Green

Sorotan terbaru dari Tag # Green

PT Bambang Djaja Sabet Penghargaan di Sier Green Industrial Awards 2024 Nasional
Nasional
Selasa, 07 Januari 2025 | 10:18 WIB

PT Bambang Djaja Sabet Penghargaan di Sier Green Industrial Awards 2024

Jakarta, katakabar.com - PT Bambang Djaja, pabrik trafo terkemuka di Indonesia, baru-baru ini sabet penghargaan bergengsi dalam kategori 'Best Compliance In Estate Regulation' di Sier Green Industrial Awards 2024. Penghargaan ini pengakuan atas komitmen perusahaan dalam menjalankan praktik bisnis yang berkelanjutan dan sesuai dengan regulasi lingkungan.

Tren Green Beauty, Komitmen Keberlanjutan atau Sekadar Greenwashing! Lingkungan
Lingkungan
Selasa, 18 Juni 2024 | 12:01 WIB

Tren Green Beauty, Komitmen Keberlanjutan atau Sekadar Greenwashing!

Semarang, katakabar.com - Beberapa tahun terakhir, isu lingkungan menarik perhatian publik sehingga banyak yang beralih menuju gaya hidup ramah lingkungan. Salah satunya tak kalah penting memilih produk kecantikan yang mendukung keberlanjutan. CEO Yagi Forest, Farhaniza Farhan, memberikan pandangan mengenai green beauty pada sektor industri kecantikan dalam webinar Green Skilling “Green Beauty dalam Branding Bisnis, Komitmen Sustainability atau Greenwashing” di pekan pertama Juni 2024. Sebuah brand/perusahaan mengklaim dirinya sebagai green beauty mestinya dilihat dari keseluruhan aspek mulai dari pemilihan bahan, proses produksinya, hingga penggunaan barang ditangan konsumen apabila dibuang tidak mencemari lingkungan. “Jadi, kalau tidak dilihat dari tiga aspek source, process, dan consumptionnya hanya melihat per bagian-bagian saja, itu kita akan sangat-sangat rentan dengan greenwashing,” ujar Farhaniza. Kesadaran menjaga lingkungan memang menjadi tanggung jawab bersama. Bumi menyediakan berbagai kebutuhan makhluk hidup salah satunya manusia. Dengan merusak bumi sama hal dengan merusak tempat tinggal sendiri. Hal ini sangat penting dalam dunia bisnis kecantikan sebab banyak sumber daya alam digunakan sebagai bahan dasar sebuah produk. Sebagai brand dan perusahaan green beauty harus berkomitmen untuk melakukannya secara keberlanjutan dari hulu hingga hilir. Seluruh proses produksi dari perusahaan diperhatikan dari segi lingkungannya, tapi setelah sampai di tangan konsumen, barang tersebut menjadi sampah yang sebenarnya menjadi tantangan bagi green beauty saat ini. “Masih banyak brand yang linear ekonomi, ambil material dari mana, diproduksi, terus dijual digunakan oleh konsumen, terus jadi sampah, nah sampah ini enggak tahu di mana, tidak tahu lagi terus habis itu mau ngapain dengan sampah itu, ini yang masih banyak terjadi di antara beauty brand saat ini,” tutur Farhaniza. Farhaniza Farhan menekankan, pentingnya transparansi dan tanggung jawab dalam praktik bisnis terutama bagi brand dan perusahaan yang mengklaim dirinya sebagai ramah lingkungan. “Menjadi brand yang lebih transparan dan responsible, kalau kamu belum sampai natural yang sebenarnya, jika brand kita masih pakai fossil fuel di dalamnya, kita enggak tahu source dari produk turunan kelapa sawit yang kita pakai gitu, at least kita transparan tentang itu dan kita bertanggung jawab akan itu. Jadi, kalau ada yang nanya tidak perlu ditutup-tutupi, ya kita katakan apa adanya, biarkan konsumen yang menentukan, seberapa value di dirinya align dengan brand tersebut,” imbuh Farhaniza. Green Skilling program webinar rutin dari LindungiHutan yang membahas mengenai digital marketing, lingkungan hingga sustainability bersama para expert. Untuk video lengkap mengenai “Green Beauty dalam Branding Bisnis, Komitmen Sustainability atau Greenwashing” dapat diakses melalui kanal Youtube LindungiHutan. Kontak: Intan Widianti Kartika Putri Head of Partnership kartika@lindungihutan.com +62 823-2901-5769 Jl. Lempongsari 1 No. 405, Lempongsari, Gajah Mungkur, Kota Semarang 50231 Website: https://lindungihutan.com/

LindungiHutan Seru Pelaku Bisnis Sadar Isu Lingkungan Keberlanjutan Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 07 Februari 2024 | 11:57 WIB

LindungiHutan Seru Pelaku Bisnis Sadar Isu Lingkungan Keberlanjutan

Semarang, katakabar.com - LindungiHutan baru menggelar kegiatan Webinar “Green Skilling: Green Marketing via Social Media untuk UMKM dan Startup guna Meningkatkan Branding” secara online pada 30 Januari dan 1 Februari 2024. Total 100 peserta ikut terlibat dalam pelaksanaan webinar kali ini. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya LindungiHutan membantu pelaku usaha UMKM atau startup di Indonesia untuk membangun branding hijau bagi keberlanjutan bisnis mereka. Acara webinar mengundang berbagai narasumber, seperti Mun Marva, Partner & CoFounder Kolaborasi.co & Managing Director SIAP, Tara Yulia Putri, Social Media Specialist di BelajarLagi, Arfiana Maulina, (mFounder Watery Nation, dan Rizki Fajar K, Marketing di De Heus Indonesia. Kegiatan webinar dilakukan dalam 2 sesi. Sesi pertama ditaja pada Selasa, 31 Januari 2024 yang membahas mengenai green branding dan marketing untuk UMKM dan startup yang disampaikan Mun Marva. Sedang, pembahasan brand building, marketing channel, dan strategy disampaikan Rizki Fajar K. Di sesi pertama ini, Mun Marva membedah tuntas topik terkait peluang bisnis hijau yang saat ini terus mengalami peningkatan seiring dengan kesadaran akan lingkungan. Ia memberikan study case dan strategi untuk menerapkan green branding. “Dari riset fleishmanhillard (2021), isu utama yang menarik untuk umur 18 hingga 24 tahun dan 65 tahun ke atas adalah tentang lingkungan dan perubahan iklim. Isu dinilai penting untuk mereka, kita sebagai brand harus bisa melihat hal itu sebagai sebuah kesempatan atau peluang yang bisa kita gunakan dalam pengembangan bisnis,” kata Mun Marva. Terus, Rizki memperkuat pemahaman peserta dengan pembahasan brand building. Dia menambahkan, saat usaha yang mulai dirintis, sebelum menentukan channel yang digunakan, tentukan lebih dulu value bisnis kita. Lalu, tentukan segmentasi pasar produk kita. Barulah dari sana kita bisa tentukan channel yang digunakan untuk mendukung bisnis. Sesi kedua webinar tidak kalah menarik dari sesi pertama. Digelar pada Kamis 1 Februari 2024, menghadirkan Tara Yulia Putri dan Arfiana Maulina yang membahas tentang copywriting & storytelling dan social media strategy & management. Tara menekankan, di sosial media, kita bukan hanya bersaing dengan kompetitor, tapi dengan followingnya. Di sinilah pentingnya penggunaan copy writing agar pesan yang kita sampaikan menarik konsumen”. Hal itu diperkuat Arfiana mendedah “Strategikan konten di media sosial yang sesuai dengan kebutuhan bisnis yang dijalankan, apakah bisnis kita untuk B2C atau B2B”. Melihat antusiasme peserta, LindungiHutan bakal gelar lanjutan dari Webinar Green Skilling yang direncanakan pada bulan Februari tahun ini. Untuk mengetahui informasi selanjutnya, masyarakat dapat mengikuti terus media sosial LindungiHutan di Instagram, YouTube, Blog, dan X . Kontak: Intan Widianti Kartika Putri Head of Partnership Email: kartika@lindungihutan.com Phone: +62 823-2901-5769 Jalan Lempongsari 1 Nomor 405, Lempongsari, Gajah Mungkur, Kota Semarang 50231 Website: https://lindungihutan.com/