Fundamental

Sorotan terbaru dari Tag # Fundamental

PTPP Perkuat Fundamental Keuangan Lewat Transformasi dan Penyesuaian Berbasis Prudence Nasional
Nasional
Senin, 06 April 2026 | 20:10 WIB

PTPP Perkuat Fundamental Keuangan Lewat Transformasi dan Penyesuaian Berbasis Prudence

Jakarta, katakabar.com - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) terus perkuat transformasi bisnis dan fondasi keuangan perseroan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kinerja jangka panjang di tengah dinamika industri konstruksi nasional. Sejalan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, serta dorongan untuk menghadirkan laporan keuangan yang transparan, akuntabel, dan mencerminkan kondisi secara wajar, perseroan melakukan penyempurnaan penyajian atas laporan keuangan tahun buku 2024. Langkah itu dilakukan berdasarkan hasil penelaahan menyeluruh guna memastikan kesesuaian dengan standar akuntansi yang berlaku serta prinsip Good Corporate Governance, termasuk pencadangan berdasarkan evaluasi atas proses penyelesaian klaim sesuai mekanisme kontraktual. Seperti setahun lalu misalnya, perseroan melakukan langkah kehati-hatian melalui pengakuan penurunan nilai (impairment) atas asset tertentu pada entitas anak, termasuk pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) atas piutang serta penyesuaian nilai persediaan, bagian dari penguatan kualitas aset dan penerapan manajemen risiko yang lebih prudent. Langkah-langkah ini bagian dari penerapan prinsip kehati-hatian, penguatan tata kelola perusahaan, serta penyesuaian terhadap dinamika industri. Ini tidak mencerminkan adanya permasalahan dalam pengelolaan operasional Perseroan. Kebijakan tersebut memberikan tekanan terhadap kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada periode pelaporan tahun 2025. Tetapi, manajemen menegaskan langkah ini merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk memperkuat fundamental keuangan Perseroan dalam jangka panjang. Langkah ini bagian dari proses penataan dan penguatan struktur keuangan perseroan secara menyeluruh guna memastikan keberlanjutan usaha serta meningkatkan kualitas kinerja di masa mendatang. Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menuturkan langkah ini sejalan dengan arah Danantara dalam merasionalisasi jumlah BUMN, termasuk inisiatif integrasi BUMN Karya guna memperkuat kapasitas usaha dan meningkatkan stabilitas keuangan industri konstruksi nasional. Tidak cum itu, perseroan juga kedepankan prinsip keterbukaan penuh dalam penyajian laporan keuangan sebagai fondasi penting dalam melakukan bisnis konsolidasi tersebut. “Penyajian kembali dan penyesuaian yang dilakukan Perseroan merupakan langkah yang terukur dan berbasis prinsip kehati-hatian untuk memastikan laporan keuangan mencerminkan kondisi yang wajar dan dapat dipertanggungjawabkan. Langkah ini bukan sekadar penyesuaian administratif, tetapi bagian dari upaya memperkuat fundamental keuangan dan meningkatkan kualitas bisnis Perseroan secara menyeluruh. "Kami meyakini langkah ini menjadi fondasi penting agar PTPP dapat tumbuh lebih sehat dan berkelanjutan ke depan,” jelas Joko. Ke depan, Perseroan akan secara konsisten mendorong perbaikan kinerja melalui sejumlah langkah strategis yang terukur, yakni: - Fokus pada bisnis inti konstruksi serta melakukan divestasi pada aset-aset tertentu; - Penguatan arus kas operasional melalui percepatan pencairan piutang usaha guna menjaga cash flow; - Partisipasi aktif dalam berbagai peluang proyek strategis, termasuk proyek pemerintah, BUMN, dan sektor swasta yang prospektif; - Penerapan prinsip kehati-hatian dalam pemilihan proyek dan pengelolaan portofolio dengan mengedepankan manajemen risiko. Dengan langkah-langkah tersebut, Perseroan optimis dapat memperkuat posisi keuangan serta meningkatkan kinerja secara berkelanjutan di masa mendatang. Perseroan akan terus menyampaikan perkembangan informasi secara transparan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

BRI Danareksa Sekuritas Dorong Edukasi Fundamental Lewat Program Emiten Visit Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 10 Maret 2026 | 14:04 WIB

BRI Danareksa Sekuritas Dorong Edukasi Fundamental Lewat Program Emiten Visit

Jakarta, katakabar.com - Pertumbuhan investor saham di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dari total lebih dari 20 juta Single Investor Identification (SID), sekitar 8,46 juta di antaranya merupakan investor saham, tumbuh sekitar 32,6 persen secara tahunan (YoY). Peningkatan ini mencerminkan semakin besarnya partisipasi masyarakat pada instrumen equity, sekaligus menegaskan pentingnya penguatan pemahaman fundamental dalam pengambilan keputusan investasi. Seiring dengan peningkatan tersebut, keterbukaan informasi, serta pemahaman yang menyeluruh terhadap aspek fundamental emiten menjadi semakin penting. Di tengah dinamika pasar, investor tidak hanya mencermati pergerakan harga, tetapi juga mempertimbangkan kinerja keuangan, strategi bisnis, dan prospek jangka panjang perusahaan. Plt. Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Fifi Virgantria, menyampaikan dinamika ini mendorong penguatan pendekatan edukasi yang lebih relevan dan komprehensif. “Kami melihat investor semakin rasional dan berbasis data. Karena itu, BRIDS menghadirkan program yang tidak hanya informatif, tetapi juga memberikan pemahaman menyeluruh agar keputusan investasi didasarkan pada fundamental yang kuat dan perspektif jangka panjang,” ujarnya. Sebagai implementasi komitmen tersebut, BRIDS gelar program Emiten Visit ke PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) sebagai kelanjutan dari Program InvesTalk Series. Melalui kegiatan ini, nasabah prioritas memperoleh edukasi dan kesempatan berdialog dengan manajemen serta melihat operasional dan pengembangan kawasan Taman Impian Jaya Ancol secara langsung. Dalam pemaparannya, manajemen PJAA menjelaskan model bisnis terintegrasi kawasan wisata dan properti, strategi ekspansi marina dan pengembangan kawasan Ancol Barat, revitalisasi resor, ekspansi lini food and beverage, hingga peluang pengembangan di luar kawasan Ancol guna memperkuat diversifikasi pendapatan. Direktur Keuangan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) Daniel Nainggolan menyambut baik inisiatif tersebut. “Kami mengapresiasi kesempatan untuk berdialog langsung dengan investor. Keterbukaan informasi dan komunikasi yang konstruktif menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan pasar serta memastikan investor memahami arah strategi dan fundamental Perseroan secara lebih komprehensif,” ulasnya. Secara kinerja tahun 2025, PJAA membukukan pendapatan sebesar Rp1,12 triliun dengan laba bersih Rp180,19 miliar dan total aset Rp3,63 triliun. Perseroan juga mempertahankan peringkat kredit idA+ dari PEFINDO, yang mencerminkan fundamental dan profil keuangan yang tetap solid. Dari sisi teknikal, BRIDS menilai saham PJAA masih berada dalam struktur jangka pendek yang relatif positif, dengan harga bertahan di atas MA200 harian dan area 505–525 sebagai demand zone kuat untuk akumulasi. Momentum penguatan juga mulai terlihat dengan potensi pengujian area resistance 545–560. Secara historis, PJAA memiliki pola seasonality yang kuat pada periode high season seperti Mei, Juli–Agustus, dan Desember, serta konsisten membagikan dividen dengan yield sekitar 4,57 persen, sehingga menarik baik dari sisi momentum maupun potensi imbal hasil. Program Emiten Visit ini memiliki dua tujuan strategis, yakni meningkatkan nilai transaksi melalui penguatan pemahaman fundamental investor serta memperkuat loyalitas nasabah sebagai bentuk apresiasi bagi nasabah prioritas yang aktif bertransaksi melalui aplikasi BRIGHTS. Program ini juga diharapkan mendorong nasabah baru maupun existing untuk meningkatkan aktivitas dan nilai portofolionya sehingga dapat memperoleh layanan prioritas BRIDS. Selain program emiten visit, BRIDS juga menyediakan berbagai fasilitas eksklusif bagi nasabah prioritas, antara lain Program Birthday Appreciation, yaitu bentuk apresiasi khusus bagi nasabah prioritas yang sedang berulang tahun maupun yang telah mempercayakan investasinya kepada BRIDS, serta Program Welcoming Gift yang disiapkan untuk memberikan pengalaman awal yang positif bagi nasabah prioritas yang baru bergabung bersama BRIDS. Ke depan, BRIDS menargetkan rangkaian Emiten Visit digelar di setiap kuartal dan InvesTalk Series dapat menjangkau lebih banyak nasabah prioritas sepanjang 2026, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat literasi, transparansi, serta kualitas pengambilan keputusan investasi di pasar saham Indonesia.

Tekanan Fundamental dan Sinyal Teknis Dukung Tren Bullish Emas Internasional
Internasional
Senin, 08 Desember 2025 | 13:41 WIB

Tekanan Fundamental dan Sinyal Teknis Dukung Tren Bullish Emas

Jakarta, katakabar.com - Harga emas (XAU/USD) melanjutkan pergerakan stabilnya mendekati area $4.200 di perdagangan awal pekan ini, dengan bias penguatan seiring meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat. Pasar saat ini berada dalam mode “menunggu dan melihat” menjelang keputusan Federal Reserve (The Fed) yang akan diumumkan pada hari Rabu (10/12), sehingga volatilitas harga diperkirakan meningkat dalam beberapa sesi mendatang. Di penutupan sesi perdagangan Amerika Utara akhir pekan lalu, emas (XAU/USD) sempat menyentuh level tertinggi harian di $4.259 sebelum terkoreksi dan kembali ditransaksikan di sekitar $4.216. Meski mengalami retracement jangka pendek, posisi harga yang tetap berada di atas ambang psikologis $4.200 dianggap sebagai sinyal bahwa sentimen pasar masih condong pada sisi bullish. Menurut analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha menjelaskan bahwa indikator teknikal saat ini menunjukkan konsolidasi bullish. Kombinasi pola grafik candlestick dan posisi Moving Average memperlihatkan kecenderungan kenaikan masih aktif dan belum mengalami pelemahan signifikan. “Selama struktur harga terus bergerak di atas area $4.200, tren naik masih menjadi preferensi utama dalam jangka pendek,” ujar Andy. Dari sudut pandang teknikal, Andy merumuskan dua kemungkinan skenario harga. Untuk skenario pertama, jika dorongan bullish kembali menguat, maka XAU/USD diperkirakan mampu bergerak menuju target resistance terdekat di area $4.256. Namun, apabila terjadi penolakan harga atau reaksi pasar terhadap penguatan dolar jelang keputusan The Fed, harga berpotensi terkoreksi menuju level support $4.184. Secara fundamental, prospek emas saat ini didukung oleh meningkatnya spekulasi pasar bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin untuk merespons tanda-tanda perlambatan ekonomi. Data terbaru menunjukkan melemahnya pasar tenaga kerja AS, meski inflasi masih berada di atas target 2 persen. Penurunan suku bunga biasanya menjadi katalis positif bagi emas karena mengurangi biaya peluang bagi investor untuk menyimpan aset non-bunga tersebut. Sentimen tambahan datang dari sisi permintaan global. Bank Sentral Tiongkok kembali meningkatkan cadangan emasnya selama 13 bulan berturut-turut, menambah total sebesar 30.000 troy ons. Tren akumulasi ini mencerminkan preferensi institusi moneter terhadap emas sebagai lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global. Tetapi, beberapa faktor penekan harga tetap perlu diperhatikan. Kenaikan imbal hasil obligasi AS 10 tahun menjadi 4,141 persen serta ekspektasi inflasi yang mulai menurun dapat memperkuat dolar AS dan menahan laju kenaikan harga emas. Apabila dolar bergerak lebih kuat, emas berpotensi menghadapi hambatan pada level resistance teknikalnya. Jadi, pergerakan emas hari ini diperkirakan tetap sensitif terhadap berita fundamental dan respons pasar menjelang keputusan The Fed. Selama harga berada di area atas $4.200, peluang penguatan jangka pendek tetap terbuka, namun potensi koreksi teknikal masih membayangi apabila pasar mulai mengantisipasi pernyataan hawkish dari bank sentral AS.

Menggali Peran OKB dan DEEP, Aset Digital Strategis dan Fundamental Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 14 September 2025 | 11:31 WIB

Menggali Peran OKB dan DEEP, Aset Digital Strategis dan Fundamental

Jakarta, katakabar.com - Pasar aset kripto dikejutkan dengan aset digital yang terus bergerak dan berinovasi, kemunculan token-token dengan fungsi spesifik semakin menarik perhatian. Di antara ribuan aset yang ada, OKB dan DEEP hadir bukan sekadar sebagai alat spekulasi, melainkan sebagai fondasi yang menopang ekosistem yang jauh lebih besar. Kekuatan utama OKB bersumber dari integrasinya yang mendalam dengan ekosistem OKX yang luas. Pada awalnya, token ini memberikan keuntungan praktis bagi penggunanya, seperti potongan biaya perdagangan hingga 40 persen, dan akses fitur premiumnya seperti OKX Earn dan Jumpstart. Tapi, perannya berevolusi setelah peluncuran X Layer, blockchain zkEVM milik OKX. Di X Layer, OKB tidak hanya menjadi aset untuk keuntungan pengguna, tetapi juga berfungsi sebagai gas token, memungkinkan transaksi dengan kecepatan hingga 5.000 TPS dan biaya yang hampir nol. Hal ini menjadikan OKB sebagai tulang punggung teknis yang memfasilitasi perkembangan Decentralized Applications (dApps) dan layanan finansial baru seperti Decentralized Finance (DeFi) dan tokenisasi aset nyata. Dengan demikian, OKB menegaskan posisinya sebagai aset yang tidak hanya memberikan manfaat finansial, namun juga memicu inovasi teknologi. Di sisi lain, DEEP mengandalkan kekuatan protokolnya yang inovatif, yaitu Central Limit Order Books (CLOB) yang sepenuhnya berjalan on chain di atas blockchain Sui. Hal ini memungkinkan seluruh proses perdagangan dari penempatan order, pencocokan, hingga penyelesaian transaksi berlangsung secara transparan dan efisien. Dengan memanfaatkan keunggulan unik Sui, seperti eksekusi paralel dan biaya transaksi yang sangat murah, protokol Deep mampu menyediakan likuiditas lebih dalam dan harga yang lebih efisien bagi para pelaku pasar. Meski berasal dari ekosistem yang berbeda, baik OKB dan DEEP memiliki beberapa kesamaan yang mencolok. Keduanya bukanlah sekadar aset spekulatif, melainkan token utilitas yang memiliki fungsi vital dalam menopang infrastruktur yang lebih besar.

Fundamental Perusahaan Positif, Bank Raya Buyback Saham Rp20 Miliar Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 25 Mei 2025 | 17:07 WIB

Fundamental Perusahaan Positif, Bank Raya Buyback Saham Rp20 Miliar

Jakarta, katakabar.com - PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) berencana melakukan pembelian kembali saham Perseroan (Buyback) sebanyak-banyaknya Rp20 miliar, secara bertahap dan diselesaikan paling lama 12 bulan setelah adanya persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan atau RUPST pada 25 Juni 2025 nanti. Direktur Keuangan Bank Raya, Rustarti Suri Pertiwi menjelaskan, pelaksanaan pembelian kembali saham Perseroan dilatarbelakangi upaya untuk meningkatkan engagement dan ownership pekerja atas Perseroan. Hal ini dengan melihat program Buyback ini akan dilanjutkan dengan Program Kepemilikan Saham Pekerja dan atau Manajemen yang merupakan bagian dari keseluruhan skema remunerasi untuk Manajemen dan atau Pekerja yang bersifat variabel. Dengan demikian, seluruh Pekerja diharapkan akan terdorong berkontribusi lebih optimal terhadap pencapaian target Perseroan. “Selain itu, program Buyback ini menunjukkan keyakinan Manajemen Perseroan kinerja, dan prospek kinerja perusahaan ke depan terus membaik, sehingga dapat memberikan value yang optimal kepada stakeholders. Dengan adanya pelaksanaan buyback ini diharapkan dapat meningkatkan keyakinan kepada para investor atas nilai fundamental Perseroan. Sementara itu, fokus Bank Raya adalah memastikan Perseroan dapat tumbuh dengan lebih baik dan lebih sehat dalam jangka panjang,” ujar Rustarti. Secara fundamental kinerja, kata Rustarti, Bank Raya mampu membukukan pertumbuhan yang positif, dimana hingga Kuartal 1/2025 berhasil mencetak laba sebesar Rp16,92 miliar dengan kenaikan 84,7 persen secara tahunan (yoy). Pertumbuhan bisnis digital juga semakin menunjukkan pertumbuhan yang baik, tercermin dari penyaluran kredit digital selama Kuartal I/2025 yang mencapai Rp6,3 triliun atau tumbuh 63,9 persen (yoy) dan transaksi Raya App yang mencapai 1,1 juta transaksi yang meningkat 57,1 persen (yoy). "Penyaluran kredit yang tumbuh signifikan tersebut berdampak terhadap meningkatnya aset perseroan, dimana tercatat Total Aset Bank Raya mencapai Rp13,35 triliun atau tumbuh 9 persen (yoy)," tuturnya