BPBD Kepulauan Meranti Dampingi Penyerahan Jenazah Warga Malaysia kepada Keluarga Riau
Riau
Selasa, 06 Januari 2026 | 22:08 WIB

BPBD Kepulauan Meranti Dampingi Penyerahan Jenazah Warga Malaysia kepada Keluarga

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Meranti bersama personel Polres Kepulauan Meranti sambut kedatangan keluarga jenazah warga negara Malaysia, sebelumnya ditemukan terapung di perairan Kabupaten Kepulauan Meranti. Penyambutan berlangsung di Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang, dihadiri Kapolsek Rangsang, Imigrasi Selatpanjang, dan lainnya, Selasa (6/1). Keluarga yang datang dari Malaysia terdiri dari istri korban, adik kandung, serta perwakilan Yayasan Buddha dari Malaysia. Kedatangan mereka bertujuan untuk menjemput jenazah korban yang diduga terjun ke laut dari wilayah Singapura dan kemudian hanyut hingga ke perairan Meranti. Tiba di Selatpanjang, BPBD Kepulauan Meranti bersama aparat kepolisian langsung mendampingi keluarga menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kepulauan Meranti guna menindaklanjuti proses administrasi dan penanganan jenazah. Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Meranti, M. Khardafi, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Ardath, S.IP, menyampaikan proses penyerahan jenazah berjalan dengan lancar dan penuh kekeluargaan. “Alhamdulillah, pihak keluarga dari negeri jiran telah menerima jenazah dengan baik dan ikhlas. Tidak ada prasangka buruk terhadap siapa pun,” ujar Ardath kepada katakabar.com lewat pesan singkat WhatsApp. Ia menjelaskan, setelah seluruh proses di RSUD selesai, jenazah dibawa ke tempat peristirahatan sementara milik yayasan di kawasan Kuburan Cina. Selanjutnya, Rabu (7/1), jenazah dijadwalkan diberangkatkan ke Pekanbaru untuk menjalani prosesi kremasi. Diketahui, kremasi proses pembakaran jenazah hingga menjadi abu dengan menggunakan suhu tinggi di dalam tungku khusus atau krematorium, yang dilakukan sebagai bagian dari upacara pemakaman sesuai dengan kepercayaan keluarga. BPBD Kepulauan Meranti menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pendampingan kemanusiaan, termasuk dalam penanganan lintas negara, sebagai bentuk pelayanan dan kepedulian terhadap sesama.

Rumah Warga di Rangsang Barat Dilalap Api, BPBD Salurkan Bantuan Darurat Lingkungan
Lingkungan
Sabtu, 27 Desember 2025 | 20:20 WIB

Rumah Warga di Rangsang Barat Dilalap Api, BPBD Salurkan Bantuan Darurat

Selatpanjang, katakabar.com - Rumah milik nelayan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, hangus terbakar saat ditinggal pemiliknya melaut, Sabtu (27/12). Beruntung tidak ada korban jiwa saat peristiwa tersebut, tetapi kerugian materi ditaksir mencapai Rp200 juta. Rumah yang terbakar berada di Jalan Pelita, Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, dan diketahui milik Johari 68 tahun, warga setempat. Kebakaran kali pertama diketahui oleh tetangga korban yang melihat kobaran api telah membesar dari bagian depan rumah. Seorang saksi mata, Wawan 33 tahun, persis tinggal di belakang rumah korban, mengaku segera menghubungi Johari setelah melihat api mulai mengganas. Korban pun langsung kembali ke darat, tetapi saat tiba di lokasi, api sudah terlanjur membesar dan dengan cepat menghanguskan bangunan rumah yang mayoritas berbahan kayu. “Warga bersama korban sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun karena rumah berbahan kayu, api cepat menyebar dan tidak bisa diselamatkan,” ujar Kapolsek Rangsang Barat. Sekitar pukul 10.00 WIB, api akhirnya berhasil dipadamkan berkat kerja sama masyarakat dan personel Polsek Rangsang Barat. Seluruh bangunan rumah beserta isinya ludes terbakar. Pasca kejadian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Meranti turun langsung ke lokasi untuk melakukan pendataan sekaligus menyalurkan bantuan darurat kepada korban. Bantuan yang diberikan meliputi selimut, tikar, pakaian, handuk, kain sarung, obat-obatan, serta makanan ringan. Penyaluran bantuan tersebut dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Meranti, M. Khardafi, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD, Ardath, S.IP, serta Suapandi, anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti dari Fraksi PAN. Ardath menyampaikan, BPBD mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik. “Kami merekomendasikan masyarakat untuk selalu memeriksa aliran dan instalasi listrik di rumah, terutama saat akan meninggalkan rumah dalam waktu lama,” imbaunya. Ia menambahkan, korban juga disarankan segera mengurus surat keterangan bencana sebagai kelengkapan administrasi untuk keperluan bantuan lanjutan. Berdasarkan hasil identifikasi sementara, kebakaran tersebut diduga disebabkan korsleting atau arus pendek listrik. BPBD dan pihak kepolisian kembali mengingatkan masyarakat agar memastikan instalasi listrik sesuai standar keamanan guna mencegah terjadinya musibah serupa di kemudian hari.

Nelayan Kepulauan Meranti Hilang di Laut Rangsang Pesisir Ditemukan Selamat Riau
Riau
Senin, 22 Desember 2025 | 18:00 WIB

Nelayan Kepulauan Meranti Hilang di Laut Rangsang Pesisir Ditemukan Selamat

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Meranti bersama Basarnas dan warga Tenggayun Raya beserta warga Tanah Merah berhasil temukan seorang nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang di perairan Tenggayun Raya, wilayah Desa Tanah Merah, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (22/12). Nelayan tersebut diketahui bernama Iskandar, warga Dusun Tunas Muda, Desa Kedaburapat. Korban ditemukan kondisi selamat meski mengalami kelelahan dan lemah di tengah laut. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kepulauan Meranti, M. Khardafi, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ardath, S.IP, menjelaskan peristiwa bermula saat korban bekerja melaut bersama seorang rekannya bernama Pak Amang. Menurut laporan, korban bekerja di laut sejak pukul 11.00 WIB hingga sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Setelah selesai bekerja, korban beristirahat di kapal. Tetapi, saat rekannya terbangun sekitar pukul 05.30 WIB, korban sudah tidak berada di atas kapal. Pencarian kemudian dilakukan hingga akhirnya korban ditemukan oleh adik iparnya, Ari, dalam kondisi terapung di tengah laut. Korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Kedaburapat untuk mendapatkan perawatan medis. “Alhamdulillah korban berhasil diselamatkan. Berkat respons cepat tim di lapangan, korban dapat segera dievakuasi dan ditangani secara medis,” jelas Ardath. BPBD Kepulauan Meranti mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, agar selalu memastikan kelengkapan alat keselamatan sebelum melaut. Imbauan ini disampaikan mengingat kondisi cuaca akhir tahun yang dinilai cukup ekstrem, dengan potensi air pasang tinggi dan angin kencang. Sedang, Kalaksa BPBD Kepulauan Meranti, M. Khardafi, menegaskan agar masyarakat yang beraktivitas di laut, termasuk nelayan dan pekerja kempang, senantiasa meningkatkan kewaspadaan serta rutin memantau informasi cuaca dari sumber resmi seperti BMKG. “Berdasarkan analisis BMKG, saat ini hingga beberapa bulan ke depan kita akan menghadapi dinamika cuaca ekstrem, air pasang tinggi, dan angin kencang. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya. Ia meminta masyarakat tidak ragu menghubungi BPBD Kepulauan Meranti apabila menghadapi kendala atau situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan. “Kami siap 24 jam setiap hari melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) yang telah dibentuk untuk mengantisipasi kejadian bencana, baik di laut maupun di darat,” tambah Khardafi.

Hujan Deras Rendam Selatpanjang, BPBD Kepulauan Meranti Tinjau Lokasi Banjir Riau
Riau
Senin, 15 Desember 2025 | 17:24 WIB

Hujan Deras Rendam Selatpanjang, BPBD Kepulauan Meranti Tinjau Lokasi Banjir

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Meranti tinjau sejumlah titik banjir pasca hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu (14/12) malam hingga Senin siang. Peninjauan dilakukan di beberapa ruas jalan utama di Kota Selatpanjang, di antaranya Jalan Imam Bonjol dan Jalan Kartini, yang terpantau tergenang air cukup tinggi, Senin (15/12). Pejabat BPBD Kabupaten Kepulauan Meranti, Ardath, S.IP, menyampaikan hujan dengan intensitas tinggi mulai terjadi sekitar pukul 24.00 WIB dan berlangsung hingga siang hari, picu genangan air di sejumlah lokasi, khususnya di Jalan Imam Bonjol dengan panjang genangan mencapai sekitar 600 meter. “Akibat banjir ini, aktivitas masyarakat cukup terganggu. Terutama para pedagang kecil dan pelaku usaha kaki lima yang tidak dapat berjualan seperti biasanya,” ujar Ardath. Ia menjelaskan peninjauan lapangan dilakukan jajaran BPBD meskipun Kepala BPBD Kepulauan Meranti, M. Khadafi, SE, M.IP, berhalangan hadir karena agenda lain. Tim tetap turun langsung untuk memastikan kondisi lapangan dan potensi risiko yang ditimbulkan. Menurut Ardath, selain Jalan Imam Bonjol, genangan juga terjadi di Jalan Kartini. Namun, kondisi yang paling mengkhawatirkan berada di Jalan Imam Bonjol karena ketinggian air dan pencahayaan yang minim. “Kami mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak, agar tidak bermain atau berenang di genangan air, terutama di lokasi yang gelap. Hal ini berisiko membahayakan keselamatan,” tegasnya. Sebagai langkah penanganan, BPBD Kepulauan Meranti akan segera melakukan upaya penyedotan air dan normalisasi saluran drainase. Tim BPBD dijadwalkan menurunkan mesin pompa serta selang untuk membersihkan parit-parit yang tersumbat oleh sampah. “Parit-parit yang tersumbat akan kami semprot menggunakan mesin agar sampah dapat terlepas dan aliran air kembali lancar,” pungkas Ardath. BPBD Kepulauan Meranti juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, dan turut menjaga kebersihan lingkungan guna meminimalkan risiko banjir susulan.

Perkuat Sinergi Penanganan Bencana, Kakansar Riau Anjangsana dengan Bupati Meranti dan BPBD Default
Default
Rabu, 19 November 2025 | 17:24 WIB

Perkuat Sinergi Penanganan Bencana, Kakansar Riau Anjangsana dengan Bupati Meranti dan BPBD

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kepala Kantor Basarnas Provinsi Riau, Budi Cahyadi, S.Sos., M.M., anjangsana, sekaligus silaturahmi ke Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, H Asmar, serta jajaran BPBD Kepulauan Meranti, Selasa (18/11) kemarin. Kunjungan ini jadi momentum penting perkuat koordinasi, dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah Kepulauan Meranti. Rangkaian kegiatan dimulai dengan apel pagi bersama Satgas BPBD di Kantor BPBD Kepulauan Meranti. Kakansar memberikan materi terkait fungsi dan peran SAR mendukung BPBD, sekaligus menyampaikan apresiasi atas peningkatan kinerja BPBD Kepulauan Meranti. Budi Cahyadi turut memuji koordinasi yang selama ini berjalan baik antara Basarnas dan BPBD Kepulauan Meranti. Ia menilai kepemimpinan Kalaksa BPBD Kepulauan Meranti, M Khadafi, membawa perubahan signifikan tata kelola penanggulangan bencana. “Kami sangat berterima kasih karena diterima sangat baik. Ada peningkatan kinerja yang signifikan sejak BPBD dipimpin Kalaksa Kepulauan Meranti, Khadafi. Kami salut dan hormat atas kemampuan manajerial beliau menakhodai BPBD Kepulauan Merantu sebagai garda terdepan penanggulangan bencana di Meranti,” jelas Budi. Setelah kegiatan di BPBD Kepulauan Meranti, rombongan Basarnas melanjutkan kunjungan ke Kantor Bupati Kepulauan Meranti. Di ruang kerja Bupati, keduanya berdialog mengenai perkembangan kebencanaan di Kepulauan Meranti, kesiapan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, serta beberapa isu strategis lainnya. Sepakat Tingkatkan Sinergi Di pertemuan tersebut, Basarnas Provinsi Riau dan BPBD Meranti menyepakati beberapa poin penting, yakni: -Saling bertukar informasi kebencanaan secara berkala - Penguatan sinergi dalam operasi SAR dan penanganan bencana Keikutsertaan Satgas BPBD Kepulauan Meranti dalam program pelatihan peningkatan kapasitas yang akan digagas Basarnas Provinsi Riau, Kalaksa BPBD Kepulauan Meranti, M Khadafi, menuturkan rasa terima kasih atas kunjungan tersebut. “Ini sebuah kehormatan bagi kami. Banyak ilmu dan masukan penting yang kami dapatkan terkait perkembangan SAR dan penanganan bencana. Ini akan menjadi bahan kami untuk meningkatkan kinerja BPBD ke depan,” sebutnya. Sementara, Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar sambut baik komitmen Basarnas memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah. “Terima kasih atas kunjungan Kakansar Basarnas Riau. Ini menjadi momentum baik bagi kami untuk meningkatkan kerja sama dalam menghadapi potensi bencana di Meranti,” ucapnya.

Pimpin Apel BPBD Meranti, H Asmar: Tekankan Mitigasi dan Bijak Bermedsos Riau
Riau
Senin, 01 September 2025 | 16:36 WIB

Pimpin Apel BPBD Meranti, H Asmar: Tekankan Mitigasi dan Bijak Bermedsos

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar pmpin Apel Pengarahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD, di halaman Kantor BPBD Kepulauan Meranti, Selatpanjang, Senin (1/9). Dalam amanatnya, Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran BPBD yang telah menunjukkan dedikasi dan loyalitas dalam menjalankan tugas penanggulangan bencana di daerah. Menurutnya, peran petugas BPBD sangat penting, mulai dari tahap pencegahan, kesiapsiagaan, kedaruratan, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi bencana. "Apel ini bukan sekadar seremonial, tetapi wujud nyata kesiapan pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana," ujarnya. Ia menyinggung bencana kebakaran hutan seluas 200 hektar yang melanda kawasan Tanjung Peranap belum lama ini. Kebakaran tersebut berlangsung selama lebih kurang 19 hari dengan medan sulit serta kondisi tanah gambut kering. "Alhamdulillah, berkat sinergi berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, BPBD Provinsi Riau, Pemerintah Kecamatan dan Desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), Manggala Agni KLHK, hingga pihak swasta seperti PT Imbang Tata Alam (ITA), kebakaran akhirnya dapat diatasi," jelasnya. Menurut H Asmar, penting mitigasi bencana agar dampak yang ditimbulkan bisa diminimalisir. Ia berharap seluruh pihak aktif memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan rawan bencana. "Kita semua menyadari bahwa bencana alam tidak dapat ditolak. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa meminimalisir dampaknya," tegasnya. Lantas Orang Nomor Satu di "Kota Sagu" nama lain dari Kepulauan Meranti ini, mengingatkan jajaran BPBD agar bijak menggunakan media sosial. Ia menekankan pentingnya menyaring informasi, baik yang berkaitan dengan isu nasional maupun daerah.

BPBD Taja Sosialisasi  Sekaligus Simulasi Penanggulangan Bencana dan Karhurla Riau
Riau
Selasa, 13 Agustus 2024 | 12:31 WIB

BPBD Taja Sosialisasi Sekaligus Simulasi Penanggulangan Bencana dan Karhurla

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Badan Penanggulangan Bencana atau BPBD Kepulauan Meranti taja sosialisasi, sekaligus simulasi Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhurla kepada anak-anak Pramuka Kabupaten Kepulauan Meranti sempena Hari Pramuka, di kantor BPBD Jalan Dorak, Selasa (13/8). Kabid BPBD Kepulauan Meranti menyatakan, bersama Basarnas dilaksanakan kegiatan simulasi tentang BPBD dan Basarnas. Tugas pokok pentingkami, yakni permasakaruta tentang kebakaran hutan, dan permasalahan banjir rob telah terjadi, serta penyakit menular sudah dilakukan di daerah di Kabupaten Kepulauan.

BPBD Kepulauan Meranti Peringati Isra Miraj dan Santuni Anak Yatim Riau
Riau
Sabtu, 03 Februari 2024 | 18:12 WIB

BPBD Kepulauan Meranti Peringati Isra Miraj dan Santuni Anak Yatim

Selatpanjang, katakabar.com - Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Meranti santuni anak yatim piatu pada peringatan isra miraj di gedung BPBD Jalan Dorak Selatpanjang, pada Jumat kemarin. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), sekaligus penasihat Dharma Wanita (DW), Hj Ismiatun mengatakan, kegiatan isra miraj kali pertama ini mudah-mudahan sarana mempersatukan yang membawa rahmat, kesehatan dan keselamatan bagi semua. "Alhamdulillah, terima kasih kepada ibu Dewi telah berinisiatif melakukan kegiatan ini, sekaligus santuni anak yatim piatu. Kita bersyukur bisa berbagi dan memberikan sedikit rezeki dari semua dan nanti bisa diperbanyak," ujarnya. Kepala Badan BPBD Kepulauan Meranti, Muhlisin ucapkan terima kasih atas semua yang hadir, terutama ibu Bupati yang sudah hadir. "Saya beserta seluruh PNS dan non PNS serta rombongan Dharma Wanita persatuan Kabupaten Kepulauan Meranti lanjutkan apa yang menjadi tujuan dari ibu dan bapak Plt Bupati bisa tercapai dan dimudahkan segala urusannya serta saya minta agar semua bersama-sama berdoa untuk keluarga besar BPBD kabupaten Kepulauan Meranti senantiasa dalam lindungan Alloh Subahanahu Wa Taala," jelasnya. Kegiatan ini, kata Muhlisin, sebagai bentuk perhatian BPBD kepada anak yatim piatu. Bantuan ini mudah-mudahan dapat membantu meringankan beban keluarga mereka. Selain itu, kegiatan ini membuka jalan silaturahmi bagi warga sekitar dan Insya Alloh kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun ke depan. Penasihat Dharma Wanita, Hj Ismiatun, Kepala Badan BPBD, Muhlisin, beserta seluruh anggota, Ketua Dharma Wanita BPBD, Siti Rahayu, Pengurus Masjid Al Munawaroh, Imam Masjid, anak yatim piatu, warga sekitarnya, sert Ustadz H Jasmail selaku penceramah. Di Tausiyahnya, Ustadz H Jasmail menerangkan, isra miraj adalah wahyu yang terbesar kepada Nabi Muhammad Sholllohi Alaihi Wassalam. "Selama ini banyak kita dengar wahyu yang terbesar pada Rasul itu adalah Al Quran. Kalau dalam bahasa pemerintah Al Quran itu juknis sementara isra miraj, itu juklaknya," sebutnya. Jadi, ulas Jasmail, apapun yang tertulis di dalam Al Quran itu dicontohkan Rasulullah SAW di dalam perjalanan isra miraj, yakni dilakukannya perjalanan dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjid Al Aqsa di Yerusalem hingga naik ke langit ke tujuh atau Sidratul Muntaha. "Isra Miraj diperingati di bulan Rajab, yakni setiap 27 Rajab salah satu peristiwa penting perjalanan keislaman Nabi Muhammad SAW," terangnya. Menurutnya, perjalanan ini menjadi peristiwa penting bagi Nabi Muhammad SAW, lantaran di peristiwa ini Nabi Muhammad SAW mendapatkan perintah untuk menjalankan salat lima waktu dari Allah SWT. Hal ini kajian buat kita, tuturnya, ada tiga hikmah kita ambil dalam perjalanan Isra dan Miraj ini. Di mana hikmat itu, yakni berdamainya kita dengan diri, bersamanya kita dengan lingkungan, berdamainya kita dengan Sang Pencipta Allah SWT.