Komersialisasi

Sorotan terbaru dari Tag # Komersialisasi

AI Center Makassar Dorong Komersialisasi Proyek AI Talenta Digital Tekno
Tekno
Kamis, 19 Maret 2026 | 13:15 WIB

AI Center Makassar Dorong Komersialisasi Proyek AI Talenta Digital

Makassar, katakabar.com - AI Center Makassar dorong talenta digital kembangkan proyek Artificial Intelligence jadi produk bisnis dengan model pendapatan berkelanjutan melalui program AI Clinic. Kebutuhan talenta digital di Indonesia terus meningkat seiring pesatnya perkembangan ekonomi digital. Laporan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bersama World Bank menyebutkan Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital hingga 2030, atau sekitar 600 ribu talenta per tahun. Tetapi, banyak talenta teknologi masih berfokus pada pengembangan prototipe atau portofolio tanpa pendampingan yang memadai untuk mengubah inovasi tersebut menjadi produk bisnis yang berkelanjutan. Untuk menjawab tantangan tersebut, Telkom Indonesia melalui Telkom AI Center of Excellence Makassar gelar AI Clinic for Business: Turning AI Projects into Recurring Income, Sabtu di penghujung pekan pertama Maret 2026,di Telkom AI Center Makassar. Program ini menjadi ruang diskusi dan mentoring bagi talenta digital agar proyek Artificial Intelligence (AI) yang sebelumnya masih berupa prototipe atau portofolio dapat dikembangkan menjadi produk dengan nilai komersial. Di kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai strategi komersialisasi solusi AI, mulai dari penyusunan model bisnis, identifikasi kebutuhan pasar, hingga pengembangan skema monetisasi berbasis recurring income. Pendekatan ini bertujuan membantu talenta teknologi tidak hanya menciptakan inovasi teknis, tetapi juga memahami cara menghadirkan produk AI yang relevan dan berkelanjutan di pasar. Sesi pembukaan menghadirkan pemaparan dari Khairul Umam yang membahas strategi pengembangan model bisnis serta peluang inkubasi bagi startup berbasis teknologi. Selain itu, Kholil Haq Al Hakim turut memberikan wawasan mengenai penguatan aspek teknis serta implementasi Artificial Intelligence agar solusi yang dikembangkan peserta lebih siap diterapkan di dunia industri. Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan mentoring one-on-one, di mana setiap tim memperoleh masukan spesifik terkait strategi bisnis, kesiapan teknologi, serta peluang komersialisasi solusi AI yang mereka kembangkan. Sesi ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan arahan praktis yang dapat langsung diterapkan pada pengembangan proyek mereka. Salah satu peserta, Silmi Hafizat, menceritakan sesi mentoring memberikan perspektif baru mengembangkan proyek teknologi menjadi produk bisnis. “Sesi mentoring sangat membuka wawasan kami, bukan hanya dari sisi teknis tetapi juga bagaimana menyusun model bisnis yang realistis dan skema pendapatan berulang. Kami jadi lebih memahami langkah konkret untuk membawa prototipe kami ke pasar,” ujarnya. Sedang, Mizan Lazuardi menegaskan bahwa AI Clinic dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara kemampuan teknis dan kesiapan komersial talenta digital. “Kami ingin memastikan inovasi AI tidak berhenti pada tahap prototipe, tetapi berkembang menjadi produk digital yang memiliki model pendapatan berkelanjutan dan dapat memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha,” jelasnya. Melalui program ini, Telkom AI Center Makassar tidak hanya mendorong peningkatan keterampilan teknologi, tetapi juga membangun pola pikir kewirausahaan digital bagi talenta muda. Inisiatif ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak inovasi AI yang tidak berhenti sebagai proyek pengembangan, tetapi berkembang menjadi startup teknologi dan solusi digital yang memberikan dampak nyata bagi dunia usaha, khususnya sektor UMKM, serta memperkuat ekosistem ekonomi digital di Indonesia Timur.

Wadah Kolaborasi Multipihak Demi Hilirisasi dan Komersialisasi Produk Sawit Skala UMKM Sawit
Sawit
Sabtu, 15 Maret 2025 | 21:45 WIB

Wadah Kolaborasi Multipihak Demi Hilirisasi dan Komersialisasi Produk Sawit Skala UMKM

Jakarta, katakabar.com - Kontribusi komoditas kelapa sawit sangat besar kepada negara Indonesia baik dari aspek ekonomi maupun sosial. Peran dan kontribusi kelapa sawit itu masih bisa dioptimalkan dengan mendorong hilirisasi, dan pengembangan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berbasis kelapa sawit. Selaras dengan itu, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerja sama dengan Olenka gelar kegiatan Showcase dan Outlook UMKM Sawit 2025 Prospek Pengembangan UMKM Berbasis Kelapa Sawit di Indonesia tahun 2025, di Nareswara Ballroom, Gedung Smesco Indonesia, Jakarta, Rabu (12/3) lalu. Pemimpin Redaksi Olenka, Cahyo Prayogo menyatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membuka cakrawala tentang potensi hilirisasi dan komersialisasi produk UMKM berbasis kelapa sawit. Cahyo berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan minat para pelaku UMKM untuk mengambil langkah-langkah konkret pengembangan bisnis UMKM berbasis kelapa sawit. “Kegiatan Showcase dan Outlook UMKM Sawit 2025 hasil kerja sama antara Olenka.id dan Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP. Di mana kegiatan ini wujud komitmen Olenka dan BPDP dalam mendorong pengembangan kelapa sawit berkelanjutan di Indonesia,” jelas Cahyo dalam sambutannya di acara “Showcase dan Outlook UMKM Sawit 2025".

Komersialisasi Produk Green Avtur Dari Minyak Sawit di Kilang Pertamina RU IV Cilacap Nusantara
Nusantara
Sabtu, 20 Januari 2024 | 20:22 WIB

Komersialisasi Produk Green Avtur Dari Minyak Sawit di Kilang Pertamina RU IV Cilacap

Jakarta, katakabar.com - Serangkaian uji coba tahap komersialisasi produk green diesel dan green avtur kilang upaya menurunkan emisi karbon dan produksi bahan bakar lingkungan sudah dilakukan Green Refinary Cilacap Phase 1 RU IV. Produksi green diesel (HVO) dengan kapasitas 2,5 hingga 2,8 MBSD menggunakan bahan baku 100 persen minya sawit, sudah terstandarisasi di International Sustainability and Carbon Certification (ISDC). Produksi biofuel bahan baku minyak sawit mencapai 8.500.000 BOPD dengan fase 1 kapasitas produksi bio avturnya mencapai 13.000 BOPD, dan fase selanjutnya hingga 80.000 BOPD guna memenuhi kebutuhan pesawat terbang Indonesia. “Bahan baku kilang 100 persen minyak sawit dalam negeri dengan menggunakan katalis merah putih,” kata Direktur KPI, Didit lewat rilis DEN, Jumat, dilansir dari laman eleis.co, pada Sabtu (20/1). Lelaki disapa akrab Pria Djoksis ini mengapresiasi berproduksinya green energi dari Kilang Pertamina Indonesia RU IV Cilacap. Hal ini mendukung ketahanan energi yang diharapkan mengurangi impor dengan memperkuat empat variabel ketahanan energi, yakni Availibility, Accesibility, Affordability, dan Acceptabilty, dengan penggunaan energi yang ramah lingkungan, jelasnya. Diketahui, Sekjen Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siwanto hadir dalam site visit di Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinary Unit RU IV Cilacap, Jawa Tengah, didampingi Direktur Operasi KPI, Didit Bahagia beserta jajarannya.