Cinta

Sorotan terbaru dari Tag # Cinta

Kapolres Kepulauan Meranti Ajak Anak-anak Cinta Lingkungan Lewat Gerakan Green Policing Riau
Riau
Senin, 06 Oktober 2025 | 23:36 WIB

Kapolres Kepulauan Meranti Ajak Anak-anak Cinta Lingkungan Lewat Gerakan Green Policing

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Sebagai upaya menanamkan kesadaran peduli lingkungan sejak usia dini, Polres Kepulauan Meranti taja sosialisasi Green Policing yang dikemas dalam bentuk penanaman pohon di sekolah KB-TK Kristen Kalam Kudus Selatpanjang, Senin (6/10) pagi. Kegiatan tersebut dipimpin Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH, didampingi Wakapolres, Kompol Maitertika SH MH, serta jajaran perwira dan personel Polres Kepulauan Meranti. Turut hadir Ketua Bunda Paud & PD Himpaudi Kabupaten Kepulauan Meranti, Hj. Ismiatun, dan Kepala Sekolah KB-TK Kristen Kalam Kudus, Erlina S.E. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi, mengatakan kegiatan Green Policing implementasi nyata dari kebijakan Kapolda Riau kedepankan konsep pemolisian yang ramah lingkungan dan humanis. "Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap alam sejak dini. Menjaga lingkungan adalah bagian dari menjaga masa depan anak-anak kita,” ujarnya. Sementara, Kepala Sekolah, Erlina, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Polres Kepulauan Meranti atas inisiatif tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi pembelajaran berharga bagi anak-anak dalam memahami pentingnya menjaga kebersihan dan menanam pohon sebagai sumber kehidupan. Selain sosialisasi, kegiatan diisi dengan edukasi oleh Wakapolres Kepulauan Meranti, Kompol Maitertika yang menjelaskan peran pohon bagi keseimbangan alam, serta pentingnya perilaku peduli lingkungan di kehidupan sehari-hari. Anak-anak diajak langsung berpartisipasi praktik menjaga kebersihan, seperti membuang sampah pada tempatnya dan membersihkan ruang kelas. Puncak acara ditandai dengan penyerahan bibit pohon secara simbolis oleh Kapolres Kepulauan Meranti kepada pihak sekolah, diikuti penandatanganan komitmen bersama mewujudkan Sekolah Ramah Anak (SRA), yakni lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung pengembangan potensi anak. Usai kegiatan, seluruh peserta bersama anak-anak melakukan penanaman pohon di halaman sekolah. Kapolres menegaskan, Polres Kepulauan Meranti terus melaksanakan kegiatan serupa di berbagai sekolah di wilayah hukumnya sebagai bagian dari implementasi program Green Policing Polda Riau.

Karhutla Fun Run 2025, Kapolres Kepulauan Meranti: Ini Cara Edukasi Masyarakat Cinta Lingkungan Riau
Riau
Sabtu, 12 April 2025 | 20:46 WIB

Karhutla Fun Run 2025, Kapolres Kepulauan Meranti: Ini Cara Edukasi Masyarakat Cinta Lingkungan

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kepolisian Resor atau Polres Kepulauan Meranti gelar Kebakaran Hitan dan Lahan atau Karhutla Fun Run 2025. Cara berbeda ini Polres Kepulauan Meranti untuk mensosialisasikan, dan mengedukasi masyarakat agar kampanyekan pencegahan Karhutla. Lantaran itu, kali ini kegiatan dilakukan dengan cara yang lebih menyenangkan dan menyehatkan melalui Karhutla Fun Run 2025 yang digelar Minggu (13/4). Kegiatan yang dipusatkan di Jalan Pramuka, Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti itu dilakukan guna menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) khususnya di Kabupaten termuda di Riau tersebut. Ini hasil kerja sama seluruh unsur Forkopimda, dan berbagai elemen masyarakat Kepulauan Meranti. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi menyatakan, berbagai persiapan terus dilakukan hingga hari ini, di antaranya berkoordinasi dengan Pemkab Kepulauan Meranti yang diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum, Sudandri, Sabtu (12/4) di Mapolres Kepulauan Meranti. Di tengah persiapan tersebut, AKBP Aldi yang sempat dikonfirmasi menyampaikan, kegiatan ini digelar dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya karhutla serta pentingnya menjaga lingkungan.

Ayo.., Kita Tumbuhkan Cinta Kelapa Sawit Nusantara
Nusantara
Rabu, 16 Agustus 2023 | 15:47 WIB

Ayo.., Kita Tumbuhkan Cinta Kelapa Sawit

Jakarta, katakabar.com - Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Kordinator Bidang Perekonomian, Musdhalifah Machmud seru semua stakeholders kelapa sawit Indonesia, untuk melakukan kegiatan bersama mencintai kelapa sawit Indonesia. "Ayo.., semua stakeholders kelapa sawit Indonesia melakukan kegiatan bersama mencintai kelapa sawit Indonesia," seru Musdhalifah Machmud saat Advokasi Sawit dan Peluncuran Buku Mitos dan Fakta Sawit, di Jakarta, pada Senin (14/8) lalu. Hal ini mesti dilakukan kata Musdhalifah, guna memastikan kelapa sawit terus tumbuh jadi komoditas penopang perekonomian masyarakat Indonesia. “Kalau ada kritik, sampaikan dengan baik dan didiskusikan,” harapnya dilansir dari laman website resmi BPDPKS, pada Rabu (16/8). Diskusi dilaksanakan di Hotel Aryaduta, Jakarta dihadiri menghadirkan Ketua Pembina Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (Paspi) Prof Dr. Sungaran Saragih M. Ec sampaikan Welcome Statement. Sedang Keynote Speaker menghadirkan Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Kordinator Bidang Perekonomian, Dr. Ir. Musdhalifah Machmud, M.T dan Direktur Utama BPDPKS, Eddy Abdurrachman, dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR (ASPEKPIR) hadir Wakil Ketua, Agus Sutarman turut di sana. Dijabarkan Musdhalifah, cinta kepada sawit berarti cinta kita kepada negara lantaran negara kita sulit tumbuh lebih baik, bila kita mengkritisi kelapa sawit dengan cara yang tidak baik. Itu sebabnya, lakukankan kritik tapi dengan cara yang baik. Untuk itu, perlu bagi kita Indonesia bersama semua stakeholders untuk bersama-sama melaksanakan kegiatan membangun rasa cinta kepada kelapa sawit agar kelapa sawit bisa tetap jadi komoditas andalan Indonesia bahkan hingga 100 tahun mendatang, jelasnya. Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit, Eddy Abdurrachman menimpali, saat ini muncul stigma BPDPKS lebih pro kepada pengusaha-pengusaha sawit, khususnya yang bergerak di bidang penyediaan biodiesel. Memang, dana BPDPKS memang proporsi terbesarnya untuk membiayai pengembangan bahan bakar nabati. "Program biodiesel sangat penting untuk keberlanjutan industri kelapa sawit. Progam biodiesel diinisiasi untuk menciptakan pasar dalam negeri dan menyerap produksi sawit yang dari tahun ke tahun semakin meningkat," ulasnya. Sebelum ada program biodiesel lanjut Eddy, ketergantungan pasar sawit Indonesia kepada ekspor sangat besar. Pasar domestik baik pangan maupun oliochemichel sangat rendah sehingga berdampak kepada harga minyak sawit yang ditentukan pasar luar negeri. "Pemerintah mesti menginisiasi program biodiesel agar produksi sawit Indonesia banyak diserap untuk kebutuhan domestik. Di mana program B-30 semakin meningkat dari tahun ke tahun. Dialokasikan pula biar tumbuh, bahkan pada 2023 ini, angkanya mencapai 12 juta metrix ton, naik signifikan dibandingkan pads 2022 lalu baru 9 juta ton," bebernya. Menurut Eddy, alokasi anggaran BPDPKS didasarkan kepada masing-masing kebutuhan, seperti program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), penyerapannya relatif rendah disebabkan beberapa hal di mana kesiapan pekebun-pekebun kelapa sawit belum dapat memenuhi persyaratan. Solusinya, BPDPKS bersama mitra kerja pemerintah terus menerus melakukan upaya-uapaya agar akselesari PSR dapat dilakukan dengan baik agar target yang ditetapkan bisa dicapai. Promosi pun demikian, BPDPKS selalu bekerja sama dengan stakeholders agar citra kelapa sawit bisa meningkat, baik di dalam negeri mapun di luar negeri, tandasnya.