Menakar Masa Depan Baja Nasional: Level Playing Field dan Data Objektif Kunci Hadapi Dominasi Impor Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:05 WIB

Menakar Masa Depan Baja Nasional: Level Playing Field dan Data Objektif Kunci Hadapi Dominasi Impor

Jakarta, katakabar.com - Perdagangan baja global memasuki fase baru yang semakin ditentukan oleh kebijakan negara melalui tarif, kuota impor, hingga instrumen pengamanan perdagangan. Kondisi ini menuntut penguatan kebijakan perdagangan nasional agar industri baja domestik tetap kompetitif di tengah tekanan global yang meningkat. Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan pentingnya konsistensi kebijakan perdagangan untuk menjaga keberlanjutan industri baja nasional. “Perdagangan baja global saat ini semakin ditentukan oleh kebijakan negara. Karena itu, penguatan instrumen pengamanan perdagangan dan konsistensi kebijakan impor menjadi penting agar industri baja nasional dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Dr. Akbar Djohan, sebagai Chairman Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA). Pasar Baja Global Semakin Tertutup Pengamat Industri Baja dan Pertambangan Widodo Setiadharmaji, Steel & Mining Insights menilai bahwa lanskap perdagangan baja global kini semakin bergeser dari mekanisme pasar terbuka menuju sistem yang dikendalikan oleh kebijakan negara. Berbagai negara mulai mengombinasikan instrumen tarif, Tariff Rate Quota (TRQ), serta kebijakan pengamanan perdagangan untuk membatasi akses pasar baja impor. Selain tarif dan kuota, instrumen anti-dumping dan countervailing duties juga semakin sering digunakan untuk mengendalikan tekanan kelebihan kapasitas produksi global. Di sisi lain, Uni Eropa memperkenalkan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) yang menambah beban biaya bagi impor baja melalui mekanisme sertifikat karbon. Menurut Widodo, kombinasi kebijakan tersebut membuat pasar-pasar utama dunia semakin tertutup secara simultan. Akibatnya, kelebihan pasokan global cenderung mencari pasar alternatif yang relatif lebih terbuka. Risiko Tekanan Impor di Pasar Domestik Dalam situasi tersebut, Indonesia berpotensi menjadi tujuan realokasi perdagangan baja global. Ketika akses pasar di Amerika Utara dan Eropa semakin ketat, produk baja dari negara produsen besar dapat mengalir ke pasar yang lebih terbuka, termasuk Asia Tenggara. Tekanan tersebut tidak selalu muncul dalam bentuk lonjakan impor yang mendadak, tetapi dapat terjadi melalui tekanan harga yang persisten dan persaingan pasar yang semakin ketat di dalam negeri. Adapun upaya penguatan industri baja nasional sejalan dengan agenda pembangunan ekonomi nasional dan Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong kemandirian industri strategis dan memperkuat daya saing sektor manufaktur.

Emas Stabil di Level Tinggi, Dupoin Futures Prediksi Potensi Kenaikan ke 5231 Internasional
Internasional
Kamis, 12 Maret 2026 | 16:10 WIB

Emas Stabil di Level Tinggi, Dupoin Futures Prediksi Potensi Kenaikan ke 5231

Jakarta, katakabar.com - Harga emas dunia masih menunjukkan ketahanan di tengah berbagai sentimen global yang memengaruhi pasar keuangan. Berdasarkan analisis pasar dari Dupoin Futures yang disampaikan analis Andy Nugraha, pergerakan emas (XAU/USD) saat ini masih berada dalam tren bullish pada timeframe H1. Kombinasi pola candlestick yang terbentuk bersama indikator Moving Average mengindikasikan bahwa momentum penguatan emas masih cukup solid dalam jangka pendek. Pada perdagangan sebelumnya, harga emas mengalami kenaikan yang cukup signifikan. XAU/USD tercatat diperdagangkan di sekitar level $5.187 per troy ounce, meningkat lebih dari 0,50 persen dibandingkan sesi sebelumnya. Penguatan ini dipicu oleh pelemahan Dolar AS yang terjadi setelah harga minyak dunia mengalami penurunan tipis. Pergerakan harga minyak diketahui memiliki korelasi tertentu dengan nilai tukar dolar AS. Ketika harga minyak melemah, tekanan terhadap dolar dapat meningkat sehingga memberikan dorongan tambahan bagi aset safe haven seperti emas. Selain faktor mata uang dan komoditas energi, sejumlah data ekonomi Amerika Serikat turut memberikan pengaruh terhadap dinamika pergerakan pasar emas. Data penjualan rumah yang sudah ada (existing home sales) di AS menunjukkan pemulihan pada bulan Februari setelah sebelumnya mengalami kontraksi cukup dalam pada Januari. Penjualan rumah tercatat meningkat sebesar 1,7 persen, membaik dari penurunan sebelumnya yang mencapai -5,9 persen. Perbaikan ini mengindikasikan sektor properti mulai menunjukkan stabilisasi meskipun kondisi ekonomi global masih dipenuhi ketidakpastian. Sementara, indikator ketenagakerjaan juga menunjukkan perkembangan positif. Data rata-rata perubahan tenaga kerja ADP selama empat minggu terakhir tercatat meningkat menjadi 15,5 ribu, lebih tinggi dibandingkan angka sebelumnya sebesar 12,8 ribu. Peningkatan ini memberikan gambaran bahwa pasar tenaga kerja AS masih menunjukkan ketahanan, meskipun tekanan ekonomi global tetap menjadi perhatian bagi para pelaku pasar. Memasuki perdagangan sesi Asia pada hari Rabu, harga emas terlihat relatif stabil di sekitar level $5.190. Stabilitas ini terjadi setelah pasar sempat mengalami volatilitas yang dipicu oleh perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Ketegangan di wilayah tersebut masih menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga komoditas global, termasuk emas. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sebelumnya menyampaikan operasi militer AS di Iran kemungkinan akan segera berakhir, meskipun belum ada kepastian mengenai waktu penghentian operasi tersebut. Pernyataan ini sempat memicu penurunan harga minyak karena pasar menilai potensi de-eskalasi konflik. Penurunan harga minyak tersebut juga membantu meredakan kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi global, yang pada akhirnya memberikan dukungan bagi harga emas. Meski demikian, ketidakpastian geopolitik masih membayangi pasar. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan bahwa jika serangan dari AS dan Israel terus berlanjut, Iran dapat mengambil langkah drastis dengan memblokir ekspor minyak dari kawasan tersebut. Ancaman ini meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global. Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat juga memberikan peringatan keras terhadap kemungkinan gangguan aliran minyak melalui Selat Hormuz. Jika jalur vital tersebut terganggu, ketegangan geopolitik berpotensi meningkat dan memicu lonjakan permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. Selain faktor geopolitik, perhatian investor juga tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan pada hari Rabu. Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk Februari diperkirakan naik sebesar 2,4 persen secara tahunan, sementara CPI inti diproyeksikan meningkat hingga 2,5 persen. Jika angka inflasi tersebut dirilis lebih tinggi dari perkiraan pasar, hal ini berpotensi memperkuat Dolar AS. Penguatan dolar biasanya memberikan tekanan bagi harga komoditas yang dihargakan dalam mata uang tersebut, termasuk emas. Dari sisi teknikal, analisis Dupoin Futures menunjukkan bahwa struktur tren emas masih didominasi oleh sentimen positif. Jika tekanan beli terus berlanjut, harga emas berpotensi melanjutkan penguatan hingga mendekati area resistance di sekitar level $5.231. Namun demikian, pelaku pasar juga perlu mewaspadai potensi koreksi apabila momentum kenaikan mulai melemah. Dalam skenario tersebut, level support terdekat yang dapat menjadi area penopang harga berada di kisaran $5.126. Dengan kombinasi sentimen teknikal yang masih bullish, pelemahan dolar AS, serta faktor geopolitik global yang belum sepenuhnya mereda, harga emas diperkirakan masih memiliki peluang untuk bergerak menguat dalam jangka pendek. Meski demikian, pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati perkembangan data ekonomi dan dinamika geopolitik yang dapat memicu volatilitas di pasar komoditas.

Risiko Koreksi Bitcoin Membesar, Investor Pantau Level Kritis US$79.600 Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 05 Desember 2025 | 09:33 WIB

Risiko Koreksi Bitcoin Membesar, Investor Pantau Level Kritis US$79.600

Jakarta, katakabar.com - Menurut analisis terbaru, harga Bitcoin (BTC) saat ini berada kondisi cukup rentan. BTC berisiko besar jatuh ke bawah level psikologis US$ 80.000 apabila gagal merebut kembali area resistance krusial di sekitar US$ 90.300. Tekanan yang terjadi kali ini bukan lagi semata-mata berasal dari likuidasi posisi leverage, melainkan dari tekanan jual riil yang datang dari pasar spot. Ini menandakan bahwa sebagian investor mulai melakukan aksi ambil untung secara nyata, bukan sekadar efek volatilitas jangka pendek. Data on-chain menunjukkan bahwa sekitar 15.924 BTC dengan nilai mendekati US$ 1,43 miliar mengalir masuk ke berbagai exchange dalam kurun waktu lima hari terakhir. Arus masuk dalam jumlah besar ke bursa sering kali menjadi sinyal bahwa pelaku pasar bersiap untuk menjual asetnya. Fenomena ini mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor setelah reli panjang yang sebelumnya membawa Bitcoin ke area harga yang lebih tinggi. Tekanan jual dari sisi spot ini juga memperkuat pandangan bahwa pasar tengah memasuki fase konsolidasi, bahkan berpotensi berlanjut pada koreksi lebih dalam. Secara teknikal, struktur support utama Bitcoin saat ini berada di kisaran US$ 89.600 hingga US$ 79.500. Di dalam area tersebut, terdapat target Fibonacci yang mengarah ke level US$ 79.600 sebagai zona support penting berikutnya. Jika level ini tidak mampu dipertahankan, maka area di bawah US$ 80.000 berpotensi menjadi zona “bottom” sementara yang baru. Artinya, tanpa adanya pemulihan cepat yang disertai dengan dorongan beli baru yang kuat, Bitcoin sangat mungkin mengalami penurunan lebih lanjut, bahkan menembus batas psikologis yang selama ini cukup kuat dijaga pasar. Situasi ini membuat banyak analis menilai bahwa pasar kripto sedang berada di fase krusial. Di satu sisi, masih ada optimisme jangka panjang terhadap adopsi aset digital. Namun di sisi lain, kondisi makro global, pergerakan suku bunga, serta penguatan dolar AS tetap menjadi faktor eksternal yang bisa menekan harga kripto dalam jangka pendek. Ketidakmampuan Bitcoin untuk segera kembali di atas US$ 90.300 akan memperkuat sentimen negatif dan membuka peluang koreksi lanjutan. Di tengah dinamika pasar yang semakin kompleks ini, investor membutuhkan akses informasi yang cepat, akurat, dan terintegrasi. Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek langsung melalui aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di aset kripto, Nanovest dapat menjadi pilihan tepat untuk memulai sekaligus mengeksplor berbagai koin kripto lainnya. Nanovest merupakan aplikasi investasi saham dan kripto yang terpercaya serta aman, sehingga cocok digunakan baik oleh investor pemula maupun yang sudah berpengalaman. Bagi investor yang baru memulai, tidak perlu khawatir soal keamanan. Hanya di aplikasi ini, aset kamu mendapatkan proteksi dari risiko cybercrime melalui Asuransi Sinarmas, yang memberikan lapisan keamanan ekstra dalam berinvestasi aset digital. Selain itu, Nanovest juga telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga aspek legalitas dan perlindungan investor terjamin. Untuk informasi lebih lengkap mengenai fitur dan layanan Nanovest, kamu dapat mengunjungi situs resmi mereka di www.nanovest.io. Bagi para penggiat investasi yang ingin mulai menggunakan Nanovest, aplikasi ini sudah tersedia di Play Store maupun App Store, sehingga dapat diakses dengan mudah kapan saja dan di mana saja.

High Level Meeting Tingkat Provinsi Riau, Wabup Rohul: Kita Dukung Penuh Swasembada Pangan Nasional Riau
Riau
Kamis, 17 April 2025 | 15:02 WIB

High Level Meeting Tingkat Provinsi Riau, Wabup Rohul: Kita Dukung Penuh Swasembada Pangan Nasional

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Wakil Bupati Rokan Hulu, H Syafaruddin Poti, SH,MM hadiri High Level Meeting Swasembada Pangan Tingkat Provinsi Riau. "Atas nama pemerintah daerah menyatakan komitmennya, serta dukung penuh terhadap program pemerintah menuju swasembada pangan nasional yang dicanangkan melalui asta cita Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto," kata Poti sapaan akrab Wakil Bupati Rokan Hulu, sesudah mengikuti High Level Meeting Swasembada Pangan Tingkat Provinsi Riau bersama Dirjen Tanaman Pangan Dr. Yudi Dastro, di Gedung Daerah Balai Serindit, Pekanbaru, Provinsi Riau, Rabu (16/4) kemarin. Pada prinsipnya, ucap Poti, Pemkab Rokan Hulu siap mengikuti arah kebijakan Bapak Presiden. Dengan berkolaborasi antara Pemerintah Pusat, Pemprov Riau dan Pemerintah Kabupaten, maka program swasembada pangan dapat terwujud di Kabupaten Rokan Hulu," terangnya. Tapi, lanjut Poti, untuk mewujudkan program swasembada pangan ini, lanjutnya setiap daerah tentu memiliki kendala seperti ketersediaan bibit, pengairan sawah, keterbatasan alat pertanian sampai pada ketersediaan pupuk subsidi serta alih fungsi lahan. "Jika semua bisa berkolaborasi dan terjalin sinergitas antar pemerintah pusat dan Pemprov Riau serta Pemkab Rohul, maka permasalahan yang ada dapat teratasi," bebernya. Kami berharap kolaborasi dan sinergitas dapat terjalin dengan baik, sebutnya, antara Pemerintah Pusat, Pemprov dan Pemerintah Daerah agar apa yang menjadi kendala dalam pelaksanaan program swasembada pangan dapat teratasi dan program swasembada pangan dapat terlaksana dengan baik sebagaimana yang diharapkan.

Bitcoin Dekati Level Enam Digit,  Trader Bersiap Menghadapi Gelombang Baru Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 02 November 2024 | 07:40 WIB

Bitcoin Dekati Level Enam Digit, Trader Bersiap Menghadapi Gelombang Baru

Jakarta, katakabar.com - Kepala Investasi Bitwise, Matt Hougan, dengan tegas menyatakan Bitcoin, yang dikenal sebagai aset kripto unggulan, berada pada jalur yang jelas untuk mencapai harga enam digit dalam waktu dekat. Pernyataan ini semakin memperkuat tesis bullish mengenai Bitcoin, yang telah mendapatkan perhatian dan dukungan yang signifikan dalam komunitas kripto akhir-akhir ini. Hougan menjelaskan, Bitcoin, satu-satunya aset kripto yang memiliki nilai pasar mencapai satu triliun dolar, tidak dapat dihindari untuk melampaui angka USD $100.000 per koin.

Pergerakan Harga Halving Bitcoin Hingga Mencapai Level USD $150.000 Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 09 Juni 2024 | 10:56 WIB

Pergerakan Harga Halving Bitcoin Hingga Mencapai Level USD $150.000

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan pasar bullish menuju puncak siklus halving Bitcoin (BTC) diprediksi mencapai USD $130.000 hingga $150.000. Menurut Peter Brandt, Pedagang Asset Kripto Senior, melihat halving sebelumnya yang terjadi pada 9 Juli 2016 dan 28 November 2021, maka siklus bull market tertinggi berikutnya terjadi pada akhir Agustus atau awal September 2025 mendatang. Momentum halving bitcoin peristiwa yang terjadi empat tahun sekali dengan memangkas imbalan penambangan sebesar 50 persen, sehingga dengan berkurangnya imbalan kepada penambang mengakibatkan pasokan yang beredar juga akan semakin sedikit. Pada 17 Desember 2022 menjadi awalan pasar bullish dimana BTC diperkirakan akan diperdagangkan sekitar USD $16.800, tetapi BTC telah diperdagangkan pada USD $67,882 yang mengalami kenaikan lebih dari 300% tambah Brandt. Berdasarkan data coinmarketcap, harga Bitcoin (BTC) hari ini $69.068 atau sekitar Rp1.120.759.113. Menjelang rilisnya data ekonomi utama, para trader pun bersiap untuk menghadapi data rilis makro ekonomi yang signifikan menyebabkan Bitcoin mengalami kesulitan di bawah USD $70.000. Meski ada penurunan harga Bitcoin, trend yang naik tetap menunjukkan kenaikan harga konsisten, dimana hal ini diproyeksikan akan mencapai level $71.000 USD dalam waktu dekat. “Tahun 2024 menjadi momentum ketangguhan Bitcoin sebagai aset digital, hal ini berdasarkan performa market BTC yang secara psikologis selalu naik dari sudut pandang nilai top-bottom atau harga paling rendah dalam satu siklus, kita bisa lihat pada siklus sebelumnya saat ATH di USD 63,000 lalu nilai top-bottom nya berada di USD 17,000 (-71 persen), lalu ketika BTC menyentuh ATH di nilai USD 74,000 pada bulan Maret 2024 diprediksi nilai top-bottom di USD 22,000 naik sebesar 77 persen jika dibandingkan dengan siklus harga top-bottom sebelumnya. Berdasarkan performa BTC tersebut dapat dipahami bahwa nilai top-bottom BTC akan selalu Naik. Selain karena demand Bitcoin yang mulai meningkat, para investor juga menyadari fungsi BTC sebagai store of value," ujar M Yusuf Musa, Head of Strategy Nanovest. Dengan melihat pergerakan Bitcoin yang semakin melambung dengan harga yang cukup konsisten, tuturnya, investasi Bitcoin menjadi langkah yang strategis dan menguntungkan bagi para investor. Melalui aplikasi investasi yang aman dan mempunyai pilihan aset kripto terlengkap, kamu bisa melihat harga Bitcoin hari ini dan mengakses berbagai koin kripto lainnya di Nanovest. Para investor maupun pemula yang baru ingin terjun ke dunia investasi dan aset kripto, dapat merasakan kemudahan dalam berinvestasi karena tampilan dari aplikasi Nanovest yang sangat simple dan selalu mengutamakan kenyamanan bagi para penggunanya. Kamu bisa menemukan berbagai koin menarik dari berbagai macam kategori seperti AI, meme koin, stablecoins, dan masih banyak lagi karena ada lebih dari 600+ koin kripto yang terkenal dan diincar oleh investor aset kripto. Selain itu, pilihan investasi yang ditawarkan oleh Nanovest tidak hanya terbatas pada aset kripto saja namun juga tersedia fitur transaksi untuk dapat membeli 2000+ saham Amerika Serikat dan emas digital. Pengguna dapat bertransaksi di Nanovest hanya mulai dari Rp5000, dan tanpa biaya tambahan. Pengguna Nanovest tidak perlu khawatir, sebab aset yang kamu miliki dan yang tersimpan di Aplikasi sudah terlindungi oleh asuransi Sinar Mas, sehingga terhindar dari resiko cybercrime. Pastinya Nanovest telah aman karena telah terdaftar di BAPPEBTI. Dapatkan aplikasi Nanovest di App Store ataupun Play Store anda. Kontak: Cindy Claudia Yunefi Senior Marketing Communication 0813 7273 8935 | cindy.yunefi@nanovest.io