Berdiri
Sorotan terbaru dari Tag # Berdiri
Duduk dan Berdiri Jadi Ruang Bersama Saat Jam Sibuk LRT Jabodebek
Jakarta, katakabar.com - LRT Jabodebek memiliki kapasitas angkut yang memadai untuk mengakomodasi pengguna duduk dan berdiri, dengan fasilitas yang ramah bagi pengguna berkebutuhan khusus. Di jam sibuk pagi dan sore hari, kepadatan pengguna LRT Jabodebek menjadi bagian dari dinamika mobilitas perkotaan. Dalam kondisi tersebut, rangkaian LRT Jabodebek telah dirancang memiliki kapasitas angkut untuk mengakomodasi pengguna duduk maupun berdiri sebagai ruang perjalanan bersama agar tetap berjalan tertib dan efisien. Dalam satu rangkaian perjalanan, LRT Jabodebek terdiri dari 6 kereta yang tersusun atas 2 Motor Car Cab (MC) di bagian depan dan belakang, 2 Motor Car (M), dan 2 Trailer Car (T). Susunan ini memungkinkan pengaturan ruang yang seimbang antara tempat duduk dan ruang berdiri, sesuai dengan karakter perjalanan jarak menengah yang didominasi mobilitas harian. Satu rangkaian LRT Jabodebek menyediakan total 174 tempat duduk. Setiap kereta dilengkapi dengan 8+1 kursi prioritas yang diperuntukkan bagi lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta pendamping balita. Penyediaan kursi prioritas ini menjadi bagian dari upaya menjaga aksesibilitas dan keadilan ruang di tengah kepadatan penumpang. Selain tempat duduk, kapasitas angkut juga didukung oleh ruang berdiri yang tertata. Pada kondisi kepadatan normal, setiap kereta dapat menampung sekitar 89-97 pengguna LRT Jabodebek berdiri, sehingga satu rangkaian mampu melayani sekitar 740 pengguna. Sementara pada kondisi kapasitas maksimal, dapat mencapai 179-194 pengguna LRT Jabodebek per kereta, dengan kapasitas maksimal satu rangkaian sekitar 1.308 pengguna. Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan kepadatan pada jam sibuk merupakan bagian dari dinamika mobilitas perkotaan yang dihadapi transportasi publik massal. “LRT Jabodebek dirancang untuk melayani kondisi tersebut melalui pengaturan kapasitas duduk dan berdiri, agar perjalanan tetap berjalan tertib sebagai ruang bersama,” ujarnya. Kata Radhitya, pemahaman pengguna terhadap fungsi ruang di dalam kereta turut berperan dalam menjaga kualitas layanan transportasi publik, terutama pada jam-jam dengan tingkat permintaan tinggi. Penataan interior kereta, termasuk area prioritas, ruang berdiri, serta akses ramah bagi pengguna berkebutuhan khusus, dirancang untuk mendukung peran LRT Jabodebek sebagai salah satu tulang punggung mobilitas harian masyarakat di kawasan perkotaan dan wilayah penyangga Jakarta. “Transportasi publik merupakan ruang bersama. Dengan menggunakan ruang sesuai peruntukannya, perjalanan dapat berlangsung lebih tertib dan nyaman bagi seluruh pengguna,” imbuhnya.
Resmi Berdiri, Asosiasi Pengusaha Pertanian dan Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia
Riau, katakabar.com - Resmi terbentuk dan berdiri asosiasi yang mewadahi pelaku usaha perkebunan kelapa sawit yang tidak hanya mencakup pemilik kebun skala kecil, dan menengah, serta penyedia jasa dan layanan terkait kelapa sawit. Keberadaan organisasi ini diharapkan bisa mendukung pemerintah untuk mewujudkan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan, dan swasembada pangan, serta energi berbasis perkebunan kelapa sawit. Ketua Gabungan Pengusaha Pertanian & Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia (GAPERKASINDO), Hasyari Nasution menjelaskan, organisasi yang ia pimpin miliki visi dimaksud mewujudkan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan dan berdaya saing melalui pemberdayaan lingkungan petani, pengembangan ekonomi lokal, dan peningkatan kesejahteraan Bangsa Indonesia.
Plank Stop Beroperasi Masih Berdiri, Lo Kok, PKS Gora Sudah Beroperasi
Duri, katakabar.com - Plank Penghentian yang dipancangkan Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Bengkalis masih berdiri kokoh di depan gerbang masuk Pabrik Minyak Kelapa Sawit atau PMKS PT Gora di kawasan di Desa Harapan Baru, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Rabu (7/8) kemarin Tapi, pabrik yang mengolah Tandan Buah Segar atau TBS kelapa sawit tersebut sudah beroperasi sepekan terakhir ini. Bukti pabrik tersebut sudah beroperasi dari penelusuran wartawan ke lokasi, Rabu (7/8) pukul 10.00 WIB, tampak satu unit truk masuk ke pabrik hendak mengangkut hasil pengolahan sawit atau inti sawit dari PMKS PT Gora. Menurut salah seorang Sekuriti jaga di PKS PT Gora saat dikonfirmasi wartawan menyatakan, truk tersebut masuk mau mengangkut inti sawit. "Truk tersebut masuk ke PMKS PT Gora mau angkut inti sawit," ujarnya.
Sub Holding PalmCo Berdiri, Ini Kata Pengamat Ekonomi dan Akademisi UGM
Jakarta, katakabar.com - Pengamat ekonomi dan akademisi Universitas Gajah Mada (UGM), Fahmy Radhi menilai, dengan adanya PalmCo bakal mampu meningkatkan efisiensi lantaran sebelumnya bisnis kelapa sawit PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dikelola terpisah-pisah selama ini “Adanya sub holding PalmCo, pendalaman usaha terbentuk. Jadi, perusahaan lebih fleksibel atasi sejumlah masalah dan tantangan yang dihadapi perusahaan dan pemerintah dalam industri kelapa sawit nasional,” ujarnya lewat keterangan resmi, dilansir dari laman elaeis.co, pada Ahad (24/12). PalmCo, kata Fahmy, bisa lebih leluasa mengembangkan bisnis di industri kelapa sawit, apakah untuk pangan atau untuk bahan baku energi. Selain itu, PalmCo diyakini dapat berperan mengurangi sejumlah tantangan dalam industri sawit nasional masih sangat kompleks selama ini. "Kebijakan nasional belum tegas selama ini, apakah kelapa sawit ini untuk pangan atau energi. Jadi, PalmCo kalau konsisten dengan visi awalnya dapat mengurangi dampak masalah sawit,” ulasnya. Dijabarkan Fahmy, ada tiga tantangan industri kelapa sawit saat ini. Pertama, simalakama mengenai kelapa sawit, apakah untuk pangan atau untuk energi. “Kalau digunakan banyak untuk energi, ada potensi kekurangan bahan baku kelapa sawit untuk pangan, misalnya minyak goreng. Bisa jadi harga minyak goreng naik di dalam negeri. Ini bisa jadi masalah,” jelasnya. Sisi lain, ucap Fahmy, Indonesia belum punya teknologi di dalam negeri yang dapat mengolah sawit 100 persen menjadi bahan bakar nabati. Koordinasi dengan lembaga atau perusahaan pemerintah lain sangat dibutuhkan. Misalnya dengan Pertamina terkait bahan baku apa yang digunakan untuk biofuel, berapa jumlahnya, dan tahun berapa secara bertahap dilakukan. Tantangan kedua, masih sering terjadi harga sawit yang masih berfluktuasi, terutama saat harga minyak sawit di pasar dunia naik. Keinginan perusahaan untuk mengekspor Crude Palm Oil (CPO) sangat besar kalau harga di pasar global naik sehingga terjadi kalangkaan di dalam negeri yang disusul dengan terjadinya lonjakan harga di pasar domestik. “Tantangan ini mestidiantisipasi. Bagaimana rencana bisnis yang harus dilakukan di saat akhirnya harga naik atau sebaliknya sewaktu harga turun,” tuturnya. Tantangan ketiga, penolakan dari berbagai negara, terutama Eropa Barat, terhadap ekspor produk sawit karena isu lingkungan. "PalmCo harusnya terlibat dalam melakukan lobi-lobi, agar peluang ekspor Indonesia tidak terhambat," sarannya. Diketahui, pendirian Sub Holding PalmCo yang khusus mengelola bisnis kelapa sawit terealisasi awal Desember 2023 lalu. PalmCo adalah penggabungan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V, VI dan XIII ke dalam PTPN IV sebagai surviving entity dan pemisahan tidak murni PTPN III (Persero) ke dalam PTPN IV.
PMKS Mini Bikin Harga Bergairah dan Stabil Bantu Petani Sawit di Babel
Babel, katakabar.com - Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) mini milik petani kelapa sawit hadir di Bangka Induk, Provinsi Bangka Belitung bikin harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit bergairah dan stabil. Meski harga TBS kelapa sawit tidak mengikuti harga penetapan Dinas Perkebunan (Disbun) tapi sangat membantu petani kelapa sawit. "Memang saat ini harga TBS kelapa sawit masih kisaran Rp2.000 per kilogram. Tapi berkat hadir PMKS mini harga tidak dipotong dengan biaya angkut lantaran jarak yang dekat," kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPW Apkasindo) Provinsi Bangka Belitung, Sahurudin setelah berkunjung ke PMKS itu, dilansir dari laman elaeis.co, pada Selasa (29/8). Menurutnya, PMKS belum berjalan maksimal lantaran kapasitas maksimal cuma 6 hingga 9 ton per hari. Jadi, belum belum menerima kelapa sawit petani dengan skala besar. "PMKS berdiri dimodali dari urunan beberapa orang petani. Dulu, bermula kerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung. Tapi dana yang dijanjikan tak kunjung turun, tiga orang petani mengambil alih di mana masih tergabung dalam Apkasindo," jelasnya. Selain itu kata Sahurudin, sebenarnya sudah ada tiga PMKS mini di Babel. Masalahnya, dua PMKS belum beroperasi lantaran beberapa kendala, seperti mesin pengolahan yang belum siap dan letak PMKS sangat dekat dengan PMKS milik perusahaan. "Kita berencana maksimalkan operasional PKS ini ke depan. Tidak cuma itu, bakal dapat penambahan di beberapa titik sejalan dengan adanya permintaan Crude Palm Oil (CPO) cukup besar bakal menampung hingga 200 ton per bulan," ceritanya. Fokus saat ini tambahnya, bahan baku untuk produksi siap untuk mendukung operasional PMKS mini. Harapannya ada dukungan dari pemerintah setempat untuk mengelola PMKS mini, terutama penanaman modal yang mensupport operasional pabrik mini.