Disbun Kutim

Sorotan terbaru dari Tag # Disbun Kutim

Disbun Kutim Diklat Auditor ISPO di Kepulauan Bangka Balitung Nasional
Nasional
Rabu, 06 Desember 2023 | 13:44 WIB

Disbun Kutim Diklat Auditor ISPO di Kepulauan Bangka Balitung

Sangatta, katakabar.com - Dinas Perkebunan (Disbun) Kutai Timur mengikuti pedidikan dan pelatihan (Diklat) sistem informasi Geografis, Diklat pelatihan dasar-dasar Amdal, Diklat Auditor Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) di Kepulauan Bangka Belitung. Pejabat Fungsional (Jafung) Bidang Perencanaan Disbun Kutim, Joko mengaku pihaknya telah melaksanakan kegiatan terkait dengan program FCPF-CF atau emisi gas rumah kaca. Di mana kegiatan ini untuk pengendalian dan penanggulangan bencana pertanian kabupaten dan kota. Sub kegiatan meliputi penanganan Dampak Perubahan Iklim (DPI) Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan. "Jadi Bimtek perhitungan gas emisi rumah kaca," ujar Joko, dilansir dari laman korankaltim.com, pada Rabu (6/12). Selain itu, ujar Joko, termasuk monitoring evaluasi areal bernilai konservasi tinggi pada sepuluh Perkebunan Besar Swasta (PBS) sejauh mana pengelolaan area dengan nilai konservasi tinggi (ANKT) di areal perizinnya serta keterlibatan masyarakat disekitar kebun tersebut. "Total 50 orang sekolah lapang penerapan prinsip perkebunan berkelanjutan terutama terkait pengelolaan ANKT," ulasnya. Diklat Auditor ISPO difasilitasi Mutu Institut, di Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tujuh hari lamanya. Di mana pesertanya diikuti dua orang aparatur Dinas perkebunan. Disebutkan Joko, rogram Forest Carbon Partnership Facility Carbon Fund (FCPF-CF) tersebut untuk mengurangi emisi Karbon secepat mungkin dan melakukan yang terbaik untuk mempertahankan pemanasan global. Program FCPF-CF ini untuk penurunan emisi karbon gas rumah kaca sektor berbasis hutan dan lahan melalui skema FCP Carbon Fund dilaksanakan pada tahun 2019-2024 di seluruh wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dengan luas 12,7 hektar. "Jadi, untuk mempertahankan lahan hutan 6,5 juta hektar," imbuh Joko.

Bidang Penyuluhan Disbun Kutim Prioritaskan Empat Program FCPF-FC Sawit
Sawit
Selasa, 05 Desember 2023 | 15:28 WIB

Bidang Penyuluhan Disbun Kutim Prioritaskan Empat Program FCPF-FC

Sangatta, katakabar.com - Dinas Perkebunan (Disbun) Kutai Timur (Kutim) khususnya di bidang Penyuluhan telah realisasikan program Forest Carbon Partnership Fasility Carbon Fund (FCPF-CF). Kabid Penyuluh Disbun Kutim, Adi Yanto menuturkkan, beberapa program yang telah direalisasikan, meliputi peningkatan kapasitas kelembagaan petani, peningkatan kapasitas kelembagaan penuyulih pertanian di Desa dan Kecamatan, sarana penunjang peningkatan petani dan penyuluh dan sekolah lapang. "Jadi, ada enam kelompok tani se Kabupaten Kutim yang dapat bantuan. Ada peningkatan kapasitas kelembagaan petani, dan ada pula peningkatan kapasitas SDM budidaya," terang Adi, dilansir dari laman korankaltim.com, pada Selasa (5/12). Soal progres kegiatan sudah berjalan, ujar Adi, misalnya penguatan kelembagaan. Ini sangat penting untuk keberlanjutan program yang telah tercapai. "Alhamdulillah, bidang kami mendapat alokasi anggaran sebesar Rp250 Juta untuk kegiatan bimbingan teknis berkaitan dengan kelembagaan dan budidaya," bebernya. Menurutnya, tentang peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) khusus para petani yang telah melakukan budidaya komoditi kelapa sawit dan karet, harapnanya dana tersebut bisa dikucurkan secara rutin. “Soal penggunaan alokasi anggaran, kita upayakan selesai hingga akhir tahun 2023 ini. Semoga bisa berjalan sesuai direncanakan," harapnya.

Disbun Kutim Taja Bimtek Kapasitas Aparatur BP Dukung Sawit Berkelanjutan Nasional
Nasional
Selasa, 05 Desember 2023 | 15:19 WIB

Disbun Kutim Taja Bimtek Kapasitas Aparatur BP Dukung Sawit Berkelanjutan

Sangatta, katakabar.com - Dinas Perkebunan (Disbun) Kutai Timur (Kutim) taja Bimbingan Teknis (Bimtek) dan peningkatan kapasitas aparatur khususnya Bidang Perlindungan. Kabid Perlindungan Disbun Kutim, Didik Prayitno menjelaskan, kegiatan ini sebagai upaya mendukung penurunan emisi gas rumah kaca atau program Forest Carbon Partnership Fasility Carbon Fund (FCPF-CF). "Lantaran baru tahun ini, kami dapat alokasi dari Pemprov Kalimantam Timur melalui KLHK untin mendukung penurunan emisi karbon. Jadi, kita fokus kepada peningkatan kapasitas," ujar Didik, dilansir dari laman korankaltim.com, pada Selasa (5/12). Prinsipnya, kata Didik, mendukung perkebunan kelapa sawit rakyat berkelanjutan di Kabupaten Kutai Timur. Di mana, pengelolaan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan menitik beratkan aspek legalitas lahan, tata kelola izin usaha perkebunan, penguatan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), hingga strategi menghadapi isu negatif kelapa sawit yang semakin masif. ISPO regulasi wajib diterapkan perusahaan kelapa sawit sebagai upaya memelihara lingkungan, meningkatkan kegiatan ekonomi, sosial, dan penegakan paraturan perundangan Indonesia di bidang kelapa sawit. Penyusunan sistem sertifikasi ISPO berpedoman atau didasarkan pada139 peraturan. "Mulai dari undang-undang hingga peraturan Dirjen berbagai instansi pemerintah mengamanatkan ISPO," tegasnya.

Disbun Kutim Terima Transferan Dana FCPF CF Rp1,8 Miliar Digunakan Untuk Sarpas Nasional
Nasional
Senin, 04 Desember 2023 | 10:00 WIB

Disbun Kutim Terima Transferan Dana FCPF CF Rp1,8 Miliar Digunakan Untuk Sarpas

Sangatta, katakabar.com - Dinas Perkebunan (Disbun) Kutai Timur (Kutim) dapat transferan dana dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebesar Rp1,8 miliar. Dana ini untuk program Forest Carbon Partnership Facility Carbon Fund (FCPF-CF) atau emisi rumah kaca melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutai Timur. Kepala Disbun Kutim, Sumarjana mengaku pihaknya menargetkan program FCPF CF atau emisi rumah kaca di pertengahan Desember 2023 mendatang bakal rampung. "Kita masih berproses baik fisik maupun keuangan lantaran masuk anggaran perubahan, apalagi waktu mengelola program terbatas," ujarnya, kemarin, dilansir dari laman korankaltim.com, pada Senin (4/12). Meski begitu, kata Sumarhana, kita tetap optimis program selesai pada Desember 2023 ini, sebab semua kegiatan non fisik. Program lingkungan ini telah digadang-gadang dari 13 tahun lalu lewat program penurunan emisi karbon gas rumah kaca, akhirnya berbuah manis bagi Provinsi Kalimantan Timur. "Alhamdulillah, kali ini kita dapat transferan melalui Bappeda Kutim sebesar Rp1,8 miliar. Ke depan mudah-mudahan dananya bertambah," harapnya. Kepala Bidang (Kabid), Prasarana dan Sarana Disbun Kutim, Ii Sumirat menuturkan, kita bakal gunakan sebagian anggaran untuk prasarana dan sarana. "Anggaran itu sangat membantu untuk mendukung program khususnya di bidang kami," terang Sumirat. Selain itu, sebut Sumirat, kita melakukan kegiatan sosialisasi Surat Tanda Daftar Usaha Budidaya (STDB) tanaman perkebunan di Kecamatan Kaliorang. "Saat ini sedang melakukan identifikasi lapangan khususnya lahan-lahan petani kelapa sawit sekaligus sosialisasi terkait STDB," jelasnya. Identifikasi memerlukan waktu dan proses lama, beber Sumirat, jadi belum selesai. Harapannya bisa secepatnya tuntas dan petani bisa mengurus surat tanda daftarnya. "Ini syarat wajib yang harus dimiliki petani dan banyak kemudahan yang didapatkan petani, seperti akses permodalan dan kerja sama," ucapnya. Kemudahan lain yang dapat petani kelapa sawit, ulas Sumirat, bantuan berupa hibah dari pemerintah bagi petani yang telah memiliki STDB. Dokumen ini jadi acuan pemerintah untuk memberikan bantuan bagi petani. "Guna mendorong peningkatan usaha perkebunan masyaraka yang terus mengalami perkembangan dan peningkatan luasan lahan," tandasnya.