Maritim

Sorotan terbaru dari Tag # Maritim

Gerbang Diplomasi Maritim, KRI Bima Suci Sandar di Pelabuhan Belawan Sumut
Sumut
Sabtu, 11 April 2026 | 12:10 WIB

Gerbang Diplomasi Maritim, KRI Bima Suci Sandar di Pelabuhan Belawan

Medan, katakabar.com - PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, memastikan kesiapan fasilitas dan layanan kepelabuhanan untuk kunjungan kapal layar latih legendaris TNI Angkatan Laut, KRI Bima Suci, yang bersandar di Dermaga 104 Pelabuhan Belawan, Minggu (5/4) lalu. Kunjungan ini bagian dari misi internasional ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) 2026 dan latihan praktik Kartika Jala Krida (KJK) 2026. Kedatangan kapal ini menandai peran strategis Pelabuhan Belawan sebagai gerbang diplomasi maritim. KRI Bima Suci hadir dengan misi "Sailing Together for Navy Brotherhood", membawa taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) untuk melakukan latihan praktik diplomasi ke luar negeri. Selain menjalankan misi militer, kapal ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk melakukan tour ship (kunjungan kapal) guna mengenal lebih dekat kapal layar tiang tinggi kebanggaan Indonesia tersebut. Dalam pelayaran kali ini, KRI Bima Suci membawa keistimewaan dengan mengikutsertakan lebih dari 20 cadet (kadet) mancanegara serta pemuda-pemudi terbaik dari berbagai kota di Indonesia, seperti Surabaya, Jakarta, dan Medan. Kehadiran para pemuda ini bertujuan untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia internasional selama masa pelayaran sebelum mereka dijadwalkan turun di Sri Lanka. Dermaga 104 Pelabuhan Belawan yang dikelola oleh Pelindo Multi Terminal menjadi titik pemberangkatan terakhir di tanah air dalam rangkaian rute internasional tahun ini. Setelah bertolak dari Belawan yang dijadwalkan pada Rabu (8/4), Satgas Kartika Jala Krida akan melanjutkan perjalanan menuju berbagai negara sahabat, di antaranya Sri Lanka, Singapura, Vietnam, China, Korea Selatan, Rusia, Jepang, dan Filipina, sebelum akhirnya kembali ke pangkalan utama di Surabaya. Branch Manager Pelindo Multi Terminal Belawan, Khoiruddin Lubis menyampaikan pihaknya memastikan kesiapan fasilitas dan layanan kepelabuhanan dalam menyambut kunjungan kapal layer tersebut di Pelabuhan Belawan, mulai dari kesiapan dermaga, pengaturan operasional, hingga dukungan bagi aktivitas kunjungan masyarakat di area pelabuhan. “Kami menyambut hangat kehadiran kapal KRI Bima Suci di Pelabuhan Belawan sebagai bagian dari momentum penting untuk memperkuat literasi dan diplomasi maritim. Kami berharap kunjungan ini dapat mengisnpirasi masyarakat, khususnya generasi muda untuk semakin mencintai dunia maritim, serta menguatkan peran Pelabuhan Belawan yang memiliki posisi strategis sebagai jalur pelayaran internasional sekaligus pintu gerbang utama maritim di wilayah barat Indonesia,” terang Khoiruddin.

Visi India Tentang Indo-Pasifik: Jaga Stabilitas Maritim dan Dorong Kemakmuran Bersama Internasional
Internasional
Senin, 26 Januari 2026 | 19:35 WIB

Visi India Tentang Indo-Pasifik: Jaga Stabilitas Maritim dan Dorong Kemakmuran Bersama

Jakarta, katakabar.com - India terus menegaskan komitmennya terhadap kawasan Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, inklusif, dan berbasis aturan, dengan menempatkan stabilitas maritim, kerja sama regional, serta kemitraan pembangunan sebagai pilar utama kebijakan luar negerinya. Visi ini mencerminkan peran India sebagai mitra yang bertanggung jawab dalam menjaga keamanan dan kemakmuran bersama di kawasan yang semakin strategis secara global. Pada 20 Oktober 2025 lalu, bertepatan dengan perayaan Deepavali, Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan pidato dari INS Vikrant, kapal induk pertama buatan dalam negeri India. Dalam pidato tersebut, ia menekankan sentralitas Samudra Hindia dalam arsitektur strategis global, mengingat sekitar 66 persen pasokan minyak dunia dan 50 persen lalu lintas peti kemas internasional melintasi perairan ini. India, melalui Angkatan Lautnya, berkomitmen menjaga jalur-jalur vital tersebut demi stabilitas perdagangan global. Evolusi Konsep Indo-Pasifik Gagasan Indo-Pasifik sebagai satu ruang strategis mulai berkembang sejak pertengahan 2000-an, termasuk melalui pidato Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Parlemen India pada 2007 tentang “Confluence of the Two Seas”. Konsep ini kemudian memperoleh pengakuan global dan semakin menguat dalam diskursus internasional. India secara resmi mengartikulasikan visinya mengenai Indo-Pasifik melalui pidato Perdana Menteri Modi di Dialog Shangri-La pada Juni 2018, yang menegaskan kawasan ini sebagai ruang kerja sama yang menyatukan negara-negara di dalam dan di luar kawasan. Reorientasi Maritim dan Kebijakan Act East Visi Indo-Pasifik India merupakan kelanjutan alami dari evolusi kebijakan luar negeri dan keamanan nasionalnya. Sejak liberalisasi ekonomi pada awal 1990-an, India memperkuat keterlibatan dengan Asia Tenggara melalui Kebijakan Look East yang kemudian ditingkatkan menjadi Kebijakan Act East pada 2014. ASEAN dipandang sebagai mitra sentral, dengan hubungan yang kini telah berkembang menjadi kemitraan strategis komprehensif. SAGAR dan MAHASAGAR: Keamanan dan Pertumbuhan untuk Semua Pada 2015, India meluncurkan doktrin SAGAR (Security and Growth for All in the Region) sebagai kerangka kerja sama di kawasan Samudra Hindia. Kebijakan ini menekankan keamanan maritim, pembangunan kapasitas, kerja sama kolektif, pembangunan berkelanjutan, dan kepemilikan kawasan oleh negara-negara di dalamnya. Pada 2025, India memperkenalkan MAHASAGAR sebagai evolusi dari SAGAR, memperluas visi tersebut ke skala global dengan fokus yang lebih kuat pada Global South. Komitmen Kemanusiaan dan Kemitraan Pembangunan India telah menunjukkan kredibilitasnya sebagai mitra kemanusiaan yang andal melalui berbagai operasi bantuan dan penanggulangan bencana, mulai dari Asia Tenggara, Afrika, hingga Pasifik. Model kerja sama pembangunan India menekankan transparansi, keberlanjutan, serta penghormatan terhadap prioritas negara mitra, tanpa syarat politik. Keamanan Maritim dan Kebebasan Navigasi Sebagai mitra keamanan maritim pilihan di kawasan Indo-Pasifik, India aktif dalam latihan bersama, pembangunan kapasitas, serta berbagi informasi melalui Information Fusion Centre–Indian Ocean Region. Upaya ini diperkuat dengan komitmen menjaga kebebasan navigasi dan kelancaran perdagangan internasional, termasuk melalui pengerahan Angkatan Laut India untuk melindungi jalur pelayaran strategis. Peran India dalam Tatanan Global Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, India terus memainkan peran konstruktif dalam mendukung tatanan internasional berbasis aturan. Melalui visi Indo-Pasifiknya, India menegaskan tekad untuk berkontribusi pada perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran bersama di kawasan dan dunia. Artikel ini ditulis oleh Suchitra Durai, mantan Duta Besar untuk Kenya dan Thailand.

Sinergi Industri Baja Nasional Demi Kedaulatan Maritim Indonesia Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 11 Oktober 2025 | 11:30 WIB

Sinergi Industri Baja Nasional Demi Kedaulatan Maritim Indonesia

Cilegon, katakabar.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Krakatau Steel Group terima kunjungan kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan di penghujung pekan pertama Oktober 2025 lalu. Kunjungan ini dihadiri Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia sekaligus Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (Pantura), Laksamana TNI (Purn) Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan, Komjen (Pol) Prof. Dr. Rudy Heriyanto Adi Nugroho, S.H., M.H. beserta seluruh jajaran. Terus hadir pula Komisaris Utama Krakatau Steel, Hendro Martowardojo beserta Dewan Komisaris dan Jajaran Direksi Krakatau Steel Group. Di kegiatan rombongan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengunjungi PT Krakatau Baja Konstruksi, PT Krakatau Pipe Industries, dan PT Krakatau Posco . Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau potensi yang dimiliki Krakatau Steel Group, sekaligus menjadi simbol penguatan sinergi antara industri baja nasional dan sektor maritim Indonesia yang terbagi dalam tiga agenda strategis, yaitu modernisasi kapal perikanan nasional, percepatan realisasi Kampung Nelayan Merah Putih, hingga percepatan pembangunan Giant Sea Wall. Dari Kayu ke Baja, Hingga Tanggul Laut Sepanjang Pulau Jawa Dari informasi dan data dari laman resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan, lebih dari 95 persen kapal perikanan di Indonesia masih menggunakan bahan kayu. Secara konstruksi, kapal kayu memiliki kekurangan karena umumnya dibangun secara tradisional dan kurang memenuhi persyaratan standar kelaikan laut, laik tangkap dan laik simpan hasilnya. Krakatau Steel Group memiliki kemampuan dalam menyediakan bahan baku baja berkualitas tinggi bagi program ini, mulai dari pelat baja untuk lambung kapal, pipa baja untuk sistem distribusi dan pendinginan, struktur fabrikasi untuk galangan dan pelabuhan, hingga rumah modular apung untuk percepatan realisasi Kampung Nelayan Merah Putih sebagai kawasan pesisir modern yang terintegrasi dengan sarana dan prasarana produksi, sekaligus menjadi pusat ekonomi baru bagi nelayan. Adapun pembangunan Giant Sea Wall Pantura merupakan Proyek Strategis Nasional yang kini dipercepat pelaksanaannya oleh Presiden RI Prabowo Subianto melalui pembentukan Badan Otorita Pengelola Pantura. Tanggul laut raksasa yang membentang dari Banten hingga Gresik ini dirancang untuk menjadi benteng pertahanan utama pesisir utara Jawa dari risiko rob dan kenaikan muka air laut. Pada konteks ini, Krakatau Steel Group memiliki peran penting kapabilitasnya terhadap penyediaan material baja konstruksi dan struktur laut untuk percepatan pembangunan tanggul. Krakatau Steel Sebagai Katalisator Asta Cita Asa dari kunjungan kerja ini merupakan implementasi nyata dari Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto. Modernisasi kapal nelayan berbasis baja mendukung ketahanan pangan laut nasional. Realisasi Kampung Nelayan Merah Putih mendukung pertumbuhan ekonomi nasional serta membuka peluang lapangan kerja, hingga percepatan pembangunan proyek Giant Sea Wall sebagai dukungan terhadap penguatan pertahanan dan keamanan nasional sekaligus simbol kedaulatan dan perlindungan ekosistem pesisir utara Jawa. Kemudian dalam mendukung hilirisasi dan industrialisasi untuk memberikan nilai tambah ekonomi, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan, menyampaikan apresiasi atas penjajakan potensi kerjasama strategis yang dilakukan dan menegaskan momentum ini menjadi bagian penting dari penguatan komitmen Krakatau Steel Group dalam mendukung program pemerintah dan ini merupakan salah satu bagian bagi kemajuan/kesejahteraan masyarakat Indonesia. “Krakatau Steel Group siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam setiap upaya membangun kedaulatan maritim Indonesia,” jelas Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan yang juga menjabat sebagai Chairman ALFI/ILFA (Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia) serta Chairman IISIA (Indonesia Iron & Steel Industry Association).

Port Academy Buka Program IMO 3.25 Peningkatan Kompetensi Maritim Nasional
Nasional
Minggu, 06 April 2025 | 13:43 WIB

Port Academy Buka Program IMO 3.25 Peningkatan Kompetensi Maritim

Jakarta, katakabar.com - Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam pengembangan sumber daya manusia maritim, Port Academy resmi membuka program Pelatihan IMO 3.25. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan tenaga kerja yang terlibat dalam penanganan kargo curah padat yang berbahaya di lingkungan pelabuhan dan kapal. Fokus Penanganan Kargo Curah Berbahaya Kargo curah padat seperti batu bara, bijih logam, dan pupuk kimia memerlukan prosedur khusus dalam proses bongkar muatnya. Makanya Port Academy menghadirkan Training IMO 3.25 guna membekali peserta dengan keterampilan teknis dan pengetahuan regulasi internasional dalam menangani muatan berisiko tinggi. Diklat IMO 3.25 menjadi sangat relevan bagi pekerja pelabuhan, petugas muat, awak kapal, serta operator logistik yang ingin memastikan proses kerja berjalan aman dan efisien. Kurikulum Lengkap Sesuai IMO Code Pelatihan IMO 3.25 mengacu pada International Maritime Solid Bulk Cargoes (IMSBC) Code yang ditetapkan IMO. Materi pelatihan meliputi klasifikasi kargo curah berbahaya, risiko self-heating dan gas beracun, prosedur pengemasan dan pelabelan, serta tanggap darurat apabila terjadi insiden di pelabuhan atau atas kapal. Selain teori, Training IMO 3.25 dilengkapi dengan sesi praktik dan studi kasus dari insiden nyata di lapangan. Sertifikasi Resmi Kesiapan Profesional Setelah mengikuti Pelatihan IMO 3.25, peserta yang lulus akan menerima Sertifikasi IMO 3.25 yang diakui secara nasional maupun internasional. Sertifikasi IMO 3.25 ini menjadi bukti kompetensi menangani muatan curah padat berbahaya sesuai dengan ketentuan IMO. Sertifikat ini menjadi nilai tambah signifikan bagi tenaga kerja yang ingin bersaing di sektor pelayaran, pertambangan, dan logistik. Terbuka untuk Perusahaan dan Profesional Maritim Port Academy membuka Diklat IMO 3.25 untuk peserta individu maupun perusahaan yang ingin meningkatkan kapasitas timnya dalam hal keselamatan kerja dan kepatuhan terhadap regulasi internasional. Pelatihan dapat diselenggarakan secara reguler maupun in-house dengan penjadwalan yang fleksibel. Dengan dukungan instruktur bersertifikat dan fasilitas pelatihan lengkap, Training IMO 3.25 menjawab kebutuhan industri terhadap SDM yang siap dan tersertifikasi.

Cetak Tenaga Ahli, Port Academy Luncurkan Program IMO Level 2 Bagi Profesional Maritim Pendidikan
Pendidikan
Kamis, 03 April 2025 | 22:14 WIB

Cetak Tenaga Ahli, Port Academy Luncurkan Program IMO Level 2 Bagi Profesional Maritim

Jakarta, katakabar.com - Sebagai langkah lanjutan mencetak tenaga ahli penanggulangan tumpahan minyak, Port Academy resmi meluncurkan program Pelatihan IMO Level 2 bersertifikasi internasional. Program ini dirancang khusus untuk supervisor atau pengambil keputusan di lapangan yang terlibat dalam perencanaan dan koordinasi operasi darurat laut. Setelah menyelesaikan Diklat IMO Level 1, kebutuhan akan pelatihan tingkat lanjutan pun meningkat. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Port Academy menghadirkan Training IMO Level 2 yang berfokus pada aspek manajerial dalam penanganan tumpahan minyak. Peserta dibekali kemampuan dalam menyusun rencana respons, mengelola sumber daya, serta berkoordinasi dengan berbagai pihak selama situasi darurat terjadi. Pelatihan IMO Level 2 mencakup materi strategis seperti perencanaan operasi, pemetaan risiko, penentuan taktik penanggulangan, hingga pengelolaan logistik dan komunikasi. Seluruh materi disusun mengacu pada panduan resmi dari International Maritime Organization (IMO), menjamin relevansi dan akurasi pelatihan. Selain teori, Training IMO Level 2 juga dilengkapi studi kasus dan simulasi koordinasi untuk meningkatkan kapasitas pengambilan keputusan dalam kondisi darurat. Setelah menyelesaikan Diklat IMO Level 2, peserta yang lulus akan memperoleh Sertifikasi IMO Level 2 yang diakui secara internasional. Sertifikat ini sangat relevan bagi mereka yang menjabat sebagai pengawas operasional, HSE officer, ataupun koordinator tanggap darurat di sektor maritim, pelabuhan, dan migas. Sertifikasi IMO Level 2 menjadi nilai tambah signifikan bagi para profesional yang ingin memperkuat karier mereka di bidang keselamatan dan lingkungan laut.

Siapkan SDM Maritim Berkualitas, Port Academy Buka Pelatihan IMO Level 3 Pendidikan
Pendidikan
Rabu, 02 April 2025 | 10:00 WIB

Siapkan SDM Maritim Berkualitas, Port Academy Buka Pelatihan IMO Level 3

Jakarta, katakabar.com - Sebagai bentuk kontribusi nyata meningkatkan kesiapsiagaan tanggap darurat di sektor maritim, Port Academy resmi membuka program Pelatihan IMO Level 3 untuk level manajerial. Pelatihan ini ditujukan bagi pejabat tinggi atau pengambil kebijakan yang bertanggung jawab dalam merumuskan strategi nasional penanggulangan tumpahan minyak. Training IMO Level 3 merupakan tingkat lanjutan dalam skema pelatihan OPRC (Oil Pollution Preparedness, Response and Co-operation). Lantaran itu, Port Academy menyusun program ini secara khusus untuk mendukung pemahaman menyeluruh tentang kebijakan, sistem koordinasi antar lembaga, dan perencanaan terpadu dalam menghadapi insiden pencemaran laut berskala besar. Peserta Diklat IMO Level 3 bakal dibekali dengan pendekatan strategis dan kerangka kerja kebijakan yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan pada tingkat nasional. Kurikulum Pelatihan IMO Level 3 mencakup penetapan kebijakan tanggap darurat, koordinasi lintas sektor, pengelolaan sumber daya nasional, hingga pengembangan rencana kontinjensi jangka panjang. Selain itu, peserta juga akan mempelajari bagaimana mengintegrasikan peran pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam sistem tanggap darurat yang berkelanjutan. Program ini sangat relevan bagi pejabat Kementerian, pengelola pelabuhan, otoritas maritim, dan lembaga lingkungan hidup. Peserta yang berhasil menyelesaikan Training IMO Level 3 akan memperoleh Sertifikasi IMO Level 3 yang diakui secara internasional. Sertifikat ini menjadi bukti kompetensi dalam bidang manajemen kebijakan penanggulangan pencemaran laut. Sertifikasi IMO Level 3 juga menjadi landasan penting dalam mendukung program-program nasional maupun internasional terkait kelautan dan lingkungan. Port Academy membuka Pelatihan IMO Level 3 untuk para pemangku kepentingan di berbagai sektor strategis. Mulai dari instansi pemerintah, perusahaan energi dan migas, hingga organisasi kemaritiman, semuanya dapat mengikuti program ini untuk memperkuat kapasitas manajerial tanggap darurat di level kebijakan.

Lewat Diklat Jetty Master Port Academy Perkuat SDM Maritim Pendidikan
Pendidikan
Minggu, 09 Maret 2025 | 19:25 WIB

Lewat Diklat Jetty Master Port Academy Perkuat SDM Maritim

Jakarta, katakabar.com - Port Academy sukses gelar Diklat Jetty Master di Jakarta, Maret 2025 ini. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kerja di sektor kepelabuhanan, khususnya dalam pengelolaan operasional terminal jetty. Diklat ini membahas berbagai aspek penting, seperti manajemen operasional jetty, regulasi keselamatan, koordinasi dengan kapal, serta manajemen risiko dan keamanan. Pelatihan ini ditujukan bagi petugas operasional pelabuhan, supervisor bongkar muat, perwira kapal, dan tenaga teknis di fasilitas maritim. Port Academy kembali menunjukkan komitmennya meningkatkan kompetensi tenaga kerja di sektor kepelabuhanan dengan menggelar Diklat Jetty Master. Pelatihan bertujuan untuk membekali para profesional di industri maritim dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan dalam mengelola dan mengawasi operasional terminal jetty secara efektif. Menurut Wiratama, Direktur Port Academy, pelatihan ini sangat penting mengingat peran strategis seorang Jetty Master dalam memastikan keselamatan, efisiensi, dan kelancaran operasional di terminal jetty, baik aktivitas bongkar muat maupun aspek keselamatan kerja. Diklat ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai tugas dan tanggung jawab seorang Jetty Master, mulai dari pengelolaan operasional dermaga, koordinasi dengan berbagai pihak terkait, hingga penerapan regulasi keselamatan internasional dan nasional. Beberapa materi utama yang dibahas dalam pelatihan ini meliputi: ✅ Manajemen Operasional Jetty – Prosedur dan praktik terbaik dalam operasional terminal jetty. ✅ Regulasi dan Standar Keselamatan – Memahami aturan internasional seperti ISGOTT, ISPS Code, dan standar keselamatan lainnya.

Kerja Sama Strategis Indonesia-India di Bidang Pertahanan dan Maritim Internasional
Internasional
Sabtu, 01 Februari 2025 | 22:30 WIB

Kerja Sama Strategis Indonesia-India di Bidang Pertahanan dan Maritim

Jakarta, katakabar.com - Hubungan bilateral antara Indonesia dan India kembali mencapai tonggak penting dalam perayaan Hari Republik India ke 76, di mana Presiden RI, H Prabowo Subianto menjadi tamu kehormatan. Momen bersejarah ini memperingati 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara, melanjutkan tradisi yang dimulai sejak Presiden Sukarno menjadi tamu kehormatan pada Hari Republik pertama India. Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menyoroti hubungan erat kedua negara sejak era kemerdekaan Indonesia. India memainkan peran penting dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia, termasuk melalui tokoh seperti Biju Patnaik yang membantu perjuangan diplomasi internasional Indonesia. Kini, hubungan ini terus berkembang di berbagai bidang, termasuk pertahanan, perdagangan, dan konektivitas masyarakat. IndustriSebagai bagian dari kunjungan ini, Indonesia untuk pertama kalinya akan mengirim kontingen marching band yang terdiri dari 352 tentara dalam parade Hari Republik di Rajpath, New Delhi. Langkah ini melambangkan semakin eratnya hubungan militer antara kedua negara India juga mendukung industrialisasi pertahanan Indonesia melalui pembahasan sejumlah proyek strategis, termasuk potensi kerja sama di bidang alutsista. Ketertarikan terhadap kemampuan industri pertahanan India yang terus berkembang menunjukkan komitmen kedua negara untuk membangun kapasitas bersama.

Kunjungan INS Mysore ke Indonesia Perkuat Kerja Sama Maritim Internasional
Internasional
Jumat, 27 Desember 2024 | 18:02 WIB

Kunjungan INS Mysore ke Indonesia Perkuat Kerja Sama Maritim

Jakarta, katakabar.com - Guna mempererat persahabatan dan kerja sama maritim, Laksamana Dinesh K. Tripathi, Kepala Staf Angkatan Laut India atau CNS, gelar resepsi di atas kapal perusak berpandu rudal buatan India, INS Mysore saat berkunjung ke Indonesia. Selain menjalin persahabatan dan kerja sama, langkah ini penting untuk meningkatkan pertukaran budaya dan kerja sama militer kedua negara. Resepsi tersebut dihadiri Laksamana Muhammad Ali, Kepala Staf Angkatan Laut Indonesia atau KASAL, bersama dengan sejumlah tokoh militer senior dari Indonesia, Duta Besar India untuk Indonesia, dan anggota komunitas diplomatik.