Banjir Bukan Konten, Balancia Dorong Perusahaan Swasta Bergerak Nyata Lingkungan
Lingkungan
Jumat, 02 Januari 2026 | 08:01 WIB

Banjir Bukan Konten, Balancia Dorong Perusahaan Swasta Bergerak Nyata

Yogyakarta, katakabar.com - Di tengah banjir yang terus berulang dan perdebatan publik yang kerap berhenti pada siapa yang harus disalahkan, Balancia Ship Agency memilih mengambil langkah konkret. Melalui program Balancia Care, Balancia telah melaksanakan penanaman mangrove pada 30 Desember 2025 di kawasan Pesisir Selatan Daerah Istimewa Yogyakarta. Aksi yang semula direncanakan menanam 2.000 mangrove tersebut berkembang di lapangan menjadi penanaman 10.000 mangrove, sebagai respons langsung terhadap urgensi pemulihan lingkungan yang kian mendesak. Kegiatan ini dilaksanakan pascabanjir besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bagi Balancia, rangkaian bencana tersebut menjadi sinyal keras kerusakan ekosistem dari hulu hingga hilir telah dibiarkan terlalu lama. Ketika hutan di daratan terus digunduli dan daya resap alam melemah, dampaknya bermuara ke wilayah hilir dan pesisir yang kini dipaksa menjadi garis pertahanan terakhir. “Awalnya kami merencanakan penanaman 2.000 mangrove. Namun dalam pelaksanaannya, kami memutuskan untuk memperluas skala aksi menjadi 10.000 mangrove sebagai bentuk komitmen yang lebih kuat terhadap upaya pemulihan lingkungan. Ini bukan soal angka, tetapi soal kesadaran krisis lingkungan tidak bisa ditangani setengah-setengah,” ujar Muhammad Candra Rambe, CEO Balancia Ship Agency. Penanaman mangrove dilakukan bersama Pemuda Peduli Yogyakarta sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem yang selama bertahun-tahun tergerus oleh alih fungsi lahan dan eksploitasi tanpa kendali. Balancia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak dimaksudkan sebagai seremoni, melainkan sebagai langkah konkret yang menunjukkan keputusan untuk bertindak dapat diambil tanpa menunggu momentum politik atau sorotan publik. Sebagai anggota BIMCO dan FONASBA, dua asosiasi maritim internasional terkemuka, Balancia menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari tanggung jawab industrinya. Keanggotaan tersebut mencerminkan komitmen Balancia untuk mendorong praktik pembangunan berkelanjutan demi masa depan industri maritim yang lebih bertanggung jawab. “Kita sering berbicara tentang keberlanjutan, tetapi terlalu jarang menerjemahkannya menjadi aksi nyata. Alam tidak membutuhkan narasi, ia membutuhkan dipulihkan,” tegas Candra. Mangrove dipilih karena perannya yang krusial dalam sistem ekologi. Ekosistem ini terbukti mampu menahan abrasi, meredam gelombang, menurunkan risiko banjir, menjaga keanekaragaman hayati, serta menyerap karbon dalam jumlah besar. Ketika kerusakan di daratan dibiarkan, pesisir dan mangrove menjadi penyangga terakhir yang menanggung dampaknya. Melalui aksi ini, Balancia secara terbuka mendorong perusahaan swasta, khususnya yang bergerak di sektor maritim, energi, dan industri berbasis sumber daya alam, untuk mengambil peran lebih nyata. “Bukan soal siapa yang paling lantang bicara soal keberlanjutan, tetapi siapa yang benar-benar bersedia turun ke lapangan dan berbuat. Jika rencana bisa berubah menjadi aksi 10.000 pohon, seharusnya komitmen juga bisa diwujudkan secara nyata,” kata Candra.

Menjelang Rapat The Fed, Emas Masih Bergerak Lemah Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 11 Desember 2025 | 15:00 WIB

Menjelang Rapat The Fed, Emas Masih Bergerak Lemah

Jakarta, katakabar.com - Harga emas (XAU/USD) terlihat melemah pada awal sesi Asia, Rabu (10/12), setelah sebelumnya sempat bergerak menguat. Di awal perdagangan, emas diperdagangkan di sekitar $4.210, mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar menjelang keputusan kebijakan terbaru dari Federal Reserve (Fed) yang akan dirilis pada malam hari. Ekspektasi bahwa The Fed akan kembali memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya secara berurutan, namun dengan pernyataan yang lebih bernada hawkish, menjadi salah satu penyebab tertekannya harga emas sebelum pengumuman resmi. Menurut Andy Nugraha, Analis Dupoin Futures Indonesia, harga emas sebenarnya masih menunjukkan kecenderungan penguatan setelah pada Selasa mencatat kenaikan 0,57%, bergerak dari level terendah harian di $4.170 hingga mencapai $4.213. Ia menjelaskan data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang solid turut mendorong penguatan tersebut. Namun, data tersebut tidak cukup kuat untuk menghambat rencana The Fed dalam menurunkan suku bunga. Kondisi ini membuat emas tetap relevan secara teknikal meskipun pada hari ini menunjukkan pergerakan korektif. Dari perspektif teknikal, Andy menilai gabungan dari pola candlestick dan indikator Moving Average masih memberikan sinyal bahwa trend bullish pada XAU/USD cukup kuat. Momentum kenaikan masih bertahan selama harga tetap berada di atas area support penting di kisaran $4.170. Meski demikian, arah pergerakan harga hari ini sangat ditentukan oleh hasil rapat FOMC dan komentar Ketua The Fed, Jerome Powell, yang dikhawatirkan dapat memberi sinyal bahwa pemangkasan suku bunga berikutnya tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Andy memproyeksikan apabila tekanan beli kembali muncul setelah keputusan The Fed, emas berpeluang menguji resistance berikutnya di $4.256. Level tersebut menjadi batas penting yang diawasi pasar, karena jika berhasil ditembus, peluang kenaikan lanjutan akan terbuka lebar. Namun apabila terjadi tekanan jual dan harga gagal mempertahankan momentum bullish, emas berpotensi turun kembali ke area $4.177, yang menjadi support terdekat. Penurunan di bawah area tersebut dapat memicu pelemahan lanjutan sebelum harga menemukan area penahan berikutnya. Dari sisi fundamental global, adanya kemungkinan pemangkasan suku bunga sebesar hampir 90% berdasarkan CME FedWatch Tool menjadi sorotan utama. Walaupun pemangkasan suku bunga biasanya menjadi katalis positif untuk emas, banyak analis memperkirakan Powell akan memberikan pesan yang lebih berhati-hati terkait kebijakan ke depan. Mantan Direktur Urusan Moneter The Fed, Bill English, bahkan menggambarkan potensi terjadinya “hawkish cut”, yakni pemangkasan suku bunga yang disertai sinyal bahwa ruang pelonggaran berikutnya sangat terbatas. Kondisi ini cenderung menekan emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Di tengah dinamika tersebut, permintaan emas oleh bank-bank sentral masih memberi dukungan jangka panjang. Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) diketahui meningkatkan cadangan emasnya selama 13 bulan berturut-turut, termasuk tambahan 30.000 troy ons pada November. Tetapi faktor lain seperti imbal hasil obligasi AS yang solid di 4,178% serta penguatan dolar AS menuju 99,26 tetap menjadi penghambat bagi kenaikan emas dalam jangka pendek.

Emas Bergerak Positif di Tengah Ekspektasi Pelonggaran Suku Bunga Internasional
Internasional
Kamis, 04 Desember 2025 | 10:35 WIB

Emas Bergerak Positif di Tengah Ekspektasi Pelonggaran Suku Bunga

Jakarta, katakabar.com - Harga emas (XAU/USD) kembali jadi pusat perhatian pasar di awal pekan setelah mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan Jumat lalu. Logam mulia ini menembus area psikologis $4.200 dan kini bergerak stabil mendekati level $4.230 per troy ounce pada sesi Asia Senin (1/12). Kenaikan ini terjadi dalam kondisi minim katalis ekonomi, namun ekspektasi pelonggaran kebijakan suku bunga oleh Federal Reserve menjadi faktor dominan yang menjaga momentum bullish di pasar emas. Menurut analisis dari Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, kondisi teknikal XAU/USD menunjukkan sinyal penguatan yang semakin solid. Harga emas kini bergerak di atas beberapa indikator Moving Average utama, dan pola candlestick bullish harian mulai membentuk struktur tren berlanjut. “Selama harga emas bertahan di atas area penting $4.200, peluang untuk melanjutkan kenaikan tetap besar. Potensi kenaikan berikutnya mengarah ke resistance kunci di $4.324,” ujar Andy. Tetapi, Andy mengingatkan adanya peluang koreksi teknikal dalam jangka pendek. Jika pasar merespons data ekonomi AS dengan sentimen risk-off, emas berpotensi kembali terkoreksi menuju area support $4.208 sebelum melanjutkan arah berikutnya. Level tersebut kini menjadi acuan harga terdekat untuk mengukur apakah momentum bullish masih terjaga. Dari sentimen fundamental, pelaku pasar masih fokus pada prospek kebijakan suku bunga The Fed. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang penurunan suku bunga pada pertemuan The Fed bulan Desember melonjak ke 87 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan pekan lalu yang berada di 71 persen. Ekspektasi ini menekan dolar AS yang bergerak melemah di 99,49, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun naik tipis ke 4,023 persen. Meski kenaikan yield biasanya menekan emas, pasar tampaknya lebih fokus pada prospek pelonggaran kebijakan jangka panjang. Selain faktor moneter, dinamika geopolitik turut memberikan warna pada sentimen pasar. Optimisme awal terkait upaya diplomasi antara Amerika Serikat dan Ukraina dapat menurunkan permintaan terhadap aset safe haven, meskipun diskusi masih berada pada tahap negosiasi intensif. Di sisi lain, rilis data PMI Manufaktur ISM AS untuk bulan November yang dijadwalkan hari ini akan menjadi fokus utama pasar. Jika data menunjukkan ekonomi AS masih dalam tekanan, harga emas berpeluang melanjutkan reli. Sebaliknya, hasil yang lebih kuat dari perkiraan dapat memicu penguatan dolar AS dan memicu pullback jangka pendek pada emas. Dengan kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang mendukung, tren emas saat ini masih cenderung bullish. Tetapi, pelaku pasar disarankan tetap memperhatikan volatilitas menjelang rilis data AS dan perkembangan kebijakan The Fed.

Emas Bergerak Hati-hati di Tengah Ketidakpastian Suku Bunga The Fed Internasional
Internasional
Sabtu, 08 November 2025 | 09:04 WIB

Emas Bergerak Hati-hati di Tengah Ketidakpastian Suku Bunga The Fed

Jakarta, katakabar.com - Harga emas (XAU/USD) diperdagangkan dalam rentang sempit di sesi Kamis (6/11) lalu dengan kecenderungan menguat tipis seiring sentimen pasar yang kembali berhati-hati menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Ketidakpastian global dan naiknya permintaan aset safe-haven masih menawarkan dukungan bagi emas, tetapi tekanan dari sisi kebijakan moneter tetap menjadi hambatan utama bagi kenaikan harga yang lebih agresif. Secara teknikal, menurut analisis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, harga emas masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan pelemahan yang belum sepenuhnya berakhir. Jika tekanan jual berlanjut, emas diperkirakan berpeluang melemah menuju area $3.812 dalam beberapa sesi perdagangan ke depan. Level ini dipandang sebagai support penting yang akan menentukan arah pergerakan selanjutnya. Namun, apabila harga berhasil melakukan rebound dan menembus zona resistance $4.167, maka momentum bullish berpotensi menguat dan membuka ruang kenaikan menuju $4.381. Pergerakan emas saat ini banyak dipengaruhi oleh dinamika dolar AS dan ekspektasi terkait arah suku bunga Federal Reserve. Setelah sempat melemah, dolar kembali menunjukkan pemulihan terbatas akibat komentar hawkish dari beberapa pejabat The Fed yang menekankan bahwa masih terlalu dini bagi bank sentral untuk menurunkan suku bunga. Hal ini menahan optimisme pasar terhadap peluang pelonggaran kebijakan, sehingga membatasi potensi kenaikan emas. Karena emas tidak memberikan imbal hasil, tingginya suku bunga membuat investor lebih memilih aset berbasis yield seperti obligasi. Tetapi, kekhawatiran mengenai ketegangan geopolitik di beberapa kawasan serta perlambatan ekonomi global membantu menjaga permintaan safe-haven. Investor tetap menempatkan emas sebagai aset lindung nilai ketika risiko eksternal meningkat, terutama di tengah sinyal perlambatan konsumsi dan aktivitas industri di beberapa ekonomi besar dunia. Situasi ini menempatkan emas dalam posisi netral, dengan potensi kenaikan yang bersifat bertahap dan masih sangat bergantung pada perkembangan fundamental jangka pendek. Rilis data ekonomi Amerika Serikat menjadi fokus utama pasar dalam beberapa hari ke depan. Jika data tenaga kerja swasta seperti ADP Non-Farm Employment Change, inflasi, atau survei manufaktur menunjukkan hasil lebih lemah dari perkiraan, maka pasar dapat meningkatkan ekspektasi The Fed akan mempertimbangkan pelonggaran suku bunga lebih cepat. Skenario ini dapat menjadi katalis positif bagi emas, membuka peluang pergerakan naik yang lebih kuat. Dalam kondisi tersebut, emas berpotensi memperpanjang penguatan menuju area resistance kunci selanjutnya. Apabila data justru menunjukkan ketahanan ekonomi AS yang solid, maka dolar AS kemungkinan kembali menguat. Kondisi ini dapat memicu tekanan jual pada emas, terutama jika imbal hasil obligasi AS meningkat. Sentimen tersebut berpotensi memperkuat arah bearish jangka pendek.

Hari Sumpah Pemuda, Polda Riau Ajak Generasi Muda Bergerak dan Berkarya Riau
Riau
Selasa, 28 Oktober 2025 | 15:44 WIB

Hari Sumpah Pemuda, Polda Riau Ajak Generasi Muda Bergerak dan Berkarya

Pekanbaru, katakabar.com - Kepolisian Daerah (Polda) Riau gelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 97 Tahun 2025. Di momentum ini, Polda Riau mengajak para pemuda untuk bergerak dan berkreasi. Wakapolda Riau Brigjen Andrianto Jossy Kusumo, mewakili Kapolda Irjen Herry Heryawan, yang pimpin upacara, turut dihadiri para pejabat utama (PJU) Polda Riau dan puluhan personel, di Mapolda Riau, Selasa (28/10). Dalam sambutannya, Wakapolda menyampaikan Hari Sumpah Pemuda momen bersejarah menandai lahirnya kesadaran nasional. Di mana pemuda dari berbagai daerah, suku, dan bangsa memiliki tujuan yang sama yakni menjadikan Bangsa Indonesia yang merdeka dan bersatu. "Ikrar yang diucapkan pada 28 Oktober 1928 lampau bukan sekadar kata-kata melainkan semangat yang mengikat seluruh anak bangsa dalam satu tekat. Semangat itu masih relevan sampai saat ini," kata Jossy membacakan pesan Menpora, Erick Tohir. Ia menambahkan, di era globalisasi ini, pemuda dihadapkan dengan tantangan baru. Tema Hari Sumpah Pemuda tahun ini 'Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu' mengingatkan kemajuan bangsa tidak akan terjadi tanpa partisipasi aktif dari generasi muda. "Pemuda dan pemudi Indonesia harus terus bergerak, berkarya, serta berinovasi. Kita hidup di zaman serba cepat dan digital," imbuhnya. Di tengah perkembangan dunia digital, Pemuda Indonesia harus mampu menjadi pelaku perubahan, bukan hanya menjadi penonton. "Jadilah pemuda yang adaptif, kreatif, dan berintegrasi," jelasnya. Generasi muda diharapkan terus menjaga persatuan di tengah Kebhinekaan. Jossy menambahkan momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi waktu yang tepat untuk refleksi diri.

Menanti Kepastian Tarif AS–Tiongkok, Emas Bergerak Hati-hati Internasional
Internasional
Selasa, 12 Agustus 2025 | 15:41 WIB

Menanti Kepastian Tarif AS–Tiongkok, Emas Bergerak Hati-hati

Jakarta, katakabar.com - Harga emas atau XAU/USD membuka pekan dengan langkah berat. Di perdagangan Senin (11/8) kemarin, minat lindung nilai memudar seiring membaiknya sentimen risiko global, sehingga sebagian aliran dana bergeser ke aset berisiko dan menekan kinerja bullion. Optimisme atas kemajuan diplomatik untuk meredakan ketegangan Rusia–Ukraina, beriringan dengan reli ekuitas lintas kawasan, ikut mempersempit ruang reli emas dan menjaga pergerakan dalam kisaran sempit. Dari sudut pandang teknikal, analisis Dupoin Futures Indonesia yang dipaparkan Andy Nugraha menunjukkan sinyal pelemahan makin jelas. Kombinasi formasi candlestick dengan pergerakan Moving Average mengonfirmasi bias bearish yang kian menegas. Peta level harian yang disorot Andy menempatkan $3.325 sebagai target penurunan terdekat jika tekanan jual berlanjut. Sebaliknya, setiap kenaikan intraday dinilai berpotensi tertahan di sekitar $3.365. Menurutnya, tanpa katalis fundamental yang nyata mendukung, pantulan harga cenderung bersifat teknikal sekadar kesempatan mengatur ulang posisi ketimbang penanda perubahan tren. Faktor makro pun belum memberi dorongan yang meyakinkan. Indeks Dolar AS (DXY) bertahan di atas 98, terakhir sekitar 98,60, merefleksikan absennya pelemahan signifikan pada greenback. Di pasar obligasi, reli imbal hasil jeda setelah empat hari kenaikan: tenor 10 tahun berada di kisaran 4,262 persen dan tenor 30 tahun melunak ke 4,825 persen. Stabilnya yield menahan penurunan biaya peluang memegang emas, sehingga dorongan dari sisi suku bunga riil belum cukup kuat untuk memicu reli berkelanjutan. Sisi risiko global justru berkontribusi menekan permintaan safe-haven. Bursa saham Asia, Eropa, hingga India bergerak positif didorong ekspektasi diplomasi dan hasil kinerja perusahaan yang solid. Tapi, tema perdagangan tetap menjadi sumber ketidakpastian. Tarif timbal balik AS yang efektif per 7 Agustus mengangkat rata-rata tarif ke level tertinggi sejak 1934 (perkiraan 18,6 persen) dan mencakup lebih dari 60 mitra dagang. Pasar juga menunggu keputusan kelanjutan gencatan senjata tarif AS–Tiongkok selama 90 hari.

Tim RAGA Polres Kepulauan Meranti Bergerak Ciptakan Situasi Aman dan Kondusif Riau
Riau
Minggu, 18 Mei 2025 | 12:08 WIB

Tim RAGA Polres Kepulauan Meranti Bergerak Ciptakan Situasi Aman dan Kondusif

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Tim RAGA Polres Kepulauan Meranti bergerak melakukan patroli gabungan ciptakan situasi yang aman dan kondusif di tengah masyarakat atau Kamtibmas, serta mengantisipasi aksi kriminalitas, di wilayah Kota selatpanjang, Sabtu (17/5) malam. Patroli ini dipimpin Kabag Ops Polres Kepulauan Meranti, Kompol Syahrizal, bersama Kasat Binmas Polres Kepulauan Meranti, AKP Gunawan, Kepala SPKT Polres Kepulauan Meranti, Ipda Wahyu Dwi, dan dibackup personel Kompi Siaga 1 Polres Kepulauan Meranti berjumlah 40 orang. Di mana sasaran patroli ini para pelaku premanisme dan kejahatan jalanan di wilayah kota Selatpanjang. Sesuai dengan pasal 14 undang-undang nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian RI, Polri melaksanakan kegiatan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) dan perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat. Kegiatan Patroli tim tim RAGA Polres Kepulauan Meranti bertujuan untuk menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus memberikan efek deterence kepada pelaku kejahatan di wilayah Hukum Polres Kepulauan Meranti khusus nya kota Selatpanjang.