Masysrakat
Sorotan terbaru dari Tag # Masysrakat
LindungiHutan dan TNWK Tingkatkan Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Semarang, katakabar.com - Kolaborasi antara LindungiHutan dengan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menjadi upaya konservasi lingkungan dan pelestarian alam di Indonesia. Dalam kolaborasinya, LindungiHutan dan Taman Nasional Way Kambas bertujuan membangun arboretum sebagai upaya perlindungan satwa dari perburuan liar sekaligus pusat penelitian di Way Kambas.
Masyarakat 'Healing' Bersama SANDI
Oleh: Agung Marsudi, Duri Institute katakabar.com - "Healing" telah menjadi obat, terutama bagi mereka yang memiliki kesibukan luar biasa padat. Untuk membebaskan sebagian dari kepenatan dan beban hidup, "healing" solusinya. Apalagi kini, di tengah asupan politik pilkada dengan segala pernak-pernik intimidasi, berbagai intervensi kegiatan dilakukan dari kelas atas hingga kelas bawah. Dari eselon hingga RT/RW. Orang diajak berinteraksi politik, tapi di saat bersamaan dijejali doktrinasi, demi ambisi dan oligarki. Dibumbui janji-janji. Jika sebelumnya kata 'healing' populer, terutama pasca gempa, tsunami dan pandemi, dalam konteks "penyembuhan luka batin" yang dilakukan secara sosial, kini mulai melebar ke wilayah "trauma politik". Politik rekayasa, bukan seperti apa adanya, menumbuhkan patologi sosial baru, suka tidak suka, benci rindu, yang pada gilirannya menumpuk agregat rasa menang senang, kalah gelisah. Demokrasi dengan "kalah menang" sebagai tujuan (goals) memuluskan jalan, menghalalkan semua cara demi meraih kemenangan. Dari sini, benih "trauma" itu mulai bertunas, dan tumbuh. _"Tekan kiri kanan, alasan demi negeri junjungan, padahal semua tahu, apa yang mereka mau"._ Dalam konteks Pilkada Bengkalis 2024, dengan hanya dua calon pasangan yang maju, memiliki andil memperlebar terjadinya "gap" sosial di tengah-tengah masyarakat. Kelompok berduit, berhadap-hadapan dengan kelompok modal spirit. Di masyarakat mulai terlihat, memilih pasangan Syahrial-Andika (SANDI) menjadi semacam "healing" juga. Cara masyarakat untuk membebaskan demokrasi, dari kecamuk politik dinasti, dan tekanan intimidasi, yang telah melahirkan "trauma" itu. Sebab ini soal pilihan, yang dampaknya panjang.
Masyarakat Bengkalis Keluhkan Ekonomi Lesu dan Realisasi APBD Baru 39 Persen
Bengkalis, katakabar.com - Masyarkat Kabupaten Bengkalis keluhkan ekonomi lesu. Kata Penjabat (Pj) Gubernur Riau, Rahman Hadi fakta ini cukup mengejutkan. Soalnya, Bengkalis ternyata menjadi daerah yang realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD paling rendah dibandingkan daerah lain yang saat ini dipimpin Pjs. Secara khusus, sorotan diberikan ke Pemkab Bengkalis yang baru merealisasikan APBD 2024 hanya sebesar 39,94 persen. Rendahnya realisasi APBD 2024 Kabupaten dan Kota itu menjadi tugas alias 'PR' khusus yang diberikan kepada 6 Penjabat Sementara (Pjs) Bupati dan Wali Kota yang dilantik, Selasa (24/9) lalu. "Meski Penjabat Sementara Bupati dan Wali Kota bertugas hanya sekitar dua bulan, tapi harus segera melaksanakan monitoring APBD 2024, batas waktunya pada 30 September," kata Rahman Hadi kepada 6 Pjs kepala daerah yang dilantik di Balai Serindit, Kompleks Gubernuran Riau. Pj Gubri membacakan satu per satu realisasi APBD 2024 keenam daerah tersebut, yakni, realisasi APBD Kabupaten Siak 2024 sebesar 52,24 persen, Kabupaten Kepulauan Meranti 50,06 persen, Pelalawan 44,76 persen, Kuansing 49,56 persen dan Kota Dumai sebesar 56,66 persen.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi, PUPR Rohul Perbaiki Ruas Jalan Pendalian-Patok Seribu
Pasir Pengaraian, katakabar.com - Dinas Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Rokan Hulu Riau, terus berupaya optimal melakukan peningkatan infrastruktur jalan guna mendukung pemerataan sarana transportasi di setiap wilayah terutama di wilayah terpencil, dan terpelosok. Hal itu dilakukan bentuk upaya mendukung pertumbuhan perekonomian masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu, di mana sentralisasi komoditas utamanya berasal dari hasil pertanian dan perkebunan. Linear dengan Rencana Strategis (Renstra) program dan kegiatan, PUPR Rokan Hulu melakukan pengerjaan perbaikan ruas jalan Pendalian-Patok Seribu. Pengerjaan tersebut dimulai survey lokasi oleh UPTD IV Bidang Jalan dan Jembatan. Lalu, alat berat Backhoe Loader diturunkan untuk membuang tanah yang tidak terpakai, dan membuang, serta menggali tanah untuk pengerasan jalan. Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Rokan Hulu, Zulfikri ST menyatakan, pengerjaan perbaikan ruas jalan Pendalian-Patok Seribu bagian dari program peningkatan infrastruktur jalan. "Seluruh pengerjaan perbaikan yang sudah atau sedang dikerjakan bagian program perencanaan, tinggal lagi untuk time line pelaksanaan pengerjaan tidak sama," ujar Zulfikri kepada katakabar.com, pada Sabtu (25/5). Apa yang diucapkan Zulfikri secara eksplisit menepis anggapan sebagian pihak selama ini menilai lamban kinerja dari PUPR Kabupaten Rokan Hulu. "Begini, setiap pengerjaan ada tahapan proses pelaksanaannya, mulai proses perencanaan, survey hingga pelaksanaan lapangan. Terkecuali disebabkan kondisi bencana alam, urgensinya berbeda," jelasnya. Kemudian, kata Zulkifli, keterbatasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD mesti disesuaikan dengan pagu anggaran untuk pengerjaan perbaikan, dan disesuaikan pula dengan tingkat kerusakan jalan, baik melalui usulan maupun survey bagian perencanaan di lapangan. "Kami bagi skala prioritasnya, lantaran dengan keterbatasan anggaran, tapi PUPR Kabupaten Rokan Hulu berusaha menyelaraskan seluruh pengerjaan dengan serapan anggaran yang maksimal," tuturnya. Soal persepsi negatif! Sekretaris PUPR Kabupaten Rokan Hulu ini enggan berspekulasi, dan memilih fokus pada beberapa pengerjaan perbaikan yang sedang dan mau dilaksanakan. "PUPR Kabupaten Rokan Hulu terbuka untuk semua kritik, dan masukan yang sifatnya membangun, tapi untuk isu miring kami enggan menanggapi dan lebih memilih fokus pada pengerjaan kami," tegasnya. Terakhir, tambah Zulkifli, untuk pengerjaan perbaikan ruas jalan Pendalian-Patok Seribu, progres pengerjaan sedang berjalan sesuai rencana dan selesai tepat pada waktunya bila tidak terkendala cuaca ekstrim. "Untuk pengerjaan sedang berjalan, masih on progres, dan kami harap selesai sesuai schedule yang telah ditetapkan agar dapat fokus pada pengerjaan berikutnya," harapnya.
Dengar Keluhan Masyarakat, Wakapolres Kepulauan Meranti Giat 'Jumat Curhat'
Meranti, katakabar.com - Wakapolres Kepulauan Meranti, Kompol Dodi Zulkarnain Hasibuan giat 'Jumat Curhat' bersama perwakilan pengurus Perbakin, di Kedai Kopi Tok Abah Jalan Rintis Kecamatan Tebing Tinggi, pada Jumat (5/1) pagi. Kabag Ren Polres Kompol Novia Indra, Wakil Ketua Perbakin Kepulauan Meranti, Tunjiarto, Kaurmin Sat Intelkam Polres, Bripka Noprizal, personel Polres Kepulauan Meranti, Para Pengurus Organisasi Perbakin Kepulauan Meranti hadir digiat 'Jumat Curhat'. Wakapolres Kompol Dodi Zulkarnain Hasibuan mengatakan, kegiatan 'Jumat Curhat' ini program Polres Kepulauan Meranti rutin dilaksanakan tiap hari Jumat. Tujuannya bertemu dengan masyarakat atau komunitas bertukar fikiran, dan saling memberikan saran. "Dipertemuan 'Jumat Curhat' diisi dengan dialog dan tanya jawab. Kita dengar keluhan yang disampaikan masyarakat," jelasnya.
Perkebunan Sawit Mesti Berdampak Positif Kesejahteraan Masyarakat
Sampit, katakabar.com - Hamparan perkebunan kelapa sawit capai ratusan ribu hektar mesti mampu membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarkat setempat khususnya. Hal itu ditekankan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur, Juliansyah. Menurutnya, Kotawaringin Timur miliki perkebunan kelapa sawit sangat luas di Indonesia. Jadi, mestinya memberikan peningkatan atas kesejahteraan dan pendapatan di daerah,” harapnya, dilansir, pada Jumat (22/12). Apalagi, terang Juliansayah, dengan adanya kebijakan harmonisasi keuangan daerah dan pusat, yakni dana bagi hasil yang diperoleh pemerintah Kotawaringin Timur harusnya lebih banyak dibandingkan daerah lainnya mengingat daerah menyumbang pemasukan yang lebih besar dari sektor perkebunan ini. Berkaitan dengan hasil audit, ulasnya, sesuai laporan keuangan yang dihasilkan dari penerapan standar akuntansi dan berbasis aktual memberi manfaat lebih baik bagi para pemangku kepentingan. “Bagi pengguna maupun pemeriksa laporan keuangan, dan suatu proses menjamin transparansi serta akuntabilitas,” tegasnya. Semua anggaran, harapnya, baik itu dari dana bagi hasil perkebunan kelapa sawit dan perijinannya ini dikelola secara transparan dan dipergunakan untuk kepentingan masyarakat yang berada di wilayah sekitar perusahaan diprioritaskan untuk diperhatikan dan dikembangkan sumber daya manusianya.