Landak
Sorotan terbaru dari Tag # Landak
Tingkatkan Daya, PLN Dorong Pertumbuhan Industri Sawit di Landak
Landak, katakabar.com - Perusahaan Listrik Negara atau PLN dorong pertumbuhan indistri kelapa sawit, guna tambahan daya di Kabupaten Landak Soalnya, ketersediaan listrik yang andal jadi penopang penting bagi pertumbuhan industri di Provinsi Kalimantan Barat. Ini yang dirasakan PT Gunung Rijuan Sejahtera, perusahaan pengolahan kelapa sawit di Selutung, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, yang baru saja mendapat pasokan tambah daya listrik dari 830.000 VA menjadi 2.180.000 VA, Senin (22/9) kemarin. Tambahan daya ini bukan sekadar angka teknis, dilansir dari laman suarakalbar, Selasa siang, tetapi menjadi nafas baru bagi kelancaran operasional dan ekspansi usaha. Mill Manager PT Gunung Rijuan Sejahtera, Togi Napitupulu, sampaikan terima kasih kepada PLN. “Kami sangat terbantu dengan layanan cepat dan responsif PLN. Tambah daya ini sangat penting untuk mendukung operasional sekaligus rencana pengembangan perusahaan. Dengan listrik yang lebih besar dan stabil, kami optimis produktivitas meningkat, dan manfaatnya juga bisa dirasakan masyarakat sekitar serta perekonomian daerah,” kata Togi. Dukungan PLN ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk hadir sebagai mitra strategis dunia usaha. Abdul Azis P., Manager PLN UP3 Mempawah, menegaskan PLN siap mengawal tumbuhnya industri di Kalimantan Barat, khususnya sektor kelapa sawit yang menjadi penggerak ekonomi masyarakat. “Kami ingin pastikan pelanggan industri merasa tenang dan fokus pada pengembangan usahanya. PLN hadir untuk memberi pasokan listrik yang andal, agar industri terus tumbuh, daya saing meningkat, dan dampak positifnya ikut dirasakan masyarakat sekitar,” terangAzis. General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria Goretti Indrawati Gunawan amin Azis. Ia menimpali, hadirnya listrik tidak hanya mendukung kelancaran usaha, tetapi membawa manfaat sosial dan ekonomi yang lebih luas.
Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke 2.300 Pekerja Sawit Diluncurkan di Landak
Landak, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak luncurkan Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi pekerja perkebunan kelapa sawit, di Aula Besar Kantor Bupati Landak, pada Kamis kemarin. Program Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini dibiayai Dana Bagi Hasil (DBH) kelapa Sawit Kabupaten Landak. Penjabat (Pj) Bupati KabupatenLandak, Samuel, didampingi Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan Forkopimda Kabupaten Landak turut hadir pada seremoni peluncuran BPJS Ketengakerjaan tersebut, sekaligus penyerahan secara simbolis santunan kematian bagi pekerja rentan di Kabupaten Landak. Menurut Pj Bupati Landak, Samuel, tujuan dari Dana Bagi Hasil (DBH) perkebunan kelapa sawit untuk memberikan bagian dari penerimaan negara atas hasil perkebunan kelapa sawit kepada Pemerintah Daerah sebagai bagian dari transfer keuangan pusat ke daerah. “Untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan, serta mendukung pengembangan sektor perkebunan kelapa sawit daerah. Jadi, penting untuk mensinergikan Dana Bagi Hasil Perkebunan Sawit dengan pemberdayaan masyarakat di wilayah perkebunan sawit,” kata Samuel, dilansir dari laman suarakalbar.co.id, pada Jumat (23/2). Dijelaskannya, keberhasilan pengembangan perkebunan kelapa sawit yang strategis di Kabupaten Landakmemberikan manfaat ekonomi dan memberikan manfaat untuk mengatasi masalah yang menjadi isu daerah, seperti pengangguran, kemiskinan dan pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Landak punya komitmen untuk melindungi para pekerja. Ini tertuang dalam target kinerja daerah dalam RPD 2023-2026 dan diturunkan dalam RKPD Tahun 2024. “Pemerintah Kabupaten Landak telah menerbitkan berbagai regulasi dalam mendukung hal tersebut,” terangnya. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Landak, Heri Saman apresiasi Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi 2.700 orang pekerja Perkebunan kelapa Sawit di Kabupaten Landak. “Saya selaku Ketua DPRD Landak, sambut baik kegiatan ini karena merupakan kabar baik bagi seluruh pekerja sektor sawit di Kabupaten Landak, agar mendapatkan kepastian perlindungan jaminan sosial,” tutur Heri Saman. Dengan adanya perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini, harap Saman, hendaknya dapat meningkatkan motivasi dan semangat para pekerja untuk terus melakukan pengabdian pada pekerjaan demi kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Landak. Kasubdit Direktorat Dana Transfer Umum Kementerian Keuangan RI, Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Kepala Kantor Wilayah BPJS Kalimantan, Kepala Cabang BPJS Kalimantan Barat, Forkopimda Kabupaten Landak, Kepala Dinas Naker dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Barat. Terus, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, para Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Landak, Ketua KPU Kabupaten Landak, Camat se Kabupaten Landak serta lainnya hadir.
Perkuat Tata Kelola Perkebunan Sawit Rakyat dan Kemitraan Berkelanjutan
Pontianak, katakabar.com - Direktur Jenderal Perkebunan Kementan RI, Andi Nur Alam Syah menekankan, betapa pentingnya perkuat kemitraan lewat pemberdayaan dan partisipasi aktif kelembagaan petani. "Kuncinya, saling bersinergi antara pekebun dan perusahaan perkebunan, saling menguntungkan dan menguatkan," ujar Andi saat hadiri pengukuhan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) Kabupaten Landak dan Sanggau, dilansir dari laman situs resmi Kementan RI, pada Kamis (25/1). Untuk perkuat tata kelola perkebunan, kata Andi, tujuannya mewujudkan perkebunan kelapa sawit rakyat dan kemitraan yang berkelanjutan. Pemerintah terus berupaya dorong dan pastikan semua pelaksanaan kemitraan atau penguatan kelembagaan khususnya pengembangan kelapa sawit rakyat berjalan sesuai target dan berdasarkan aturan yang berlaku. "Ini tidak bisa dilakukan sendiri, ini perlu komitmen bersama demi perkuat perkelapasawitan Indonesia yang lebih baik lagi," jelasnya. Untuk itu, harap Andi, ke depan Aspekpir terus berkomitmen secara kontiniu membina para petani kelapa sawit, baik membantu pengelolaan kebun yang baik, sehingga produktivitas kebun petani semakin meningkat dan selalu melakukan pendampingan untuk akselerasi replanting atau Peremajaan Sawit
Kala Masyarakat Perbaikan, Jembatan Gantung Bantuan Perusahaan Sawit Putus
Landak, katakabar.com - Jembatan gantung itu berada di Desa Jambu Tembawang, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, rusak disebabkan terjangan air sungai yang meluap belum lama ini, akibatnya bikin roda perekonomian warga terganggu. Weekend lalu, persisnya Sabtu (23/12) Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, dr Harisson sempat tinjau jembatan gantung rusak bersama Pj Bupati Landak, Samuel. Saat itu, turut Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Dinas PUPR-PERA Kabupaten Landak, Waka Polres Landak, Forkopimcam Air Besar, dan Kepala Desa (Kades) Jambu. ”Pak Gubernur dan saya sudah lihat kondisinya. Lantaran ini wewenang dari Pemerintah Provinsi (Pemprov), waktu dekat bakal diperbaiki agar fungsional lebih dulu. Selanjutnya, baru dibangun jembatan yang permanen,” ujar Samuel lewat keterangan resminya, dilansir dari laman elaeis.co, pada Senin (25/12). Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat, kata Samuel, kami pastikan bakal dukung dan fasilitasi perbaikan jembatan gantung. “Saya berharap jembatan ini segera diperbaiki meski darurat biar nanti bisa fungsional lebih dulu. Dengan begitu bisa digunakan atau dilintasi masyarakat di Desa Jambu Tembawang dan desa-desa lain di sekitarnya untuk aktivitas sehari-hari, seperti ke sekolah dan mengangkut hasil panen kelapa sawit,” jelasnya. Pj Gubernur Provinsi Kalimantan Barat, dr Harisson menuturkan, jembatan gantung ini dibangun perusahaan sawit pada 2007 silam, dan baru diserahkan ke Pemprov pada 2017 lalu. “Beberapa hari lalu, masyarakat hendak merayakan hari raya Natal, mereka memperbaikinya dengan mengganti lantai dari kayu. Tapi, boleh jadi terlalu banyak masyarakat yang bersemangat membantu memperbaikinya, jembatan putus,” ulasnya. Saat ini, ucap Harrison, Pemprov bakal membantu secara fungsional lebih dulu, agar masyarakat yang berada di tujuh desa Kecamatan Air Besar bisa menggunakannya, lepas itu baru direncanakan untuk bangun jembatan permanen. “Masyarakat desa sudah membebaskan tanah untuk pembangunan jembatan ini. Nanti, kita kaji lebih dulu dan kita upayakan tahun depan. Itu tadi, saat ini kita perbaiki fungsionalnya lebih dulu biar masyarakat bisa menggunakan dan melintas di jembatan," tandasnya.