Dua Hari

Sorotan terbaru dari Tag # Dua Hari

Beruntun Harga Minyak Sawit Mentah Naik di Bursa Malaysia Internasional
Internasional
Sabtu, 06 Januari 2024 | 16:33 WIB

Beruntun Harga Minyak Sawit Mentah Naik di Bursa Malaysia

Jakarta, katakabar.com - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) beruntun naik dua hari, itu diketahui di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) lanjutkan trend penguatan, kemarin. Itu terjadi lantaran investor menilai prospek pengurangan produksi di Malaysia. Data BMD pada penutupan Jumat (5/1) menunjukkan, kontrak berjangka CPO untuk Januari 2024 naik 6 Ringgit Malaysia menjadi 3.690 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO Februari 2024 menguat 22 Ringgit Malaysia menjadi 3.675 Ringgit Malaysia per ton. Sedang, kontrak berjangka CPO Maret 2024 terkerek 25 Ringgit Malaysia menjadi 3.682 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO April 2024 bertambah 23 Ringgit Malaysia menjadi 3.671 Ringgit Malaysia per ton. Lalu, kontrak berjangka CPO Mei 2024 naik 20 Ringgit Malaysia menjadi 3.649 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Juni 2024 meningkat 14 Ringgit Malaysia menjadi 3.615 Ringgit Malaysia per ton. "Ekspektasi pengetatan pasokan di Malaysia mendukung harga, tapi ketidakpastian seputar permintaan ekspor minyak tropis membatasi kenaikan tersebut,” ujar manajer perdagangan di perusahaan perdagangan Kantilal Laxmichand & Co yang berbasis di Mumbai, Mitesh Saiya, dilansir investor.id dari Hellenicshippingnews, pada Sabtu (6/1). Menurut survei Reuters, persediaan minyak sawit Malaysia akhir Desember 2023 lalu, kemungkinan semakin turun, meski ekspor menyusut, sebab produksi menurun. Analis memperkirakan penurunan stok minyak sawit menjelang berakhirnya musim perayaan. Impor minyak sawit India pada Desember 2023 naik ke level tertinggi kurun empat bulan lantaran pembelian minyak sawit olahan melonjak disebabkan harga yang kompetitif, ukas lima dealer kepada Reuters. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian, DBYcv1, naik 0,3 persen, sedang kontrak minyak sawit DCPcv1 naik 1 persen. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 naik 0,5 persen. Sisi lain, minyak kelapa sawit dipengaruhi pergerakan harga minyak terkait saat mereka bersaing untuk mendapatkan bagian di pasar minyak nabati global. Cuaca panas dan kering di Brasil, negara pengekspor kedelai terbesar di dunia, telah meningkatkan kekhawatiran mengenai ketersediaan pasokan. Tapi, kekhawatiran tersebut telah memudar setelah hujan awal pekan ini. Tidak hanya itu, terdapat lebih banyak pasokan dari produsen Amerika Selatan lainnya seperti Argentina. Ringgit Malaysia melemah 0,3 persen terhadap dolar. Melemahnya ringgit membuat minyak sawit lebih menarik bagi pemegang mata uang asing. Analis teknikal Reuters Wang Tao menjelaskan, minyak sawit masih menargetkan bergerak pada kisaran 3.691 hingga 3.711 Ringgit Malaysia per ton karena mungkin telah menyelesaikan penurunan dari 3.794 Ringgit Malaysia.