperti SLS atau paraben yang dapat menyebabkan iritasi atau reaksi alergi. Dengan menggunakan sabun mandi alami, kulit tetap sehat, lembap, dan terlindungi tanpa kehilangan kelembapan alami yang sangat dibutuhkan, menjadikannya solusi ideal untuk kulit kering dan sensitif. Kulit kering membutuhkan perawatan khusus yang tidak hanya membersihkan, tetapi juga menjaga kelembapan alaminya. Sabun mandi alami menjadi solusi ideal karena diformulasikan dari bahan-bahan organik yang kaya nutrisi, bebas dari bahan kimia keras, dan ramah lingkungan. Dengan kandungan alaminya, sabun ini tidak hanya memberikan manfaat bagi kulit, tapi bagi lingkungan. Berikut beberapa keunggulan sabun mandi alami untuk kulit kering: 1. Menjaga Kelembapan Kulit Sabun alami mempertahankan gliserin alami hasil proses saponifikasi, yang berperan sebagai humektan—menarik dan mengunci kelembapan di dalam kulit. Hal ini membantu mencegah kulit kering dan pecah-pecah, sehingga kulit tetap lembut dan terhidrasi sepanjang hari. 2. Menenangkan dan Meredakan Iritasi Diperkaya dengan bahan alami seperti chamomile, calendula, dan minyak esensial lavender, sabun alami memiliki sifat anti-inflamasi yang efektif meredakan iritasi dan kemerahan. Cocok untuk kulit sensitif yang mudah bereaksi terhadap produk berbahan kimia. 3. Mendukung Regenerasi Kulit Kandungan minyak zaitun dan castor oil dalam sabun alami kaya akan vitamin E dan antioksidan, yang membantu memperbaiki sel-sel kulit rusak akibat kekeringan. Dengan pemakaian rutin, kulit akan terlihat lebih sehat, cerah, dan kenyal. 4. Ramah Lingkungan Sabun alami dibuat dari bahan biodegradable yang mudah terurai, sehingga tidak mencemari air atau merusak ekosistem. Kemasannya juga sering didesain ramah lingkungan, mengurangi jejak plastik. 5. Aman untuk Semua Jenis Kulit Tanpa kandungan sulfat, paraben, atau pewangi sintetis, sabun alami sangat aman digunakan oleh semua kalangan—mulai dari kulit sensitif hingga kulit anak-anak. Teksturnya yang lembut tetap efektif membersihkan tanpa menyebabkan iritasi. Solusi Alami untuk Kulit Kering Flos Aurum hadir sebagai solusi nyata bagi kamu yang mencari sabun mandi alami untuk kulit kering. Dengan kandungan utama 70% olive oil, sabun cair Flos Aurum melembapkan secara alami, menjaga skin barrier, dan tetap ringan di kulit. Produk ini juga telah bersertifikat vegan dari UK, serta bebas dari SLS, paraben, dan detergen sintetis. Flos Aurum memahami bahwa kulit kering bukan hanya masalah permukaan, tetapi bisa berdampak pada kepercayaan diri dan kenyamanan harian. Karena itulah setiap botol sabun dibuat dengan proses yang hati-hati, memastikan manfaat optimal tanpa mengorbankan kenyamanan.

Nikmati Keindahan Alam dari Atas Rel: Pesona Perjalanan Kereta Api di Jembatan Lahor Karangkates Nasional
Nasional
Rabu, 21 Mei 2025 | 10:24 WIB

Nikmati Keindahan Alam dari Atas Rel: Pesona Perjalanan Kereta Api di Jembatan Lahor Karangkates

Surabaya, katakabar.com - Perjalanan menggunakan kereta api kini tidak hanya menawarkan kenyamanan dan keamanan, tapi menghadirkan pengalaman visual yang memukau. Salah satu panorama favorit para penumpang adalah saat kereta melintasi Jembatan Lahor Karangkates yang terletak di wilayah selatan Kabupaten Malang, Jawa Timur. Jembatan Lahor Karangkates membentang kokoh setinggi 30 meter di atas Sungai Lahor, menyuguhkan pemandangan memukau, berupa Bendungan Sutami yang tenang, dikelilingi hamparan perbukitan hijau dan langit biru yang membentang luas. Momen saat kereta melintasi jembatan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi penumpang, khususnya di lintas selatan, terutama pada pagi atau sore hari ketika cahaya matahari menyempurnakan keindahan panorama. Jembatan Lahor Karangkates yang saat ini dirawat oleh PT KAI Daop 8 Surabaya tidak hanya indah, tapi memiliki nilai historis dan strategis. Dibangun pada tahun 1880-an lampau oleh Staatspoorwegen perusahaan kereta api milik pemerintah Hindia Belanda, jembatan ini bagian penting dari jalur rel yang menghubungkan Malang, Blitar, hingga daerah-daerah di selatan Jawa. Selama lebih dari satu abad, jembatan ini telah menjadi jalur vital dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Jawa Timur. "Perjalanan kereta api tidak hanya tentang mencapai tujuan, tetapi juga tentang pengalaman selama di perjalanan. Melintasi Jembatan Lahor Karangkates memberikan sensasi tersendiri karena penumpang dapat menikmati panorama alam yang luar biasa indah," ujar Luqman Arif, Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya.

Luar Biasa! Sembilan Tahun Komitmen LindungiHutan Bersama Komunitas Penjaga Alam Lingkungan
Lingkungan
Sabtu, 10 Mei 2025 | 18:55 WIB

Luar Biasa! Sembilan Tahun Komitmen LindungiHutan Bersama Komunitas Penjaga Alam

Semarang, katakabar.com - Tahun ini menandai sembilan tahun perjalanan LindungiHutan gandeng masyarakat pesisir Tambakrejo, Kota Semarang, untuk mewujudkan upaya penghijauan berkelanjutan. Sejak 2016 lalu, warga lokal bersama LindungiHutan telah menunjukkan kolaborasi jangka panjang mampu menghasilkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang signifikan. Ketua KPL Camar, Juraimi disapa akrab Pak Ju telah memimpin komunitas sejak 2013, mengisahkan keterlibatan warga dalam program LindungiHutan bermula dari keresahan akan abrasi dan erosi yang terus menggerus wilayah pesisir. “Sebagai putra daerah, saya merasa amanah untuk menjaga kampung halaman. Alhamdulillah, sejak LindungiHutan hadir, kami bisa bersama-sama menanam mangrove dan mengembalikan wilayah kami dari ancaman abrasi,” ujarnya. Program konservasi yang dijalankan tidak hanya sebatas penanaman pohon. Masyarakat diberikan pemahaman menyeluruh tentang manfaat mangrove, mulai dari fungsi ekologis hingga potensi ekonomi. “Mangrove itu bukan hanya menahan abrasi. Daunnya bisa dijadikan keripik, batangnya bisa jadi pewarna batik. Bahkan, akar-akarnya mendukung pemijahan ikan, yang tentu sangat membantu nelayan,” tambah Pak Ju. Dengan pendekatan strategis seperti konsep “segitiga penanaman”, program ini tidak hanya memulihkan lingkungan tapi menggerakkan roda ekonomi. Para bapak mendapatkan tambahan penghasilan melalui kegiatan penanaman, sementara para ibu memanfaatkan hasil mangrove untuk produk olahan. Pendekatan ini telah menciptakan ekosistem pemberdayaan yang holistik dan berkelanjutan. Sembilan tahun program berjalan, perubahan sudah mulai dirasakan. Udara yang dulunya panas dan ekstrem kini lebih sejuk, dan intensitas air pasang mulai berkurang. Meski belum sepenuhnya pulih, sekitar 75 persen perubahan positif telah dirasakan masyarakat. “Sekarang air pasang tidak seagresif dulu. Lingkungan kami lebih hijau, lebih nyaman. Kami merasa lebih terlindungi,” kata Pak Ju.

Pengalaman Berkesan Nikmati Keindahan Alam Indonesia Lewat Jendela Kereta Panoramic Nusantara
Nusantara
Minggu, 04 Mei 2025 | 12:00 WIB

Pengalaman Berkesan Nikmati Keindahan Alam Indonesia Lewat Jendela Kereta Panoramic

Konsep Kereta Panoramic yang terbukti mampu memikat hati banyak orang. Tren positif ini terlihat dari data jumlah penumpang, saat pertama kali diperkenalkan dan dirangkai dengan KA Taksaka Tambahan relasi Gambir-Yogyakarta PP, Kereta Panoramic berhasil menarik 911 penumpang dalam sepekan terakhir di bulan Desember 2022. Kemudian, pada Tahun 2023 saat dirangkai dengan beberapa KA, jumlah penumpang Kereta Panoramic melonjak signifikan menjadi 31.699 orang. Peningkatan yang luar biasa terjadi di tahun 2024, di mana KAI melayani 107.119 penumpang atau tumbuh 238 persen dibanding tahun sebelumnya. Pemandangan indah yang dapat dinikmati saat Kereta Panoramic melewati daerah Priangan diantaranya di sekitar Stasiun Leles, Garut, penumpang dapat menikmati pemandangan beberapa gunung yang indah. Stasiun Leles terletak di Kadungora, Garut, pada ketinggian sekitar 697 meter di atas permukaan laut. Jalur rel di daerah ini dikenal dengan lintasan berkelok dan kontur menanjak, serta panorama alam yang luas dan terbuka.