Indutri

Sorotan terbaru dari Tag # Indutri

Perkuat Keberlanjutan Industri Sawit, BPDP Tancap Gas PSR dan Penguatan SDM Perkebunan Sawit
Sawit
14 jam yang lalu

Perkuat Keberlanjutan Industri Sawit, BPDP Tancap Gas PSR dan Penguatan SDM Perkebunan

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus perkuat keberlanjutan industri kelapa sawit nasional melalui percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) perkebunan. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tiga pihak Program Dana Peremajaan Perkebunan Kelapa Sawit Batch VI secara simbolis, sekaligus kerja sama Program Pengembangan SDM Perkebunan. Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurachman, mengatakan PSR salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan pekebun. Menurut Eddy, Program PSR dilakukan melalui penggantian tanaman yang sudah tidak produktif dengan benih unggul serta penerapan praktik budidaya yang baik atau Good Agricultural Practices(GAP). Dalam pelaksanaannya, BPDP berperan mengelola dan menyalurkan dukungan pendanaan kepada kelembagaan pekebun sesuai ketentuan, dengan melibatkan pemerintah daerah, perbankan mitra, serta pemangku kepentingan terkait. "Sejak dilaksanakan pada 2016 silam hingga 19 Agustus 2026, Program PSR secara kumulatif telah menjangkau 187.782 pekebun dengan total luas lahan mencapai 428.745 hektare. Dana yang telah disalurkan mencapai Rp12,86 triliun," rincinya. Khusus pada 2026, katanEddy, realisasi PSR telah mencapai 133 proposaldengan luas 20.229 hektare, melibatkan 10.403 pekebun, dengan nilai penyaluran dana sebesar Rp606 miliar. "BPDP terus mendorong percepatan pelaksanaan PSR dengan tetap mengedepankan ketepatan sasaran, akuntabilitas, tata kelola, serta kualitas pelaksanaan. Sejumlah tantangan juga terus menjadi perhatian, antara lain percepatan proses pengusulan dan verifikasi calon penerima serta lahan, kepastian legalitas lahan, penguatan kelembagaan pekebun, hingga ketersediaan benih yang memenuhi persyaratan peremajaan," jelasnya. Selain itu, sambung Eddy, penguatan monitoring dan pengawasan kemajuan fisik kegiatan, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, BPDP, perbankan, serta pemangku kepentingan lainnya terus ditingkatkan. Sinkronisasi data dan sistem informasi juga menjadi bagian penting untuk meminimalkan perbedaan data terkait pekebun, luas lahan, status proposal, progres fisik, serta realisasi penggunaan dana PSR. Pengembangan SDM Fondasi Industri Sawit Selain mendorong peremajaan kebun, BPDP menempatkan pengembangan SDM sebagai salah satu fondasi penting dalam meningkatkan daya saing industri sawit nasional. Sejak 2016 silam, Program Pengembangan SDM Perkebunan melalui pendidikan dan pelatihan telah memberikan manfaat kepada lebih dari 13.000 penerima beasiswa dan lebih dari 32.000 penerima pelatihan dari berbagai daerah di Indonesia. Pada 2026, BPDP meningkatkan kuota penerima program pendidikan menjadi 5.000 orang untuk jenjang D1 hingga S1. Program tersebut didukung oleh 42 lembaga pendidikan mitra terpilih, dengan nilai total kontrak sekitar Rp891 miliar. Dari jumlah tersebut, sembilan lembaga pendidikan telah melengkapi persyaratan dan akan menandatangani kontrak kerja sama, sedangkan 33 lembaga lainnya masih dalam proses melengkapi dokumen persyaratan. Program pendidikan tersebut berjalan beriringan dengan dukungan terhadap pelatihan dan riset sawit. Sinergi antara penguatan riset dan penyiapan SDM unggul diharapkan mampu menjadi fondasi bagi hilirisasi serta peningkatan daya saing industri sawit nasional dalam jangka panjang. Eddy menegaskan, keberhasilan Program PSR tidak hanya diukur dari besarnya dana yang disalurkan atau luas lahan yang diremajakan, tetapi juga dari kemampuan program dalam meningkatkan produktivitas kebun dan kesejahteraan pekebun secara berkelanjutan.

Drone Thermal Perkuat Pengawasan Kawasan Industri di Indonesia Tekno
Tekno
Kamis, 05 Februari 2026 | 10:09 WIB

Drone Thermal Perkuat Pengawasan Kawasan Industri di Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Pengawasan keamanan di kawasan industri sering menghadapi tantangan, terutama pada kondisi visibilitas rendah seperti malam hari, kabut, atau hujan. Metode pengawasan konvensional terkadang sulit menjangkau area luas atau medan yang menantang, sehingga potensi risiko intrusi sulit dideteksi secara dini. Di Indonesia, Halo Robotics memperkenalkan DJI Dock 3, sistem pengawasan otomatis yang dikombinasikan dengan drone thermal Matrice 4TD. “Sistem ini memungkinkan tim keamanan memantau area perimeter secara otomatis dan real-time, sehingga potensi intrusi atau aktivitas mencurigakan dapat terdeteksi lebih cepat,” ujar Halo Robotics, distributor DJI Enterprise di Indonesia. Drone thermal M4TD mampu mendeteksi pergerakan kendaraan di lokasi minim cahaya atau sulit dijangkau. Data dikirim secara langsung ke tim keamanan, memungkinkan respons lebih cepat sekaligus mengurangi risiko operasional di lapangan. Pendekatan ini sangat relevan untuk sektor industri di Indonesia, termasuk pertambangan, migas, dan perkebunan skala besar, di mana pengawasan manual sulit dilakukan dan berisiko. Dengan pemantauan otomatis, perusahaan dapat meningkatkan akurasi pengawasan, menjaga keamanan aset, dan memaksimalkan keselamatan operasional. Pemanfaatan drone thermal menunjukkan bagaimana teknologi dapat mendukung pengawasan industri yang lebih adaptif, responsif, dan berbasis data, sejalan dengan kebutuhan keamanan modern di lapangan.

FGD, Petani dan Usaha Kecil Diajak Kembangkan Hilirisasi Sawit Nasional
Nasional
Rabu, 19 Juli 2023 | 08:04 WIB

FGD, Petani dan Usaha Kecil Diajak Kembangkan Hilirisasi Sawit

FGD, Petani dan Usaha Kecil Diajak Kembangkan Hilirisasi Sawit Pangkalpinang, katakabar.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) gelar Forum Group Discussion (FGD) Pengembangan Hilirisasi Kelapa Sawit, di salah satu hotel di Pangkalpinang. Kepala Disperindag Provinsi Kepulauan Babel, Tarmin buka kegiatan, dengan mengundang beberapa narasumber, yakni Dr Mimin Aminah dari IPB dan Ir Gelar Satya Budhi selaku Direktur Pemberdayaan Masyarakat IREEM, diikuti sebanyak 25 orang, meliputi BUMDes, koperasi sawit, gapoktan sawit, dan perwakilan petani sawit se-Bangka Belitung. Kelapa sawit salah satu komoditas dari sektor pertanian yang terbukti memiliki daya tahan di masa pandemi. Tidak hanya itu, sawit ikut dan menopang pertumbuhan ekonomi nasional," kata Tarmin. Industri kelapa sawit ujar Tarmin, berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja baik langsung maupun tidak langsung. Itu sebabnya, pemerintah memiliki visi agar industri sawit Indonesia dapat menjadi produsen sawit terbesar dan mendorong hilirisasi atau pengembangan produk turunannya untuk mendapatkan nilai tambah, tuturnya. Kelapa sawit sendiri menyandang status sebagai tanaman penghasil minyak nabati tertinggi. Per hektar kebunnya mampu memproduksi lebih banyak minyak dibandingkan minyak nabati lain. Jadi, industri kelapa sawit memenuhi kriteria sebagai industri unggulan yang pantas untuk dikembangkan lebih luas lagi, mulai dari hulu hingga ke hilir, ulasnya. Menurutnya, kelapa sawit punya kemampuan menghasilkan minyak nabati yang banyak dibutuhkan oleh sektor industri pengolahan saat ini. Keunggulan minyak sawit adalah sifatnya yang tahan oksidasi dengan tekanan tinggi dan kemampuannya melarutkan bahan kimia yang tidak larut oleh bahan pelarut lainnya. Terus, daya melapis yang tinggi juga membuat minyak kelapa sawit dapat digunakan untuk beragam peruntukan diantaranya untuk minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar. “Program hilirisasi industri sawit bertujuan untuk mendapatkan nilai tambah produk, memperkuat struktur industri, menyediakan lapangan kerja, dan memberi peluang usaha di Indonesia," bebernya. "Harapannya melalui hilirisasi sawit, komoditas yang diekspor nantinya tidak lagi berupa bahan baku, tapi sudah dalam bentuk produk turunan atau barang jadi agar dapat meningkatkan harga yang berujung pada peningkatan penerimaan devisa melalui ekspor,” timpalnya.