First Trade

Sorotan terbaru dari Tag # First Trade

Dari Nol ke First Trade: Strategi Trading Bagi Pemula dan 5 Aset Kripto Memulai Lebih Terukur Ekonomi
Ekonomi
13 jam yang lalu

Dari Nol ke First Trade: Strategi Trading Bagi Pemula dan 5 Aset Kripto Memulai Lebih Terukur

Jakarta, katakabar.com - Minat masyarakat terhadap aset kriptoterus menunjukkan peningkatan, seiring dengan kemudahan akses dan berkembangnya ekosistem digital.  Tetapi, di balik pertumbuhan tersebut, banyak investor pemula masih memasuki pasar tanpa strategi jelas, mengandalkan intuisi, mengikuti tren, atau bereaksi terhadap pergerakan harga jangka pendek.  “Trading bukan sekadar menebak arah harga. Ini adalah kombinasi antara disiplin, probabilitas, dan manajemen risiko. Pendekatan yang terstruktur sejak awal akan sangat menentukan hasil dalam jangka panjang,” ujar Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ.  Pada praktiknya, banyak pemula mengalami kerugian bukan karena salah membaca arah pasar, melainkan tidak memiliki sistem yang konsisten. Perilaku seperti FOMO (fear of missing out), panic selling, atau terlalu sering melakukan transaksi tanpa dasar yang jelas menjadi penyebab utama.  Untuk itu, FLOQ menekankan beberapa prinsip dasar:  • Mengutamakan perlindungan modal sebelum mengejar keuntungan  • Menggunakan stop-loss dan take-profit sebagai kontrol risiko  • Menghindari keputusan berbasis emosi  • Membangun rutinitas investasi yang konsisten  Pendekatan ini membantu investor berpindah dari spekulasi jangka pendek menuju strategi yang lebih terukur dan berkelanjutan.  Sebagai langkah awal, diversifikasi menjadi strategi penting mengelola risiko di tengah volatilitas pasar kripto. Alih-alih berfokus pada satu aset, investor pemula dapat mempertimbangkan kombinasi beberapa kategori aset yang memiliki peran berbeda dalam ekosistem.  Berikut lima aset kripto yang dapat menjadi fondasi portofolio awal, lengkap dengan peran strategis dan kondisi pasar terkini:  1. Bitcoin (BTC): Fondasi dan “Digital Safe Haven”  *Harga diambil pada Sabtu, 2 Mei, pukul 14.00 WIB  Harga saat ini: ~US$78,306* Sebagai aset kripto pertama dan terbesar di dunia, Bitcoin sering dianggap sebagai “digital gold” dan berperan sebagai penyimpan nilai (store of value). Dalam beberapa tahun terakhir, Bitcoin semakin banyak diadopsi oleh institusi global sebagai bagian dari strategi diversifikasi aset.  Peran dalam portofolio: Stabilitas relatif + fondasi utama investasi  2. Ethereum (ETH): Mesin Inovasi Web3  Harga saat ini: ~US$2,304*. Ethereum bukan hanya aset kripto, tetapi juga platform teknologi yang mendukung berbagai aplikasi seperti decentralized finance (DeFi), NFT, dan smart contracts.  Peran dalam portofolio: Kombinasi antara utilitas teknologi dan potensi pertumbuhan  3. Tether (USDT): Stabilitas dan Likuiditas  Harga saat ini: ~US$0.997*. Sebagai stablecoin yang dipatok terhadap dolar AS, USDT digunakan sebagai alat lindung nilai terhadap volatilitas dan sebagai “cash position” dalam portofolio kripto.  Peran dalam portofolio: Stabilizer + fleksibilitas dalam strategi trading  4. Solana (SOL): Pertumbuhan dan Adopsi Cepat  Harga saat ini: ~US$83.76*. Solana dikenal sebagai salah satu blockchain dengan kecepatan tinggi dan biaya transaksi rendah, menjadikannya populer di kalangan developer dan pengguna ritel.  Peran dalam portofolio: Eksposur ke aset dengan potensi pertumbuhan lebih agresif  5. Hyperliquid (HYPE): Eksposur Emerging Asset  Harga saat ini: ~US$41.48*. Sebagai bagian dari kategori aset yang sedang berkembang, HYPE mencerminkan peluang pertumbuhan di fase awal adopsi, namun juga memiliki volatilitas yang lebih tinggi.  Peran dalam portofolio: Pelengkap dengan porsi terbatas untuk mengeksplorasi peluang upside  Sebagai ilustrasi sederhana, alokasi portofolio awal dapat dipertimbangkan sebagai berikut:   Contoh Alokasi Portofolio Pemula (Total: Rp1.000.000)  Pendekatan ini menekankan keseimbangan antara stabilitas, likuiditas, dan potensi pertumbuhan, dengan tetap menjaga eksposur risiko pada level yang terukur.  Sebagai ilustrasi, portofolio awal sebesar Rp1.000.000 dapat dialokasikan secara terstruktur untuk menyeimbangkan stabilitas, likuiditas, dan potensi pertumbuhan. Sekitar 40% atau Rp400.000 dialokasikan ke Bitcoin (BTC) sebagai fondasi utama portofolio, mengingat posisinya sebagai aset paling matang dengan likuiditas tinggi dan dominasi pasar yang kuat.  Selanjutnya, 25% atau Rp250.000 ditempatkan pada Ethereum (ETH), yang memberikan eksposur terhadap pertumbuhan ekosistem Web3, termasuk DeFi dan berbagai inovasi berbasis blockchain. Untuk menjaga fleksibilitas, 20% atau Rp200.000 dialokasikan ke Tether (USDT) sebagai aset stabil yang berfungsi sebagai buffer likuiditas dan cadangan saat peluang pasar muncul.  Di sisi pertumbuhan, 10% atau Rp100.000 dialokasikan ke Solana (SOL), yang dikenal dengan kecepatan tinggi dan adopsi yang berkembang pesat. Sementara itu, 5% atau Rp50.000 ditempatkan pada Hyperliquid (HYPE) sebagai eksposur terbatas terhadap aset emerging dengan potensi upside yang lebih tinggi, namun tetap dalam porsi kecil untuk menjaga risiko tetap terkendali.  Logika di Balik Alokasi Ini  Core Stability (65%) → BTC + ETH Mayoritas portofolio ditempatkan pada aset dengan:  • Likuiditas tinggi  • Adopsi luas  • Risiko relatif lebih rendah Ini memastikan portofolio tidak terlalu terpengaruh volatilitas ekstrem.  Defensive Layer (20%) → USDT Berfungsi sebagai:  • “Dry powder” untuk buy the dip  • Proteksi saat market turun  Growth & Upside (15%) → SOL + HYPE Memberikan:  • Eksposur ke pertumbuhan cepat  • Potensi return lebih tinggi Namun dengan porsi kecil untuk menjaga risiko.  Simulasi Potensi Return  Ini adalah simulasi berbasis performa historis 12 bulan terakhir (perkiraan), bukan jaminan hasil di masa depan. Estimasi berikut menggunakan pendekatan CAGR (Compound Annual Growth Rate), yaitu rata-rata pertumbuhan tahunan suatu aset berdasarkan performa historis, dengan asumsi pertumbuhan yang terakumulasi secara konsisten. Simulasi ini bersifat indikatif dan bukan jaminan hasil di masa depan. Harga aset kripto tercantum di artikel ini merupakan data pasar yang diambil pada Sabtu, 2 Mei 2026 pukul 14.00 WIB dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar. Investor wajib melakukan riset tersendiri (DYOR). Artikel ini bertujuan untuk edukasi dan bukan nasihat finansial.  Untuk memberikan gambaran yang lebih kontekstual, simulasi ini menggunakan asumsi alokasi portofolio sebesar Rp1.000.000.  Bitcoin (BTC): US$78.306,26 Rp400.000 → Rp520.000 (+30%) Ethereum (ETH): US$2.304,74 Rp250.000 → Rp312.500 (+25%) Tether (USDT): US$0,9997 Rp200.000 → Rp200.000 (0%) Nilai dalam Rupiah dapat berubah mengikuti pergerakan kurs USD/IDR saat dikonversikan. Solana (SOL): US$83,76 Rp100.000 → Rp140.000 (+40%) Hyperliquid (HYPE): US$41,48 Rp50.000 → Rp80.000 (~+60%) Secara keseluruhan, portofolio ini berpotensi berkembang dari Rp1.000.000 menjadi sekitar Rp1.252.500 dalam satu tahun, mencerminkan estimasi blended return sebesar kurang lebih 25%.

FLOQ Gandeng Blibli Tiket Rewards, Hadirkan Program First Trade, First Reward Bagi Pengguna Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 29 Maret 2026 | 15:05 WIB

FLOQ Gandeng Blibli Tiket Rewards, Hadirkan Program First Trade, First Reward Bagi Pengguna

Jakarta, katakabar.com Platform jual beli aset kripto FLOQ mengumumkan kolaborasi dengan platform e-commerce Blibli melalui ekosistem Blibli Tiket Rewards, menghadirkan program bertajuk “First Trade, First Reward”. Melalui program ini, pengguna dapat memperoleh reward setelah menyelesaikan transaksi pertama pada aplikasi FLOQ. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya kedua perusahaan untuk menghadirkan pengalaman baru yang menghubungkan ekosistem e-commerce dan aset digital. Program seperti Blibli Tiket Rewards menghadirkan pengalaman untuk pengguna mengumpulkan dan menukarkan poin dari berbagai aktivitas dalam satu ekosistem terintegrasi, yang mencakup belanja melalui e-commerce Blibli, pemesanan tiket perjalanan dan hiburan melalui tiket.com, serta transaksi gaya hidup seperti dining dan berbelanja di merchant seperti Ranch Market dan berbagai partner retail lainnya. Melalui kolaborasi dengan FLOQ, poin yang sebelumnya digunakan untuk kebutuhan konsumsi kini memiliki utilitas tambahan sebagai pintu masuk ke ekosistem aset digital. Jadi, pengguna dapat menikmati journey yang lebih luas dengan mengumpulkan poin Blibli Tiket, menukarkan poin tersebut untuk mendapatkan benefit FLOQ, kemudian dapat mulai investasi kripto di FLOQ. Pendekatan ini menghadirkan evolusi dari loyalty program konvensional menjadi gerbang menuju ekosistem finansial yang mumpuni, sekaligus menjembatani dunia lifestyle dengan dunia investasi digital. Kolaborasi ini juga membuka peluang bagi pengguna Blibli Tiket Rewards untuk memanfaatkan poin loyalitas yang mereka miliki menjadi manfaat yang lebih luas, termasuk untuk mengakses layanan perdagangan aset kripto. Program loyalty seperti Blibli Tiket Rewards memungkinkan pengguna mengumpulkan dan menukarkan poin dari berbagai aktivitas dalam satu ekosistem terintegrasi, mulai dari e-commerce hingga layanan gaya hidup lainnya. Melalui integrasi dengan FLOQ, poin tersebut kini memiliki utilitas tambahan sebagai pintu masuk ke ekosistem aset digital. Pendekatan ini mencerminkan tren yang semakin berkembang di industri digital, di mana platform non-finansial mulai berperan dalam memperluas akses ke layanan keuangan berbasis teknologi. “Kolaborasi dengan Ekosistem Blibli Tiket Rewards menjadi langkah strategis kami untuk menghadirkan akses yang lebih luas terhadap aset kripto melalui ekosistem digital yang sudah akrab dengan masyarakat. Kami melihat bahwa integrasi dengan platform lifestyle seperti Blibli dapat mempercepat adopsi kripto dengan cara yang lebih relevan dan mudah dipahami oleh pengguna,” ujar Yudhono Rawis, Founder FLOQ. “Melalui program First Trade, First Reward, kami ingin memberikan pengalaman awal yang lebih seamless bagi pengguna baru untuk mulai bertransaksi aset digital. Ke depan, kami akan terus mendorong kolaborasi lintas industri untuk memperluas inklusi keuangan digital di Indonesia,” jelasnya. Bagi FLOQ, kemitraan ini bagian dari strategi untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai platform digital, termasuk e-commerce dan lifestyle. Sementara bagi Blibli, integrasi ini menambah opsi pemanfaatan poin dalam ekosistem loyalitas yang terus berkembang. Program loyalitas sendiri terbukti mampu meningkatkan engagement pengguna, di mana pelanggan cenderung lebih aktif bertransaksi setelah bergabung dalam program reward. Dengan menggabungkan kekuatan kedua ekosistem, kolaborasi ini diharapkan dapat menghadirkan pengalaman yang lebih terintegrasi bagi pengguna, sekaligus membuka akses baru ke layanan digital yang lebih luas. Untuk mengikuti program First Trade, First Reward, pengguna dapat mengakses halaman reward di ekosistem Blibli dan menukarkan benefit yang tersedia sesuai dengan ketentuan program. Setelah itu, pengguna hanya perlu menyelesaikan transaksi pertama di FLOQ untuk mendapatkan reward yang ditawarkan. Tentang FLOQ FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiki komunitas aktif dengan lebih dari 250,000 followers yang bergabung di 7 platform social media, 25,000 anggota komunitas aktif dan juga platform yang berkomitmen untuk meningkatkan edukasi bagi setiap pengguna dan publik dengan penyediaan FLOQ Akademi yang dapat diakses tanpa biaya. Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar and 2 juta App downloads dan mendukung 100+ aset digital. Dengan fokus pada pengembangan ekosistem dan kolaborasi strategis, FLOQ bertujuan menghadirkan manfaat nyata bagi penggunanya di era ekonomi digital.