Binus@Bekasi

Sorotan terbaru dari Tag # Binus@Bekasi

Pengalaman IIM BHM Binus @Bekasi Pengembangan Kompetensi Global Pendidikan
Pendidikan
Kemarin

Pengalaman IIM BHM Binus @Bekasi Pengembangan Kompetensi Global

Jakarta, katakabar.com - Valencia Angela, mahasiswa Program Business Hotel Management di Binus @Bekasi, telah menunjukkan minat yang kuat bidang pastry dan bakery sejak awal perkuliahan. Minat ini ia wujudkan tidak hanya dalam pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui partisipasi aktif dalam berbagai kompetisi kuliner, yang membantunya mengasah keterampilan teknis dan memperkuat kesiapan mental dalam menghadapi dunia profesional. Keinginan untuk memahami standar kerja di industri hospitality internasional mendorong Valencia untuk mencari pengalaman internship di luar negeri. Ia ingin melihat secara langsung bagaimana sebuah luxury hotel dijalankan dengan sistem yang terstruktur dan standar kualitas yang tinggi. Dengan persiapan matang, mulai dari peningkatan kemampuan teknis hingga menjaga performa akademik, Valencia akhirnya mendapatkan kesempatan untuk menjalani internship di sebuah hotel mewah di Hong Kong. Selama menjalani internship, tantangan terbesar yang dihadapi adalah adaptasi terhadap perbedaan bahasa, budaya kerja, serta ekspektasi profesional yang tinggi. Lingkungan kerja di luxury hotel menuntut ketelitian pada setiap detail, mulai dari rasa, tekstur, hingga tampilan produk. Ritme kerja yang cepat dan standar kualitas yang ketat mengajarkan Valencia tentang disiplin, konsistensi, dan pentingnya bekerja dalam tim besar yang terstruktur. Tetapi, pengalaman yang paling berkesan baginya tidak hanya terbatas pada pekerjaan. Di sela-sela aktivitas kerja, Valencia memanfaatkan waktu untuk mengeksplorasi kota, mempelajari budaya lokal, dan berinteraksi dengan masyarakat setempat. Pengalaman ini memperluas perspektifnya tentang keberagaman budaya dan cara pandang di berbagai negara. Valencia menyampaikan refleksinya, There is no easy job, and every profession requires sacrifice. Tetapi saat kita mendapatkan kesempatan untuk berkembang secara profesional sekaligus memperoleh international exposure dan pengalaman hidup yang berharga, itu adalah peluang yang patut dimanfaatkan. Ini bukan hanya tentang internship, tetapi tentang proses bertumbuh dan membuktikan kemampuan diri. Pengalaman ini bukan hanya membentuk kompetensinya sebagai calon profesional di bidang pastry, tetapi juga mengembangkan karakter yang lebih mandiri, tangguh, dan terbuka terhadap perbedaan. Perjalanan Valencia tidak terlepas dari dukungan Binus @Bekasi melalui berbagai program pengembangan, termasuk kompetisi, workshop, dan program internship internasional dalam skema Enrichment program. Lingkungan pembelajaran yang aplikatif dan suportif di Binus @Bekasi mempersiapkannya untuk menghadapi standar industri global dengan percaya diri. Kisah Valencia menjadi cerminan dari pentingnya pengalaman internasional dalam mengembangkan kompetensi profesional dan memperluas wawasan global.

Mahasiswa Binus @Bekasi Perluas Wawasan Global Lewat Program Study Abroad di Turki Pendidikan
Pendidikan
Jumat, 10 April 2026 | 12:12 WIB

Mahasiswa Binus @Bekasi Perluas Wawasan Global Lewat Program Study Abroad di Turki

Bekasi, katakabar.com - Di era globalisasi, pengalaman belajar lintas negara menjadi salah satu nilai tambah penting bagi mahasiswa guna persiapkan diri hadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Tidak hanya memperkaya wawasan akademik, pengalaman internasional juga membentuk kemampuan adaptasi, kemandirian, serta pola pikir global yang dibutuhkan di masa depan. Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan global experience bagi mahasiswa, Binus University melalui program Study Abroad memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan langsung sistem pembelajaran di luar negeri. Hal ini diwujudkan melalui pengalaman Sekarnindhita Dyaningsari Budoyo, mahasiswa Psikologi Binus @Bekasi, yang menjalani semester 7 di Kadir Has University, Istanbul, Turki. Kesempatan ini menjadi langkah berani bagi Sekar untuk keluar dari zona nyaman dan merasakan pengalaman belajar dalam lingkungan internasional yang berbeda, baik secara budaya maupun akademik. Selama menjalani program tersebut, Sekar menghadapi berbagai tantangan, mulai dari beradaptasi dengan lingkungan baru, perbedaan bahasa, hingga kondisi cuaca yang berbeda dari Indonesia. Tinggal jauh dari keluarga juga menjadi pengalaman yang membentuk kemandirian serta ketahanan diri dalam menghadapi situasi baru. Tetapi di balik tantangan tersebut, Sekar memperoleh pengalaman berharga yang memperluas cara pandangnya. Proses pembelajaran yang interaktif serta interaksi dengan mahasiswa dari berbagai negara memberikan perspektif baru, baik pada konteks akademik maupun kehidupan sehari-hari. “Kesempatan tidak selalu datang dua kali. Ketika peluang itu ada, kita harus siap untuk melangkah,” ujar Sekar. Pengalaman ini tidak terlepas dari dukungan Binus @Bekasi yang secara aktif mendampingi mahasiswa, mulai dari penyediaan informasi, proses administrasi, hingga pendampingan selama program berlangsung. Dukungan tersebut memastikan mahasiswa dapat menjalani pengalaman study abroad dengan optimal dan terarah. Melalui positioning sebagai kampus Business, Service, and Technology atau yang dikenal sebagai kampus BEKEN, Binus @Bekasi terus mendorong mahasiswa untuk berani mengambil peluang global, sekaligus mempersiapkan mereka menjadi individu yang adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan dunia internasional. Dengan ekosistem pembelajaran yang terintegrasi dan jaringan global yang luas, Binus @Bekasi membuka jalan bagi mahasiswa untuk tidak hanya belajar di dalam negeri, tetapi juga merasakan pengalaman internasional yang membentuk masa depan mereka.

Ke Wuhan Tembus Batas dan Asah Kompetensi Global di Dunia Bisnis, Layanan dan Teknologi Default
Default
Jumat, 13 Februari 2026 | 10:16 WIB

Ke Wuhan Tembus Batas dan Asah Kompetensi Global di Dunia Bisnis, Layanan dan Teknologi

Bekasi, katakabar.com - Di tengah persaingan global yang semakin mengglobal, dunia bisnis kini lebih dari sekadar teori. Untuk bisa bertahan dan unggul, mahasiswa perlu dilengkapi dengan global mindset, kemampuan beradaptasi dengan teknologi terkini, dan keterampilan dalam melayani pasar internasional. Binus @Bekasi, sebagai kampus dengan fokus pada Business, Service, and Technology, menghadirkan solusi tepat melalui program immersion internasional yang berani dan penuh pengalaman “Business Management Goes to Wuhan”. Kerja sama dengan Wuhan University, salah satu universitas top dunia dengan QS World Ranking Top 186, memberikan kesempatan luar biasa bagi mahasiswa untuk menyelami langsung kehidupan akademik dan ekosistem bisnis di Tiongkok negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat dan inovasi teknologi yang tak tertandingi. Program ini bukan hanya sekadar study tour; ini adalah peluang untuk hidup, belajar, dan beradaptasi dalam lingkungan global yang penuh tantangan. Selama program ini, mahasiswa Binus @Bekasi merasakan pengalaman kuliah di Wuhan University, menginjakkan kaki di International Students Dormitory, dan mendapatkan student ID resmi dari universitas ternama ini. Mereka juga mengikuti perkuliahan dari dosen Wuhan University, yang membuka wawasan mereka tentang bisnis internasional yang sesungguhnya. Program ini lengkap dengan kunjungan ke situs budaya dan sejarah Tiongkok, seperti Yellow Crane Tower dan East Lake, serta memperkenalkan mahasiswa pada kuliner lokal dan budaya unik Tiongkok ini merupakan sebuah pengalaman penuh warna dan kehidupan nyata. Wuhan dipilih bukan tanpa alasan. Kota ini dikenal sebagai pusat inovasi, dengan ekosistem akademik yang mendukung kolaborasi antara bisnis dan teknologi. Di sana, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai bisnis, tetapi juga merasakan dampak langsung dari perkembangan teknologi mutakhir yang membentuk dunia saat ini. Dalam waktu singkat, mereka dapat memperluas perspektif global, mempelajari model bisnis di Tiongkok, serta memperkaya wawasan mereka mengenai peran Tiongkok dalam ekonomi dunia. Keunggulan utama program ini adalah status mahasiswa sebagai bagian dari Wuhan University secara resmi. Peserta program ini tidak hanya memperoleh admission letter resmi, tetapi juga mendapatkan surat pengantar dari Kementerian Pendidikan Tiongkok untuk masuk ke negara tersebut menggunakan student visa. Tidak banyak program immersion lain yang menawarkan kesempatan untuk menjadi bagian dari universitas top dunia dengan rekam jejak akademik dan profesional yang sangat kuat. Salah satu mahasiswa yang ikut serta program ini berbagi pengalamannya, “Program Business Management Goes to Wuhan membuka perspektif baru bagi saya bahwa Wuhan bukan hanya dikenal karena pandemi, tetapi merupakan kota yang maju, adaptif, dan memiliki ekosistem pendidikan yang sangat kuat. Melalui pengalaman belajar langsung di Wuhan University, saya tidak hanya memahami praktik bisnis dan budaya global, tetapi juga melihat bagaimana teknologi dan sejarah pembelajaran membentuk perkembangan kota ini. Pengalaman akademik yang dipadukan dengan eksplorasi kota menjadikan program ini sangat berkesan dan relevan untuk mempersiapkan kami menghadapi dunia global," ujar Nadila Azahra mahasiswa Program Business Management Binus @Bekasi. Program immersion ini juga menjadi bukti nyata komitmen Binus University, khususnya Binus @Bekasi, dalam memberikan global exposure bagi mahasiswa melalui pengalaman langsung di luar negeri. Selain program double degree dan exchange selama satu semester, program ini menjadi pilihan terjangkau bagi mereka yang ingin merasakan pengalaman internasional dalam waktu yang lebih singkat, tanpa harus meninggalkan studi utama. Ke depannya, program immersion ke Wuhan ini akan diintegrasikan dalam kurikulum untuk semakin memperkaya pembelajaran mahasiswa, dengan tujuan menyiapkan lulusan yang tidak hanya siap bersaing, tetapi juga siap berinovasi di dunia global. Program ini menjadi keunggulan kompetitif bagi mahasiswa Binus @Bekasi, yang akan membawa pengalaman “real-world business” dan teknologi global untuk mendukung visi Binus sebagai world-class university.

Dari Binus @Bekasi ke Korsel, Risia Sumaredi Jalani Study Abroad Lewat AIMS Scholarship Pendidikan
Pendidikan
Kamis, 08 Januari 2026 | 17:00 WIB

Dari Binus @Bekasi ke Korsel, Risia Sumaredi Jalani Study Abroad Lewat AIMS Scholarship

Bekasi, katakabar.com - Di tengah kebutuhan akan lulusan yang memiliki wawasan global, pengalaman lintas budaya menjadi salah satu elemen penting dalam proses pembelajaran mahasiswa. Binus University terus membuka peluang internasional bagi mahasiswanya agar dapat mengembangkan kompetensi akademik sekaligus membangun karakter global sejak di bangku kuliah. Kesempatan ini dirasakan Risia Sumaredi, mahasiswa Program Studi Business Management Binus University angkatan 2026 dari Binus @Bekasi. Melalui program AIMS Scholarship (ASEAN International Mobility Students), Risia mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program study abroad selama satu tahun di Keimyung University, Korea Selatan, dimulai pada Spring 2025. Sejak awal, Risia memang memiliki keinginan kuat untuk menempuh pendidikan di luar negeri. Bahkan sebelum masuk Binus, ia telah memiliki rencana untuk melanjutkan studi ke luar Indonesia. Namun, berbagai pertimbangan membuatnya memutuskan untuk berkuliah di dalam negeri terlebih dahulu. Kesempatan tersebut akhirnya datang ketika Risia tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti Enrichment Program. Awalnya, Risia mendaftar pada track internship. Tetapi, ia kemudian mendapatkan informasi dari dosen serta Binus International Office pendaftaran study abroad ke Korea Selatan masih dibuka, lengkap dengan dukungan beasiswa AIMS. Melihat kesempatan tersebut, Risia memutuskan untuk mengubah track Enrichment-nya dan memilih jalur study abroad. Selama menjalani perkuliahan di Korea Selatan, Risia menghadapi perbedaan sistem akademik yang cukup signifikan. Pada semester Spring, sebagian besar evaluasi pembelajaran dilakukan melalui presentasi. Sementara pada semester Fall, beberapa mata kuliah menggunakan ujian tertulis dengan format fill the blank dan true or false, yang menuntut mahasiswa untuk memahami dan menghafal materi secara menyeluruh. “Sistem ujian di Korea cukup berbeda. Banyak mata kuliah yang menuntut aku untuk benar-benar memahami dan menguasai seluruh materi dari slide dosen. Itu jadi tantangan tersendiri, tapi sekaligus melatih kedisiplinan dan fokus belajarku,” ujar Risia. Di luar tantangan akademik, kata Risia, pengalaman tinggal dan belajar di Korea Selatan justru memberikan kesan yang sangat positif bagi Risia. Ia merasa lingkungan kampus, pertemanan, serta para profesor sangat suportif dan terbuka terhadap mahasiswa internasional. Selama satu tahun mengikuti program pertukaran, Risia juga berkesempatan berteman dengan mahasiswa dari berbagai negara, yang memperkaya pemahamannya tentang perbedaan budaya, cara berpikir, dan kebiasaan hidup. “Bertemu dan berteman dengan orang-orang dari berbagai negara membuat aku belajar banyak tentang perbedaan budaya dan sudut pandang. Dari situ aku merasa jadi lebih mandiri dan lebih berani keluar dari zona nyaman,” ucapnya. Pengalaman ini sejalan dengan fokus pendidikan Binus @Bekasi yang menekankan pengembangan kompetensi Business, Service, and Technology. Melalui paparan internasional dan pembelajaran lintas budaya, mahasiswa didorong untuk memiliki pola pikir global, kemampuan adaptasi tinggi, serta kesiapan menghadapi dinamika dunia bisnis internasional. Risia juga menekankan peran besar Binus University dalam mendukung perjalanan pendidikannya. Mulai dari penyediaan informasi, proses pendaftaran, hingga pendampingan selama program berlangsung, BINUS memberikan lingkungan yang terbuka dan suportif bagi mahasiswa untuk berani mengeksplorasi peluang global. “Binus benar-benar memberi kepercayaan dan dukungan. Kalau bukan karena kesempatan exchange yang diberikan BINUS, aku mungkin tidak akan pernah merasakan pengalaman belajar dan hidup di luar negeri seperti ini,” tutup Risia. Melalui kisah Risia Sumaredi, Binus University menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berstandar global yang relevan dengan kebutuhan industri. Binus @Bekasi terus mendorong mahasiswanya untuk berani melangkah, mengeksplorasi peluang internasional, dan membangun masa depan melalui proses belajar yang beken, keren, dan asyik.

Transformasi Digital dan Gelombang AI: Binus @Bekasi Cetak Talenta Unggul Lewat elevAIte Indonesia Tekno
Tekno
Senin, 19 Mei 2025 | 13:23 WIB

Transformasi Digital dan Gelombang AI: Binus @Bekasi Cetak Talenta Unggul Lewat elevAIte Indonesia

Bekasi, katakabar.com - Dunia tengah berada di tengah-tengah revolusi kecerdasan buatan atau AI yang mengubah wajah kehidupan modern. Dari sektor pendidikan, bisnis, hingga layanan publik, AI telah menjadi teknologi transformasional yang mendisrupsi cara manusia bekerja, berpikir, dan berinovasi. Transformasi digital berbasis AI bukan lagi tren sementara, ini adalah arus utama yang menentukan daya saing individu dan bangsa ke depan. Fenomena ini bukan sekadar tantangan, melainkan peluang besar bagi institusi pendidikan tinggi seperti Binus untuk mengambil peran strategis. Sebagai kampus dengan semangat inovasi dan misi membentuk talenta masa depan, Binus @Bekasi hadir menjawab kebutuhan zaman melalui penguatan literasi AI, khususnya di wilayah industri yang dinamis seperti Kota Bekasi. Binus @Bekasi berkolaborasi dengan Microsoft Indonesia dan GreatNusa dalam menghadirkan Studium Generale bertema “The Next AI Generation”, yang digelar pada 15 Mei 2025 di MMG Binus @Bekasi. Kegiatan ini bagian dari inisiatif nasional elevAIte Indonesia, sebuah program pelatihan AI gratis bagi 100.000 peserta dari pelajar hingga masyarakat umum. “Sebagai kampus yang berfokus pada pengembangan Business, Service, and Technology (BizTech), Binus @Bekasi berkomitmen untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan yang relevan dalam dunia yang terdigitalisasi. Kami ingin mendorong mereka bukan hanya sebagai pengguna teknologi, tapi juga pencipta solusi,” ujar Prof. Gatot Soepriyanto, S.E., Ak., M.Buss (Acc)., Ph.D., CA, CFE selaku Direktur Kampus BINUS @Bekasi.

Jawab Kebutuhan Industri Digital, Binus @Bekasi Luncurkan Program Digital Business Innovation Pendidikan
Pendidikan
Rabu, 11 September 2024 | 13:10 WIB

Jawab Kebutuhan Industri Digital, Binus @Bekasi Luncurkan Program Digital Business Innovation

Bekasi, katakabar.com - Transformasi digital di Indonesia terus terjadi dengan cepat, tapi jumlah SDM yang tersedia masih kurang memadai. Menurut pernyataan Semuel Abrijani, Dirjen Aplikasi Informatika Menkominfo yang dilansir dari CNBC Indonesia, Indonesia memerlukan setidaknya 9 juta talenta digital. Tapi, survei Literasi Digital Kominfo pada tahun 2023 menunjukkan skor keseluruhan literasi digital masyarakat Indonesia baru mencapai 3,54 dari skala 1 hingga 5, artinya belum mencapai level tinggi atau setidaknya skor 4,0.