Gebyar UKMK

Sorotan terbaru dari Tag # Gebyar UKMK

Hingga Oktober 2023, Total 59 Kegiatan Kemitraan UKMK BPDPKS Nasional
Nasional
Minggu, 12 November 2023 | 12:45 WIB

Hingga Oktober 2023, Total 59 Kegiatan Kemitraan UKMK BPDPKS

Malang, katakabar.com - Sepanjang tahun 2023, hingga bulan Oktober 2023 berbagai kegiatan kemitraan Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK) Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) telah dilaksanakan sebanyak 59 kegiatan, meliputi Pameran dan Talkshow Sinergi Pemberdayaan UKMK Kemenkeu Satu di Sektor Kelapa Sawit di Kalimantan Barat Kalteng dan Kalimantan Selatan, Partisipasi Pameran Produk UKM Sawit mitra BPDPKS dalam Asean Finance Minister Meeting di Bali dan Jakarta, BLU Expo, Indonesia City Expo di Makassar, Indonesia Catalogue Expo and Forum (ICEF) dan Sawit Indonesia Expo (SIEXPO) di Riau. Terus, Workhop Pengolahan Sawit untuk Pra CPO bekerjasama dengan BRIN di Kaltim dan Bangka Belitung, Workshop UKMK Sawit Kerjasama dengan berbagai Asosiasi Petani sawit, dan Kegiatan Promosi Gebyar UKMK Berbahan Sawit ”Just Saw It UKMK” dalam Mendukung UKMK Sawit Go International di Yogyakarta dan Palembang. Apresiasi yang diterima atas kegiatan kemitraan UKMK BPDPKS, yakni Indonesia CSR Award 2021 untuk Program Koperasi dan UKM sawit dari Warta Ekonomi, Program Kemitraan UKMK Santripreneur Berbasis UKMK sawit dalam Milenial Syariah Festival 2021 dari Warta Ekonomi Selain itu, Sawit Award tahun 2022 untuk Kategori Program Penguatan UKMK dan Petani Sawit dari Majalah Sawit Indonesi, Penghargaan Booth Terbaik kategori terfavorit dalam Indonesian Research Expo 2023, dan Penghargaan Aspekpir Award 2023 untuk kategori Kemitraan dan Pemberdayaan UKMK Berbasis Kelapa sawit Diketahui, seremoni pembukaan gebyar UKMK berbasis sawit di Malang, dihadiri Gubernur Jawa timur yang diwakili Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Heru Suseno, Anggota DPR RI Komisi XI, Andreas Eddy Susetyo, Walikota Malang yang diwakili Kepala Dinas Kopindag, Eko Sri Yuliadi, Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur, Taukhid, Direktur Utama BPDPKS, Eddy Abdurrachman, Perwakilan Dinas di Jawa Timur, Ketua-ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit, Perwakilan UKMK, Media Massa dan Mahasiswa.

Workshop UKMK Sawit, Tumbuhkan Wirausaha Muda Berbasis UKM Sawit Nusantara
Nusantara
Selasa, 03 Oktober 2023 | 11:10 WIB

Workshop UKMK Sawit, Tumbuhkan Wirausaha Muda Berbasis UKM Sawit

Palembang, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) gelar serangkaian workshop Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK) sawit pada Gebyar UKMK berbasis sawit mendukung UKMK sawit Go International di Palembang. Workshop UKM Sawit itu temanya 'Yang Muda Yang Berkarya' dihelat pada hari ke dua rangkaian kegiatan, pada Sabtu (30/9) lalu. Salah satu narasumber di kegiatan workshop alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Magister Manajemen UGM sekaligus CEO CV Smart Batik Indonesia, Miftahudin Nur Ihsan. Saat presentasi, Ihsan mendorong peserta seminar sebagian besar mahasiswa dari universitas yang ada di Palembang, seperti Politeknik Sriwijaya dan Universitas Sriwijaya untuk berani berwirausaha. Ihsan menceritakan pengalamannya memulai usaha saat mahasiswa dari mulai menjadi reseller batik sambil menyisihkan keuntungan untuk membuat motif sendiri hingga saat ini sudah memiliki lebih dari 100 motif batik. "Terdapat potensi luar biasa yang dimiliki Palembang dan Sumatera Selatan untuk dijadikan bisnis, khususnya terkait dengan potensi produk-produk turunan sawit," ujarnya. Saat ini, tambah Ihsan, kesempatan wirausaha terbuka lebar bagi mahasiswa. Hal ini dibuktikan dengan program-program dari Kemendikbud Ristek, seperti Program Kreativitas Mahasiswa, Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), dan Program Wirausaha Merdeka. Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah menjelaskan, workshop UKMK Sawit bertema, 'Yang Muda dan Berkarya' bertujuan untuk menumbuhkan wirausaha muda berbasis UKM sawit, mengembangkan kapasitas UMKM, koperasi petani sawit untuk produksi produk hilir sawit dan akses platform digital pemasaran produk dan pembiayaan. "Dukungan dari generasi muda yang ikut peduli untuk mendorong tumbuh kembangnya UKM berbasis sawit dan keterlibatan anak muda dalam menggunakan serta mengkampanyekan produk-produk berbasis sawit dapat menjadi daya tarik. Ini bisa mempercepat misi BPDPKS untuk mengembangan sawit berkelanjutan sebagai komoditas strategis nasional demi kesejahteraan rakyat Indonesia," tuturnya. Smart Batik Indonesia, kata Helmi, salah satu usaha turut mengkampanyekan kebaikan-kebaikan sawit dengan memproduksi batik tulis dengan malam batik sawit. Saat ini, terang Helmi lagi, sudah memiliki lebih dari 50 mitra pembatik di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah. "Smart Batik Indonesia berkomitmen untuk menggunakan malam batik sawit di semua produk batik tulisnya," tandasnya.

Busana Batik Basis Malam Sawit 'Unjuk Gigi' Go Internasional Serba Serbi
Serba Serbi
Minggu, 01 Oktober 2023 | 16:10 WIB

Busana Batik Basis Malam Sawit 'Unjuk Gigi' Go Internasional

Jakarta, katakabar.com - Busana batik berbasis malam sawit 'unjuk gigi' (tampil) di gebyar Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK) berbasis sawit siap Go International di hari pertama rangkain kegiatan di venue utama kegiatan Palembang Indah Mall, di penghujung September 2023 lalu. Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang gelar peragaan busana wastra sawit dalam kegiatan Gebyar UKMK berbasis sawit Go International di 'Bumi Kerajaan Sriwijaya'. Wastra Warna sawit adalah peragaan busana batik berbasis malam sawit dan berpewarna cangkang sawit. Tidak cuma itu, BPDPKS menampilkan beragam produk turunan sawit yang dikenakan para Model. Model dalam peragaan busana adalah mahasiswa-mahasiswa penerima beasiswa sawit BPDPKS dari kampus Lembaga Pendidikan Perkebunan Yogyakarta dan Politeknik Citra Widya Edukasi. Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah menjelaskan, berbagai produk yang dikenakan dan dibawa dalam peragaan busana produk UKMK kelapa sawit mitra BPDPKS, yakni tas selempang sawit dan selendang sebagai hasil dari kegiatan Program Kemitraan UKMK Sawit kolaborasi BPDPKS, IAIN Langsa dan KPP Bea Cukai Langsa, Rendang sawit hasil kegiatan kemitaran UKMK Inovasi Rendang Seasoning Mix berbahan krimmer sawit kolabborasi BPDPKS dan IPB University. Selain itu, Gula Sawit dari UKMK Asosiasi Petani Sawit ASPEKPIR, Tas Lidi Sawit dari UKMK Asosiasi Petani Sawit SAMADE, Dodol Umbut sawit dari UKMK Asosiasi Petani Sawit SPKS, Palm Oil Seawed UKMK Apkasindo Perjuangan dan Daily dari UKMK Sawit Apkasindo. "Ditampilkanya berbagai produk turunan sawit menunjukkan kepada masyarakat produk kelapa sawit bukan hanya minyak goreng," sebut Helmi. Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk semakin mengembankan dan menginovasi untuk menghasilkan beragam produk berbasis kelapa sawit skala UKMK. Menurutnya, kegiatan peragaan busana wastra sawit dilengkapi dengan lomba design batik sawit. Wastra merupakan istilah untuk menyebut kain tradisional Indonesia. Indonesia memiliki empat wastra atau kain tradisional yang sudah mendunia, yakni kain batik, kain ikat, kain songket dan kain tenun. Kain batik sawit adalah batik yang menggunakan malam batik sawit. Malam batik berbasis sawit produk sintesis dan turunan minyak sawit yang berasal dari fraksi padat pengolahan kelapa sawit stearin, bebernya.

Produk Turunan Sawit Ponpes Al Amin Kota Dumai Diminati Pengunjung Nasional
Nasional
Kamis, 03 Agustus 2023 | 10:56 WIB

Produk Turunan Sawit Ponpes Al Amin Kota Dumai Diminati Pengunjung

Yogyakarta, katakabar.com - Produk turunan kelapa sawit buatan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Amin Kota Dumai Provinsi Riau, seperti sabun mandi, kerajinan lidi sawit, pupuk organik cair dan padat program sinergi sawit dan ternak diminati dan pengunjung berdecak kagum di Gebyar Usaha Kecil Menengah Koperasi (UKMK) Berbasis Sawit pada Jumat (28/7) hingga Ahad (30/7) lalu. Gebyar UKMK berbasis sawit yang dihelar Badan Pengelola Dan Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) diramaikan berbagai UKMK dari Sumatera hingga Kalimantan. Ketua UKMK Santripeneur Ponpes Al Amin Kota Dumai, KH. W. Zainal Abidin sekaligus Ketua Hebitren Riau dan Wakil Ketua Forum Ekonomi Pondok Pesantren Indonesia (FEPI) ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung program UKMK di Pondok Pesantren dari tingkat pusat hingga daerah, khususnya pihak BPDPKS. "Kegiatan Gebyar UKMK Sawit sangat mendorong percepatan kemajuan UKMK berbahan sawit terutama yang dikembangkan pihak Santripeneur Ponpes Al Amin Dumai,” ujarnya dilansir dari laman bpdp.or.id pada Kamis (3/8). Kata KH. W. Zainal, Ponpes Al Amin Kota Dumai sebagai koordinator UKMK Santripeneur di wadah Hebitren Indonesia memiliki kemitraan dengan pesantren lainnya terutama di Riau. Di mana totalnya 450 lebih Ponpes rata rata punya hamparan perkebunan sawit. “Kita mulai dari Pondok Pesantren mitra yang memiliki komitmen menjalin ekosistem dan siap mendukung melalui kebijakan pesantren untuk pengembangan santripeneur di sektor sawit,” ulasnya. Kegiatan Gebyar UKMK Just Sawit di Yogyakarta yang digelae BPDPKS ini mencerminkan sawit baik dan produk produk turunannya sangat dibutuhkan di kehidupan manusia 24 jam. Di mana keberadaannya bermanfaat, tidak hanya membantu kemandirian ekonomi kepesantrenan tapi kemandirian ekonomi kerakyatan. Kenapa demikian? Lantaran Pondok Pesantren itu memiliki alumni wali santri dan warga sekitar mayoritas memiliki kebun sawit atau bekerja di sektor sawit “Bagi kami, di santripeneur ada nilai yang lebih dari itu. Ini menjadi sarana atau media membekali generasi muda yang ada di Ponpes memiliki jiwa kewirausahaan dan akhirnya menjadi langkah nyata kontribusi untuk siapkan generasi yang siap membuka lapangan pekerjaan dan menguasai sektor sawit dengan pengelolaan profesional di masyarakat,” bebernya. Apresiasi yang tinggi kepada BPDPKS atas terlaksananya kegiatan ini. Ini kami sampaikan atas nama para santri Indonesia dan pesantren yang berbasis kelapa sawit. Produk Santripreneur yang ada saat ini 4 jenis olahan makanan Ponpes Al Amin Kota Dumai. Pesantren pun telah menggunakan 3 bahasa, yakni Inggris, Indonesia, dan Arab sehingga siap go Internasional. Ada pula pengembangan 4 jenis sabun batangan mitra dengan PP Yazid Kabupaten Rokan Hulu, seperti kerajinan lidi sawit, pupuk organik cair dan padat program sinergi sawit dan ternak. “Kami Santripreneur Ponpes Al Amin Kota Dumai selama ini sebagai pusat pelatihan telah memberikan pembekalan kepada 1500 santri untuk Riau dan sekitarnya," jelasnya. Harapannya, kegiatan ini terus bisa dikembangkan dengan dukungan penguatan khusus kepada UKMK Ponpes, berupa pelatihan dan oendampingan maupun kegiatan serupa seperti ini tapi khusus untuk kalangan santri, tambahnya. Kadiv Kemitraan UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah mengapresiasi program santripeneur yang telah dijalankan Ponpes Al Amin Kota Dumai melalaui santripreneur. Ke depan sawit menjadi salah satu pilar ekonomi dan kewirausahaan di pondok pesantren. ”Akhirnya diharapkan industri kelapa sawit Indonesia khususnya kelapa sawit rakyat menjadi kuat adanya generasi baru yang terampil, berwawasan lingkungan,” sebutnya.