Dupoin Futures

Sorotan terbaru dari Tag # Dupoin Futures

Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan Nasional
Nasional
4 jam yang lalu

Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan

Jakarta, katakabar.com - PT Dupoin Futures Indonesia gelar kegiatan edukasi bertajuk Market Hunt with Dupoin Futures 2026 di Pastis Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (16/4) lalu. Angkat tema Smart Money Concept, kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian Market Hunt 2026 yang akan diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas edukasi mengenai industri perdagangan berjangka kepada masyarakat. Total 55 peserta hadir dalam kegiatan ini, yang terdiri dari masyarakat umum yang tertarik pada trading dan investasi, trader pemula hingga intermediate, calon pengguna platform trading, serta nasabah eksisting Dupoin Futures. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pemaparan mengenai strategi membaca pasar, manajemen risiko, serta pemahaman dasar mengenai trading berjangka yang legal dan terstruktur. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, hadir sebagai pembicara utama pada sesi edukasi. Dalam paparannya, ia membahas konsep Smart Money Concept, termasuk pendekatan membaca pergerakan pasar dan memahami struktur market yang dapat menjadi referensi bagi trader dalam mengambil keputusan. Head of Marketing PT Dupoin Futures Indonesia, Taufan, menimpali kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk membangun koneksi langsung dengan masyarakat, sekaligus memperluas pemahaman publik terhadap perdagangan berjangka. “Melalui Market Hunt, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang lebih terbuka bagi masyarakat untuk memahami trading berjangka secara lebih terstruktur. Ini bukan hanya tentang memperkenalkan platform, tetapi juga membangun pemahaman yang lebih baik mengenai market, manajemen risiko, dan pentingnya trading yang legal serta teregulasi,” ucap Taufan. Kegiatan ini, kata Taufan, menjadi salah satu bentuk dukungan perusahaan terhadap inklusi keuangan di Indonesia. Menurutnya, peningkatan akses terhadap edukasi finansial, termasuk pemahaman mengenai instrumen perdagangan berjangka, menjadi bagian penting dalam memperluas partisipasi masyarakat terhadap ekosistem keuangan formal. Sebagai salah satu bentuk aksi dukungan inklusi keuangan di Indonesia, Dupoin Futures menegaskan komitmennya untuk terus memberikan edukasi mengenai industri perdagangan berjangka kepada masyarakat secara berkelanjutan. Melalui kegiatan seperti Market Hunt, Dupoin Futures berupaya membuka akses pengetahuan yang lebih luas, membantu masyarakat memahami peluang dan risiko investasi, serta mendorong terciptanya ekosistem keuangan yang lebih inklusif, terinformasi, dan bertanggung jawab.

Harga Emas Masih Menguat, Target 5.005 Kian Terbuka Internasional
Internasional
Sabtu, 18 April 2026 | 09:06 WIB

Harga Emas Masih Menguat, Target 5.005 Kian Terbuka

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas dunia pada perdagangan hari Kamis (16/4) diperkirakan masih berada dalam tren penguatan, seiring dukungan sinyal teknikal yang tetap solid dan faktor fundamental global yang cenderung kondusif. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai XAU/USD pada timeframe harian masih menunjukkan kecenderungan bullish yang cukup kuat, dengan peluang kenaikan yang tetap terbuka dalam jangka pendek hingga menengah. Secara teknikal, harga emas saat ini masih mampu bertahan di atas indikator Moving Average 21 dan 34, yang berfungsi sebagai area penopang pergerakan harga. Bertahannya harga di atas level tersebut menjadi indikasi bahwa tren kenaikan masih berada dalam jalurnya dan belum mengalami perubahan signifikan. Kondisi ini juga mencerminkan bahwa tekanan beli di pasar masih cukup dominan dibandingkan tekanan jual. Struktur pergerakan yang stabil di atas area support dinamis tersebut memberikan sinyal bahwa harga emas memiliki fondasi yang cukup kuat untuk melanjutkan penguatan. Pada kondisi seperti ini, koreksi yang mungkin terjadi cenderung bersifat terbatas dan tidak mengganggu arah tren utama yang masih mengarah ke atas. Dalam proyeksi terbarunya, Dupoin Futures memperkirakan bahwa harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju level resistance terdekat di kisaran 4.868. Level ini menjadi titik penting yang akan diuji oleh pasar dalam waktu dekat. Jika harga mampu menembus area tersebut dengan kuat, maka peluang kenaikan lanjutan akan semakin terbuka. Selanjutnya, apabila momentum bullish tetap terjaga, harga emas diperkirakan berpotensi melanjutkan penguatan hingga mencapai level 5.005. Level ini tidak hanya berfungsi sebagai resistance teknikal, tetapi juga memiliki arti penting secara psikologis bagi pelaku pasar, sehingga sering menjadi acuan dalam menentukan arah pergerakan harga berikutnya. Dari sisi indikator, pergerakan stochastic yang masih mengarah naik turut memperkuat sinyal bullish. Indikator ini menunjukkan bahwa momentum kenaikan masih berlangsung dan sejalan dengan pergerakan harga. Tetapi, posisi yang mendekati area overbought juga menjadi sinyal bahwa potensi koreksi jangka pendek tetap perlu diperhatikan. Di luar faktor teknikal, pergerakan harga emas juga didukung oleh sejumlah sentimen global yang positif. Ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang masih berlangsung menjadi salah satu faktor utama yang mendorong meningkatnya permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Dalam kondisi pasar yang penuh ketidakpastian, investor cenderung mencari instrumen yang lebih aman untuk melindungi nilai aset mereka. Selain itu, ekspektasi terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat juga turut memberikan pengaruh besar terhadap pergerakan emas. Pasar mulai memperkirakan bahwa Federal Reserve akan mengambil pendekatan yang lebih longgar, baik melalui penghentian kenaikan suku bunga maupun kemungkinan penurunan suku bunga di masa mendatang. Kondisi ini menjadi sentimen positif bagi emas, mengingat logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil. Di sisi lain, pelemahan dolar Amerika Serikat juga memberikan dorongan tambahan bagi kenaikan harga emas. Dengan adanya hubungan yang berlawanan arah antara dolar dan emas, tekanan terhadap dolar akan membuka ruang bagi harga emas untuk bergerak lebih tinggi. Faktor lain yang turut memperkuat tren kenaikan adalah meningkatnya permintaan dari bank sentral global yang terus menambah cadangan emas mereka. Langkah ini menunjukkan bahwa emas masih dipandang sebagai aset strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang. Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai bahwa tren bullish harga emas masih memiliki peluang untuk berlanjut dalam waktu dekat. Selama harga mampu bertahan di atas area support utama, arah pergerakan diperkirakan tetap mengarah ke atas, dengan potensi pengujian level resistance yang lebih tinggi. Tetapi, pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati dinamika global yang dapat memicu fluktuasi harga dalam jangka pendek.

Harga Emas Masih Berpeluang Naik, Ini Proyeksi Terbaru Dupoin Futures Internasional
Internasional
Selasa, 14 April 2026 | 12:10 WIB

Harga Emas Masih Berpeluang Naik, Ini Proyeksi Terbaru Dupoin Futures

Jakarta, katakabar.com - Harga emas dunia pada perdagangan hari Senin (13/04) diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan, di tengah kombinasi sentimen teknikal yang relatif solid dan dukungan faktor fundamental global. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai pergerakan XAU/USD pada timeframe H4 masih berada dalam tren naik, dengan peluang kenaikan yang tetap terbuka selama harga mampu bertahan di atas area penopang utama. Secara teknikal, pergerakan harga emas saat ini menunjukkan stabilitas setelah sebelumnya berhasil melewati salah satu level penting. Area yang sebelumnya berfungsi sebagai resistance kini telah berubah menjadi support, yang menjadi indikasi bahwa kekuatan beli di pasar masih cukup dominan. Perubahan fungsi level ini umumnya mencerminkan adanya pergeseran sentimen pasar dari fase penahanan menjadi fase penopang, sehingga membuka peluang bagi harga untuk bergerak lebih tinggi. Selain itu, harga emas juga berpotensi mengisi kembali celah harga atau gap yang sempat terbentuk pada pembukaan pasar sebelumnya. Fenomena ini cukup umum terjadi dalam pergerakan harga, di mana pasar cenderung menutup gap sebelum melanjutkan tren utama. Jadi, pergerakan saat ini dinilai masih berada dalam jalur yang mendukung kelanjutan tren bullish. Dalam analisisnya, Geraldo Kofit menekankan pentingnya menjaga posisi harga agar tetap berada di atas dua level support utama. Selama harga tidak menembus dan ditutup di bawah area tersebut, maka tekanan jual dinilai belum cukup kuat untuk mengubah arah tren. Hal ini memberikan sinyal bahwa kecenderungan pergerakan masih mengarah ke atas, meskipun fluktuasi jangka pendek tetap mungkin terjadi. Untuk proyeksi jangka pendek, Dupoin Futures memperkirakan harga emas berpotensi menguji resistance terdekat di kisaran 4.795. Jika momentum kenaikan mampu bertahan, maka peluang untuk melanjutkan penguatan hingga level 4.857 juga terbuka. Level-level ini menjadi acuan penting bagi pelaku pasar dalam mengukur potensi pergerakan harga selanjutnya. Dari sisi fundamental, prospek kenaikan harga emas turut didukung oleh sejumlah faktor global. Salah satu yang paling berpengaruh adalah perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat. Pelaku pasar mulai memperkirakan bahwa bank sentral AS akan mengambil pendekatan yang lebih dovish, baik melalui pelonggaran kebijakan maupun perlambatan kenaikan suku bunga. Ekspektasi tersebut berdampak pada pergerakan dolar AS yang cenderung melemah. Dalam kondisi dolar yang lebih lemah, harga emas biasanya mendapatkan dorongan karena menjadi lebih terjangkau bagi investor global. Hubungan negatif antara dolar dan emas ini menjadi salah satu faktor utama yang menopang kenaikan harga logam mulia. Di samping itu, ketidakpastian ekonomi global juga masih menjadi faktor yang menjaga permintaan terhadap emas. Kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi, dinamika geopolitik, serta kondisi pasar keuangan yang belum sepenuhnya stabil mendorong investor untuk mencari instrumen yang lebih aman. Permintaan terhadap aset safe haven seperti emas pun cenderung meningkat, terutama menjelang rilis data ekonomi penting yang dapat memicu volatilitas pasar. Dalam situasi tersebut, emas sering kali menjadi pilihan utama untuk melindungi nilai aset dari potensi risiko. Secara keseluruhan, Dupoin Futures melihat bahwa tren bullish pada harga emas masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek. Selama harga mampu bertahan di atas area support yang telah terbentuk, arah pergerakan diperkirakan tetap mengarah ke atas. Tetapi, pelaku pasar tetap disarankan untuk memperhatikan dinamika global serta pergerakan harga secara cermat. Volatilitas jangka pendek masih mungkin terjadi, sehingga strategi yang disiplin dan berbasis pada level kunci menjadi penting dalam menghadapi kondisi pasar yang dinamis.

Aktivasi Dupoin Futures Tampilkan Inovasi Trading Basis Teknologi di CFD FX Sudirman Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 11 April 2026 | 16:40 WIB

Aktivasi Dupoin Futures Tampilkan Inovasi Trading Basis Teknologi di CFD FX Sudirman

Jakarta, katakabar.com - Aktivasi brand PT Dupoin Futures Indonesia di kawasan Car Free Day (CFD) FX Sudirman, Jakarta, Minggu (5/4) lalu berhasil menarik ratusan pengunjung. Kegiatan yang dikemas secara interaktif ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan edukasi finansial yang lebih dekat, mudah diakses, sekaligus berbasis teknologi. Sekitar 500 orang tercatat mengunjungi booth Dupoin Futures selama kegiatan berlangsung. Dari jumlah tersebut, sebanyak 300 pengunjung aktif berpartisipasi dalam berbagai aktivitas, mulai dari permainan interaktif, kuis ringan, hingga demo platform trading. Antusiasme pengunjung terlihat dari tingginya minat untuk mencoba simulasi trading, serta berdiskusi langsung dengan tim Dupoin Futures. Berlokasi di area strategis depan FX Sudirman, booth ini menjadi pusat interaksi antara perusahaan dan masyarakat. Salah satu daya tarik utama kegiatan ini adalah hadirnya fasilitas simulasi trading berbasis smart TV LED touch-screen yang terhubung langsung dengan platform Dupoin. Melalui teknologi ini, pengunjung dapat merasakan pengalaman trading secara real-time dengan tampilan yang lebih interaktif dan mudah dipahami. Pendekatan ini menjadi inovasi tersendiri, mengingat metode edukasi berbasis perangkat layar sentuh seperti ini masih jarang digunakan oleh perusahaan pialang berjangka dalam aktivitas publik. Kolaborasi dengan Tidra Shoe Care turut menambah daya tarik kegiatan. Melalui kerja sama tersebut, Dupoin Futures menyediakan layanan pembersihan sepatu gratis bagi pengunjung yang berpartisipasi dalam aktivitas di booth. Program ini disambut positif dan memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung di tengah suasana Car Free Day. Sebagai bentuk apresiasi, Dupoin Futures juga membagikan berbagai merchandise kepada pengunjung, di antaranya sandal, topi, payung, notebook, tumbler, hingga kaos kaki. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan daya tarik sekaligus memperkuat kedekatan dengan masyarakat. Head of Marketing PT Dupoin Futures Indonesia, Taufan, menyampaikan kegiatan ini bagian dari strategi perusahaan untuk menghadirkan pendekatan yang lebih relevan dan inovatif. “Kami melihat Car Free Day sebagai momentum yang tepat untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat. Melalui pendekatan berbasis teknologi yang interaktif, kami ingin memperkenalkan trading berjangka dengan cara yang lebih mudah dipahami sekaligus mendorong peningkatan literasi finansial,” jelasnya. Lewat kegiatan ini, kata Taufan, Dupoin Futures berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap industri perdagangan berjangka yang legal dan teregulasi. Pemanfaatan teknologi interaktif dinilai mampu membantu masyarakat memahami konsep investasi secara lebih praktis, sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang lebih modern dan aplikatif.

Harga Emas Diprediksi Lanjut Melemah, Dupoin Futures Soroti Sinyal Bearish Kian Kuat Internasional
Internasional
Kamis, 09 April 2026 | 07:03 WIB

Harga Emas Diprediksi Lanjut Melemah, Dupoin Futures Soroti Sinyal Bearish Kian Kuat

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas dunia di perdagangan Selasa (7/4) kemarin diperkirakan masih berada dalam tekanan, seiring menguatnya sinyal pelemahan baik dari sisi teknikal maupun fundamental. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai bahwa tren bearish pada XAU/USD semakin terlihat jelas, khususnya pada timeframe H4, setelah harga gagal mempertahankan posisi di area resistance penting. Dalam analisisnya, Geraldo, mengungkapkan struktur pergerakan emas saat ini menunjukkan dominasi tekanan jual. Hal ini tercermin dari terbentuknya candlestick bearish yang konsisten, sekaligus menjadi indikasi bahwa pelaku pasar cenderung melakukan aksi jual dibandingkan akumulasi. Kegagalan harga untuk menembus area resistance sebelumnya turut memperkuat sinyal bahwa momentum kenaikan mulai melemah. Selain itu, indikator teknikal juga memberikan konfirmasi tambahan. Harga emas yang telah bergerak di bawah Moving Average 21 dan 34 menunjukkan perubahan arah tren ke fase penurunan. Kondisi ini umumnya menjadi sinyal awal bahwa pasar sedang memasuki fase bearish yang lebih solid dalam jangka menengah. Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas masih berpotensi melanjutkan pelemahan dalam waktu dekat. Target penurunan terdekat berada di area support pada level 4.581. Jika tekanan jual berlanjut dan tidak ada katalis positif yang signifikan, harga bahkan berpotensi turun lebih dalam hingga menyentuh level 4.492 sebagai support berikutnya. Tetapi, peluang terjadinya rebound tetap terbuka. Dalam skenario alternatif, apabila harga gagal melanjutkan tren penurunan dan justru mendapatkan dorongan beli, maka emas berpotensi bergerak naik menuju kisaran resistance di level 4.708 hingga 4.786. Selama harga masih berada di bawah area resistance tersebut, bias pergerakan diperkirakan tetap condong ke arah bearish. Dari sisi fundamental, tekanan terhadap harga emas juga semakin kuat akibat penguatan dolar Amerika Serikat. Dalam situasi ketidakpastian global, investor cenderung mengalihkan dana ke aset yang lebih likuid seperti dolar AS. Kondisi ini membuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai sedikit berkurang dalam jangka pendek. Tidak cuma itu, meningkatnya harga energi akibat tensi geopolitik global turut picu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi. Lonjakan inflasi ini memperbesar kemungkinan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama. Kebijakan moneter yang ketat tersebut menjadi sentimen negatif bagi emas, mengingat logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen keuangan lainnya. Suku bunga yang tinggi membuat aset berbasis bunga seperti obligasi menjadi lebih menarik bagi investor. Akibatnya, aliran dana cenderung beralih dari emas ke instrumen tersebut, yang pada akhirnya menekan harga emas lebih lanjut. Kombinasi antara dolar yang kuat, ekspektasi suku bunga tinggi, serta tekanan inflasi menjadi faktor utama yang memperkuat tren penurunan emas saat ini. Ke depan, pelaku pasar akan terus mencermati berbagai data ekonomi penting dari Amerika Serikat yang dapat memengaruhi arah kebijakan moneter. Setiap rilis data, khususnya yang berkaitan dengan inflasi dan suku bunga, berpotensi memicu volatilitas yang cukup tinggi di pasar emas. Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai tekanan bearish masih akan mendominasi pergerakan harga emas dalam jangka pendek. Selama belum ada perubahan signifikan dalam sentimen pasar maupun indikator teknikal, peluang pelemahan harga masih terbuka. Untuk itu, investor disarankan untuk tetap mencermati level-level kunci yang dapat menjadi acuan dalam menentukan strategi di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.

Dupoin Futures Awali 2026 dengan Serangkaian Inisiatif Sosial dan Kolaborasi Industri Default
Default
Rabu, 01 April 2026 | 13:08 WIB

Dupoin Futures Awali 2026 dengan Serangkaian Inisiatif Sosial dan Kolaborasi Industri

Jakarta, katakabar.com - Memasuki tahun 2026, PT Dupoin Futures Indonesia membuka kuartal pertama dengan rangkaian kegiatan strategis yang tidak hanya berfokus pada penguatan posisi perusahaan di industri, tetapi juga menegaskan komitmen terhadap tanggung jawab sosial dan kontribusi nyata kepada masyarakat. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, Dupoin Futures menghadirkan berbagai program yang mencakup inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR), kolaborasi lintas industri, hingga kampanye sosial di momentum bulan Ramadhan. Kegiatan diawali dengan program CSR bertajuk “Sumatra Disaster Relief: Clean Water for Aceh Tamiang” yang dilaksanakan di Dusun Cinta Raja, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang. Program ini menjadi respons nyata atas kondisi masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor yang memasuki fase rehabilitasi. Dalam inisiatif tersebut, Dupoin Futures membangun fasilitas sumur bor guna menyediakan akses air bersih bagi warga. Pembangunan sumur dilakukan melalui proses yang terukur, dimulai dari uji geolistrik untuk menentukan titik sumber air hingga pengeboran dengan kedalaman mencapai 40 hingg 60 meter. Proses ini berlangsung selama kurang lebih tiga minggu sejak pertengahan Januari 2026. Hasilnya, fasilitas sumur bor dengan kapasitas produksi sekitar 2.000 liter air per hari berhasil dibangun untuk melayani kebutuhan sekitar 300 kepala keluarga atau setara dengan ±950 warga. Kehadiran fasilitas ini menjadi sangat penting, terutama menjelang bulan Ramadan, di mana kebutuhan air bersih meningkat untuk keperluan ibadah dan aktivitas rumah tangga. Program ini tidak hanya membantu pemulihan pascabencana, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas hidup masyarakat setempat. Memasuki Februari, Dupoin Futures menggelar kegiatan strategis bertajuk Regulatory & Industry Roundtable 2026. Forum ini diselenggarakan dalam format makan siang bersama di Jakarta dan dihadiri oleh 45 undangan dari berbagai institusi. Kegiatan ini menjadi wadah dialog antara perusahaan dengan regulator, Self-Regulatory Organization (SRO), pemerintah daerah, pelaku industri, media, serta mitra strategis. Diskusi yang berlangsung dalam forum ini mencerminkan komitmen Dupoin Futures dalam membangun hubungan yang konstruktif dengan seluruh pemangku kepentingan. Hadirnya perwakilan dari regulator dan institusi seperti Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Bank Indonesia, Jakarta Futures Exchange (JFX), Kliring Berjangka Indonesia (KBI), hingga Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan industri perdagangan berjangka yang sehat, transparan, dan berkelanjutan. Memasuki bulan Ramadan, Dupoin Futures semakin aktif menghadirkan program sosial yang menyentuh langsung masyarakat. Salah satunya adalah program CSR Ngabuburead 2026 yang diselenggarakan di Kampung Dao Atas, Jakarta Utara, bekerja sama dengan komunitas literasi The Umbrella Wisdom. Program ini dirancang sebagai kegiatan edukatif bagi anak-anak yang dilaksanakan pada waktu ngabuburit menjelang berbuka puasa. Kampung Dao Atas dipilih sebagai lokasi kegiatan karena kondisi lingkungannya yang masih menghadapi keterbatasan, baik dari segi fasilitas pendidikan maupun ruang belajar yang memadai. Melalui program ini, Dupoin Futures berupaya menghadirkan ruang belajar alternatif yang menyenangkan dan interaktif bagi anak-anak. Sebanyak 45 anak usia 3 hingga 12 tahun terlibat dalam berbagai aktivitas edukatif seperti membaca bersama, sesi belajar interaktif, kelas kreatif, hingga permainan edukatif. Dalam pelaksanaannya, tim Dupoin Futures bersama relawan The Umbrella Wisdom berperan sebagai pendamping belajar atau “kakak ajar” yang membimbing anak-anak secara langsung. Kolaborasi ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang positif, tetapi juga memperkuat nilai kepedulian sosial di kalangan karyawan dan relawan. Selain itu, Dupoin Futures juga menggelar kegiatan berbagi bertajuk “Level Up Ramadan” yang dilaksanakan di kawasan Dukuh Atas, Jakarta. Program ini menyasar para pengguna transportasi umum, pekerja kantoran, serta masyarakat yang masih berada dalam perjalanan saat waktu berbuka puasa. Melalui kegiatan ini, perwakilan perusahaan membagikan takjil kepada para pejalan kaki dan penumpang di salah satu titik mobilitas tersibuk di ibu kota. Dengan mengusung tema “Berbagi Manisnya Ramadan di Perjalanan Pulangmu bersama Dupoin”, kegiatan ini menghadirkan sentuhan sederhana namun bermakna di tengah kesibukan masyarakat urban. Kawasan Dukuh Atas yang merupakan simpul integrasi berbagai moda transportasi seperti KRL, MRT, dan TransJakarta dipilih sebagai lokasi strategis untuk menjangkau lebih banyak masyarakat. Inisiatif ini mencerminkan pendekatan Dupoin Futures dalam menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat perkotaan. Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan Dupoin Futures sepanjang Kuartal I 2026 menunjukkan keseimbangan antara penguatan relasi industri dan kontribusi sosial. Mulai dari pembangunan infrastruktur air bersih di wilayah terdampak bencana, forum diskusi strategis lintas pemangku kepentingan, hingga program edukasi dan berbagi di bulan Ramadan, seluruh inisiatif ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menciptakan dampak yang berkelanjutan. Melalui berbagai program tersebut, Dupoin Futures tidak hanya berperan sebagai pelaku industri, tetapi juga sebagai entitas yang aktif berkontribusi dalam pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

'Level Up Ramadan', Dupoin Futures Berbagi Takjil di Kawasan Stasiun Sudirman Nasional
Nasional
Jumat, 20 Maret 2026 | 14:00 WIB

'Level Up Ramadan', Dupoin Futures Berbagi Takjil di Kawasan Stasiun Sudirman

Jakarta, katakabar.com - PT Dupoin Futures Indonesia menggelar kegiatan berbagi usung “Level Up Ramadan” di kawasan Dukuh Atas atau Stasiun Sudirman, Jakarta, Rabu (11/3) sore lalu. Kegiatan yang berlangsung menjelang waktu berbuka puasa ini sasar para pengguna transportasi umum, pekerja kantoran, serta masyarakat yang masih berada di perjalanan saat jam pulang kerja. Sejumlah perwakilan perusahaan tampak membagikan takjil kepada para pejalan kaki dan penumpang yang melintas di salah satu titik mobilitas tersibuk di ibu kota tersebut. Kawasan Dukuh Atas sendiri dikenal sebagai simpul transportasi yang menghubungkan berbagai moda, seperti KRL, MRT, dan TransJakarta, sehingga menjadi lokasi strategis untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas. Program ini bagian dari inisiatif perusahaan dalam menyemarakkan bulan Ramadan melalui kegiatan sosial yang sederhana namun relevan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan. Mengusung tema “Berbagi Manisnya Ramadan di Perjalanan Pulangmu bersama Dupoin”, kegiatan ini mencoba menghadirkan momen kebersamaan di tengah kesibukan warga Jakarta. Di tengah padatnya aktivitas menjelang berbuka puasa, tak sedikit masyarakat yang belum sempat tiba di rumah saat azan Magrib berkumandang. Kondisi ini menjadikan pembagian takjil di titik-titik transportasi publik sebagai salah satu bentuk kepedulian yang dinilai tepat sasaran. Selain membantu memenuhi kebutuhan berbuka, kegiatan ini juga menghadirkan interaksi langsung antara perusahaan dan masyarakat. Perwakilan tim Dupoin Futures menyampaikan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus memberikan kontribusi positif, tidak hanya melalui layanan finansial, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang berdampak langsung. “Kami ingin lebih dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan sedikit kebahagiaan bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa,” ujar perwakilan tim Dupoin Futures. Kegiatan “Level Up Ramadan” menjadi salah satu dari rangkaian program Ramadan yang dijalankan perusahaan tahun ini. Dengan melibatkan langsung tim di lapangan, kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai aksi berbagi, tetapi juga sebagai sarana membangun interaksi dan memperkuat nilai kebersamaan. Ke depan, perusahaan menyatakan akan terus menghadirkan program serupa sebagai bagian dari kontribusi berkelanjutan kepada masyarakat, khususnya pada momen-momen penting seperti Ramadhan.

Dupoin Futures Peringkat Pertama Transaksi Bilateral Terbesar di JFX Februari 2026 Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 20 Maret 2026 | 12:01 WIB

Dupoin Futures Peringkat Pertama Transaksi Bilateral Terbesar di JFX Februari 2026

Jakarta, katakabar.com - PT Dupoin Futures Indonesia meraih peringkat pertama dalam kategori volume transaksi bilateral terbesar di Jakarta Futures Exchange (JFX) periode Februari 2026. Pencapaian ini menempatkan Dupoin Futures sebagai salah satu pelaku dengan aktivitas transaksi tertinggi di pasar perdagangan berjangka nasional. Data JFX menunjukkan, penghargaan tersebut diberikan kepada anggota bursa yang mencatatkan volume transaksi bilateral paling besar selama periode tertentu. Kinerja Dupoin Futures dinilai mencerminkan meningkatnya aktivitas perdagangan sekaligus kepercayaan nasabah terhadap layanan yang ditawarkan perusahaan. Dalam beberapa waktu terakhir, industri perdagangan berjangka di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi alternatif. Di tengah kondisi tersebut, perusahaan pialang dituntut untuk menghadirkan layanan yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga transparan dan didukung teknologi yang memadai. Dupoin Futures sendiri terus memperkuat layanan melalui pengembangan platform trading, peningkatan kualitas layanan nasabah, serta penyediaan akses informasi yang lebih luas. Langkah ini dinilai berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas transaksi yang tercermin dalam capaian perusahaan pada Februari 2026. Selain itu, keberhasilan ini juga tidak terlepas dari peran Kliring Berjangka Indonesia (KBI) yang memastikan setiap transaksi berjalan aman dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Infrastruktur yang solid menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pelaku pasar di industri ini. Gunawan Herman, Direktur Utama Dupoin Futures, mengatakan apresiasi atas pencapaian tersebut serta menilai hasil ini sebagai dorongan untuk terus meningkatkan kinerja ke depan. Dupoin Futures juga menegaskan komitmennya untuk memperluas edukasi kepada masyarakat terkait perdagangan berjangka, termasuk pemahaman terhadap peluang dan risiko yang menyertainya. Dengan capaian ini, kata Gunawan, Dupoin Futures memperkuat posisinya di industri sebagai salah satu perusahaan pialang berjangka yang aktif dan kompetitif. Ke depan, perusahaan diharapkan dapat mempertahankan kinerja positif seiring dengan pertumbuhan industri yang semakin dinamis.

Emas Stabil di Level Tinggi, Dupoin Futures Prediksi Potensi Kenaikan ke 5231 Internasional
Internasional
Kamis, 12 Maret 2026 | 16:10 WIB

Emas Stabil di Level Tinggi, Dupoin Futures Prediksi Potensi Kenaikan ke 5231

Jakarta, katakabar.com - Harga emas dunia masih menunjukkan ketahanan di tengah berbagai sentimen global yang memengaruhi pasar keuangan. Berdasarkan analisis pasar dari Dupoin Futures yang disampaikan analis Andy Nugraha, pergerakan emas (XAU/USD) saat ini masih berada dalam tren bullish pada timeframe H1. Kombinasi pola candlestick yang terbentuk bersama indikator Moving Average mengindikasikan bahwa momentum penguatan emas masih cukup solid dalam jangka pendek. Pada perdagangan sebelumnya, harga emas mengalami kenaikan yang cukup signifikan. XAU/USD tercatat diperdagangkan di sekitar level $5.187 per troy ounce, meningkat lebih dari 0,50 persen dibandingkan sesi sebelumnya. Penguatan ini dipicu oleh pelemahan Dolar AS yang terjadi setelah harga minyak dunia mengalami penurunan tipis. Pergerakan harga minyak diketahui memiliki korelasi tertentu dengan nilai tukar dolar AS. Ketika harga minyak melemah, tekanan terhadap dolar dapat meningkat sehingga memberikan dorongan tambahan bagi aset safe haven seperti emas. Selain faktor mata uang dan komoditas energi, sejumlah data ekonomi Amerika Serikat turut memberikan pengaruh terhadap dinamika pergerakan pasar emas. Data penjualan rumah yang sudah ada (existing home sales) di AS menunjukkan pemulihan pada bulan Februari setelah sebelumnya mengalami kontraksi cukup dalam pada Januari. Penjualan rumah tercatat meningkat sebesar 1,7 persen, membaik dari penurunan sebelumnya yang mencapai -5,9 persen. Perbaikan ini mengindikasikan sektor properti mulai menunjukkan stabilisasi meskipun kondisi ekonomi global masih dipenuhi ketidakpastian. Sementara, indikator ketenagakerjaan juga menunjukkan perkembangan positif. Data rata-rata perubahan tenaga kerja ADP selama empat minggu terakhir tercatat meningkat menjadi 15,5 ribu, lebih tinggi dibandingkan angka sebelumnya sebesar 12,8 ribu. Peningkatan ini memberikan gambaran bahwa pasar tenaga kerja AS masih menunjukkan ketahanan, meskipun tekanan ekonomi global tetap menjadi perhatian bagi para pelaku pasar. Memasuki perdagangan sesi Asia pada hari Rabu, harga emas terlihat relatif stabil di sekitar level $5.190. Stabilitas ini terjadi setelah pasar sempat mengalami volatilitas yang dipicu oleh perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Ketegangan di wilayah tersebut masih menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga komoditas global, termasuk emas. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sebelumnya menyampaikan operasi militer AS di Iran kemungkinan akan segera berakhir, meskipun belum ada kepastian mengenai waktu penghentian operasi tersebut. Pernyataan ini sempat memicu penurunan harga minyak karena pasar menilai potensi de-eskalasi konflik. Penurunan harga minyak tersebut juga membantu meredakan kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi global, yang pada akhirnya memberikan dukungan bagi harga emas. Meski demikian, ketidakpastian geopolitik masih membayangi pasar. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan bahwa jika serangan dari AS dan Israel terus berlanjut, Iran dapat mengambil langkah drastis dengan memblokir ekspor minyak dari kawasan tersebut. Ancaman ini meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global. Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat juga memberikan peringatan keras terhadap kemungkinan gangguan aliran minyak melalui Selat Hormuz. Jika jalur vital tersebut terganggu, ketegangan geopolitik berpotensi meningkat dan memicu lonjakan permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. Selain faktor geopolitik, perhatian investor juga tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan pada hari Rabu. Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk Februari diperkirakan naik sebesar 2,4 persen secara tahunan, sementara CPI inti diproyeksikan meningkat hingga 2,5 persen. Jika angka inflasi tersebut dirilis lebih tinggi dari perkiraan pasar, hal ini berpotensi memperkuat Dolar AS. Penguatan dolar biasanya memberikan tekanan bagi harga komoditas yang dihargakan dalam mata uang tersebut, termasuk emas. Dari sisi teknikal, analisis Dupoin Futures menunjukkan bahwa struktur tren emas masih didominasi oleh sentimen positif. Jika tekanan beli terus berlanjut, harga emas berpotensi melanjutkan penguatan hingga mendekati area resistance di sekitar level $5.231. Namun demikian, pelaku pasar juga perlu mewaspadai potensi koreksi apabila momentum kenaikan mulai melemah. Dalam skenario tersebut, level support terdekat yang dapat menjadi area penopang harga berada di kisaran $5.126. Dengan kombinasi sentimen teknikal yang masih bullish, pelemahan dolar AS, serta faktor geopolitik global yang belum sepenuhnya mereda, harga emas diperkirakan masih memiliki peluang untuk bergerak menguat dalam jangka pendek. Meski demikian, pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati perkembangan data ekonomi dan dinamika geopolitik yang dapat memicu volatilitas di pasar komoditas.

Harga Emas Berpeluang Menguat, Analis Dupoin Futures Proyeksikan XAU/USD Tembus 5.245 Internasional
Internasional
Rabu, 11 Maret 2026 | 09:07 WIB

Harga Emas Berpeluang Menguat, Analis Dupoin Futures Proyeksikan XAU/USD Tembus 5.245

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas dunia pada perdagangan Selasa (10/3) diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatan di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah. Menurut analisis pasar dari Dupoin Futures, Andy Nugraha, tren harga emas atau XAU/USD saat ini masih menunjukkan kecenderungan bullish meskipun sempat mengalami tekanan pada awal pekan. Pada awal perdagangan pekan ini, harga emas sempat mengalami pelemahan dan berada lebih dari 1,50 persen di bawah harga pembukaan. Tekanan tersebut muncul setelah lonjakan tajam harga minyak mentah dunia akibat gangguan distribusi energi di Selat Hormuz. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) tercatat melonjak lebih dari 30 persen dan mendekati level USD113 per barel. "Kondisi ini memicu volatilitas di pasar komoditas global, termasuk logam mulia. Meski demikian, emas masih mampu bertahan dan diperdagangkan di sekitar level USD5.090 per troy ounce," ujar Andy. Dari sisi analisis teknikal, terang Andy, pergerakan harga emas masih menunjukkan sinyal penguatan. Kombinasi pola candlestick yang terbentuk bersama indikator Moving Average pada timeframe H1 mengindikasikan bahwa tren bullish masih cukup kuat dan berpotensi berlanjut dalam jangka pendek. "Struktur pergerakan harga saat ini mencerminkan bahwa tekanan beli masih mendominasi pasar, meskipun pelaku pasar tetap mewaspadai fluktuasi yang dipicu oleh perkembangan situasi global," imbuhnya. Dalam proyeksi pergerakan Selasa (10/3), Dupoin Futures memperkirakan jika momentum penguatan tetap terjaga, harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan hingga menguji area resistance di sekitar level USD5.245. Level ini menjadi target kenaikan terdekat yang berpotensi dicapai apabila minat beli investor terus meningkat. Jika harga gagal mempertahankan momentum bullish dan mengalami koreksi, maka potensi penurunan diperkirakan akan mengarah ke area support terdekat di sekitar level USD5.126. Dari sisi fundamental, pergerakan harga emas masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik global, khususnya konflik yang terjadi di Timur Tengah. Pada sesi perdagangan Asia, harga emas tercatat bergerak naik tipis dan diperdagangkan di kisaran USD5.140. Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap aset safe-haven masih relatif kuat di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Ketegangan di kawasan Timur Tengah dilaporkan masih berlangsung dan telah memasuki hari ke 11. Beberapa serangan militer dilaporkan terjadi di wilayah Iran tengah serta Beirut. Di sisi lain, Selat Hormuz yang merupakan jalur penting distribusi minyak dunia masih dilaporkan tertutup secara efektif. Jalur ini diketahui menjadi rute pengiriman sekitar seperlima pasokan minyak global sehingga setiap gangguan pada wilayah tersebut berpotensi menimbulkan dampak besar terhadap stabilitas pasar energi dunia. Penutupan jalur strategis tersebut juga memaksa sejumlah negara produsen minyak utama di kawasan Teluk Persia, termasuk Arab Saudi, untuk menyesuaikan produksi mereka. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan energi global yang lebih luas. Ketidakpastian tersebut mendorong investor untuk mencari instrumen lindung nilai, di mana emas menjadi salah satu aset yang paling banyak diburu saat kondisi pasar sedang tidak stabil. Meski demikian, kenaikan harga emas juga menghadapi tantangan dari penguatan dolar Amerika Serikat. Lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran akan peningkatan inflasi di AS yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kebijakan moneter Federal Reserve. Jika inflasi terus meningkat, bank sentral AS berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Suku bunga yang tinggi biasanya menjadi faktor yang kurang menguntungkan bagi emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen investasi lainnya. Dalam kondisi suku bunga tinggi, investor cenderung beralih ke aset yang memberikan return lebih besar. Indeks Dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama lainnya tercatat naik sekitar 0,26 persen ke level 99,11. Penguatan ini membawa dolar ke level tertinggi dalam hampir tiga bulan terakhir dan menjadi salah satu faktor yang berpotensi menahan laju kenaikan harga emas dalam jangka pendek. Selain perkembangan geopolitik, pelaku pasar juga tengah menanti rilis data inflasi Amerika Serikat melalui laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk periode Februari yang dijadwalkan akan dirilis pada Rabu mendatang. Data tersebut diperkirakan menunjukkan inflasi tahunan sebesar 2,4 persen, sementara inflasi inti diproyeksikan berada di kisaran 2,5 persen. Jika angka inflasi yang dirilis lebih tinggi dari perkiraan pasar, hal tersebut berpotensi memperkuat dolar AS sekaligus menekan harga komoditas yang diperdagangkan menggunakan mata uang tersebut, termasuk emas. Dengan mempertimbangkan kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang ada saat ini, Dupoin Futures menilai harga emas masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatan dalam jangka pendek. Namun demikian, volatilitas pasar diperkirakan tetap tinggi seiring perkembangan situasi geopolitik global serta arah kebijakan moneter Amerika Serikat dalam beberapa waktu mendatang.