Eratani
Sorotan terbaru dari Tag # Eratani
Eratani Raih Pendanaan Seri A Senilai 6,2 Juta USD, Dorong Masa Depan Revolusi Pertanian Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Di tengah menurunnya pendanaan startup secara signifikan di Indonesia, Eratani berhasil mengumpulkan pendanaan Seri A senilai 6,2 juta USD atau setara dengan Rp105 miliar, yang dipimpin oleh Clay Capital dengan partisipasi dari TNB Aura, SBI Ven Capital, AgFunder, Genting Ventures, dan IIX. Pendanaan ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap kemampuan Eratani dalam mentransformasi sektor pertanian padi di Indonesia, sekaligus mendukung percepatan target swasembada pangan nasional pada tahun 2027, yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintah Indonesia. Sejak didirikan pada tahun 2021, Eratani telah membuktikan dampak nyata melalui platform end-to-end yang dirancang khusus untuk petani kecil di sektor padi: Memberdayakan lebih dari 34.000 petani di Jawa dan Sulawesi, banyak di antaranya memperoleh akses pendanaan resmi untuk pertama kalinya. Meningkatkan proses budidaya pada lebih dari 13.000 hektar lahan pertanian padi. Meningkatkan rata-rata hasil panen sebesar 29% dan pendapatan petani hingga 25% pada tahun 2024. Memproduksi lebih dari 112.000 ton beras dan gabah, memperkuat ketahanan pangan nasional. “Di Eratani, kami membuktikan bahwa dampak ekonomi dan sosial dapat berjalan beriringan dengan keberlanjutan lingkungan,” ujar Andrew Soeherman, Co-founder dan CEO Eratani. “Fokus kami bukan pada ekspansi yang serba cepat, melainkan pada pembangunan fondasi yang kokoh agar kami dapat tumbuh secara strategis, menciptakan nilai jangka panjang bagi para petani dan ekosistem pertanian, serta mendukung upaya ketahanan pangan Indonesia," ulasnya.
PT PP Realisasikan CSR Wujud Kepedulian Kesehatan Petani Wanita Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Eratani dan PT PP (Persero) Tbk realisasikan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang ditujukan khusus untuk petani wanita binaan Eratani di Desa Belendung, Kabupaten Karawang. Program ini mencakup serangkaian kegiatan berupa sosialisasi deteksi dini untuk hidup sehat, medical check up, serta pembagian paket sembako kepada 100 petani wanita Eratani.
Lewat Program Setiani, Wujudkan Perlindungan Jaminan Sosial Seribu Petani Binaan Eratani
Jakarta, katakabar.com - Dorong sektor pertanian Indonesia ke arah yang lebih maju, Eratani gandeng PT UPL Indonesia dan BPJS Ketenagakerjaan untuk menjalin kerja sama sebagai bagian dari realisasi program pengembangan komunitas Eratani, yakni Setiani atau Setia Bertani. Lewat kemitraan ini, UPL Indonesia berkomitmen penuh untuk menanggung biaya iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 1.000 Petani Binaan Eratani selama satu tahun.
Eratani Sinergi dengan Distanketapang Maros Demi Masa Depan Pertanian Indonesia
Maros, katakabar.com - Eratani, perusahaan agritech yang berkomitmen untuk membangun ekosistem pertanian secara holistik, melakukan audiensi strategis dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros. Pertemuan ini bertujuan eksplorasi potensi kolaborasi memajukan sektor pertanian di Indonesia. Audiensi tersebut dihadiri jajaran pimpinan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, termasuk Kepala Dinas, Kepala Bagian Kepegawaian, dan Sekretaris, Perwakilan Eratani, yakni VP Operations, Region Lead Sulawesi Selatan, dan Farm Validation Sulawesi.
Eratani dan Politeknik Pertanian Gowa Kolaborasi Berkontribusi Bagi Ekosistem Pertanian Kuat
Gowa, katakabar.com - Eratani, perusahaan agritech miliki misi membangun ekosistem pertanian yang kuat lewat dukungan secara holistik, resmi kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding atau MoU dengan Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa (Polbangtan Gowa). Kerja sama ini bertujuan untuk mendorong percepatan inovasi dan pengembangan sektor pertanian di Indonesia melalui kolaborasi yang erat dan sinergis. Perjanjian kerja sama tersebut diteken Direktur Polbangtan Gowa, Dr. Detia Tri Yunandar, SP., M.Si, dan perwakilan Eratani, Muhammad Aksan, Region Lead Sulawesi Eratani, di hadapan para pemangku kepentingan dari kedua belah pihak. Seremoni tersebut menandai langkah penting dalam upaya bersama untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi sektor pertanian di Indonesia. Region Lead Sulawesi Eratani, Muhammad Aksan menegaskan komitmen Eratani dukung sektor pertanian. "Tantangan yang dihadapi sektor pertanian Indonesia butuh solusi yang terintegrasi dan holistik, mencakup semua tahap proses pertanian dari hulu ke hilir. Eratani siap menjadi mitra strategis dalam menghadirkan solusi inovatif yang berfokus pada keberlanjutan dan efisiensi pertanian," ujar Aksan. Direktur Polbangtan Gowa, Dr. Detia Tri Yunandar, SP., M.Si, sambut baik inisiatif tersebut, dan ungkapkanharapannya terhadap kemitraan dengan Eratani. "Kami sangat apresiasi kerja sama ini dan berharap kolaborasi ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan produktivitas pertanian serta kesejahteraan petani di wilayah kami," jelasnya. Menurut data, Sulawesi Selatan salah satu daerah penghasil beras terbesar di Pulau Sulawesi. Pada November 2023, daerah tersebut telah memproduksi padi sekitar 4,94 juta ton GKG, dengan produksi beras mencapai 2,84 juta ton. Potensi besar ini, ditambah dengan teknologi dan inovasi yang dibawa oleh Eratani, diharapkan dapat mengoptimalkan produktivitas dan efisiensi pertanian di wilayah tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan sinergi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Polbangtan Gowa, sebagai perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, memiliki peran strategis dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor pertanian. Institusi tersebut berfokus pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta berupaya mencetak tenaga kerja yang kompeten dan siap menghadapi tantangan pertanian modern. Polbangtan Gowa dikenal dengan berbagai program unggulannya yang berorientasi pada praktik pertanian berkelanjutan dan inovatif. Dengan komitmen yang kuat terhadap keberlanjutan dan pemberdayaan petani, Eratani bersama Polbangtan Gowa siap menghadirkan perubahan nyata dalam sektor pertanian di Indonesia. Kontak: Indifa Sekar Andjani Marketing Communications Associate Eratani Email: indifa.sekar@eratani.co.id Website: https://eratani.co.id/
Eratani Siap Dukung Regenerasi Petani, Petani Binaan 25,98 Persen Generasi Milenial
Jakarta, katakabar.com - Eratani, perusahaan agritech berdiri tahun 2021 silam, mencatatkan peningkatan signifikan partisipasi petani milenial dengan rata-rata mencapai 25,98 persen. Angka ini realisasi dari kontribusi Eratani pada peningkatan partisipasi petani milenial secara nasional. Minat petani milenial Eratani didorong inovasi-inovasi yang memudahkan proses budidaya, mulai dari akses pendanaan, pendampingan agronomis, penerapan teknik pertanian modern, hingga akses pasar yang lebih luas. Kondisi tersebut mencerminkan semangat inovasi Eratani memperbaiki sektor pertanian untuk masa depan yang lebih baik. Dari hasil Pencacahan Lengkap Sensus Pertanian yang dipublikasikan pada Desember 2023 lalu, jumlah unit usaha pertanian perorangan di Indonesia mencapai 29.342.202 unit. Mayoritas usaha pertanian dikelola oleh petani berusia 43-58 tahun, atau generasi X, yang mencakup 42,39 persen dari total petani yang terdata. Lalu, petani baby boomer, yang berumur 59 hingga 77 tahun, mencapai 27,61 persen, dan petani milenial berumur 27 hingga 42 tahun sebesar 25,61 persen. Kondisi tersebut mengancam keberlanjutan sektor pertanian di Indonesia lantaran jumlah petani generasi penerus relatif lebih kecil dan tidak seimbang. Pekerjaan sebagai petani akhir-akhir ini cenderung ditinggalkan generasi muda. Penelitian menunjukkan pekerjaan sebagai petani dipandang sebagai pekerjaan yang terbelakang dan tradisional serta kurang diminati karena dianggap kasar, kotor, bekerja di bawah terik matahari, dengan keuntungan yang tidak terlalu tinggi meskipun risikonya tinggi. Meski demikian, nyatanya keberlanjutan sektor pertanian sangat bergantung pada generasi muda yang menggantikan generasi sekarang, dan generasi muda tersebut diharapkan memiliki kemampuan yang lebih baik dari pendahulunya. Sadar akan signifikansi peran petani muda, Eratani menegaskan komitmennya untuk mendukung pemerintah dalam memberdayakan generasi milenial melalui penyediaan platform yang terintegrasi untuk kebutuhan budidaya padi dari hulu hingga hilir. Saat ini, rata-rata 25,98 persen dari total petani yang bermitra dengan Eratani adalah generasi milenial, tersebar di area operasional perusahaan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Persentase ini mencerminkan semangat tinggi dari generasi muda terhadap inovasi dalam pertanian yang lebih efektif dan produktif. "Eratani percaya petani milenial adalah kunci untuk masa depan pertanian yang lebih cerah di Indonesia," ujar Adwin Pratama Anas, VP Operations Eratani. "Dengan inovasi yang kami tawarkan, kami berharap dapat menarik lebih banyak minat dari generasi milenial untuk terlibat aktif memajukan sektor pertanian di Indonesia," sebutnya. Eratani terus berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung, dan mendorong petani milenial melalui penyediaan teknologi berbasis IoT untuk informasi pemupukan berimbang, serta mengadakan pelatihan dan workshop guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani. Selain itu, Eratani menjalin kemitraan dengan institusi pendidikan untuk memperkenalkan pertanian modern melalui program magang dan kunjungan lapangan, memberikan pengalaman langsung kepada siswa dan mahasiswa. Melalui berbagai inisiatif tersebut, Eratani yakin masa depan pertanian dapat lebih maju di tangan generasi muda yang inovatif dan bersemangat. Kontak: Indifa Sekar Andjani Marketing Communications Associate Eratani Email: indifa.sekar@eratani.co.id Website: https://eratani.co.id/
Eratani Sinergi BPJS Ketenagakerjaan Dukung Peningkatan Keamanan dan Kesejahteraan Petani
Jakarta, katakabar.com - Berkomitmen untuk meminimalisir risiko petani selaku pekerja rentan, PT Eratani Teknologi Nusantara mengambil langkah kolaboratif bersama BPJS Ketenagakerjaan, mengadvokasi serta memfasilitasi keikutsertaan Petani Binaan Eratani untuk mendaftarkan diri dalam program perlindungan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk memberikan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) kepada Petani Binaan Eratani yang bekerja dalam sektor informal. Sektor informal bagian dari ekonomi dan lapangan kerja yang umum ditemui di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2023 mencatat sektor informal di Indonesia melibatkan sekitar 82,67 juta orang dari total 147,71 juta angkatan kerja, dengan kontribusi besar dari petani. Pekerjaan pada sektor pertanian dianggap memiliki risiko tinggi di banyak negara karena melibatkan manusia. Petani memiliki kecenderungan untuk menghadapi beban kerja yang berat, ketidakpastian iklim, serta kondisi lingkungan yang tidak aman sehingga menyebabkan kelelahan kerja. Kelelahan kerja dapat berisiko terjadinya kecelakaan kerja sehingga diperlukan adanya upaya perlindungan jaminan sosial dari risiko yang mungkin timbul. Andrew Soeherman, CEO Eratani, menegaskan, dalam menjalankan perusahaan, kami tidak hanya berfokus pada kemajuan teknologi di sektor pertanian, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan dan keamanan petani. Integrasi dengan BPJS Ketenagakerjaan memungkinkan kami memberikan perlindungan yang layak bagi Petani Binaan Eratani. Dessy Sriningsih, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Mangga Dua, menyambut kolaborasi ini sebagai langkah penting dalam menjamin masa depan yang lebih baik bagi petani Indonesia. “Kerja sama ini merupakan langkah monumental dalam memastikan masa depan yang berkelanjutan dan terlindungi bagi petani Indonesia. Hal ini menegaskan komitmen kami untuk memperluas jangkauan jaminan sosial ke semua lapisan masyarakat, termasuk sektor pertanian yang bersifat informal," tutur Dessy. Saat ini, PT Eratani Teknologi Nusantara telah menggandeng 22.000 petani dan berupaya memberikan perlindungan terhadap risiko profesi mereka, dengan proses yang dilaksanakan secara bertahap. Eratani secara proaktif terlibat dalam subsidi premi untuk representatif Petani Binaan Eratani yang retensi sekaligus memfasilitasi seluruh proses pegaplikasian hingga klaim BPJS Ketenagakerjaan. Melalui program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, seperti Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), Petani Binaan Eratani akan menerima cakupan menyeluruh untuk perawatan medis dan rehabilitasi sampai pulih sepenuhnya. Dalam situasi kecelakaan kerja yang menyebabkan kematian, keluarga yang ditinggalkan berhak mendapatkan biaya pemakaman Rp10.000.000, beasiswa pendidikan Rp174.000.000 untuk dua anak hingga perguruan tinggi, dan kompensasi 48 kali dari gaji tercatat. Sedang, jika terjadi kematian bukan karena kecelakaan kerja, keluarga akan menerima biaya pemakaman dengan nominal yang sama, beasiswa serupa, santunan kematian Rp20.000.000, dan santunan berkala Rp12.000.000. Perbedaan hak yang diberikan terletak pada jenis dan jumlah santunan yang disesuaikan pada penyebab kematian. Melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, Eratani diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dalam menghadapi risiko pekerjaan. Kontak: Indifa Sekar Andjani Marketing Communications Associate Eratani Tel. +62 812-8201-7232 Email: indifa.sekar@eratani.co.id Website: https://eratani.co.id/
Eratani Jalin Kerja Sama dengan Bank BJB Buat Pembiayaan Petani, Fasilitas Kredit Hingga Rp100 Juta
Jakarta, katakabar.com - PT Eratani Teknologi Nusantara (ETN), perusahaan teknologi pertanian yang memberikan pendampingan dari hulu ke hilir, resmi menjalin kemitraan dengan Bank BJB, guna memberikan akses pembiayaan kepada petani yang tergabung dalam ekosistem Eratani melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro dan Super Mikro. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh CEO Eratani dan Pemimpin Bank BJB Kantor Cabang Daan Mogot. Kerja sama ini sebagai upaya dorong para petani agar terhindar dari pilihan pembiayaan yang membebani dengan harapan dapat meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan para petani dalam jangka panjang. Meski berperan krusial, sektor pertanian masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk keterbatasan akses modal bagi petani. Data Surveillance Perbankan Indonesia Triwulan III 2023 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Desember 2023 menyatakan, penyaluran kredit ke sektor pertanian hanya mencakup 7,03 persen terhadap total kredit. Keterbatasan akses fasilitator permodalan, proses administrasi yang rumit dan kurang dipahami petani, kurangnya aset yang dapat dijadikan agunan, serta pendapatan yang cenderung tidak stabil merupakan beberapa kendala yang masih dihadapi petani di lapangan. “Kami sangat antusias dengan kemitraan ini,” ujar Andrew Soeherman, CEO Eratani. Menurutnya, melalui kerja sama dengan Bank BJB, kami dapat membantu memastikan para petani mendapatkan dukungan finansial yang mereka butuhkan untuk tidak hanya keberlangsungan, tapi mengakselerasi perkembangan praktik pertanian mereka. “Bank BJB memiliki komitmen untuk mendukung sektor pertanian karena kami memandang pertanian sebagai sektor pendorong pertumbuhan ekonomi. Semoga dengan kerja sama ini, petani Eratani dapat lebih leluasa untuk mengembangkan usaha taninya dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” timpal Billy Rahadian, Pemimpin Bank BJB Kantor Cabang Daan Mogot. Melalui kemitraan ini, harapnya, Petani Binaan Eratani dapat memperoleh akses pembiayaan dengan syarat yang lebih mudah dan proses yang cepat melalui fasilitas KUR Mikro dengan plafon kredit Rp100.000.000 atau fasilitas KUR Super Mikro (SUMI) dengan plafon kredit maksimal Rp10.000.000, disesuaikan dengan kebutuhan berdasarkan luas lahan yang dikelola. Saat ini, besaran modal yang dibutuhkan Petani Binaan Eratani untuk budidaya padi berkisar antara Rp10.000.000 hingga Rp12.000.000 per hektar. Melalui akses pembiayaan yang diberikan, Eratani bersama Bank BJB telah mengambil langkah nyata untuk memajukan ekonomi pertanian, memperkuat ketahanan pangan nasional, dan memberdayakan petani. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi padi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup para petani. Kontak : Marketing Communications Associate Eratani Tel. +62 812-8201-7232 Email: indifa.sekar@eratani.co.id Website: https://eratani.co.id/
Promo SFRS ke Petani, Eratani Uji Coba di Area Operasional Jawa Barat
Jakarta, katakabar.com - PT Eratani Teknologi Nusantara telah melaksanakan uji coba penggunaan perangkat Smart Fertilizing Recommendation System bersama dengan Petani Binaan Eratani di beberapa lahan area operasional Jawa Barat. Uji coba ini bagian dari inisiatif lanjutan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor pertanian Indonesia. Agenda tersebut mendapat sambutan positif dari para petani yang tergabung dalam ekosistem perusahaan. Petani Binaan Eratani menunjukkan kesiapannya untuk mengadopsi pendekatan baru dalam pemupukan guna meningkatkan produktivitas panen. Pada tahun 2023, data Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat menunjukkan, telah terjadi penurunan luas panen padi sekitar 81,53 ribu hektar di daerah Jawa Barat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penurunan signifikan dalam produksi padi terjadi di wilayah-wilayah sentra produksi padi, termasuk di Kabupaten Karawang dengan penurunan sebanyak 130,2 ribu ton. Angka penurunan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pemupukan yang tidak sesuai yang berakibat pada tidak terpenuhinya kebutuhan nutrisi esensial untuk pertumbuhan optimal tanaman padi. "Melalui implementasi perangkat Smart Fertilizing Recommendation System, kami berharap para Petani Binaan Eratani dapat lebih terbantu dalam menerapkan praktik pemupukan yang lebih tepat dan efisien," ujar Andrew Soeherman, CEO Eratani. Langkah ini, kata Andrew, strategi kami dalam memastikan keberlanjutan sektor pertanian yang tidak hanya meningkatkan hasil panen, tapi menjaga kesehatan tanah untuk jangka panjang. "Dengan penggunaan teknologi IoT ini, kami berharap bahwa para petani dapat menyesuaikan kadar pemberian pupuk berdasarkan data yang akurat dan rekomendasi yang tepat untuk perkembangan tanaman yang lebih optimal," kata Hilman Hasyim Firdaus, Farmer Excellence Lead Eratani. Kami telah melakukan percobaan di beberapa area di Jawa Barat, ulasnya, terus menunggu hasil produksi padi yang lebih baik dengan harapan petani akan dapat menyaksikan peningkatan signifikan baik dalam kualitas maupun jumlah hasil panen. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi pertanian, Eratani terus berkomitmen untuk mengembangkan solusi inovatif yang mendukung smart farming di Indonesia. Melalui strategi yang berorientasi pada teknologi, Eratani bertujuan untuk memperbaiki kualitas kehidupan para petani serta menjamin stabilitas keamanan pangan Indonesia. Eratani terbuka untuk menjalin kolaborasi dengan berbagai mitra potensial dalam rangka mewujudkan visi untuk membangun ekosistem pertanian yang kuat. Kontak: Indifa Sekar Andjani Marketing Communications Associate Eratani Tel. +62 812-8201-7232 Email: indifa.sekar@eratani.co.id Website: https://eratani.co.id/
Eratani Luncurkan Program 'Sang Rani' Sokong Pemberdayaan Petani Perempuan
Jakarta, katakabar.com - PT Eratani luncurkan program komunitas 'Sang Rani' guna sokong pemberdayaan petani perempuan. Perempuan punya peran penting pengembangan lanskap pertanian, baik sebagai petani, pekerja, maupun pengelola rumah tangga yang mendukung kegiatan pertanian. Meski signifikan, peran perempuan dalam sektor pertanian cenderung terhambat berbagai kendala. Wujud aksi nyata mendukung upaya pemberdayaan dan kemandirian perempuan di sektor pertanian, Eratani resmi meluncurkan program komunitas petani perempuan yang diberi nama 'Sang Rani' yang berarti wanita tangguh. Program ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang inklusif bagi para petani perempuan agar dapat lebih berkembang dan memiliki otoritas terhadap kegiatan pertanian mereka. Menurut laporan Food and Agriculture Organization yang dirilis di tahun 2023 lalu, perempuan yang melakukan pekerjaan pertanian memperoleh upah yang lebih rendah dibandingkan laki-laki. Tidak cuma itu, akses pelatihan, kesenjangan kepemilikan lahan, akses ke pembiayaan, serta penggunaan teknologi yang cenderung dirancang untuk laki-laki masih menjadi tantangan hingga saat ini. Kondisi itu berdampak pada kesenjangan produktivitas sebesar 24 persen antara petani perempuan dan laki-laki di lahan pertanian dengan ukuran yang sama. Data yang dirilis Badan Pertanahan Nasional (BPN) menunjukkan, terdapat sekitar 24 persen lahan di Indonesia yang terdaftar atas nama perempuan. Menariknya, 30 persen Petani Binaan Eratani adalah perempuan di mana petani yang tergabung dalam ekosistem Eratani memiliki syarat atas minimal 0,5 hektar kepemilikan lahan. Co-Founder dan CEO Eratani, Andrew Soeherman menyatakan, peresmian program 'Sang Rani' bukti komitmen kami untuk mendukung program pemerintah, terutama penerapannya yang dikhususkan untuk petani perempuan. "Kami sadari petani perempuan dihadapkan dengan berbagai tantangan. Kami berharap, program ini dapat membangun kesadaran dan meningkatkan kepedulian kita untuk bersama-sama memberdayakan perempuan sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)," jelasnya, lewar rilis resmi diterima katakabar.com, pada Selasa (5/3). Kepala Bidang Pengarusutamaan Gender Dinas Perempuan dan Perlindungan Anak Karawang, Siti Komarianingsih menimpali, kami sangat antusias dengan peluncuran program 'Sang Rani'. "Kami yakini dengan dukungan tepat, para petani perempuan dapat lebih memaksimalkan potensi dirinya. Kami bakal turut serta mendampingi Eratani untuk terus melakukan pemberdayaan perempuan," ujar Siti. “Sejak bergabung dengan Eratani, saya merasakan sendiri peningkatan hasil pertanian saya. Ditambah lagi saat ini Eratani punya kegiatan untuk perempuan. Saya jadi merasa semakin didampingi dan didukung bukan hanya soal pertanian, tapi juga tentang peran kami di dalam keluarga,” sebut Yanti, Petani Binaan Eratani. Menyambut Hari Perempuan Internasional, yang jatuh pada 8 Maret 2024, Eratani telah gelar sesi pelatihan keuangan dihadiri 105 petani perempuan di wilayah Karawang, sebagai langkah awal peluncuran program 'Sang Rani'. Melalui inisiatif ini, Eratani ke depan berkomitmen untuk secara berkelanjutan gelar program peningkatan pengetahuan dengan berbagai topik yang variatif dan relevan untuk petani perempuan dalam ekosistem yang tersebar di seluruh wilayah operasional. Kontak: Indifa Sekar Andjani Marketing Communications Associate Eratani Tel. +62 812-8201-7232 Email: indifa.sekar@eratani.co.id Website: https://eratani.co.id/