Laba

Sorotan terbaru dari Tag # Laba

11 jam yang lalu

Omzet Naik Tetapi Laba Menipis? Sering Terlewat Sebelum Beralih ke Odoo ERP

Jakarta, katakabar.com - Omzet naik tapi laba menipis? Kenali faktor yang sering terlewat sebelum beralih ke Odoo ERP untuk meningkatkan efisiensi bisnis. Penjualan tahun ini tumbuh, tetapi saldo kas justru terasa semakin ketat. Laporan menunjukkan pertumbuhan, sementara laba bersih berjalan di tempat. Banyak pemilik usaha menemui kondisi omzet naik tapi laba menipis. Penyebabnya jarang tunggal, dan hampir selalu tersembunyi di detail operasional. Gejalanya baru terasa setelah beberapa bulan berjalan. Diskon diberikan cabang tanpa persetujuan, lalu dianggap harga normal. Biaya kirim barang masuk tidak pernah dihitung ke harga pokok penjualan. Akibatnya, margin kotor pada laporan terlihat lebih tinggi daripada kenyataan. Menambah penjualan tidak akan menutup kebocoran semacam itu. Perusahaan justru perlu melihat laba per produk, bukan hanya angka total. Karena itu, diskusi bersama vendor ERP sebaiknya dimulai dari struktur biaya. Pemetaan biaya yang jelas menentukan seberapa berguna sistem barunya nanti. Pertumbuhan Penjualan Tidak Selalu Diikuti Laba Aktivitas usaha nasional memang sedang menguat. Survei Kegiatan Dunia Usaha Bank Indonesia mencatat kapasitas produksi terpakai 73,80 persen pada triwulan II 2026. Artinya, sebagian kapasitas masih menganggur meski permintaan membaik. Biaya tetap terus berjalan, sementara volume belum sepenuhnya menutupinya. Tanda Kebocoran Mudah Dikenali Beberapa pola berikut biasanya terlihat lebih dulu: ● Harga jual efektif berbeda jauh dari daftar harga resmi. ● Retur barang dicatat sebagai potongan, bukan sebagai kerugian. ● Stok mati bertambah tanpa pernah masuk pembahasan bulanan. ● Ongkos kirim pelanggan ditanggung perusahaan tanpa batas yang jelas. Empat pola itu jarang muncul pada laporan laba rugi ringkas. Padahal, gabungannya bisa memangkas margin beberapa persen setiap bulan. Biaya yang Terlewat Saat Omzet Naik Tetapi Laba Menipis Sebagian besar kebocoran berasal dari biaya yang tidak dibebankan tepat. Biaya tersebut memang tercatat, tetapi masuk ke pos umum perusahaan. Akibatnya, produk yang merugi tetap terlihat sehat di laporan penjualan. Kondisi omzet naik tapi laba menipis pun sulit ditelusuri sumbernya. Biaya Angkut Masuk Tidak Dibebankan Barang impor maupun antar pulau selalu membawa biaya angkut masuk. Bila biaya itu diabaikan, nilai persediaan tercatat terlalu rendah. Harga jual pun ditetapkan memakai dasar yang keliru sejak awal. Pembebanan biaya angkut ke tiap barang membuat perhitungannya lebih jujur. Diskon Lapangan Tidak Tercatat Rapi Diskon sering diberikan lewat kesepakatan lisan di lapangan. Pencatatan diskon pada pos terpisah membuat besarannya bisa dipantau. Manajemen jadi tahu berapa laba yang sebenarnya dilepas tiap bulan. Menghitung Laba Sampai Tingkat Produk dan Pelanggan Laporan laba rugi tunggal jarang cukup bagi perusahaan yang tumbuh. Setiap transaksi sebaiknya membawa penanda produk, cabang, dan pelanggan. Dari sana, laba bisa dilihat per lini, bukan hanya per periode. Pola omzet naik tapi laba menipis biasanya langsung terlihat di sini. Pelanggan Besar Ternyata Tipis Marginnya Pelanggan bervolume besar sering menuntut harga khusus dan tempo panjang. Keduanya menambah biaya modal kerja yang jarang dihitung terpisah. Analisis laba per pelanggan membantu menilai ulang syarat kerja samanya. Beban Operasional Ikut Naik Diam-diam Pertumbuhan penjualan hampir selalu menambah beban operasional baru. Lembur gudang, biaya kemasan, dan komisi penjualan kerap naik lebih cepat. Perbandingan beban terhadap penjualan tiap bulan membantu melihat pergeserannya. Kenaikan beberapa persen saja sudah cukup menghapus tambahan labanya. Pemeriksaan Awal Saat Omzet Naik tapi Laba Menipis Pemeriksaan berikut biasanya cukup untuk menemukan penyebab utamanya: 1. Bandingkan harga jual efektif dengan daftar harga resmi per produk. 2. Hitung ulang harga pokok dengan memasukkan biaya angkut dan retur. 3. Telusuri barang yang tidak bergerak selama enam bulan terakhir. 4. Periksa tempo pembayaran pelanggan terbesar beserta biaya yang menyertainya. Empat langkah ini bisa dikerjakan sebelum sistem baru dibeli. Hasilnya justru menjadi bahan utama saat menyusun kebutuhan sistem. Data Perlu Disiapkan Lebih Dulu Tiga data berikut sering diminta pada pertemuan pertama: ● Daftar produk beserta harga beli dan harga jual terakhir. ● Rekap diskon dan retur selama enam bulan terakhir. ● Daftar pelanggan utama beserta tempo pembayarannya. Partner Odoo yang berpengalaman akan menanyakan data itu lebih dulu. Pertanyaan tersebut membantu memastikan sistem menjawab masalah yang tepat. Memperbaiki Angka Sebelum Menambah Alat Intinya, sistem baru tidak menciptakan laba dengan sendirinya. Sistem hanya membuat kebocoran terlihat lebih cepat dan lebih jelas. Karena itu, keluhan omzet naik tapi laba menipis sebaiknya ditelusuri dulu. Perbaikannya bertahap dan menuntut kedisiplinan pencatatan di semua lini. i2C Studio sebagai partner Odoo resmi membantu memetakan struktur biaya perusahaan. Pendampingannya menyesuaikan kebiasaan operasional yang sudah berjalan. Diskusi bersama vendor ERP pada tahap awal membantu menyusun prioritas perbaikan. Pertanyaan yang Sering Diajukan Pemilik Usaha 1. Mengapa laba menipis padahal penjualan meningkat? Umumnya karena diskon, retur, dan ongkos angkut belum dibebankan secara tepat. 2. Apakah semua produk perlu dihitung marginnya? Sebaiknya iya, sebab produk bervolume besar belum tentu menyumbang laba terbesar. 3. Kapan perusahaan perlu mempertimbangkan sistem terintegrasi? Saat pencatatan manual mulai membuat manajemen ragu pada angka laporannya sendiri.

PTPN Group Catatkan Laba Rp6,39 Triliun, Perkuat Kinerja Berkelanjutan dan Damsos Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 08 Juli 2026 | 11:10 WIB

PTPN Group Catatkan Laba Rp6,39 Triliun, Perkuat Kinerja Berkelanjutan dan Damsos

Jakarta, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara III (Persero) gelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) Tahun Buku 2025 di Gedung BP BUMN, Jakarta, di penghujung Juni 2026 lalu. RUPS dihadiri dan disaksikan para pemegang saham yang diwakili PT Danantara Asset Management dan Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN). Pada RUPS tersebut, Perseroan menyampaikan pertanggungjawaban kinerja Tahun Buku 2025 yang menunjukkan hasil transformasi perusahaan melalui peningkatan profitabilitas, penguatan fundamental bisnis, serta penerapan tata kelola perusahaan yang semakin baik. PTPN Group membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp6,39 triliun pada tahun 2025, meningkat sekitar 81 perseb dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, perusahaan juga mencatat pertumbuhan EBITDA operasional, penjualan, arus kas operasional, serta penguatan struktur permodalan sebagai fondasi bagi pertumbuhan yang berkelanjutan. Perbaikan kinerja tersebut turut tercermin dari meningkatnya tingkat kesehatan perusahaan. Sejak tahun 2021, PTPN Group terus menunjukkan penguatan fundamental melalui perbaikan tata kelola, restrukturisasi keuangan, serta peningkatan kualitas operasional hingga mencapai peringkat A (Stable) pada tahun 2025–2026. Sejalan dengan peningkatan kinerja, PTPN Group juga terus memperkuat kontribusi sosial melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Sepanjang tahun 2025, Perseroan merealisasikan Program TJSL sebesar Rp103,15 miliar, yang terdiri atas Program Community Involvement and Development (CID) sebesar Rp84,20 miliar serta Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) sebesar Rp18,95 miliar. Program-program tersebut difokuskan pada pemberdayaan masyarakat melalui pilar sosial, ekonomi, lingkungan, dan tata kelola, serta penguatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil. Pelaksanaan TJSL PTPN Group terus diarahkan pada pendekatan impact-driven, sehingga mampu menciptakan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan. Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, menyampaikan capaian tersebut merupakan hasil dari transformasi yang dijalankan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir. "Transformasi yang kami jalankan tidak hanya memperkuat kinerja dan kesehatan perusahaan, tetapi juga memastikan setiap pertumbuhan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Ke depan, PTPN Group akan terus memperkuat daya saing, tata kelola, serta menciptakan nilai berkelanjutan bagi bangsa dan negara," ujarnya. Melalui transformasi yang berkelanjutan, PTPN Group berkomitmen untuk terus menciptakan nilai tambah bagi negara, memperkuat ketahanan pangan dan energi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memberikan dampak terhadap pembangunan Nasional.

Alphabet Melesat: AI dan Cloud Dorong Laba 85 Persen, Saham Terbang 9,3 Persen Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 05 Mei 2026 | 18:10 WIB

Alphabet Melesat: AI dan Cloud Dorong Laba 85 Persen, Saham Terbang 9,3 Persen

Jakarta, katakabar.com - Raksasa teknologi Alphabet Inc. mengejutkan pasar dengan laporan keuangan kuartal pertama 2026 yang jauh melampaui ekspektasi membuktikan taruhan besar mereka pada kecerdasan buatan mulai berbuah nyata. Saham Alphabet (NASDAQ: GOOGL) langsung melonjak 9,3 persen, setelah perusahaan induk Google itu merilis kinerja kuartal pertama 2026 yang spektakuler. Pendapatan tumbuh hampir 22 persen secara tahunan menjadi $109,9 miliar, sementara laba per saham meroket 85 persen ke angka $5,11 hampir dua kali lipat dari estimasi konsensus analis Wall Street. Mesin utama di balik lonjakan kinerja ini adalah Google Cloud, yang mencatat pertumbuhan luar biasa sebesar 63,4 persen. Angka ini bukan sekadar statistik ini adalah sinyal bahwa Alphabet berhasil merebut pangsa pasar yang selama ini dikuasai oleh Amazon Web Services dan Microsoft Azure. Perang cloud tiga besar kini semakin sengit, dan Google tampak semakin percaya diri masuk ke dalam pertempuran. Integrasi AI generatif di seluruh ekosistem produk Google mulai dari mesin pencari Search yang kini dilengkapi fitur AI Overview, hingga monetisasi konten di YouTube menjadi katalis yang mendorong permintaan secara masif. Pengguna semakin bergantung pada layanan berbasis AI, dan setiap interaksi itu berujung pada pendapatan iklan maupun langganan berbayar yang terus tumbuh. Meski pergerakan harga saham Alphabet cenderung stabil sepanjang tahun, lonjakan kali ini mengonfirmasi bahwa pasar melihat hasil ini sebagai titik infleksi penting. Dengan kenaikan 22 persen sejak awal tahun dan harga yang mendekati level tertinggi sepanjang masa (all-time high), Alphabet kembali memimpin reli saham-saham teknologi mega cap didukung pula oleh meredanya tensi geopolitik yang memulihkan selera risiko investor global. Bagi investor jangka panjang, laporan ini mempertegas satu narasi besar: perusahaan yang mampu mengkapitalisasi gelombang AI tidak akan sekadar bertahan mereka akan tumbuh eksponensial. Dan Alphabet, dengan ekosistem data terbesar di dunia, berada di posisi yang sangat menguntungkan untuk terus memperlebar jarak dari para pesaingnya. Pertanyaannya sekarang: apakah kamu sudah memanfaatkan momentum ini sebagai investor? Momen seperti lonjakan saham Alphabet ini adalah pengingat nyata: peluang investasi bisa datang kapan saja. Dengan aplikasi Nanovest, kamu bisa memantau pergerakan saham Amerika Serikat termasuk GOOGL secara real-time, sekaligus langsung berinvestasi dari genggaman tanganmu. Tidak perlu khawatir soal keamanan: asetmu terlindungi dari risiko cybercrime melalui Asuransi Sinarmas, dan Nanovest telah resmi terdaftar sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital oleh OJK. Saham AS, Aset Kripto, Emas Digital, semua ada dalam 1 aplikasi. Nanovest tersedia di Play Store dan App Store. Cocok untuk investor pemula maupun berpengalaman yang ingin diversifikasi portofolio secara mudah dan aman. Coba Nanovest Sekarang! Dunia investasi bergerak cepat. Alphabet hari ini adalah contoh sempurna bagaimana satu laporan keuangan bisa mengubah sentimen pasar dalam semalam. Dengan alat yang tepat di tangan, kamu tidak perlu jadi analis Wall Street untuk bisa ikut menikmati pertumbuhan perusahaan-perusahaan terbaik dunia.

Jelang Tutup 2025, PDAM Inhu Serahkan Laba Sebesar Rp150 Juta Riau
Riau
Selasa, 30 Desember 2025 | 16:00 WIB

Jelang Tutup 2025, PDAM Inhu Serahkan Laba Sebesar Rp150 Juta

Rengat, katakabar.com - Direktur perusahaan daerah air minum (PDAM) Indragiri Hulu, Indra Rubianto, menunjukkan kinerja terbaiknya kepada pemilik modal, yakni pemerintah daerah (Pemda). Di mana, menjelang tutup tahun 2025, pihaknya menyerahkan kontribusi laba sebesar Rp150 juta sebagai kewajiban badan usaha. Penyerahan duit dilaksanakan di Ruangan Narasinga Kantor Bupati Indragiri Hulu, Selasa (30/12), secara simbolis diterima Zulfahmi Adrian, Sekda Indragiri Hulu. Ia menyebutkan kontribusi ini sebagai wujud komitmen PDAM tidak hanya dalam memberikan pelayanan air minum yang berkelanjutan, akan tetapi juga dalam mendukung pembangunan daerah melalui kinerja keuangan yang sehat. Sementara, Zulfahmi Adrian, Sekda Indragiri Hulu, memberikan apresiasi atas kinerja PDAM Tirta Indra yang berdiri sejak tahun 1977. Ia berpendapat setoran laba awal ini mencerminkan profesionalisme manajemen perusahaan yang mulai membaik dari sebelumnya. "Saya berharap kontribusi ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung program pembangunan serta pelayanan publik, sekaligus menjadi motivasi bagi BUMD lainnya di Indragiri Hulu," tandasnya.

Laba BTN Sesuai Target Perseroan, Rp2,31 Triliun Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 29 November 2023 | 14:07 WIB

Laba BTN Sesuai Target Perseroan, Rp2,31 Triliun

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatatkan laba bersih senilai Rp2,31 triliun atau sesuai target perseroan. Perolehan tersebut ditopang bisnis perseroan yang positif mulai dari KPR, high yield loan, lonjakan fee based income, hingga bisnis syariah.