kendala

Sorotan terbaru dari Tag # kendala

Realisasi Program Replanting Alami Sejumlah Kendala di 'Ranah Minang' Nasional
Nasional
Minggu, 14 Januari 2024 | 15:29 WIB

Realisasi Program Replanting Alami Sejumlah Kendala di 'Ranah Minang'

Padang, katakabar.com - Program Replanting atau Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di 'Ranah Minang' nama lain dari Provinsi Sumatera Barat, realisasinya alami sejumlah kendala lantaran adanya persoalan. Sekretaris Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat, Ferdinal Asmin menjelaskan, saat ini luas Perkebunan Sawit Rakyat (PSR) di Provinsi Sumatera Barat sekitar 251.591,14 hektar. "Dari luas itu, terdapat 98 ribu hektar kelapa sawit rakyat perlu diremajakan," ujarnya memasuki paruh dua Januari 2024 lalu, dilansir dari laman bisnis.com, pada Ahad (14/1). Menurut Ferdinal, dari laporan realisasi PSR hingga tahun 2023 lalu, total seluas 12.278,93 hektar sudah mendapatkan rekomendasi teknis. Bahkan dilaporkan sudah seluas 10.400,35 hektar sudah melakukan penanaman kembali kelapa sawitnya. "Itu artinya, masih luas lagi PSR ini yang butuh diremajakan. Ternyata, ada sejumlah persoalan di lapangan," jelasnya. Untuk melakukan replanting ini ada sejumlah syarat yang mesti dipenuhi para petani, misalnya harus tergabung dalam kelompok tani hingga lahan sawit yang diajukan untuk program replanting tidak di atas kawasan hutan. "Nyatanya saat ini, masih ada PSR perkebunan kelap sawit berada di kawasan hutan. Bagi PSR itu, mereka biasanya melakukan peremajaan secara mandiri dan tidak melalui program PSR yang dibiayai dari pemerintah," ucapnya. Diterangkan Ferdinal, perkebunan kelapa sawit yang perlu direplanting umur tanaman kelapa sawit sudah berumur 25 tahun. Umur tanaman kelapa sawit sudah sentuh 25 tahun itu, selain pohon telah tinggi dan sulit dipanen, produksi mulai menurun, dan kualitas kelapa sawit turut turun. "Lantaran itu, perlu di replanting, biar produksi bagus. Tapi, petani menilai penanaman kembali sawit bisa kehilangan penghasilan, sebab untuk menunggu dari masa tanam ke panen sekutar tiga hingga lima tahun," bebernya. Kita sudah usulkan para petani kelapa sawit melakukan replanting, dan melakukan penanaman jagung di antara lahan sawit. Tanaman jagung tidak mengganggu masa tumbuh bibit kelapa sawit yang ditanam. "Tanaman jagung bisa dipanen empat bulan sekali, berarti setahun bisa tiga kali panen. Jadi, seraya menunggu kelapa sawit berbuah dan panen, setidaknya hasil panen jagung bisa menggantikan pendapatan para petani," sarannya. Ke depan, persoalan replanting kelapa sawit bagi PSR ini terus diperkuat koordinasi dengan kabupaten dan kota yang memiliki lahan kebun kelapa sawit. Di tahun 2024 ini, pihaknya telah mengusulkan replanting PSR di Sumbar seluas 950 hektar. Usulan replanting ini mudah-mudahan bisa dilaksanakan tahun ini," harapnya.

Oalah.., Program PSR Terkendala Lantaran STDB Lahan Minim di Kobar Nasional
Nasional
Sabtu, 05 Agustus 2023 | 21:53 WIB

Oalah.., Program PSR Terkendala Lantaran STDB Lahan Minim di Kobar

Pangkalan Bun, katakabar.com - Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) jadi terkendala lantaran Surat Tanda Daftar Budidaya (SDTB) lahan minim Kotawaringin Barat (Kobar). Hal itu tidak tak masalah bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah terus berupaya melakukan percepatan pelaksanaan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kobar, Kris Budi Hastuti, sosialisasi PSR gencar dilakukan agar petani kelapa sawit semakin paham mengikuti peserta PSR. Di samping itu, pemetaan lahan sawit dilakukan untuk mengetahui potensi dan kendala PSR di Kotawatingan Barat, "Sosialisasi PSR terakhir digelar di salah satu hotel di Pangkalan Bun pertengahan bulan lalu. Kegiatan ini dihadiri camat, lurah, kepala desa, Balai Penyuluh Pertanian, Koperasi Unit Desa (KUD), dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dari beberapa kecamatan. Dinas TPHP Kotawaringin Barat menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Domingos Neves dari Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah, M Kalil dari Polres Kobar, Mokhamad Dwi Kuwanto dari BPN Kobar, dan Sigit Wibisono dari UPT KPHP Kobar Unit XXII dan XXVI. Sebelumnya lebih dulu digelar Pertemuan Teknis Percepatan dan Pemetaan PSR di Pangkalan Bun. Kegiatan dimotori Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR (Aspekpir) Kalimatan tengah ini hadir perwakilan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Dinas Perkebunan Provinsi Kalteng, GAPKI cabang Kalteng, pihak perbankan, dan peserta pekebun kelapa sawit di wilayah Kotawaringin Barat. Kata Kris, hal yang paling ditekankan kepada petani atau pekebun dalam sosialisasi adalah PSR sangat penting guna meningkatkan produksi dan produktivitas hasil perkebunan yang ada di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat. "Pemerintah melaksanakan kegiatan PSR sebagai bentuk keberpihakan kepada pekebun rakyat, sebagai upaya peningkatan produksi dan produktivitas tanaman kelapa sawit rakyat dilakukan guna menjaga luasan lahan dan keberlanjutan usaha perkebunan kelapa sawit di Kobar," ujarnya dilanair dari lama elaeis.co, pada Sabtu (5/8). Selain petani, instansi dan lembaga pemerintah, perbankan, serta asosiasi pengusaha dan petani dilibatkan di kegiatan sosialisasi agar ada sinergi dalam pelaksanaan PSR, tambahnya. Kepala Bidang Perkebunan Dinas TPHP Kobar, Endro Budi Utomo menimpali, selama ini ada beberapa permasalahan yang jadi kendala pelaksanaan PSR, meliputi lahan masyarakat belum dipetakan dan lahan masuk dalam kawasan hutan. "Ini penyebab tidak dapat diterbitkan Surat Tanda Daftar Budidaya (SDTB) sebagai salah satu persyaratan PSR,” tegasnya. Data perakhir menunjukkan, luas perkebunan sawit rakyat di Kotawaringin Barat mencapai 46,7 ribu hektar. Di mana luas lahan sudah terdata STDB sebagai salah satu persyaratan PSR baru 3,4 ribu hektar, katanya. Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan dan Dinas TPHP terus mendorong dan membantu petani atau pekebun kelapa sawit dalam proses penerbitan STDB. “STDB penting lantaran menyangkut tracibility atau asal usul lahan perkebunan kelapa sawit milik petani,” ulasnya. Ketua Aspekpir Kalteng, Yusro berharap kementerian dan lembaga terkait, yakni KLHK dan ATR/BPN, membantu bereskan permasalahan dan kendala selama pengajuan PSR. “Permasalahan yang dihadapi para petani atau pekebun kelapa sawit harus dicarikan solusinya agar seluruh petani khususnya di Kotawaringin Barat bisa mengikuti program PSR,” sebutnya.

Gubernur Bengkulu: Minta Petani Sawit Laporkan Kendala Produksi Secara Aktif Nasional
Nasional
Jumat, 07 Juli 2023 | 17:22 WIB

Gubernur Bengkulu: Minta Petani Sawit Laporkan Kendala Produksi Secara Aktif

Bengkulu, katakabar.com - Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah minta para petani kelapa sawit secara aktif melaporkan kendala apa saja yang dihadapi mengelola perkebunan kelapa sawit. Dengan melaporkan kendala yang dihadapi kata Rohidin, dapat membantu meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit, dan menjaga stabilitas sektor perkebunan yang krusial bagi perekonomian daerah. Menurut Gubernur Bengkulu, peran petani kelapa sawit penting mengawasi, dan menjaga kondisi perkebunan. Itu tadi, lewat laporan yang aktif dan berkelanjutan, para petani diharapkan dapat memberikan informasi penting mengenai berbagai kendala yang timbul selama proses bercocok tanam dan perawatan tanaman kelapa sawit. "Kami minta petani melaporkan masalah yang dihadapi perkebunan kelapa sawit. Kami berharap bisa menyelesaikan tantangan yang dihadapi petani dan menemukan solusi," jelasnya, pada Kamis (6/7). Masih Gubernur Bengkulu, melalui kerja sama yang baik antara petani dan pemerintah daerah, berbagai tantangan yang dihadapi petani dalam mengelola perkebunan kelapa sawit dapat diatasi dengan lebih efisien. "Dengan adanya laporan dari petani, pemerintah bisa segera merespons dan memberikan solusi yang tepat guna untuk pastikan produktivitas dan kualitas hasil kelapa sawit tetap terjaga," terangnya. Untuk mendorong partisipasi aktif para petani, Rohidin menegaskan pihaknya bakal pastikan kerahasiaan identitas para pelapor. Adanya jaminan ini, diharapkan para petani lebih berani melaporkan berbagai kendala yang mungkin terjadi tanpa rasa takut terhadap kemungkinan konsekuensi negatif. "Saya seru kepada seluruh petani kelapa sawit di Bengkulu, mari bersama-sama memajukan sektor perkebunan kelapa sawir. Laporan yang aktif dan jujur dari para petani sangat berarti sebagai upaya meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit. Pemerintah daerah siap dukung penuh dan mencari solusi terbaik untuk setiap kendala yang dihadapi petani," bebernya. Selain meminta laporan dari petani, Rohidin berjanji meningkatkan akses petani terhadap pendidikan dan pelatihan dalam bidang pertanian. Soalnya, dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan, petani diharapkan mampu mengatasi berbagai kendala teknis dalam mengelola perkebunan kelapa sawit, seperti penyakit tanaman, hama, dan praktik pertanian yang lebih efisien. "Kami menggencarkan kampanye penyuluhan kepada petani mengenai praktik-praktik pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Upaya ini tujuannya untuk meningkatkan kesadaran petani betapa penting menjaga kelestarian lingkungan sekitar perkebunan kelapa sawit, serta pemanfaatan sumber daya alam yang ada lebih efisien," tandasnya.