Institusi

Sorotan terbaru dari Tag # Institusi

15 jam yang lalu

Institusi Makin Dominan, CEO FLOQ: Retail Tetap Motor Pasar Kripto

Bali, katakabar.com - Pertumbuhan keterlibatan investor institusi diperkirakan bakal mengubah struktur pasar aset kripto pada siklus berikutnya. Namun, besarnya modal institusional tidak serta-merta menghilangkan peran investor retail yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama aktivitas dan adopsi aset digital. CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai institusi dan retail justru akan memainkan dua fungsi yang berbeda tetapi saling melengkapi. Modal institusional berpotensi memperkuat fondasi dan kedalaman pasar, sementara investor retail memberikan kecepatan sekaligus memperluas partisipasi. “Institusi akan memainkan peran yang semakin signifikan dalam siklus berikutnya. Mereka akan membantu membentuk price floor dan memberikan kedalaman pada pasar. Namun, jika kita ingin membawa kripto menjadi kelas aset yang jauh lebih besar, partisipasi retail tetap dibutuhkan. Institusi bisa membangun fondasinya, tetapi retail yang akan memberikan velocity pada pasar,” kata Yudho. Pandangan tersebut disampaikan Yudho dalam panel bertajuk “Is the Bull Market Dead, or Just Resting?” pada CoinFest Asia 2026 di Bali, 21 Agustus 2026. Panel tersebut membahas kondisi pasar serta bagaimana perubahan struktur industri dapat membentuk siklus aset digital berikutnya. Dalam panel tersebut, Yudho berbagi panggung bersama CEO dan Co-Founder Nansen Alexander Svanevik, Co-Founder Yellow Alexis Sirkia, serta Founder Polyburg Andreas Tobing, dengan Felita Setiawan sebagai moderator. Perspektif Yudho dalam diskusi berfokus pada bagaimana perkembangan pasar global dapat diterjemahkan menjadi strategi yang lebih relevan bagi investor, mulai dari pemula hingga profesional. Indonesia Tunjukkan Kekuatan Retail Menurut Yudho, Indonesia menjadi salah satu contoh bagaimana besarnya basis investor retail dapat menciptakan dinamika pasar yang berbeda dibandingkan negara dengan industri keuangan digital yang lebih matang. “Banyak orang mulai menyerah pada retail, bahkan bagi pelaku industri mungkin lebih mudah untuk hanya berfokus pada institusi. Namun kenyataannya, retail masih merupakan pasar yang sangat besar. Di pasar yang relatif muda seperti Indonesia, masuknya investor retail dalam jumlah besar dapat menjadi salah satu motor utama pertumbuhan berikutnya,” ucapnya. Data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperlihatkan besarnya basis tersebut. Hingga Juni 2026, jumlah akun konsumen pedagang aset keuangan digital di Indonesia mencapai 22,69 juta, naik 1,32 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang sebanyak 22,40 juta akun. Aktivitas transaksinya juga menguat. Nilai transaksi aset kripto di Indonesia mencapai Rp28,58 triliun sepanjang Juni 2026, meningkat 24,20 persen dibandingkan Mei 2026 sebesar Rp23,01 triliun. Perkembangan tersebut menunjukkan meski harga aset kripto mengalami berbagai fase naik dan turun, basis pengguna domestik masih terus bertumbuh. Bagi Yudho, kondisi itu penting karena siklus pasar berikutnya kemungkinan tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal yang masuk, tetapi juga seberapa luas teknologi dan aset digital digunakan masyarakat. Institusi Mulai Kembali Masuk Di tingkat global, sinyal kembalinya modal institusi juga mulai terlihat. Survei CoinShares terhadap investor yang mengelola sekitar US$1,16 triliun aset menunjukkan alokasi aset digital dalam portofolio meningkat menjadi 1,2 persen pada survei Juli 2026. Kenaikan tersebut merupakan yang pertama sejak aksi jual pada Oktober 2025 dan, menurut CoinShares, sepenuhnya didorong oleh peningkatan alokasi investor institusi. Arus modal produk investasi aset digital juga kembali menguat. CoinShares mencatat produk investasi aset digital memperoleh sekitar US$2,2 miliar dalam sepekan hingga 20 Agustus 2026, menjadi arus masuk mingguan terbesar sepanjang tahun berjalan. Dari jumlah tersebut, sekitar US$1,6 miliar mengalir ke produk berbasis Bitcoin. Kondisi ini menguatkan pandangan bahwa institusi semakin menjadi bagian permanen dari struktur pasar kripto, bukan sekadar peserta yang masuk saat harga meningkat. Tetapi, Yudho mengingatkan bahwa institusionalisasi pasar bukan berarti siklus berikutnya akan sepenuhnya menjadi permainan investor besar. “Saya melihat institusi akan semakin kuat dalam menentukan fondasi pasar, tetapi gelombang berikutnya tetap membutuhkan kelompok investor kelas menengah atas dan investor retail. Mereka yang nantinya memperluas partisipasi dan membawa pasar ke skala berikutnya,” jelasnya. Siklus Berikutnya Bisa Berbeda Yudho juga menilai perdebatan mengenai apakah pasar saat ini masih berada dalam fase bull market atau telah memasuki bear market bukan satu-satunya pertanyaan yang relevan. Struktur pasar aset digital kini semakin kompleks. Bitcoin tidak lagi hanya dipengaruhi pola halving dan aktivitas perdagangan retail. Likuiditas global, ETF, derivatif, stablecoin, neraca perusahaan hingga aktivitas onchain kini ikut mempengaruhi pembentukan harga. Karena itu, siklus berikutnya berpotensi memiliki karakter berbeda dengan siklus kripto sebelumnya. Yudho menekankan pentingnya melihat positioning, manajemen risiko, konsistensi investasi dan adopsi struktural ketimbang mencoba menebak secara tepat titik tertinggi maupun terendah pasar. Perubahan juga terlihat dari cara investor retail memperoleh eksposur terhadap aset digital. Investor baru ke depan tidak harus selalu memulai perjalanan dari Bitcoin atau aset kripto spekulatif. Stablecoin, saham yang ditokenisasi hingga berbagai produk keuangan berbasis blockchain membuka pintu masuk baru menuju ekonomi onchain. “Gelombang berikutnya tidak hanya soal membawa lebih banyak orang masuk ke kripto. Kita juga bisa melihat semakin banyak bagian dari sistem keuangan yang masuk ke onchain,” tutur Yudho. Pandangan tersebut sejalan dengan berkembangnya tokenisasi aset tradisional. Tokenized stocks dan ETF disebut sebagai bagian dari evolusi portofolio digital, sehingga diversifikasi ke depan tidak lagi hanya berarti memiliki Bitcoin, Ether dan sejumlah altcoin, tetapi dapat mencakup stablecoin, aset pasar modal yang ditokenisasi serta instrumen lindung nilai bagi investor yang lebih berpengalaman. Yudho menilai perkembangan tersebut dapat memperbesar pasar potensial aset digital sekaligus menjembatani dunia keuangan tradisional dengan infrastruktur blockchain. “Bagian paling menarik dari tokenisasi adalah ketika suatu hari investor tidak lagi harus memilih apakah dirinya investor TradFi atau investor kripto. Infrastruktur digital memungkinkan berbagai kelas aset berada dalam satu portofolio,” terangnya. Meski optimistis terhadap perkembangan tersebut, Yudho menekankan bertambahnya pilihan produk harus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi dan kedewasaan investor. Bagi investor baru, disiplin, pengelolaan risiko dan kemampuan bertahan melalui berbagai kondisi pasar dinilai lebih penting daripada mengejar momentum harga jangka pendek. Pada akhirnya, kata CEO FLOQ, institusi mungkin akan memberikan fondasi yang semakin kuat bagi pasar aset digital. Namun, skala ekonomi kripto selanjutnya tetap sangat bergantung pada apakah produk tersebut mampu menjangkau jutaan investor baru dan menjadi bagian dari aktivitas keuangan mereka. “Institusi akan membangun lantainya. Tetapi retail yang akan memberikan kecepatan pada pasar," tambahnya.

XRP Kembali Terkoreksi di Tengah Debut ETF dan Lonjakan Investor Institusi Internasional
Internasional
Minggu, 14 Desember 2025 | 11:00 WIB

XRP Kembali Terkoreksi di Tengah Debut ETF dan Lonjakan Investor Institusi

Jakarta, katakabar.com - XRP baru-baru ini mengalami penurunan harga yang cukup signifikan, mencapai $2.00 dengan koreksi sebesar 6 persen dalam tujuh hari. Penurunan ini terjadi meski ekosistem Ripple secara keseluruhan mencatatkan kinerja institusional terkuatnya dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu alasan utama di balik penurunan harga ini terkait erat dengan peristiwa keuangan yang terstruktur, yakni berakhirnya sejumlah besar kontrak opsi XRP. Ketika kontrak-kontrak derivatif ini mencapai masa kadaluarsa, harga yang terjadi di pasar berada di bawah level yang dikenal sebagai harga max pain. Kondisi ini seringkali memaksa banyak trader untuk menjual aset mereka guna membatasi kerugian, yang secara instan menciptakan tekanan jual yang cepat dan signifikan. Selain faktor internal ini, aset digital ini juga terseret oleh sentimen pasar yang lebih luas. Terlihat adanya pergeseran minat investor secara umum ketika pasar aset kripto secara keseluruhan mengalami kontraksi, altcoin seperti XRP ini cenderung kehilangan perhatian, sementara aset utama seperti Bitcoin justru semakin mendominasi, menunjukkan bahwa modal mengalir keluar dari sektor altcoin. Menariknya, pelemahan harga ini berlawanan secara tajam dengan kondisi fundamental XRP yang sedang berada di puncaknya. Minat dari kalangan investor besar dan institusi terhadap ekosistem Ripple terlihat sangat jelas. Misalnya, peluncuran produk investasi yang diperdagangkan di Exchange Traded Fund XRP pertama di Amerika Serikat yang menarik perhatian finansial yang belum pernah terjadi sebelumnya. Volume perdagangan hari pertama produk ini menjadi yang terbesar sepanjang tahun untuk kelas aset sejenis, dan nilai aset yang dikelolanya melonjak pesat, menandakan kepercayaan yang kuat dari investor institusional. Selain itu, ekosistem XRP semakin diperkaya dengan hadirnya stablecoin baru dari Ripple yang dengan cepat mencapai kapitalisasi pasar yang besar, menambah utilitas dan likuiditas. Secara keseluruhan, total dana institusional yang masuk melalui produk ETF terkait XRP terus bertumbuh, menggarisbawahi adopsi yang solid dari pihak-pihak dengan modal besar. Meskipun fondasi ekosistemnya kukuh, harga XRP kini berada di sebuah persimpangan teknis yang sangat penting. Para analis pasar menaruh perhatian pada sebuah level support yang sangat krusial. Level ini akan menjadi batas penentu apakah harga akan melanjutkan penurunan atau memulai pemulihan. Apabila harga mampu mempertahankan posisinya di atas batas support ini, maka para pembeli diperkirakan akan mendapatkan momentum untuk mendorong harga kembali naik, berpotensi memulai sebuah tren bullish baru. Jika batas support vital ini gagal dipertahankan, maka aset ini kemungkinan besar akan mengalami penurunan nilai yang lebih dalam sebelum akhirnya menemukan pijakan yang kuat untuk memulai pemulihan. Oleh karena itu, langkah selanjutnya bagi XRP akan sangat ditentukan oleh seberapa kuat pasar merespons di level teknis yang sangat signifikan ini. Pada konteks ini, investasi bukan hanya tentang memaksimalkan potensi keuntungan, tetapi yang lebih fundamental adalah tentang strategi cerdas untuk membangun dan memelihara nilai aset yang sudah dimiliki di tengah pergerakan pasar. Selaras dengan ini, literasi dan edukasi investasi juga menjadi fondasi utama dalam menghadapi gejolak ekonomi global. Sehingga sangat penting untuk memilih platform investasi yang aman, berizin dan diawasi di Indonesia. Bittime, platform pertukaran aset kripto terdepan, berizin merupakan top 3 crypto exchange di Indonesia berdasarkan Coingecko, dan telah resmi beroperasi sejak 2022. Diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya

Tokocrypto Prestige Hadirkan Layanan Premium Buat Investor Kripto Default
Default
Jumat, 28 November 2025 | 09:51 WIB

Tokocrypto Prestige Hadirkan Layanan Premium Buat Investor Kripto

Jakarta, katakabar.com - Industri aset kripto global catat perkembangan luar biasa sepanjang 2025. Kapitalisasi pasar kripto menembus US$4 triliun, didorong oleh reli Bitcoin yang tumbuh lebih dari +120% YoY mengungguli emas (+15% YoY) dan indeks Nasdaq (+35% YoY). Pertumbuhan ini menegaskan posisi aset digital sebagai instrumen diversifikasi yang semakin diminati investor institusional. Perkembangan positif tersebut tercermin di Indonesia. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi aset kripto pada Januari–September 2025 mencapai Rp409,56 triliun, sementara jumlah investor menembus 18,61 juta konsumen per Oktober 2025. Indonesia pun kini berada di peringkat ke 7 Global Crypto Adoption Index 2025, dengan posisi menonjol di kategori institusional (peringkat 7) dan DeFi (peringkat 4). Indikator ini menunjukkan adanya pergeseran signifikan dari dominasi investor ritel menuju adopsi institusional yang semakin matang. Wilayah Asia Pasifik (APAC) turut menjadi motor utama pertumbuhan kripto global dengan peningkatan transaksi mencapai 69% YoY, dipimpin oleh India, Vietnam, dan Pakistan, serta Indonesia yang semakin memperkuat posisinya melalui partisipasi institusi dan pelaku usaha. “Minat institusi terhadap aset digital kini meningkat sangat cepat, baik secara global maupun di Indonesia. Mereka tidak lagi melihat kripto sebagai tren jangka pendek, tetapi sebagai kelas aset strategis yang mampu memberikan diversifikasi dan potensi imbal hasil jangka panjang,” ujar Calvin Kizana, CEO Tokocrypto. Sejak pengawasan dan pengaturan perdagangan aset kripto resmi berpindah dari Bappebti ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui POJK 27/2024, aturan yang tercantum dalam Pasal 80 Ayat (5) dan (7) serta Pasal 81 Ayat (6) menegaskan bahwa konsumen non-perseorangan, termasuk badan usaha dan badan hukum, diperbolehkan menggunakan layanan perdagangan aset kripto melalui Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD). Perubahan regulasi ini membuka pintu lebih lebar bagi institusi untuk masuk ke ekosistem aset digital di Indonesia. Hingga Januari 2025, OJK mencatat terdapat 556 investor institusional yang telah berinvestasi pada aset digital. Di sisi pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan bahwa tiga emiten tercatat telah menempatkan sebagian aset mereka dalam bentuk aset kripto. Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Eastparc Hotel Tbk (EAST), PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH), dan PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA). Mereka diketahui memiliki portofolio aset digital seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan XRP. Secara global, survei Coinbase dan EY-Parthenon mengungkap lebih dari 75% investor institusional berencana menambah alokasi dana ke aset digital sepanjang 2025, dan 59% berencana mengalokasikan lebih dari 5% dana kelolaan ke kripto atau produk turunannya. “Tren global dan dukungan regulasi di Indonesia menunjukkan bahwa aset digital sudah memasuki fase adopsi institusional yang jauh lebih matang. Ini menjadi momentum penting bagi pelaku industri untuk menyediakan layanan yang aman, transparan, dan sesuai kebutuhan investor berskala besar,” jelas Calvin Melihat peluang pertumbuhan yang semakin kuat, Tokocrypto memperkenalkan pembaruan layanan Tokocrypto Prestige, sebuah program eksklusif yang ditujukan bagi investor institusional dan pengguna VIP. Layanan ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman investasi premium yang lebih aman, personal, dan terstruktur, sejalan dengan meningkatnya keterlibatan institusi dalam ekosistem aset digital. Calvin menambahkan bahwa Tokocrypto ingin hadir bukan hanya sebagai platform perdagangan, tetapi sebagai mitra strategis. “Melalui Tokocrypto Prestige, kami ingin menjawab kebutuhan institusi secara menyeluruh. Bukan hanya menyediakan akses perdagangan, tetapi membangun ekosistem yang mendukung eksplorasi aset digital secara strategis dan terukur,” ucapnya. Tokocrypto Prestige menyediakan berbagai fasilitas strategis, seperti manajer akun pribadi, akses prioritas ke produk investasi khusus, biaya transaksi yang lebih kompetitif, serta dukungan operasional 24/7. Dengan pendekatan layanan yang proaktif, Tokocrypto ingin memastikan bahwa pelaku institusi tidak hanya mendapatkan kemudahan dalam bertransaksi, tetapi juga pendampingan yang komprehensif dalam mengembangkan portofolio aset digital mereka. Program ini diperkuat oleh penerapan standar kepatuhan yang selaras dengan regulasi OJK, sehingga setiap institusi dapat berinvestasi dengan tingkat keamanan dan transparansi yang tinggi. Ekosistem yang semakin matang dan kepastian regulasi yang jelas membuka ruang bagi partisipasi institusi yang lebih luas di tahun-tahun mendatang. “Kami melihat 2026 sebagai tahun percepatan berikutnya bagi adopsi institusional di industri aset digital. Dengan regulasi yang semakin solid dan minat institusi yang terus tumbuh, Indonesia berpotensi menjadi salah satu pasar aset kripto paling progresif di Asia. Melalui Tokocrypto Prestige, kami berkomitmen mendampingi institusi dalam memanfaatkan peluang ini secara aman, strategis, dan berkelanjutan,” jelas Calvin.

Jangkau Institusi Pendidikan, JIP Luncurkan LED Videotron di Lingkungan Kampus Binus Nasional
Nasional
Minggu, 09 November 2025 | 11:30 WIB

Jangkau Institusi Pendidikan, JIP Luncurkan LED Videotron di Lingkungan Kampus Binus

Jakarta, katakabar.com - PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP) bersama Binus University menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk penyelenggaraan media periklanan digital di lingkungan Universitas Bina Nusantara (Binus) Kampus Kemanggisan, Jakarta. Kesepakatan ini secara resmi ditandatangani Nur Iswan, Direktur Utama JIP, dan dihadiri Reina, Direktur Binus Kemanggisan. Penandatanganan tersebut sekaligus menjadi momen peluncuran LED Videotron, yang menjadi langkah awal dalam optimalisasi peran media luar ruang sebagai ruang komunikasi yang hidup di kawasan Pendidikan. Kehadiran media luar ruang di lingkungan pendidikan tidak hanya berorientasi pada nilai komersial, tetapi juga diharapkan menjadi sarana komunikasi visual yang informatif, modern, dan inspiratif bagi sivitas akademika. Direktur Utama JIP, Nur Iswan, mengatakan Binus Kemanggisan dipilih sebagai lokasi strategis karena memiliki tingkat aktivitas yang tinggi dan audiens yang padat. “Lokasi titik LED Videotron di area outdoor kampus BINUS Kemanggisan ini menurut kami cukup strategis. Kita tahu sendiri, saat ini lingkungan BINUS itu terkenal padat dan aktivitasnya juga ramai. Jadi jangkauannya bukan cuma untuk sivitas akademika, tapi juga informasi yang disampaikan bisa menjangkau ke masyarakat sekitar,” ujar Iswan Sambung Reina, Direktur Binus Kemanggisan, selama ini kita banyak mengandalkan media sosial sebagai ruang komunikasi dan sumber informasi. Tapi lewat media luar ruang seperti LED Videotron, kita bisa menambah pengalaman baru dengan memperkuat komunikasi secara langsung. Selain itu, media ini juga dapat menjadi sarana bagi Binus untuk menuangkan kreativitas dan karya dalam bentuk desain visual yang menarik, baik dari sisi tampilan maupun isi konten yang dapat mendukung seluruh stakeholder. Dijelaskannya, kehadiran media luar ruang di lingkungan kampus bisa dimanfaatkan secara optimal. Nantinya, media ini akan menayangkan berbagai informasi dan konten menarik dengan pendekatan yang lebih human interest. Dengan begitu, pesan bisa tersampaikan lebih efektif sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan banyak pihak. Iswan menimpali, sebagai bagian dari roadmap pengembangan media digital advertising, JIP akan terus memperluas titik-titik strategis serupa di berbagai lokasi potensial, guna menghadirkan media periklanan yang efektif, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat luas.