Majukan UKMK Kelapa Sawit Tingkatkan Nilai Tambah dan Kesejahteraan
Solo, katakabar.com - Memajukan Usaha Kecil Menengah dan Koperasi atau UKMK dapat tingkatkan nilai tambah, dan kesejahteraan petani kelapa sawit. "Upaya memajukan UKMK kelapa sawit telah menjadi bagian produk-produk UKMK, berupa pangan, kerajinan, dan non-pangan. Itu sudah dilakukan agar meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan pelaku UKMK," ujar Kepala Divisi UKMK Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Helmi Muhansyah, dilansir dari laman resmi BPDPKS, pada Sabtu (25/5). Langkah ini dilakukan, ulas Hemi, lewat kegiatan Temu UKMK dan Promosi Sawit Baik sudah sering digelar yang didukung BPDPKS. "Misalanya belum lama ini, Sawit Indonesia dan BPDPKS kolabirasi dukung pemberdayaan pelaku UKMK khususnya di Solo," jelasnya. Ketua Panitia Pelaksana Temu UKMK dan Promosi Sawit Baik, Qayuum Amri menyatakan, kegiatan Temu UKMK Sawit telah dilakukan pada 2023 lalu. "Pada tahun ini, kami laksanakan kegiatan sama bagian dari edukasi manfaat serta kontribusi kelapa sawit bagi Indonesia," ucap Qayuum. Dijelaskan Qayuum, Solo dipilih sebagai tempat penyelenggaraan Temu UKM Sawit karena perkembangan jumlah pelaku UKM bertambah pesat. "Pada 2023, jumlah UKM sebanyak 13.203 pelaku usaha, terjadi kenaikan 18,33 persen dibandingkan tahun 2022 yang berjumlah 11.157 pelaku usaha," terangnya. Faktor lainnya pesatnya kegiatan berskala nasional dan internasional yang menempatkan Solo sebagai destinasi kota MICE atau meeting, incentive, convention and exhibition yang membuka lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. "Kami mau usulkan Solo dijadikan Pusat Promosi UKM Sawit agar masyarakat dan wisatawan mengetahui manfaat serta kebaikan sawit bagi Indonesia. Bagi masyarakat yang ingin mengetahui batik, makanan, dan kerajinan yang memiliki kandungan sawit dapat belajar langsung dari pelaku UKM di Solo dan sekitarnya," tuturnya. Kegiatan Temu UKMK dan Promosi Sawit Baik ini dibuka Gatot Sutanto, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Surakarta. "Kami sambut baik usulan Solo untuk dijadikan pusat promosi UKM kelapa sawit sebagai wahana edukasi masyarakat dan melawan kampanye negatif sawit," kata Gatot yang mewakili Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka. Industri kelapa sawit, sebut Gatot, menghadapi kampanye negatif berkaitan isu lingkungan dan persaingan antar minyak nabati seperti minyak kedelai, minyak jagung, dan olive oil. "Kegiatan promosi seperti Temu UKMK sangat dibutuhkan untuk menyebarkan manfaat positif kelapa sawit kepada masyarakat terutama pelaku UKM," tandasnya.