Kendalikan

Sorotan terbaru dari Tag # Kendalikan

Bram Hertasning: WFA Strategis Kendalikan Mobilitas Nasional Selama Nataru 2025-2026 Nusantara
Nusantara
Senin, 22 Desember 2025 | 16:00 WIB

Bram Hertasning: WFA Strategis Kendalikan Mobilitas Nasional Selama Nataru 2025-2026

Jakarta, katakabar.com - Bram Hertasning menilai kebijakan Work From Anywhere (WFA) jadi instrumen strategis kendalikan mobilitas nasional selama periode Natal dan Tahun Baru 2025-2026 yang memiliki tingkat pergerakan masyarakat tinggi dan kompleks. Penerapan WFA secara selektif dinilai mampu menekan kepadatan lalu lintas, meningkatkan keselamatan perjalanan, sekaligus menjaga distribusi aktivitas ekonomi tetap merata. Periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026 diperkirakan kembali menjadi fase mobilitas nasional dengan tingkat intensitas dan kompleksitas yang tinggi. Pergerakan masyarakat tidak hanya terjadi dalam pola mudik dan arus balik, tetapi mencakup mobilitas wisata, aktivitas ekonomi daerah, hingga pergerakan perkotaan yang berlangsung secara bersamaan dan dalam rentang waktu yang relatif panjang. Kepala Bidang Kebijakan Lalu Lintas dan Angkutan Pelayaran serta Penerbangan di Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan, Bram Hertasning, menilai kondisi tersebut menuntut pendekatan pengelolaan transportasi yang lebih komprehensif dan adaptif. Menurutnya, pengendalian lalu lintas pada periode libur besar nasional tidak lagi bisa mengandalkan rekayasa teknis di lapangan semata. “Pada periode Nataru, mobilitas masyarakat bersifat masif, multi-arah, dan berlangsung cukup panjang. Oleh karena itu, kebijakan transportasi perlu dilengkapi dengan instrumen pengendalian permintaan perjalanan yang bersifat strategis,” kata Bram melalui keterangan resmi. Ia menjelaskan, penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada periode Nataru 2025/2026 menjadi salah satu instrumen manajemen mobilitas yang relevan dan diperlukan. WFA bukan dimaksudkan untuk menurunkan produktivitas kerja, melainkan untuk menyebarkan waktu dan pola perjalanan masyarakat agar tidak terjadi lonjakan pergerakan secara serentak. “Dengan WFA, beban jaringan jalan, simpul transportasi, dan kawasan wisata dapat ditekan karena pola perjalanan menjadi lebih tersebar,” jelasnya. Bram menambahkan, penerapan WFA secara selektif dan adaptif, khususnya pada 22–24 Desember serta 29–31 Desember 2025, berpotensi menjadi langkah preventif yang efektif. Kebijakan tersebut dinilai mampu menurunkan kepadatan lalu lintas, meningkatkan keselamatan perjalanan, serta memberikan ruang pengelolaan yang lebih optimal bagi petugas di lapangan. Dari sisi ekonomi, Bram menegaskan bahwa WFA justru dapat berperan sebagai pengungkit aktivitas ekonomi selama Nataru. Mobilitas yang lebih merata membuat konsumsi masyarakat tidak terakumulasi pada hari-hari tertentu saja, tetapi terdistribusi di berbagai daerah dalam durasi yang lebih panjang. “Kondisi ini mendorong peningkatan lama tinggal wisatawan, memperkuat peran UMKM dan ekonomi lokal, serta tetap menjaga kesinambungan produktivitas nasional, terutama di sektor-sektor yang memungkinkan fleksibilitas kerja,” ucapnya. Lebih lanjut, Bram menekankan kebijakan WFA pada Nataru 2025-2026 perlu diposisikan sebagai kebijakan negara yang strategis, terukur, dan terkoordinasi lintas kementerian serta pemerintah daerah. Koordinasi tersebut penting agar pelaksanaan WFA selaras dengan pengaturan transportasi, pariwisata, dan pelayanan publik lainnya. “Pada konteks ini, WFA bukan sekadar fleksibilitas kerja, tetapi merupakan instrumen tata kelola mobilitas modern yang adaptif terhadap dinamika sosial, ekonomi, dan transportasi nasional,” beber Bram.

BitMine Umumkan CEO Anyar, Siap Kendalikan Treasury Ethereum Jumbo $11 Miliar Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 19 November 2025 | 22:00 WIB

BitMine Umumkan CEO Anyar, Siap Kendalikan Treasury Ethereum Jumbo $11 Miliar

Jakarta, katakabar.com - BitMine Immersion Technologies, salah satu perusahaan pemegang Ethereum (ETH) terbesar di dunia, resmi memasuki babak baru dalam kepemimpinan. Perusahaan tersebut mengumumkan penunjukan Chi Tsang sebagai CEO baru, menggantikan Jonathan Bates yang sebelumnya memimpin perusahaan dalam fase awal transformasinya. Pergantian ini menandai langkah strategis BitMine dalam memperkuat posisinya sebagai institusi yang mengelola treasury Ethereum lebih dari US$ 11 miliar, sekaligus mengokohkan fondasi untuk ekspansi yang lebih ambisius di masa depan. Chi Tsang bukan sosok sembarangan. Ia adalah pendiri dan Managing Partner dari fund ventura m1720, serta memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di HSBC dalam bidang perbankan global. Latar belakangnya yang kuat di dunia finansial tradisional dan inovasi teknologi membuat Tsang dianggap sebagai sosok yang tepat untuk memimpin BitMine di tengah dinamika pesat ekosistem Ethereum. Selain pergantian CEO, BitMine juga umumkan masuknya tiga anggota dewan independen baru, yakni Robert Sechan, Olivia Howe, dan Jason Edgeworth. Ketiga nama tersebut membawa kompetensi dari berbagai sektor, mulai dari manajemen aset, konsultan keuangan, hingga teknologi blockchain. Ini menunjukkan BitMine tidak hanya memperbarui struktur kepemimpinannya, tetapi memperkuat fondasi tata kelola perusahaan dengan memasukkan perspektif yang lebih beragam. Visi BitMine Tom Lee, Ketua BitMine, menyampaikan perpindahan kepemimpinan ini merupakan langkah penting agar perusahaan bisa semakin matang menjalankan misinya sebagai penghubung antara pasar keuangan tradisional dan ekosistem Ethereum yang berkembang pesat. Menurutnya, kombinasi pengalaman dari teknologi, DeFi, hingga layanan keuangan yang dimiliki para pemimpin baru di BitMine akan memperkuat kemampuan perusahaan dalam menavigasi pasar kripto yang selalu berubah. Saat ini, BitMine memegang lebih dari 3,5 juta ETH, menjadikannya salah satu pemegang korporat Ethereum terbesar di dunia. Dengan nilai treasury yang sangat besar, perubahan kepemimpinan ini dipandang sebagai momentum untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan aset, memperluas strategi treasury, dan memaksimalkan peluang di sektor staking, restaking, tokenisasi, serta infrastruktur pendukung Ethereum lainnya. Di tengah perkembangan perusahaan seperti BitMine yang semakin memperkuat posisinya dalam ekosistem Ethereum, investor ritel di Indonesia juga memiliki kesempatan untuk mulai memahami dan berpartisipasi dalam dunia aset digital. Salah satu cara termudah dan paling aman untuk memulai adalah melalui platform investasi yang kredibel seperti Nanovest. Nanovest adalah aplikasi investasi Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital yang dapat kamu akses langsung melalui perangkat seluler. Jika kamu tertarik untuk berinvestasi di aset kripto baik Ethereum maupun aset digital lainnya Nanovest bisa menjadi pilihan ideal untuk memulai. Aplikasi ini menawarkan pengalaman investasi yang aman, mudah dipahami, dan terlindungi. Salah satu keunggulan utamanya adalah proteksi aset dari risiko cybercrime melalui Asuransi Sinarmas, memberikan ketenangan bagi investor pemula maupun berpengalaman. Lewat Nanovest, kamu juga bisa mengeksplor berbagai kripto lain selain ETH, sekaligus mempelajari dinamika pasar global melalui fitur-fitur yang informatif. Aplikasi ini sudah tersedia di Play Store dan App Store, sehingga siapa pun dapat mengunduh dan mulai berinvestasi kapan pun dibutuhkan. Penunjukan Chi Tsang sebagai CEO baru BitMine menjadi langkah strategis yang tidak hanya berdampak pada perusahaan, tetapi juga pada dinamika lebih luas dari ekosistem Ethereum. Dengan pengalaman yang kuat dalam manajemen aset dan perbankan global, Tsang diharapkan mampu mendorong BitMine mencapai efisiensi dan inovasi baru dalam mengelola treasury ETH yang jumlahnya sangat besar. Perluasan dewan direksi BitMine juga menandai keseriusan perusahaan dalam membangun tata kelola yang kuat dan adaptif. Dengan semakin banyaknya institusi besar yang masuk ke sektor kripto, pendekatan profesional dan berbasis data seperti yang diterapkan BitMine menjadi contoh bagaimana perusahaan kripto dapat berevolusi menjadi institusi modern yang setara dengan perusahaan finansial tradisional.

GAPKI dan APHI Teken MoU Cegah dan Kendalikan Karhutla Sawit
Sawit
Selasa, 21 Oktober 2025 | 16:30 WIB

GAPKI dan APHI Teken MoU Cegah dan Kendalikan Karhutla

Jakarta, katakabar.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono, tandatangani nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Soewarso, Kamis (16/10) lalu, tentang upaya pencegahan dan pengendalian Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia. "UPaya pencegahan dan pengendalian Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia, tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, perlu kerja sama multipihak untuk mewujudkan cita cita bersama agar tidak ada kebakaran lahan. “Dunia usaha dapat mengambil peran positif dalam membantu pengendalian Karhutla,” kata Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono, dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Selasa (21/10). Dijelaskan Eddy, kerja sama ini tindak lanjut dari roadshow kunjungan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq beberapa waktu lalu di berbagai wilayah di Indonesia yang meninjau kesiapan perkebunan kelapa sawit mengenai pencegahan kebakaran lahan. Kedua organisasi akan saling bantu, dan secara bersama melakukan pembinaan masyarakat upaya pengendalian Karhutla. Melalui program-program bersama yang akan dilakukan kedua organisasi itu, ulas Eddy, kapasitas, dan peran, serta masyarakat pencegahan dan pengendalian Karhutla diharapkan semakin kuat. Di mana partisipasi masyarakat pengelolaan sumber daya alam tanpa pembakaran kian meningkat. Selain meningkatkan kapasitas dan kepedulian masyarakat, sambu Eddy, melalui nota kesepekatan tersebut, baik GAPKI maupun APHI bakal bentuk model pembinaan Desa Peduli Api atau Kelompok Tani Peduli Api sebagai percontohan lintas sektor. “Melalui MoU ini kami bersama-sama akan membangun mekanisme koordinasi, patroli, serta respon cepat terhadap bahaya Karhutla,” timpal Ketua Umum APHI, Soewarso.

Upaya Komprehensif Kendalikan Limbah Cair Perusahaan Lewat Training POPAL Online EA Nasional
Nasional
Sabtu, 05 April 2025 | 18:59 WIB

Upaya Komprehensif Kendalikan Limbah Cair Perusahaan Lewat Training POPAL Online EA

Jakarta, katakabar.com - Guna mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih bertanggung jawab dan profesional, Energy Academy kembali taja Training POPAL secara online. Program ini bagian dari komitmen Energy Academy dalam mempersiapkan tenaga kerja bersertifikasi yang mampu mengelola instalasi pengolahan air limbah secara efektif dan sesuai regulasi. Setiap industri yang menghasilkan air limbah wajib memiliki tenaga ahli yang berkompeten dalam menangani proses pengolahan limbah tersebut. Di sinilah peran Pelatihan POPAL menjadi sangat vital. POPAL, atau Penanggung Jawab Operasional Pengolahan Air Limbah, adalah posisi penting yang bertugas memastikan bahwa proses pengolahan limbah cair berjalan sesuai standar teknis dan hukum lingkungan yang berlaku. Melalui Training POPAL, peserta tidak hanya belajar bagaimana mengoperasikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), tetapi juga memahami pentingnya pemantauan kualitas air limbah dan peranannya dalam menjaga ekosistem. Adapun pelatihan ini merujuk pada dua regulasi utama, yaitu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) No. P.5/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2018 dan Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 191 Tahun 2019. Kedua dasar hukum ini mewajibkan perusahaan untuk mempekerjakan tenaga kerja yang telah mengikuti Sertifikasi POPAL resmi dan memiliki kompetensi sesuai standar nasional. Dengan mengikuti Pelatihan POPAL, perusahaan tidak hanya memenuhi kewajiban legal, tapi mendapatkan manfaat nyata dalam bentuk pengelolaan limbah yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Diklat POPAL yang dilaksanakan Energy Academy dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam sekaligus keterampilan praktis. Beberapa materi utama yang diajarkan meliputi: