Bersertifikat

Sorotan terbaru dari Tag # Bersertifikat

Lokasoka Hadirkan Koleksi Hampers “Art of Giving” Bersertifikasi ISO 9001:2015 Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 01 Februari 2026 | 18:00 WIB

Lokasoka Hadirkan Koleksi Hampers “Art of Giving” Bersertifikasi ISO 9001:2015

Jakarata, katakabar.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, kebutuhan akan hampers Lebaran yang terkurasi dan profesional terus mengalami peningkatan, khususnya di segmen korporasi dan B2B. Menjawab tren tersebut, Lokasoka menghadirkan koleksi hampers Lebaran eksklusif bertajuk “Art of Giving”, yang dirancang dengan standar kualitas internasional ISO 9001:2015. Koleksi ini dikembangkan sebagai solusi atas meningkatnya permintaan hampers yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi relevan, bernilai guna, dan mencerminkan citra pemberi. Dalam beberapa tahun terakhir, pasar menunjukkan pergeseran preferensi dari hampers generik ke hampers yang lebih personal, terkurasi, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan penerima. Perwakilan Lokasoka menyampaikan tren tersebut menjadi dasar pengembangan koleksi terbaru ini. “Permintaan hampers Lebaran, terutama dari segmen perusahaan, kini semakin mengarah pada produk yang terkurasi dengan baik, konsisten secara kualitas, dan mampu merepresentasikan brand pemberi. 'Art of Giving' kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan tersebut,” ujar perwakilan Lokasoka. Berdasarkan pengamatan Lokasoka terhadap perilaku konsumen dan klien korporasi, terdapat beberapa tantangan utama yang kerap dihadapi dalam proses pemilihan hampers Lebaran. Tantangan inilah yang kemudian menjadi dasar perancangan koleksi “Art of Giving”. 1. Ketidaksesuaian jenis hampers dengan penerima Masih banyak hampers yang dipilih tanpa mempertimbangkan konteks penerima, baik dari sisi kebutuhan, preferensi, maupun relasi profesional. Hal ini berpotensi mengurangi nilai pesan yang ingin disampaikan melalui hampers. 2. Kurangnya konsep dan tema yang konsisten Jenis hampers dan tema sering kali dipilih secara terpisah, sehingga menghasilkan bingkisan yang kurang terkurasi. Padahal, tema yang kuat berperan penting dalam menciptakan kesan yang utuh dan profesional. 3. Perencanaan waktu yang kurang optimal Waktu pemesanan dan pengiriman menjadi faktor krusial, terutama saat mendekati hari raya. Tanpa perencanaan yang matang, kualitas produk dan ketepatan waktu pengiriman dapat terdampak. 4. Minimnya personalisasi dan sentuhan brand Bagi perusahaan, hampers Lebaran juga berfungsi sebagai media komunikasi brand. Tetapi, keterbatasan opsi kustomisasi sering membuat hampers kehilangan nilai strategisnya. 5. Tantangan konsistensi kualitas dalam pemesanan skala besar Dalam pemesanan hampers jumlah besar, konsistensi kualitas produk dan kemasan menjadi tantangan tersendiri, terutama jika tidak ditangani oleh penyedia profesional. Lokasoka Hadir Solusi Hampers Lebaran Terencana Koleksi “Art of Giving” dari Lokasoka dirancang sebagai solusi atas tantangan tersebut. Mengusung konsep mix and match, koleksi ini memungkinkan pelanggan menyesuaikan isi hampers sesuai kebutuhan dan anggaran, tanpa mengorbankan kualitas maupun estetika. Pilihan produk mencakup paket ibadah, camilan premium, teh artisan, hingga konsep relaksasi Lebaran, yang dikemas dalam box eksklusif bernuansa elegan. Dengan menggandeng UMKM lokal dan didukung sertifikasi ISO 9001:2015, Lokasoka terus mendukung terciptanya momen berbagi yang lebih bermakna di setiap perayaan. Cari tahu lebih lanjut dan jelajahi seluruh koleksi “Art of Giving” Lokasoka di: Katalog Hampers Lebaran Lokasoka

KAI Logistik Percepat Penambahan Terminal Bersertifikat Halal Default
Default
Jumat, 18 Juli 2025 | 17:04 WIB

KAI Logistik Percepat Penambahan Terminal Bersertifikat Halal

Jakarta, katakabar.com - PT Kereta Api Logistik atau KAI Logistik kembali perkuat komitmen mendukung ekosistem logistik halal nasional dengan mempercepat penambahan terminal bersertifikat halal di tahun 2025. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menyediakan layanan logistik yang tidak hanya andal, tapi memenuhi kebutuhan spesifik pelanggan terhadap distribusi produk halal, sejalan dengan regulasi yang ditetapkan pemerintah. Sebelumnya, KAI Logistik telah resmi mengantongi sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dengan nomor ID00410018283070424 pada 14 Juni 2024 untuk jenis jasa pendistribusian. Sertifikasi ini telah mencakup tiga terminal utama, yakni Terminal Barang Area Sungai Lagoa, Terminal Barang Area Klari, dan Terminal Barang Area Kalimas. Pada tahun 2025 ini, KAI Logistik menargetkan penambahan satu terminal bersertifikasi halal yaitu Terminal Barang Area Ronggowarsito di Semarang, dengan target penyelesaian proses sertifikasi di Triwulan III tahun 2025. Direktur Utama KAI Logistik, Fredi Firmansyah menyampaikan, di tahun 2025 ini, kami melakukan perluasan sertifikasi halal ke Terminal Ronggowarsito, dan ke depan tidak menutup kemungkinan seluruh terminal logistik kami dapat bersertifikat halal. "Hal ini menjadi bagian dari visi jangka panjang kami untuk memastikan keyakinan pelanggan, khususnya dalam distribusi produk yang wajib halal sesuai Keputusan Menteri Agama Nomor 748 Tahun 2021 dan Nomor 944 Tahun 2024," jelasnya. Agus Suryanto, selaku Kepala Lembaga Pemeriksa Halal atau LPH PT Sucofindo mengutarakan, apresiasinya terhadap komitmen KAI Logistik. "KAI Logistik menunjukkan keseriusan dalam menjamin ekosistem logistik halal. Dalam hal ini, KAI Logistik berperan penting dalam memastikan distribusi produk berjalan sesuai prinsip halal. Mereka juga menjadi BUMN pertama di sektor logistik yang secara aktif melakukan proses sertifikasi halal," tegas Agus.

Pelatihan Penanganan Gas H2S Online Perkuat Keamanan Migas Bersertifikasi BNSP Nasional
Nasional
Sabtu, 19 April 2025 | 10:56 WIB

Pelatihan Penanganan Gas H2S Online Perkuat Keamanan Migas Bersertifikasi BNSP

Jakarta, katakabar.com - Energy Academy kembali tunjukkan komitmennya membangun sektor migas yang aman dan profesional melalui penyelenggaraan Pelatihan Penanganan Gas H2S secara daring. Pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan tenaga kerja terhadap potensi bahaya Hidrogen Sulfida (H₂S) gas beracun yang banyak ditemukan dalam proses eksplorasi dan produksi minyak serta gas bumi. Sebagai salah satu gas berbahaya yang tak berwarna dan berbau menyengat, H₂S dapat menimbulkan kecelakaan kerja yang fatal jika tidak ditangani oleh personel yang terlatih. Lantaran itu, Training Penanganan Gas H2S hadir untuk memastikan para pekerja migas memiliki kemampuan dalam mengidentifikasi, mengukur, serta merespons kondisi darurat akibat paparan gas ini secara cepat dan tepat. Pelatihan ini memperkuat implementasi standar keselamatan kerja yang semakin menjadi tuntutan global, khususnya dalam proyek-proyek eksplorasi migas. Diklat Penanganan Gas H2S yang diselenggarakan oleh Energy Academy mengacu pada Permen ESDM Nomor 20 Tahun 2008, yang menetapkan standar kompetensi kerja nasional di sektor minyak dan gas bumi. Pelatihan ini juga mengikuti panduan dari API 49 dan ANSI Z390.1 tentang keselamatan dan pengendalian H₂S di tempat kerja. Dengan mengikuti Pelatihan Penanganan Gas H2S, peserta tidak hanya memahami regulasi, tapi memiliki kesiapan teknis dalam menghadapi skenario terburuk di lapangan.

Magang dan Studi Independen Bersertifikat: Perjalanan Mahasiswa Magang Lewat Program MSIB di MA Pendidikan
Pendidikan
Kamis, 27 Februari 2025 | 08:49 WIB

Magang dan Studi Independen Bersertifikat: Perjalanan Mahasiswa Magang Lewat Program MSIB di MA

Jakarta, katakabar.com - Tantangan hidup sering datang tanpa diduga, tapi setiap tantangan tersebut membawa peluang besar untuk belajar dan tumbuh. Itulah yang dirasakan Revo Rahmat, mahasiswa Informatika yang penuh semangat. Perjalanan profesionalnya dimulai lewat program MSIB atau Merdeka Belajar Kampus Merdeka Batch 7 yang digelar Maxy Academy. Program ini bukan hanya memberikan keterampilan teknis, tapi memperkaya jiwa, menjadi titik balik dalam perjalanan Revo menuju dunia profesional di bidang teknologi. Revo kali pertama mengetahui tentang Maxy Academy melalui teman-temannya yang lebih dulu mengikuti program MBKM, serta informasi yang ia dapatkan dari media sosial dan situs resmi program tersebut. Sejak awal, ia tertarik dengan visi Maxy Academy yang membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke dunia industri. “Saya melihat ini sebagai kesempatan langka. Tidak hanya belajar secara akademik, tapi bisa mengembangkan diri dengan cara yang lebih nyata,” ujar Revo dengan antusias. Program MBKM di Maxy Academy bagi Revo lebih dari sekadar transfer ilmu. Itu adalah sebuah perjalanan yang membawa dirinya keluar dari ruang kelas dan menghadapi tantangan baru yang lebih kompleks dan mendalam dari yang ia bayangkan sebelumnya. “Ini adalah kesempatan untuk benar-benar merasakan bagaimana dunia industri bekerja, membangun koneksi dengan profesional, serta belajar langsung dari mentor berpengalaman,” ucapnya. Program ini membuka banyak peluang bagi Revo untuk memperluas wawasan dan membangun jaringan yang akan sangat bermanfaat untuk kariernya di masa depan. Pengalaman pertama Revo dalam program MSIB dimulai saat ia ditempatkan di TBN Indonesia, sebuah perusahaan teknologi. Di sini, Revo terlibat dalam pengembangan platform Impact Management Measurement (IMM), yang bertujuan membantu pelaku usaha mengukur dan melaporkan dampak sosial dan lingkungan dari investasi mereka. Ini bukan sekadar proyek teknologi, tapi inisiatif yang bertujuan menciptakan perubahan sosial yang nyata.