Keselamatan
Sorotan terbaru dari Tag # Keselamatan
Momentum Transformasi Keselamatan Zona Rokan, Sebelas Juta Jam Kerja Selamat Jadi Fondasi
Jakarta, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan terus jaga momentum transformasi keselamatan kerja di awal tahun 2026. Kurun tiga bulan pasca evaluasi menyeluruh, perusahaan mencatat capaian sebelas juta jam kerja selamat. Hal ini sebuah hasil dari upaya kolektif untuk memastikan setiap langkah operasional berjalan aman dan berkelanjutan. Dengan melibatkan total 43.639 tenaga kerja, capaian ini menjadi refleksi nyata sistem manajemen Health, Safety, and Environment (HSE), khususnya di Zona Rokan, terus berkembang dan diperkuat. Di tengah kompleksitas operasi berskala besar, keselamatan tidak lagi dimaknai sebatas kepatuhan terhadap prosedur, tetapi kesadaran dan komitmen untuk melakukan intervensi dengan landasan peduli sesama pekerja, sebagai fondasi utama dalam setiap aktivitas operasional. Transformasi itu ditopang dengan langkah modernisasi, di antaranya melalui implementasi SHIELD AI. Penerapan tersebut, yakni sebuah proses inspeksi dan observasi yang terintegrasi dalam satu ekosistem digital. Selain meningkatkan akurasi dan kecepatan pengawasan, teknologi ini juga memperkuat kemampuan prediktif dalam mengidentifikasi potensi risiko terjadinya insiden. Di sisi lain, budaya pencegahan tumbuh semakin nyata di lapangan. Tercatat 2.818 laporan Unsafe Act dan Unsafe Condition (UA/UC) dalam periode yang sama. Angka ini mencerminkan keberanian dan kepedulian pekerja untuk saling menjaga satu sama lain. Pasalnya, keselamatan tidak lagi bergantung pada pengawasan semata, melainkan tanggung jawab kolektif. “Pencapaian sebelas juta jam kerja selamat ini tidak berdiri sendiri. Ini adalah hasil dari refleksi mendalam atas apa yang pernah terjadi, dan komitmen kami untuk memastikan hal tersebut tidak terulang,” kata Senior Manager HSE Operations Zona Rokan, I Nyoman Widaryantha Naya. Setiap laporan baik UA/UC, ulas Nyoman, setiap langkah inspeksi dan keputusan lapangan merupakan bentuk nyata dari penguatan budaya keselamatan yang sedang dilakukan bersama. Transformasi HSE di Zona Rokan juga menyentuh aspek keandalan aset dan kepatuhan lingkungan. Ia menegaskan capaian ini bukanlah langkah terakhir, melainkan bagian dari perjalanan panjang. “Kami pastikan setiap operasi berjalan selaras dengan prinsip asset management yang kuat serta memenuhi seluruh ketentuan lingkungan, termasuk AMDAL dan PERTEK dalam menjaga keberlanjutan produksi energi nasional. Di sisi lain, melindungi lingkungan dan masyarakat sekitar,” jelasnya. Di tengah dinamika industri migas yang kompleks, Zona Rokan menunjukkan keselamatan dan produktivitas bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Justru, keduanya berjalan beriringan.saling menguatkan dalam satu sistem yang terintegrasi. Karena akhirnya, setiap jam kerja selamat adalah upaya menekan insiden dan menjaga setiap pekerja kembali ke rumah dengan selamat. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
KAI Logistik Perkuat Keselamatan Operasional Lewat Penerapan Dashcam Basis AI Armada Trucking
Jakarta, katakabar.com - Kereta Api Indonesia (KAI) Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), resmi mengimplementasikan teknologi dashcam berbasis Artificial Intelligence (AI) pada armada trucking untuk operasional petikemas. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat komitmen perusahaan terhadap keselamatan operasional serta merespons kebutuhan pasar terhadap standar distribusi yang lebih tinggi. Implementasi teknologi ini menjadi bagian dari transformasi digital perusahaan yang berfokus pada pendekatan preventif dalam operasional. Berbeda dengan kamera pengawas konvensional yang lebih berfungsi sebagai alat rekam, dashcam berbasis AI yang diterapkan KAI Logistik mampu mendeteksi potensi risiko secara otomatis dan real-time, sehingga berbagai kemungkinan insiden dapat diantisipasi dan dimitigasi sejak dini sebelum berkembang menjadi kejadian yang lebih serius. Direktur Operasi KAI Logistik, Broer Rizal, menegaskan keselamatan merupakan pondasi utama sekaligus prioritas strategis dalam seluruh layanan logistik perusahaan. “Penerapan teknologi ini tidak sekadar menjadi pembaruan perangkat, tetapi juga merupakan langkah nyata dalam membangun budaya keselamatan yang lebih disiplin, adaptif, dan transparan. Melalui implementasi ini, KAI Logistik ingin memastikan bahwa setiap perjalanan armada tidak hanya berjalan efisien, tetapi juga memenuhi standar keamanan tinggi bagi pengemudi,” jelas Broer. Dalam implementasinya, KAI Logistik bekerja sama dengan mitra teknologi untuk mengintegrasikan sensor dan sistem analitik ke dalam armada, sehingga mampu mendeteksi berbagai perilaku berisiko seperti pengemudi mengantuk, terdistraksi, atau menggunakan ponsel saat berkendara, sekaligus melakukan pemantauan kecepatan secara real-time dan pelacakan posisi berbasis GPS. Ketika teridentifikasi kondisi berpotensi membahayakan, sistem secara otomatis mengirimkan peringatan dini ke Command Center guna memungkinkan respons cepat. “Seluruh data perjalanan yang terekam kemudian kelola oleh perseroan sebagai dasar evaluasi performa dan pengambilan keputusan berbasis data. Program ini telah dijalankan secara bertahap sejak Maret 2026 di wilayah operasional petikemas utama seperti Sungai Lagoa, Klari, Ronggowarsito, dan Kalimas, serta akan terus diperluas ke lebih banyak armada dan wilayah lainnya seiring optimalisasi pemanfaatan data dan pengembangan sistem monitoring yang semakin terintegrasi,” terang Broer. Melalui implementasi ini, KAI Logistik semakin menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan logistik yang aman, efisien, dan andal. Integrasi teknologi AI dalam operasional trucking diharapkan tidak hanya mampu menekan potensi kecelakaan, tetapi juga memperkuat kepercayaan pelanggan serta mendukung visi perusahaan untuk menjadi penyedia solusi logistik terpadu yang unggul dan tepercaya.
Kolaborasi KAI, DJKA dan BTP Tingkatkan Keselamatan di Perlintasan Sebidang di Libur Lebaran 2026
Palembang, katakabar.com - Masa libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang terus perkuat komitmen keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan. Melalui kolaborasi strategis bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) dan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas II Palembang, KAI Divre III Palembang menggelar sosialisasi keselamatan di sejumlah perlintasan sebidang, khususnya yang tidak dilengkapi palang pintu. Upaya ini penting seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama masa angkutan Lebaran, di mana potensi kepadatan lalu lintas di sekitar jalur kereta api juga mengalami peningkatan signifikan. Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih waspada saat melintasi perlintasan sebidang. “Kami bersama DJKA dan BTP Kelas II Palembang secara aktif mengingatkan masyarakat bahwa keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. Dengan meningkatnya mobilitas saat Lebaran, kewaspadaan pengguna jalan harus semakin ditingkatkan,” kata Aida. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di empat titik, yakni: - JPL 88 KM 396+7 emplasemen Stasiun Kramasan * KM 396+5 emplasemen Stasiun Kramasan (perlintasan bawah Fly Over Kramasan) * KM 384+8 emplasemen Stasiun Kramasan (Perlintasan Kapuk) * JPL 87B KM 393+9 petak jalan antara Stasiun Kramasan – Stasiun Simpang (Perlintasan Muara Kelingi) Dalam kegiatan tersebut, petugas turun langsung ke lapangan untuk memberikan imbauan kepada pengguna jalan, sekaligus memasang spanduk keselamatan sebagai pengingat visual yang mudah dikenali masyarakat. Sepanjang bulan Maret 2026, KAI Divre III Palembang telah melaksanakan kegiatan sosialisasi keselamatan sebanyak 6 kali serta memasang 70 spanduk di berbagai titik perlintasan wilayah Divre III Palembang, dengan fokus pada perlintasan tanpa palang pintu yang memiliki tingkat risiko lebih tinggi. Aida menambahkan upaya peningkatan keselamatan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor serta dukungan penuh dari masyarakat. “Perlintasan sebidang bukan hanya tanggung jawab KAI atau pemerintah, tetapi juga seluruh pengguna jalan. Peran aktif masyarakat sangat krusial dalam menciptakan keselamatan, di antaranya dengan mematuhi rambu lalu lintas, mendahulukan perjalanan kereta api, serta tidak menerobos palang pintu,” tegasnya. KAI Divre III Palembang juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar jalur kereta api. Warga diharapkan dapat segera melaporkan apabila menemukan potensi bahaya atau adanya perlintasan liar baru kepada petugas di stasiun terdekat maupun melalui Contact Center KAI 121. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk mendukung upaya penutupan perlintasan ilegal yang berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan. “Melalui sinergi antara KAI, DJKA, BTP Kelas II Palembang, serta partisipasi aktif masyarakat, diharapkan keselamatan di perlintasan sebidang dapat terus meningkat, sehingga perjalanan kereta api dan aktivitas masyarakat selama masa libur Lebaran dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan selamat,” sebut Aida.
KA Harina Tertemper Mobil di Jalur Stasiun Brumbung-Alastua, KAI Seru Masyarakat Lebih Peduli Keselamatan
Semarang, katakabar.com - Perjalanan KA Harina relasi Surabaya Pasarturi-Bandung tertemper mobil di KM 11+7/8 antara Stasiun Brumbung-Stasiun Alastua, Minggu, (15/2) sekitar pukul 09.12 WIB. Akibat kejadian temperan tersebut, KA Harina berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun lokasi guna pemeriksaan kondisi sarana. Hasil pemeriksaan, lokomotif dna kereta pembangkit KA Harina mengalami kerusakan dan diganti di Stasiun Semarang Tawang. Selain itu, jalur hilir tidak bisa dilewati perjalanan Kereta Api untuk sementara waktu karena ada kerusakan. Setelah dilakukan perbaikan, jalur hilir lokasi tersebut dinyatakan aman kembali dilewati kereta api pada 11.26 WIB. "KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan menyayangkan atas kejadian tersebut," tegas Luqman. Dengan adanya kejadian tersebut KA Harina mengalami kelambatan 102 menit, untuk itu kami memohon maaf kepada para pelanggan yang terdampak kejadian temperan. KAI Daop 4 Semarang mengimbau agar masyarakat tidak berkegiatan di jalur kereta api. Hal tersebut sesuai dengan pasal 181 ayat (1) UU 23 tahun 2007 tentang Perekeretaapian. Dalam ayat (1) pasal tersebut menyatakan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api, atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api. KAI Daop 4 Semarang akan terus melakukan penyampaian imbauan keselamatan sebagai upaya preventif dalam rangka menekan angka kecelakaan.
Taja Edukasi Perkeretaapian di Stasiun Pemalang, KAI Daop 4 Semarang Tanamkan Budaya Keselamatan
Semarang, katakabar.com - Kereta Api Daerah Operasi (KAI Daop) 4 Semarang terus berkomitmen mendukung edukasi transportasi publik kepada masyarakat dari usia dini. Salah satu wujud komitmen tersebut diwujudkan melalui penerimaan kunjungan edukatif dari siswa-siswi TK Islam Terpadu Pemalang yang berlangsung di Stasiun Pemalang, Jumat (15/2) lalu. Kunjungan ini diikuti 40 siswa didampingi guru pembimbing. Rombongan disambut jajaran Stasiun Pemalang dan tim Pengamanan Daop 4. Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan di kegiatan tersebut KAI mengenalkan dunia kereta api dengan cara yang sederhana dan menyenangkan, agar mudah dipahami oleh anak-anak usia dini. “Kami ingin anak-anak mengenal kereta api sejak dini, mulai dari apa itu kereta api, bagaimana cara naik kereta dengan tertib, hingga pentingnya menjaga keselamatan. Semuanya kami sampaikan dengan bahasa yang ringan dan menyenangkan, sehingga anak-anak bisa belajar sambil bermain,” kata Luqman. Kata Luqman, para siswa diperkenalkan dengan kereta api sebagai salah satu moda transportasi umum yang digunakan oleh banyak orang. Anak-anak juga dikenalkan dengan lingkungan stasiun, fungsi dasar stasiun, serta peran petugas kereta api dalam melayani dan menjaga keselamatan perjalanan. Selain pengenalan kereta api, KAI Daop 4 Semarang juga memberikan edukasi terkait keselamatan dan keamanan perkeretaapian. Materi yang disampaikan antara lain pentingnya tertib saat berada di stasiun, tidak bermain di sekitar jalur rel, serta berhati-hati dan mematuhi aturan saat melintasi perlintasan sebidang kereta api, baik yang dijaga maupun tidak dijaga. Edukasi tidak hanya diberikan kepada siswa, tetapi juga kepada guru dan orang tua yang mendampingi. Di kegiatan tersebut, KAI menyampaikan informasi mengenai layanan kereta api, termasuk kemudahan pemesanan tiket rombongan serta pembelian tiket melalui aplikasi KAI Access, Contact Center 121, dan kanal penjualan resmi lainnya yang bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Luqman menambahkan kegiatan edukasi ini juga menjadi sarana untuk menanamkan budaya keselamatan kepada anak-anak sejak usia dini. “Kami berharap dari kegiatan seperti ini, anak-anak tidak hanya senang berkunjung ke stasiun, tetapi juga mulai memahami mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan di lingkungan kereta api. Harapannya, kebiasaan baik ini bisa terus terbawa hingga mereka dewasa,” ucap Luqman. Melalui kegiatan kunjungan edukatif ini, KAI Daop 4 Semarang berharap dapat menanamkan pemahaman dan kesadaran tentang keselamatan sejak usia dini, sekaligus mengenalkan kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan ramah bagi masyarakat. KAI Daop 4 Semarang akan terus mendukung kegiatan edukasi dan kolaborasi dengan dunia pendidikan sebagai bagian dari upaya membangun budaya keselamatan dan tertib berlalu lintas di lingkungan perkeretaapian.
Jaga Keselamatan Perjalanan KA, KAI Daop 4 Tutup Perlintasan Sebidang di Grobogan
Jawa Tengah, katakabar.com - Guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan, KAI Daop 4 Semarang menutup perlintasan sebidang tidak terjaga JPL 83 Km 59+0/1 pada petak jalan Stasiun Karangsono - Stasiun Gundih, wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kegiatan penutupan perlintasan tersebut dilaksanakan Sabtu (7/2) lalu. Menurut Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, penutupan perlintasan sebidang ini merupakan langkah preventif untuk meminimalisasi potensi kecelakaan lalu lintas dan perjalanan kereta api. “Perlintasan sebidang merupakan salah satu titik rawan kecelakaan. Penutupan dilakukan karena perlintasan tersebut tidak memenuhi standar keselamatan dan demi melindungi keselamatan perjalanan kereta api serta masyarakat,” kata Luqman. Kata Luqman, penutupan perlintasan sebidang tersebut merupakan bagian dari komitmen KAI dalam mendukung peningkatan keselamatan transportasi perkeretaapian secara berkelanjutan, sekaligus upaya menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang. Sebelumnya, KAI Daop 4 Semarang telah berkoordinasi dengan unsur kewilayahan setempat sehingga pada pelaksanaannya berjalan lancar. Warga yang telah mendapatkan sosialisasi sebelumnya juga menyatakan tidak keberatan atas penutupan perlintasan karena memahami pentingnya keselamatan bersama. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif, serta tidak ditemukan hal-hal menonjol. Cuaca pada saat pelaksanaan kegiatan dilaporkan cerah. KAI Daop 4 Semarang mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan perlintasan sebidang resmi yang telah dilengkapi fasilitas keselamatan, mematuhi rambu-rambu, serta mendahulukan perjalanan kereta api. "Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi dalam meningkatkan keselamatan khususnya di area perlintasan sebidang mewujudkan transportasi perkeretaapian yang selamat, andal, dan berkelanjutan," serunya.
Satlantas Polres Bengkalis Kampanye Keselamatan Bagikan Brosur dan Sticker ke Pengendara
Duri, katakabar.com - Satgas Preemtif Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Bengkalis gelar kampanye Keselamatan bagikan brosur dan sticker dengan sasar pengendara yang melintas di kawasan pertigaan lampu merah simpang Pokok Jengkol, Duri, persisnya di Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan Hang Tuah Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Selasa (3/2) pagi. Kegiatan tersebut dipimpin Kasatlantas Polres Bengkalis, AKP Shandra Amalia, didampingi Ipda Musdiono, Aiptu Riduan, beserta beberapa orang personel Satlantas Polres Bengkalis. Menurut Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, melalui Kasatlantas Polres Bengkalis, AKP Shandra Amalia, kepada wartawan mengatakan kegiatan sosialisasi, dan penyuluhan yang dilakasanakan Satgas Preemtif Satlantas Polres Bengkalis, yakni sosialisasi berupa kampanye keselamatan, pembagian brosur, dan pemberian sticker. "Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para pengendara betapa pentingnya tertib berlalu lintas demi keselamatan saat berkendara di jalan raya," jelas AKP Shandra. Selain itu, tambah AKP Shandra dengan kegiatan ini masyarakat pengguna jalan dapat tertib berlalu lintas sehingga dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. "Kami optimis ketika kesadaran tumbuh, dan masyarakat jadi pelopor dalam berlalu lintas otomatis angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Kabupaten Bengkalis bakal turun dengan sendirinya," terangnya.
Polda Riau Kerahkan 1.126 Personel Gelar Operasi Keselamatan 2026, Ini Sasarannya
Pekanbaru, katakabar.com - Kepolisian Daerah (Polda) Riau resmi gelar Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 dengan menerjunkan 1.126 personel. Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, sebagai langkah strategis menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Pelaksanaan operasi diawali dengan Apel Gelar Pasukan yang dipimpin langsung oleh Wakapolda Riau, Brigjen Pol Hengki Haryadi, Senin (2/2), menekankan pentingnya sektor lalu lintas sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. "Lalu lintas adalah urat nadi pergerakan manusia dan barang. Jika tidak dikelola dengan baik, dampaknya bukan hanya pada keselamatan, tetapi juga produktivitas dan kualitas lingkungan hidup," ujarnya. Ia mengingatkan sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, penyelenggaraan lalu lintas bertujuan menciptakan sistem yang aman, selamat, tertib, dan efisien, sehingga dibutuhkan kesadaran kolektif seluruh pengguna jalan. Di kegiatan itu, Brigjen Hengki mengungkapkan fakta faktor manusia masih menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas. "Sekitar 80 hingga 90 persen kecelakaan terjadi akibat human error. Kurangnya konsentrasi, perilaku ugal-ugalan, dan rendahnya disiplin berlalu lintas masih menjadi persoalan utama," tegasnya. Menurutnya, lalu lintas merupakan sistem kompleks yang melibatkan manusia, kondisi jalan, teknologi kendaraan, dan lingkungan. Ketika keempat elemen tersebut bertemu di ruang yang sama, risiko kecelakaan menjadi tak terelakkan jika tidak dikelola secara menyeluruh. "Kesalahan kecil bisa berujung fatal. Karena itu, pendekatan keselamatan harus berbasis sistem, bukan semata-mata menyalahkan individu. Inilah yang dikenal dengan konsep Vision Zero," jelasnya. Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif, dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap Polantas. Adapun sasaran penegakan hukum dalam operasi ini di antaranya penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi pabrikan (knalpot brong), truk yang memodifikasi rangka atau spesifikasi kendaraan, kendaraan pribadi yang digunakan tidak sesuai peruntukan. Kemudian kendaraan dengan TNKB atau pelat nomor tidak sesuai ketentuan, travel ilegal menggunakan kendaraan pribadi, serta penyalahgunaan kendaraan angkutan barang "Penindakan dilakukan melalui ETLE maupun teguran simpatik. Tujuan utama bukan menghukum, melainkan menumbuhkan kesadaran agar masyarakat tertib dan selamat di jalan," jelas Hengki. Data Polda Riau menunjukkan, pada Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2025 tercatat tiga kasus kecelakaan dengan satu korban meninggal dunia, serta lebih dari 3.124 pelanggaran lalu lintas. "Melalui operasi tahun ini, kami berharap angka pelanggaran dan kecelakaan dapat ditekan dan menurun dibandingkan tahun sebelumnya," ucap Hengki. Ia mengingatkan seluruh personel agar mengutamakan keselamatan saat bertugas serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan keluhan masyarakat. "Laksanakan tugas sesuai SOP, jaga profesionalitas, dan hindari tindakan kontraproduktif. Kehadiran Polri harus benar-benar dirasakan memberi rasa aman dan nyaman," pesannya. Brigjen Hengki mengajak seluruh personel untuk berdoa agar pelaksanaan operasi berjalan lancar dan menjadi fondasi kuat menjelang Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026.
Program Polsanak, Kasat Lantas Polres Kepulausn Meranti Ajak Anak Usia Dini Tertib Lalu Lintas
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kepulauan Meranti terus perkuat edukasi keselamatan berkendara sejak usia dini. Edukasi keselamatan berkendara tersebut digelar Rabu (10/12) pukul 08.30 WIB kemarin, melalui programvPolisi Sahabat Anak (Polsanak) bersama murid TK Kemala Bhayangkari Selatpanjang di Kantor Sat Lantas Polres Kepulauan Meranti. Kegiatan ini dipimpin Kasat Lantas Polres Kepulauan Meranti, AKP Sardianto, SE, bersama personel Satlantas lainnya. Di kegiatan tersebut, anak-anak diajak belajar mengenal fungsi polisi lalu lintas, memahami rambu-rambu jalan, serta pentingnya keselamatan berkendara. Melalui metode edukasi yang interaktif dan menyenangkan, petugas memperkenalkan berbagai simbol rambu lalu lintas sekaligus memberikan contoh etika berlalu lintas yang baik. Anak-anak juga mendapat pembinaan mengenai penggunaan helm SNI, khususnya saat dibonceng sepeda motor. AKP Sardianto menjelaskan pembentukan karakter disiplin berlalu lintas perlu dilakukan sedini mungkin. “Tujuan kami untuk menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia dini, agar kelak mereka tumbuh menjadi generasi yang patuh hukum dan memiliki budaya keselamatan yang kuat,” ujarnya. Kegiatan Polsanak diharapkan mampu memberikan pemahaman awal kepada anak-anak tentang pentingnya keselamatan di jalan, sekaligus menumbuhkan kedekatan dengan institusi kepolisian. Program edukatif ini juga merupakan bagian dari upaya Polres Kepulauan Meranti untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas melalui pendekatan preventif yang dimulai dari keluarga dan lingkungan sekolah.
Satlantas Gaet Radio dan Masyarakat, Kapolres Kampar: Operasi Zebra Bukan Sekadar Tilang!
Bangkinang, katakabar.com - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kampar terus gencarkan sosialisasi, dan imbauan keselamatan lalu lintas rangkaian Operasi Zebra Lancang Kuning (OZLK) 2025, Senin (17/11). Berbagai kegiatan dilakukan untuk menjangkau masyarakat secara luas. Menurut Kasat Lantas Polres Kampar, AKP Wulan Afdhalia Ramdhani, yang pimpin kegiatan sosialisasi melalui siaran on air di Radio Swara Kampar 103.8 FM. Ketika siaran, Kasat Lantas menyampaikan informasi mengenai pelaksanaan Operasi Zebra Lancang Kuning 2025 yang berlangsung mulai 17 hingga 30 November 2025. "Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat pendengar radio untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan dalam berkendara. Operasi Zebra ini bukan hanya sekadar penindakan hukum, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan," kata AKP Wulan. Selain melalui radio, Kasat Lantas yang didampingi anggota Satlantas Polres Kampar juga turun langsung ke jalan dan Pasar Inpres Bangkinang untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada para pengendara sepeda motor. Para pengendara yang terlihat tidak menggunakan atribut keselamatan secara lengkap, seperti helm, diberikan himbauan dan edukasi mengenai pentingnya penggunaan helm untuk keselamatan diri. Selain itu, sejumlah brosur kampanye keselamatan juga dibagikan kepada masyarakat di sekitar.