Kolaboratif

Sorotan terbaru dari Tag # Kolaboratif

Afiliasi ESG Indonesia Resmi dideklarasikan Selaku Wadah Kolaboratif Nasional
Nasional
Rabu, 18 Februari 2026 | 10:01 WIB

Afiliasi ESG Indonesia Resmi dideklarasikan Selaku Wadah Kolaboratif

Jakarta, katakabar.com - Afiliasi ESG Indonesia resmi dideklarasikan sebagai wadah kolaboratif fasilitator dan konsultan untuk memperkuat implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) di Indonesia. Afiliasi ini bertujuan membangun standar, kompetensi, dan tata kelola ESG yang terstruktur melalui sinergi lintas sektor guna mendukung pembangunan berkelanjutan. Komitmen untuk memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di Indonesia kian menemukan momentumnya. Itu tadi, ditandai dengan dideklarasikannya Asosiasi Fasilitator dan Konsultan Lingkungan Sosial Berkelanjutan Indonesia (Afiliasi ESG Insonesia) melalui kegiatan bertajuk Declaration of Commitment: Establishing a Collaborative ESG Movement in Indonesia yang digelar Senin, 16 Februari 2026, di Pondok Kemangi Cibubur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Deklarasi ini jadi tonggak penting lahirnya sebuah wadah kolaborasi strategis yang menghimpun para inisiator, praktisi keberlanjutan, profesional lintas sektor, serta pegiat tanggung jawab sosial dan lingkungan. Kehadiran Afiliasi ESG Indonesia diharapkan mampu menjembatani sinergi multipihak dalam mendorong implementasi ESG yang lebih terstruktur, terukur, dan berdampak nyata bagi pembangunan nasional berkelanjutan. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony, dilanjutkan sesi perkenalan singkat yang dipandu oleh Ahmar Ihsan Rangkuti, yang membangun semangat semangat kolaboratif asosiasi. Momentum pendirian dipertegas dengan dipilihnya Nawir Sikki sebagai Ketua Badan Pengurus. Dalam kata pengantar rapat pendirian ia menekankan pentingnya kehadiran sebuah platform bersama yang tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga motor penggerak aksi nyata ESG di Indonesia. Afiliasi ini dibangun atas dasar kesadaran kolektif bahwa tantangan keberlanjutan tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan melalui orkestrasi kolaboratif lintas pemangku kepentingan. Oleh karena itu, Afiliasi ini diinisiasi dari berbagai latar belakang profesi dan sektor serta lembaga. “Dorongan utama lahirnya afiliasi ini adalah kebutuhan akan penguatan isu lingkungan, sosial, dan tata kelola berkelanjutan yang kini telah menjadi instrumen yang diadopsi secara global. Indonesia harus mempersiapkan diri agar isu ini terinternalisasi secara strategis, terstandarisasi dengan baik, serta didukung oleh sumber daya manusia yang benar-benar kompeten,” ujarnya. Ketua Badan Pengawas terpilih, Hendra Ikhwan, menyoroti urgensi penguatan fungsi pengawasan dan akuntabilitas dalam setiap gerakan ESG. Menurutnya, tata kelola yang baik menjadi fondasi utama agar implementasi ESG tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi benar-benar terinternalisasi dalam praktik kelembagaan dan dunia usaha. “Kami berharap dengan hadirnya Afiliasi ESG Indonesia, para fasilitator dan konsultan dapat terhimpun dalam satu wadah yang solid, saling bersinergi, dan membangun sistem yang rapi dalam ekosistem ESG di Indonesia. Dengan standar yang tinggi dan tata kelola yang profesional, AFILIASI ESG INDONESIA diharapkan menjadi bagian penting dalam penguatan praktik ESG di masa depan,” demikian ditegaskannya. Arahan strategis kemudian disampaikan Indra, Ketua Badan Pengarah. Ia menekankan masa depan pembangunan Indonesia sangat ditentukan oleh sejauh mana prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola diintegrasikan dalam kebijakan maupun praktik bisnis. Ia juga mendorong agar Afiliasi ESG Indonesia mampu menjadi mitra konstruktif pemerintah dan sektor swasta dalam merumuskan arah kebijakan keberlanjutan. “Saya optimistis inisiatif ini akan terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi Indonesia ke depan. Ketika kita mampu bergandengan tangan, menyatukan berbagai potensi dan kekuatan yang ada, maka sinergi tersebut akan menghadirkan dampak yang lebih besar, baik bagi lingkungan, aspek sosial, maupun tata kelola yang lebih baik secara global,” jelasnya seraya menekankan. Forum deklarasi turut diwarnai sesi dialog interaktif yang menghadirkan pertukaran gagasan, pengalaman, serta proyeksi program kerja. Para peserta mendiskusikan peluang, tantangan, serta strategi implementasi ESG di berbagai sektor, mulai dari industri, keuangan, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat. Puncak acara ditandai dengan penandatanganan Piagam Pendirian dan Berita Acara Pendirian Afiliasi ESG Indonesia sebagai simbol komitmen bersama. Penandatanganan ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan peneguhan tekad kolektif untuk membangun gerakan ESG yang inklusif, progresif, dan berkelanjutan di Indonesia. Melalui deklarasi Afiliasi ESG Indonesia diharapkan menjadi katalisator penguatan ekosistem ESG nasional yang mendorong praktik bisnis yang bertanggung jawab, pembangunan sosial yang berkeadilan, serta pelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Lebih jauh, afiliasi ini diharapkan mampu berkontribusi dalam pencapaian agenda pembangunan nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia secara global.

Binus University Pendidikan Tinggi yang Adaptif, Kolaboratif, dan Berdampak Pendidikan
Pendidikan
Minggu, 18 Mei 2025 | 10:00 WIB

Binus University Pendidikan Tinggi yang Adaptif, Kolaboratif, dan Berdampak

Jakarta, katakabar.com - Melambatnya pertumbuhan ekonomi nasional ke angka 4,87 persen di kuartal I 2025, dan dominasi pekerja di sektor informal menjadi sinyal penting Indonesia memerlukan SDM yang tidak hanya terampil, tapi mampu beradaptasi dan berkontribusi nyata. Binus University merespon kondisi ini melalui penyelenggaraan Media Gathering di Kampus Anggrek Binus @Kemanggisan sebagai wujud nyata komitmen pendidikan tinggi menjawab tantangan sosial dan ekonomi melalui inovasi, kolaborasi, dan penciptaan dampak. Acara ini sejalan dengan inisiatif Kampus Berdampak dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) sebagai bentuk keberlanjutan dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kampus kini dituntut tidak hanya berperan dalam pengajaran, tetapi juga menjadi katalisator transformasi sosial dan ekonomi, baik secara lokal maupun global. Di kegiatan ini, Rektor Binus University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menyampaikan, Binus secara konsisten menjalankan transformasi pendidikan yang menyatu dengan kebutuhan industri dan masyarakat. “Kami membekali mahasiswa dengan pengalaman praktikal sejak kuliah. Dengan pendekatan fleksibel dan multidisipliner, mahasiswa Binus mampu beradaptasi lebih cepat dan unggul saat memasuki dunia profesional. Kami percaya keberhasilan pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga dampak nyata yang dapat diberikan oleh lulusannya kepada bangsa,” tegasnya. Binus University saat ini menempati peringkat #2 versi Times Higher Education (THE) 2025 sebagai Perguruan Tinggi Indonesia Berkelas Dunia, sebuah pengakuan internasional atas kualitas akademik, inovasi, serta keterlibatan global yang dibangun selama bertahun-tahun melampaui beberapa perguruan tinggi negeri ternama. Melalui program 2,5 Tahun Kuliah, Siap Berkarier melalui Enrichment Program Track, Binus cetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap berkontribusi. Keunggulan ini didukung oleh relasi kuat dengan lebih dari 2.200 perusahaan mitra di seluruh dunia, serta jaringan 200.000+ komunitas Binusian yang tersebar di berbagai industri, kota, dan negara.