Emboli Paru

Sorotan terbaru dari Tag # Emboli Paru

Periset BRIN Kembangkan Limbah Sawit Untuk Diagnosa Emboli Paru Tekno
Tekno
Kamis, 18 Januari 2024 | 19:18 WIB

Periset BRIN Kembangkan Limbah Sawit Untuk Diagnosa Emboli Paru

Jakarta, katakabar.com - Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Teknologi Radioisotop, Radiofarmaka, dan Biodosimetri BRIN, Indra Saptiama menjelaskan penegakan diagnosa yang tepat sangat penting bagi pasien yang diduga mengalami emboli paru, agar dapat dilakukan stratifikasi risiko dan pengobatan yang tepat kepada pasien. Berangkat dari situ, Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan riset dengan memanfaatkan limbah kelapa sawit untuk diagnosa emboli paru. "Emboli paru adalah kondisi penyumbatan darah di paru-paru yang bisa menyebabkan kematian jaringan," ujar Indra lewat keterangan resmi saat Monitoring dan Evaluasi Grant Riset Sawit dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit, dilansir dari laman medcom.id, pada Kamis (18/1). Menurutnya, pencitraan paru sebagai salah satu pencitraan ventilasi menggunakan nano aerosol karbon bertanda 99mTc yang dihasilkan dari generator komersial. Penggunaan limbah kelapa sawit sebagai bahan baku pembuatan aerosol karbon subsititusi bakal memberi nilai tambah secara komersial. "Tahapan riset yang dilakukan mulai dari pembuatan nanopartikel kelapa sawit, terus melakukan formulasi serbuk pembawa nanopartikel karbon dan penandaan Tc-99m pada nanopartikel karbon, serta uji cellular uptake pada sel kanker dan normal paru-paru, didapatkan pada sel kanker lebih banyak mengikat karbon dibandingkan dengan sel normal," ulasnya. Lantaran komposisi lipid yang lebih besar pada sel kanker dan penandaan nanopartikel karbon dengan 99mTc sudah sangat baik dengan perolehan persentasi penandaan sebesar 96,69 persen dengan kemurnian radiokimia diatas 99 persen. Jadi, Indra berencana melakukan optimasi lebih lanjut untuk memperoleh ukuran partikel karbon kelapa sawit yang lebih baik. Salah satunya dengan cara mengoptimasi parameter spray-dry. Selain itu, Indra melakukan pengujian sitotoksisitas in vitro untuk menguji keamanan nanopartikel karbon lebih lanjut untuk pengujian pada hewan coba. Ini untuk mengetahui pencitraan ideal pada organ paru-paru dan efeknya pada organ lain, meliputi uji biodistribusi dan uji clearance. Pelaksana tugas (Plt) Direktur Penyaluran Dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Zaid Burhan Ibrahim menimpali, penelitian yang diusulkan dapat mencapai keluaran sesuai dengan yang dijanjikan, dan tepat waktu agar memberikan manfaat langsung untuk kemajuan industri kelapa sawit di Indonesia.