Kelembagaan
Sorotan terbaru dari Tag # Kelembagaan
Perkuat Peran Perempuan, GOW Kepulauan Meranti Gelar Penguatan Kelembagaan Organisasi Wanita
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kepulauan Meranti, Hj Ismiatun, SE, secara resmi buka kegiatan Penguatan Kelembagaan Organisasi Wanita, Selasa (4/11), di Gedung Dharmawanita, Jalan Teuku Umar, Selatpanjang. Hj Ismiatun menyampaikan kegiatan tersebut bagian dari upaya memperkuat kapasitas dan peran organisasi wanita di Kabupaten Kepulauan Meranti. “Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi, sekaligus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas pengurus serta anggota GOW dalam menjalankan roda organisasi,” ujar Ismiatun. Ia menegaskan, penguatan kelembagaan sangat penting agar fungsi organisasi wanita di daerah dapat berjalan lebih efektif, profesional, dan berdaya guna. Hj Ismiatun mengingatkan para peserta agar mampu beradaptasi dengan tantangan zaman yang semakin kompleks tanpa meninggalkan peran penting sebagai perempuan dalam keluarga dan masyarakat. “Organisasi wanita memiliki tanggung jawab besar dalam menyosialisasikan program-program pemerintah serta membangun kemitraan strategis. Untuk itu, para pengurus harus memiliki kapasitas yang mumpuni dan solid,” pesannya. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Riau, Hj. Dinawati, yang memaparkan materi tentang strategi memperkuat kapasitas kelembagaan organisasi wanita di era modern. Hj Ismiatun berharap, seluruh ilmu dan wawasan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi inspirasi dalam pelaksanaan program kerja di masing-masing organisasi.
Dukung Pengembangan Perkebunan Kelapa di Pati Lewat Peremajaan dan Mekanisasi
Pati, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP bersama Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Pati, akademisi dan praktisi perkebunan gelar Workshop Penguatan Kelembagaan dalam Rangka Persiapan Program Peremajaan Kelapa Rakyat dan Program Sarana dan Prasarana di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kelembagaan pekebun, mendorong penggunaan benih unggul, dan menyiapkan strategi pengembangan Perkebunan keapa, yaitu program peremajaan dan program sarana prasarana Perkebunan kelapa. Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu Perkebunan BPDP, Normansyah Hidayat Syahruddin, yang hadir secara daring menyampaikan, BPDP hadir untuk memastikan pengelolaan dana perkebunan dapat meningkatkan kesejahteraan pekebun, termasuk melalui program peremajaan, sarana dan prasarana, hingga dukungan sumber daya manusia. “Dengan penguatan kelembagaan, kita ingin petani lebih mandiri, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan global,” tegasnya, dilansir dari laman website resmi BPDP, Kamis (25/9) sore. Workshop yang berlangsung pada 24 September 2025 ini menghadirkan berbagai narasumber, di antaranya perwakilan Ditjen Perkebunan yang membahas kebijakan dan regulasi kelembagaan pekebun, akademisi Universitas Gadjah Mada dan INSTIPER Yogyakarta yang memaparkan teknik pembibitan kelapa kopyor melalui kultur jaringan dan embrio, serta Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pati yang menekankan pentingnya koperasi dalam mendukung akses pembiayaan, pasar, dan tata kelola usaha.
Pelatihan, Petani Sawit Dua Kabupaten di Jambi Dorong Bangun Kelembagaan
Jambi, katakabar.com - Total 110 petani kelapa sawit dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Merangin Provinsi Jambi ikuti pelatihan penguatan kelembagaan angkatan I dan II sekaligua pengembangan kelembagaan dan usaha angkatan I. Pelatihan ini program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) perkebunan kelapa sawit yang dilaksanakan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia lewat Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi, dan UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) dihelat dari 20 hingga 30 Agustus 2023 di Kota Jambi. Di pelatihan peserta dibagi ke dalam 3 kelompok. Di mana pelatihan penguatan kelembagaan angkatan I diikuti 25 orang peserta yang berasal dari Kabupaten Merangin. Sedang, angkatan II diikuti 40 peserta dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Sisanya peserta dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengikuti pelatihan pengembangan kelembagaan dan usaha. Sekretaris BPPSDMP Kementan, Dr Siti Munifah menjelaskan, para peserta pelatihan pemilik kebun kelapa sawit dengan rata-rata luas tanah minimal 2 hektar. "Pelatihan kepada para petani kelapa sawit penting, sebab 70 persen dari total luas lahan sawit Indonesia mencapai 16 juta hektar milik masyarakat pribadi," ujarnya melalui keterangan resmi dilansir dari laman elaeis.co, pada Jumat (25/8). Pelatihan bertujuan dorong para petani agar bisa membangun kelembagaan, seperti koperasi ataupun lainnya. "Jika pengelolaan kelapa sawit dilakukansecara berkelompok, itu lebih menguntungkan. Produktivitas tinggi seperti kebun yang dikelola perusahaan swasta maupun negara. Lantaran itu, penting diberikan pelatihan seputar managerial pengelolaan kelapa sawit kepada para petani kelapa sawit," ujarnya. Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Agusrizal sangat mendukung pelatihan ini. Provinsi Jambi memiliki lahan kelapa sawit mencapai seluas 1,2 juta hektar membutuhkan peningkatan kualitas SDM. Kenapa hal itu perlu? Lantaran Provinsi Jambi kali pertama proses replanting," kata Agusrizal. Cerita Kadisbun Jambi, bermula dari kebun plasma, bukan ditanam petani, tapi perusahaan. Petani tidak tahu bibit seperti apa yang ditanam, bagaimana pemeliharaan, dab apa pupuknya. Itu butuh pelatihan-pelatihan, belum lagi manajemen tenaga kerja dan panen. Petani mesti banyak pengetahuan guna memenuhi kebutuhan pasar kelapa sawit secara global, tandasnya.