Bermitra, Vritimes dan Paspas Guimaras Perluas Jangkauan SP dan Tampilkan Pariwisata Guimaras Serba Serbi
Serba Serbi
Kamis, 23 April 2026 | 10:10 WIB

Bermitra, Vritimes dan Paspas Guimaras Perluas Jangkauan SP dan Tampilkan Pariwisata Guimaras

Jakarta, katakabar.com - Vritimes, platform teknologi media terkemuka fokus pembuatan, distribusi, dan analitik siaran pers, umumkan kemitraan media strategisnya dengan Paspas Guimaras, sebuah platform digital yang didedikasikan untuk promosikan keindahan, budaya, dan pariwisata Pulau Guimaras. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas jangkauan siaran pers sekaligus menyoroti peluang, cerita, dan perkembangan dari salah satu destinasi pulau paling dikagumi di Filipina. Tentang Paspas Guimaras Paspas Guimaras berkomitmen untuk menampilkan yang terbaik dari Guimaras melalui konten yang menarik dan informatif. Platform ini berfungsi sebagai panduan bagi wisatawan dan pembaca yang ingin menjelajahi pantai-pantai indah, perairan jernih, atraksi lokal, tradisi yang kaya, serta kuliner lezat di pulau tersebut. Dengan membagikan pesona unik pulau ini, Paspas Guimaras membantu memposisikan Guimaras sebagai destinasi wajib dikunjungi di Filipina. Gambaran Kemitraan Melalui kemitraan ini, Vritimes akan membantu mendistribusikan siaran pers melalui platform online Paspas Guimaras, sehingga memungkinkan brand, organisasi, dan bisnis untuk memperkuat visibilitas mereka serta terhubung dengan audiens yang lebih luas yang tertarik pada pariwisata, gaya hidup, budaya, dan perkembangan lokal. Kolaborasi ini juga membuka lebih banyak peluang untuk menampilkan cerita tentang Guimaras, mendukung bisnis lokal, serta meningkatkan kesadaran terhadap potensi pariwisata dan inisiatif komunitas di pulau tersebut. Ferry Bayu, CEO Vritimes, mengatakan kami sangat antusias dapat bermitra dengan Paspas Guimaras, sebuah platform yang dengan penuh semangat menampilkan salah satu destinasi paling luar biasa di Filipina. "Dengan menggabungkan teknologi distribusi Vritimes, dan kehadiran lokal kuat dari Paspas Guimaras, kami dapat membantu bisnis dan komunitas membagikan cerita mereka dengan lebih efektif dan menjangkau audiens yang tepat," terang Ferry.

Pembatasan Ruang Udara China 2026 Berimbas ke Sektor Pariwisata Indonesia Internasional
Internasional
Selasa, 21 April 2026 | 16:52 WIB

Pembatasan Ruang Udara China 2026 Berimbas ke Sektor Pariwisata Indonesia

China, katakabar.com - Kabar mengenai pembatasan ruang udara China telah memicu kekhawatiran di kalangan pelaku industri pariwisata dan wisatawan internasional, khususnya mereka yang merencanakan perjalanan ke Asia Timur dalam waktu dekat. Laporan awal yang menyebutkan bahwa otoritas China melarang penerbangan sipil dan menutup wilayah udaranya selama 40 hari menimbulkan keresahan luas, dengan kekhawatiran akan gangguan besar terhadap rute penerbangan, rencana liburan, dan arus perjalanan regional. Kekhawatiran ini dapat dipahami mengingat peran China sebagai salah satu pusat penerbangan tersibuk di dunia. Setiap indikasi gangguan pada ruang udara China berpotensi memengaruhi tidak hanya wisatawan yang bepergian ke China, tetapi penumpang transit maupun wisatawan yang menuju destinasi lain di kawasan. Maskapai, agen perjalanan, serta pelaku industri perhotelan di berbagai negara pun memantau situasi ini dengan cermat, karena pembatasan sementara dapat memengaruhi perilaku pemesanan dan perencanaan perjalanan.  Kementerian Perhubungan Indonesia menegaskan informasi mengenai penutupan total ruang udara China tidaklah benar. Faktanya, China tidak menutup seluruh wilayah udaranya maupun menghentikan seluruh penerbangan sipil. Yang terjadi adalah penetapan beberapa Temporary Danger Area (TDA) di dalam sejumlah Flight Information Region (FIR) untuk kepentingan latihan militer terjadwal. Periode pembatasan terpanjang terjadi di wilayah Shanghai FIR, di mana lima zona perairan lepas pantai di Laut China Timur dengan luas sekitar 73.000 kilometer persegi dibatasi sementara mulai 27 Maret hingga 6 Mei 2026. Penting untuk dicatat bahwa zona ini berada di wilayah perairan lepas pantai dan tidak mencakup wilayah daratan utama China secara keseluruhan. Penerbangan komersial tetap beroperasi, meskipun beberapa rute mungkin mengalami penyesuaian atau pengalihan. Meskipun klarifikasi ini meredakan kekhawatiran akan penutupan total, kondisi ini tetap menimbulkan tantangan bagi wisatawan internasional. Penyesuaian jalur penerbangan dapat menyebabkan waktu tempuh yang lebih panjang, perubahan jadwal, serta kompleksitas operasional bagi maskapai yang melayani rute di kawasan Asia Timur. Wisatawan yang bepergian ke berbagai destinasi di kawasan ini berpotensi menghadapi ketidakpastian, terutama jika maskapai melakukan perubahan rute atau penjadwalan ulang. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh China. Negara-negara yang sangat bergantung pada wisatawan asal China, seperti Thailand, Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Indonesia, berpotensi mengalami dampak tidak langsung apabila wisatawan menunda atau membatalkan rencana perjalanan akibat ketidakjelasan kondisi penerbangan regional. Bahkan ketidakpastian jangka pendek pun dapat memengaruhi keputusan pemesanan, terutama untuk perjalanan grup dan paket wisata multi-destinasi. Implikasi Bagi Sektor Pariwisata Indonesia Bagi Indonesia, implikasi yang ditimbulkan cukup signifikan. China merupakan salah satu pasar wisatawan internasional utama bagi Indonesia, dengan kontribusi besar terhadap jumlah kunjungan ke destinasi seperti Bali, Jakarta, dan Batam. Wisatawan asal China memberikan kontribusi ekonomi yang tinggi melalui sektor perhotelan, kuliner, belanja, transportasi, hingga berbagai atraksi wisata. “Sejumlah tamu mancanegara, termasuk dari China, telah melakukan penjadwalan ulang kunjungan di salah satu properti kami akibat ketidakpastian penerbangan dan situasi yang berkembang,” ujar Chandra Himawan, Head of Marketing & Communication, Marclan International.   Setiap penurunan minat atau gangguan konektivitas dari pasar China berpotensi berdampak langsung terhadap kinerja pariwisata Indonesia. Hotel dan pelaku usaha pariwisata dapat mengalami perlambatan pemesanan, penurunan tingkat hunian, serta berkurangnya pengeluaran wisatawan, terutama di destinasi yang sangat bergantung pada pasar Asia Timur. Demikian pula agen perjalanan yang menangani grup wisata dari China juga berpotensi menghadapi penundaan atau peningkatan pembatalan perjalanan.  Efek Berantai pada Ekonomi Dampak tersebut tidak berhenti pada sektor pariwisata saja. Efek berantai juga dapat dirasakan oleh sektor lain yang berkaitan dengan aktivitas wisatawan, seperti ritel, makanan dan minuman, serta transportasi lokal. Meskipun pembatasan ini bersifat sementara dan terbatas, ketidakpastian dalam perjalanan udara sering kali memberikan dampak psikologis yang cepat terhadap kepercayaan konsumen, yang pada akhirnya memengaruhi keputusan perjalanan bahkan sebelum gangguan nyata terjadi.  Untuk meminimalkan dampak tersebut, pelaku industri pariwisata di Indonesia dan negara lainnya perlu memperkuat komunikasi, memberikan kepastian informasi kepada wisatawan, serta bekerja sama dengan maskapai untuk menjaga kepercayaan terhadap aksesibilitas kawasan. Pembaruan informasi yang jelas dan akurat dari otoritas penerbangan menjadi kunci untuk mencegah misinformasi berkembang menjadi penurunan minat perjalanan yang lebih luas. Meskipun situasi ini bukan merupakan penutupan total ruang udara China, kondisi ini menjadi pengingat akan betapa cepatnya perkembangan di sektor penerbangan dapat memengaruhi sentimen pariwisata global. Pada ekosistem perjalanan yang saling terhubung, pembatasan terbatas di satu negara pun dapat menciptakan dampak luas di berbagai destinasi. Bagi negara yang bergantung pada pariwisata seperti Indonesia, menjaga kepercayaan wisatawan dan memastikan komunikasi yang akurat menjadi faktor krusial dalam meminimalkan dampak serta menjaga momentum pemulihan pariwisata internasional.

Tren Pariwisata Seririt Bali: Destinasi Tenang di Bali Utara Mulai Menarik Perhatian Wisatawan Wisata
Wisata
Minggu, 12 April 2026 | 20:00 WIB

Tren Pariwisata Seririt Bali: Destinasi Tenang di Bali Utara Mulai Menarik Perhatian Wisatawan

Bali, katakabar.com - Di tengah tingginya aktivitas pariwisata di kawasan Bali Selatan, sejumlah wilayah di Bali Utara mulai menunjukkan perkembangan yang semakin terlihat. Salah satu kawasan yang mulai menarik perhatian wisatawan adalah Seririt, sebuah kecamatan pesisir di Kabupaten Buleleng yang dikenal dengan suasana lebih tenang serta akses menuju berbagai destinasi alam di wilayah utara Pulau Bali. Perkembangan ini sejalan dengan tren peningkatan kunjungan wisatawan di Kabupaten Buleleng. Berdasarkan laporan analisis pasar pariwisata daerah, jumlah kunjungan wisatawan ke Buleleng pada 2023 mencapai sekitar 800.949 kunjungan, meningkat sekitar 12,15 persen dibandingkan dengan 2022 yang tercatat 703.642 kunjungan. Sementara, data kunjungan destinasi wisata yang dirilis pemerintah daerah menunjukkan bahwa pada Januari 2025 jumlah kunjungan wisatawan mencapai 99.966 orang, meningkat sekitar 35 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat 73.699 kunjungan. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buleleng juga mencatat bahwa sektor pariwisata di wilayah ini terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas ekonomi terkait akomodasi, transportasi, dan jasa pariwisata. Pergeseran Minat Wisatawan ke Bali Utara Sejumlah pelaku industri pariwisata menilai bahwa peningkatan minat terhadap Bali Utara dipengaruhi oleh perubahan preferensi wisatawan yang kini mencari destinasi dengan suasana lebih santai dan autentik. “Wisatawan sekarang banyak yang mencari pengalaman yang lebih tenang dan tidak terlalu padat. Bali Utara menawarkan karakter tersebut,” ujar Ketut selaku Hotel Manager Liberta Home Seririt di kawasan Buleleng. Jika kawasan selatan Bali dikenal dengan kehidupan wisata yang lebih ramai, Bali Utara menawarkan lanskap berbeda berupa pantai yang relatif lebih sepi, desa tradisional, serta lingkungan alam yang masih cukup terjaga. Seririt Bagian dari Jalur Wisata Bali Utara Secara geografis, Seririt berada di jalur pesisir barat Kabupaten Buleleng dan menjadi salah satu titik penghubung menuju sejumlah destinasi wisata di Bali Utara, termasuk kawasan Lovina yang dikenal sebagai wisata lumba-lumba. Wilayah ini juga memiliki karakter desa pesisir yang masih mempertahankan kehidupan lokal masyarakat, mulai dari aktivitas nelayan hingga pertanian di wilayah perbukitan di sekitarnya. Kabupaten Buleleng sendiri merupakan wilayah terluas di Bali dengan luas sekitar 1.322 kilometer persegi, yang menjadikan kawasan ini memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata berbasis alam dan budaya. Perkembangan Akomodasi di Kawasan Seririt Seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke Bali Utara, perkembangan akomodasi di sekitar Seririt juga mulai terlihat, meskipun sebagian besar masih berskala kecil. Berbeda dengan kawasan wisata utama di Bali Selatan yang didominasi oleh hotel besar dan resor, akomodasi di wilayah ini umumnya berupa homestay, vila kecil, maupun penginapan skala menengah yang menyesuaikan dengan karakter lingkungan setempat. Salah satu contoh akomodasi yang hadir di kawasan ini adalah Liberta Home Seririt, yang menawarkan konsep penginapan sederhana dengan jumlah kamar terbatas. Kehadiran penginapan seperti ini menjadi bagian dari perkembangan pariwisata lokal yang cenderung tumbuh secara bertahap dan mengikuti kebutuhan wisatawan yang mencari suasana lebih tenang. Potensi dan Tantangan Pengembangan Meski menunjukkan tren pertumbuhan, pengembangan pariwisata Bali Utara masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait aksesibilitas dan jarak tempuh dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar. Namun, bagi sebagian wisatawan, jarak tersebut justru memberikan pengalaman berbeda dari Bali yang lebih dikenal secara global. Kawasan seperti Seririt menawarkan perjalanan dengan ritme yang lebih santai, dengan lanskap pesisir dan desa yang masih relatif alami. Dengan tren kunjungan wisatawan yang terus meningkat serta potensi alam yang dimiliki wilayah Buleleng, Seririt diperkirakan akan semakin dikenal sebagai salah satu bagian dari perkembangan destinasi wisata Bali Utara dalam beberapa tahun mendatang.

Pariwisata Malioboro Saat Ramadhan dan Lebaran: Tren Wisata Kota dan Alternatif Berbasis Komunitas Wisata
Wisata
Jumat, 13 Maret 2026 | 23:08 WIB

Pariwisata Malioboro Saat Ramadhan dan Lebaran: Tren Wisata Kota dan Alternatif Berbasis Komunitas

Yogyakarta, katakabar.com - Kawasan Malioboro kembali menjadi salah satu pusat aktivitas wisata di Yogyakarta selama periode Ramadhan 1447 Hijriah Tahun 2025 Masehi hingga libur Lebaran. Selain dikenal sebagai ikon wisata kota, kawasan ini juga menjadi titik pertemuan berbagai aktivitas budaya, kuliner, dan ekonomi kreatif yang meningkat signifikan menjelang hari raya. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat periode libur Lebaran secara konsisten menjadi salah satu puncak kunjungan wisatawan ke wilayah ini. Data dari Dinas Pariwisata DIY menunjukkan bahwa pada masa libur Lebaran beberapa tahun terakhir, jumlah wisatawan yang datang ke Yogyakarta dapat mencapai ratusan ribu hingga lebih dari satu juta orang dalam satu periode liburan, dengan Malioboro menjadi salah satu destinasi yang paling ramai dikunjungi. Menurut Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, kawasan Malioboro memiliki daya tarik yang relatif stabil bagi wisatawan domestik sebab lokasinya yang strategis? serta keberadaan berbagai fasilitas wisata di sekitarnya. “Malioboro tetap menjadi magnet wisatawan ketika datang ke Yogyakarta, terutama saat musim libur panjang seperti Lebaran, karena kawasan ini mudah diakses dan memiliki banyak aktivitas wisata dalam satu area,” ujarnya lewat keterangan kepada media. Kurun beberapa tahun terakhir, kawasan Malioboro mengalami penataan yang cukup signifikan. Relokasi pedagang kaki lima ke Teras Malioboro serta pengaturan jalur pedestrian membuat kawasan ini lebih ramah bagi pejalan kaki. Wisatawan yang datang ke Malioboro umumnya melakukan aktivitas sederhana seperti berjalan kaki di sepanjang Jalan Malioboro, mengunjungi pasar tradisional seperti Pasar Beringharjo, menikmati kuliner malam, hingga berfoto di titik-titik ikonik seperti Titik Nol Kilometer dan Tugu Yogyakarta. Selama bulan Ramadhan, kawasan ini juga memiliki suasana yang berbeda. Menjelang waktu berbuka puasa, sejumlah pedagang kuliner musiman muncul di sekitar Malioboro dan kawasan sekitarnya, menawarkan berbagai makanan tradisional yang menjadi bagian dari tradisi berbuka puasa masyarakat Yogyakarta. Di malam hari, aktivitas wisata biasanya berlanjut dengan wisata kuliner dan pertunjukan seni jalanan yang kerap muncul di sekitar kawasan tersebut. Tren Wisata Lebaran di Yogyakarta Selain Malioboro, wisatawan yang datang ke Yogyakarta pada periode Lebaran biasanya juga mengunjungi berbagai destinasi populer seperti kawasan Keraton Yogyakarta, Taman Sari, hingga desa wisata di wilayah Sleman dan Bantul. Terapi beberapa tahun terakhir, tren wisata di Yogyakarta juga mulai bergerak ke arah pengalaman yang lebih personal dan berbasis komunitas. Wisatawan tidak hanya mencari tempat wisata populer, tetapi juga kegiatan yang memberi pengalaman langsung dengan kehidupan masyarakat setempat. Salah satu bentuk wisata alternatif yang berkembang di Yogyakarta adalah wisata susur gang, yang memperkenalkan sisi kota melalui lorong-lorong kecil, kampung tua, dan cerita sejarah lokal. Beberapa komunitas yang aktif mengembangkan kegiatan ini antara lain: Gang-Gangan, yang mengajak peserta menjelajahi gang-gang kecil di pusat kota sambil mendengar cerita sejarah kawasan kampung. Mlampah Ziarah, yang memadukan perjalanan kaki dengan narasi sejarah tokoh dan situs budaya di Yogyakarta. Walk The Past, komunitas tur sejarah yang fokus pada kisah masa lalu kota melalui rute-rute bersejarah. Alon Mlampah, yang menawarkan tur jalan kaki santai untuk mengenal kehidupan masyarakat dan dinamika ruang kota. Kegiatan ini biasanya dilakukan dalam kelompok kecil sehingga peserta dapat lebih memahami cerita lokal yang jarang ditemukan dalam tur wisata konvensional. Selain tur sejarah, wisata berbasis komunitas juga berkembang melalui kegiatan eksplorasi kuliner lokal. Salah satu komunitas yang cukup aktif adalah Krida Kuliner, yang kerap mengadakan tur kuliner tradisional di berbagai sudut kota Yogyakarta. Kegiatan ini biasanya mengajak peserta mencicipi makanan khas lokal sekaligus mengenal cerita di balik warung atau pedagang legendaris. Bagi wisatawan yang datang saat libur Lebaran, kegiatan semacam ini dapat menjadi alternatif untuk menikmati kuliner Yogyakarta dengan pendekatan yang lebih kontekstual, sekaligus mendukung pelaku usaha kecil di tingkat lokal. Sebagai pusat wisata kota, kawasan Malioboro memiliki berbagai pilihan akomodasi, mulai dari hotel skala besar hingga penginapan kecil yang berada di sekitar pusat kota. Kedekatan kawasan ini dengan berbagai objek wisata utama membuat banyak wisatawan memilih menginap di area sekitar Malioboro agar lebih mudah menjangkau berbagai destinasi. Salah satu hotel yang berada di kawasan tersebut adalah Liberta Malioboro, yang menjadi salah satu opsi akomodasi di sekitar pusat wisata kota dengan akses yang relatif dekat ke Malioboro, Stasiun Tugu, serta sejumlah destinasi budaya di Yogyakarta. Meski kunjungan wisatawan meningkat setiap tahun, sejumlah pihak menilai pentingnya pengelolaan pariwisata kota yang tetap memperhatikan kenyamanan ruang publik dan keberlanjutan budaya lokal. Pengembangan wisata berbasis komunitas, seperti tur susur gang dan eksplorasi kuliner tradisional, dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas pengalaman wisata sekaligus menyebarkan manfaat ekonomi ke berbagai kampung di Yogyakarta.

Kunjungan Kapal Pesiar Meningkat, Pelindo Multi Terminal Dorong Pariwisata dan Ekonomi Daerah Wisata
Wisata
Rabu, 25 Februari 2026 | 13:00 WIB

Kunjungan Kapal Pesiar Meningkat, Pelindo Multi Terminal Dorong Pariwisata dan Ekonomi Daerah

Medan, katakabar.com - PT Pelindo Multi Terminal (SMPT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, mencatat tren pertumbuhan positif kunjungan kapal pesiar di tiga branch/cabang pelabuhan yang dikelolanya sepanjang tahun 2025. Sepanjang 2025, Pelindo Multi Terminal melayani 49 kunjungan kapal pesiar di Pelabuhan Tanjung Emas (Semarang), Lembar (Lombok Barat), dan Parepare (Sulawesi Selatan). Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 47 kunjungan kapal pesiar. Dari total kunjungan tersebut, Branch Tanjung Emas mencatat 24 kapal pesiar, Branch Lembar sebanyak 24 kapal pesiar, dan Branch Parepare melayani 1 kapal pesiar selama tahun 2025. Kapal-kapal pesiar tersebut membawa total 119.377 wisatawan mancanagera, meningkat dari 114.304 wisawatan pada 2024, atau tumbuh sekitar 4,4 persen (yoy). “Pelindo Multi Terminal memastikan kesiapan fasilitas pelabuhan dalam melayani kapal pesiar, mulai dari dermaga dan terminal penumpang, pengaturan arus wisatawan, hingga aspek keselamatan dan kemanan. Peningkatan kunjungan kapal pesiar sepanjang tahun 2025 menunjukkan bahwa pelabuhan-pelabuhan yang dikelola Pelindo Multi Terminal semakin diminati sebagai destinasi singgah,” ujar VP Komunikasi Korporasi Pelindo Multi Terminal, Farid Chairmawan. Menurutnya, perusahaan juga terus bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, dinas pariwisata setempat, pelaku industri perjalanan wisata, serta UMKM lokal dalam penyambutan wisatawan mancanegara melalui atraksi budaya, promosi destinasi wisata, dan penyediaan ruang bagi produk-produk lokal sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat. "Dari Pelabuhan Tanjung Emas, wisatawan kapal pesiar kerap mengunjungi berbagai destinasi wisata antara lain Candi Borobudur, Candi Gedong Songo, wisata sejarah di Ambarawa, serta city tour mengelilingi Kota Semarang," jelasnya. Sedang, dari Pelabuhan Lembar, wisatawan umumnya mengunjungi berbagai destinasi unggulan di Lombok seperti Senggigi, Tiga Gili, Museum di Kota Mataram, Sekotong, hingga Mandalika. Dari Pelabuhan Parepare, wisatawan kapal pesiar menikmati wisata kota dan budaya Sulawesi Selatan. “Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas layanan sehingga harapannya tren kunjungan kapal pesiar tahun 2026 bisa terus bertumbuh positif. Kami juga terus bersinergi dan berkolaborasi dengan sejumlah stakeholders sehingga kunjungan kapal pesiar ini dapat mendorong pertumbuhan pariwisata dan pergerakan roda ekonomi daerah,” tambah Farid.

KAI Daop 7 Madiun Seru Masyarakat Coba Program Rail Tour Jatim Paket Wisata Kota Sejuta Pantai Wisata
Wisata
Senin, 19 Januari 2026 | 08:00 WIB

KAI Daop 7 Madiun Seru Masyarakat Coba Program Rail Tour Jatim Paket Wisata Kota Sejuta Pantai

Madiun, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menegaskan komitmennya tidak hanya sebagai penyedia jasa transportasi, tetapi juga sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program pariwisata tematik "Rail Tour Jawa Timur" yang telah dimulai sejak 30 Oktober 2025 lalu. Program yang merupakan buah dari sinergi kuat antara PT KAI Daop 7 Madiun dengan dua belas Pemerintah Daerah (Pemda) di Jawa Timur, yaitu pemerintah Kabupaten Magetan, Ngawi, Kabupaten dan Kota Madiun, Kabupaten Nganjuk, Jombang, Kabupaten dan Kota Kediri, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten dan Kota Blitar yang melibatkan Dinas Pariwisata (Dispar), serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Tujuannya jelas: memanfaatkan jaringan perkeretaapian sebagai tulang punggung untuk menghadirkan pengalaman wisata yang berkelanjutan dan inklusif. Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan "Rail Tour Jawa Timur" dirancang untuk menawarkan pengalaman perjalanan yang unik dan terintegrasi. Program ini secara efektif menghubungkan berbagai destinasi wisata unggulan di Jawa Timur, khususnya di wilayah Daop 7 Madiun, dengan kenyamanan moda transportasi kereta api. "Program ini adalah bentuk kolaborasi lintas sektor yang sangat kami banggakan. Ini melibatkan pemerintah daerah, KAI, dan pelaku industri pariwisata lokal," ujarnya lewat keterangan resmi. "Kami berharap sinergi ini dapat memberikan kesan baru bagi masyarakat. Perjalanan tidak hanya nyaman, tetapi juga penuh nilai edukasi, sejarah, dan budaya. Jaringan perkeretaapian kami siap menjadi jalur utama menuju petualangan baru di Jawa Timur," tambah Tohari. Eksplorasi Pantai Tulungagung: Paket Wisata dan Open Trip Sebagai bagian dari "Rail Tour Jawa Timur", KAI Daop 7 Madiun telah menyiapkan serangkaian paket wisata menarik dan membuka layanan open trip. Salah satu unggulannya adalah Paket Wisata Kota Sejuta Pantai Tulungagung. Paket dibanderol dengan tarif Rp385.000 per orang. Layanan ini tersedia dengan titik keberangkatan (start) dari Stasiun Madiun, Stasiun Nganjuk, Stasiun Kertosono dan Stasiun Kediri. Fasilitas Termasuk (Include): Tiket Kereta Api PP menggunakan KA Gajayana untuk keberangkatan dan KA Malabar untuk kembalinya, Tour Guide, Angkutan Lanjutan (Feeder), dan HTM tempat wisata. Adapun destinasi utama adalah Pantai Midodaren, Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung yang ikonik, serta pusat oleh-oleh khas daerah Tulungagung. “PT KAI Daop 7 Madiun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung program ini. Dengan memilih transportasi kereta api untuk berwisata, masyarakat turut berkontribusi dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” sebut Tohari

Banaran Trail Run 2025,  PTPN I Dorong Efek Ekonomi Daerah Lewat Olahraga dan Wisata Default
Default
Rabu, 05 November 2025 | 11:00 WIB

Banaran Trail Run 2025, PTPN I Dorong Efek Ekonomi Daerah Lewat Olahraga dan Wisata

Semarang, katakabar.com - Gelaran Banaran Trail Run 2025 yang diselenggarakan oleh PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), membawa dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar Kampoeng Kopi Banaran, Ambarawa, Kabupaten Semarang. Ajang olahraga lintas alam ini menyedot peserta dari berbagai daerah di Indonesia bahkan mancanegara. Tiga hari menjelang pelaksanaan lomba, Minggu (2/11) lalu, hotel, penginapan, dan homestay di kawasan Ambarawa dilaporkan penuh. “Kami terpaksa menginap di Semarang karena semua penginapan di sekitar Ambarawa sudah penuh sejak jauh hari. Awalnya ingin menginap di dalam kawasan Kampoeng Banaran, tapi ternyata sudah full booked. Jadi kami harus berangkat lebih pagi ke lokasi,” kata Damar, peserta asal Lampung, Sabtu (1/11). Keramaian peserta dan pengunjung Banaran Trail Run turut menjadi berkah bagi masyarakat sekitar. Selain sektor perhotelan, para pelaku usaha kuliner, transportasi, hingga pedagang kaki lima ikut menikmati peningkatan pendapatan. “Alhamdulillah kegiatan yang kami gelar membawa berkah bagi masyarakat sekitar. Keramaian ini memberi efek ekonomi yang besar, dan keramahan masyarakat lokal menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta dari luar daerah. Bahkan warung-warung kecil pun ikut laris,” ceruta General Manager Kampoeng Kopi Banaran, M. Sunhaji, lewat keterangan resmi. Atmosfer ekonomi yang semarak ini juga menjadi perhatian khusus Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, yang hadir langsung di lokasi acara sehari sebelum lomba dimulai. “Kami sangat bersyukur atas antusiasme yang luar biasa. Berdasarkan laporan, tingkat okupansi hotel dan penginapan di radius 20 kilometer dari lokasi sudah penuh sejak H-3. Ini berkah besar bagi ekonomi masyarakat sekitar,” ucap Teddy Yunirman Danas. Dijelaskan Teddy, efek berantai dari penuhnya hunian hotel meluas ke berbagai sektor. “Dampaknya tidak hanya pada hotel, tetapi juga pada para pekerja pendukung, pemasok bahan pangan dari petani, serta pelaku UMKM lokal seperti kuliner dan transportasi yang mengalami peningkatan omzet signifikan,” tuturnya. Sementara, SEVP Operation PTPN I Regional 3, Budiono, menyampaikan komitmen perusahaan untuk menjadikan Banaran Trail Run sebagai agenda tahunan berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada promosi gaya hidup sehat, tetapi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Komitmen kami tidak hanya menghasilkan produk perkebunan terbaik, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui pariwisata. Event ini membuktikan bahwa aset perkebunan bisa menjadi motor penggerak kesejahteraan bersama,” terang Budiono, yang juga bergelar doktor. Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, aminkan Budiono. Menurutnya, dampak ekonomi ke masyarakat sekitar mencerminkan sinergi antara bisnis perkebunan dan potensi wisata daerah. “Banaran Trail Run adalah wujud nyata integrasi antara core business perkebunan dengan tanggung jawab sosial. Perkebunan bukan hanya ladang produksi, tetapi juga destinasi yang mampu menggerakkan ekonomi lokal secara berkelanjutan,” kata Aris Handoyo.

UTMB Danau Toba 2025: Marathon Internasional Angkat Pariwisata Samosir Wisata
Wisata
Sabtu, 18 Oktober 2025 | 17:30 WIB

UTMB Danau Toba 2025: Marathon Internasional Angkat Pariwisata Samosir

Samosir, katakabar.com - Trail of the Kings (Lake Toba by UTMB) digelar pada 17 hingga 19 Oktober 2025 di Danau Toba sebagai seri perdana UTMB World Series di Indonesia. Ajang ini menghadirkan ribuan pelari dari 26 negara, pameran UMKM, dan festival budaya. Marianna Resort & Convention Tuktuk – Samosir turut mendukung acara ini sebagai titik start utama. Event ini diharapkan menjadi momentum besar bagi sport tourism dan peningkatan ekonomi lokal di kawasan Danau Toba. Danau Toba menjadi tuan rumah ajang Trail of the Kings (Lake Toba by UTMB, seri perdana UTMB World Series di Indonesia. Ajang ini membawa reputasi Ultra‑Trail du Mont‑Blanc – kompetisi lari trail paling prestisius di dunia – ke pulau Samosir. UTMB memilih Samosir sebagai salah satu dari 54 tuan rumah global dan satu‑satunya lokasi di Indonesia untuk kalender 2025. Acara ini diikuti sekitar 1.081 pelari; pendaftar terdiri dari 106 pelari mancanegara dan sisanya berasal dari 20 provinsi di Indonesia. Jumlah pelari internasional mencapai 128 orang, sementara pelari lokal mencapai 953 peserta. Secara keseluruhan, ajang ini menarik partisipasi dari 26 negara. Ajang UTMB di Danau Toba berlangsung selama tiga hari dengan kombinasi lari trail, pameran UMKM, dan hiburan budaya. Berikut rangkuman utama setiap hari: 17 Oktober: Pembukaan dan Pameran UMKM Waterfront City Pangururan - Upacara Gabungan dalam rangka Hari Kesadaran Nasional dan Perayaan Ulos sebagai warisan budaya tak benda Indonesia berlangsung pukul 08.00 – 10.00 WIB. - Race Pack Collection untuk kategori 100K, 60K, dan 28K dilaksanakan pada 10.00 – 17.00 WIB. - Pameran UMKM berlangsung sepanjang hari, 10.00 – 21.00 WIB, menampilkan berbagai produk lokal unggulan. - Afternoon Tea Party digelar pukul 14.30 – 16.00 WIB sebagai ajang interaksi santai antara peserta dan tamu undangan. Marianna Resort & Convention, Marclan Collection - Pameran UMKM dan Bazar Kuliner berlangsung di area Marianna Resort & Convention, Marclan Collection mulai pukul 09.00 – 21.00 WIB, menampilkan berbagai produk lokal dan kuliner khas Samosir. - Ulos Fashion Show Competition dimulai pukul 09.00 – 10.00 WIB untuk registrasi peserta, dilanjutkan lomba kategori 4–8 tahun pada 10.00 – 11.30 WIB, dan kategori 9–13 tahun serta 14–17 tahun pada 13.00 – 15.00 WIB. - Demo Memasak digelar pukul 11.30 – 13.00 WIB, menampilkan kreasi kuliner lokal oleh chef profesional. - Pengumuman dan pemberian hadiah berlangsung pukul 15.00 – 15.30 WIB, dilanjutkan dengan Check Sound pada 15.30 – 17.00 WIB dan waktu istirahat pukul 17.00 – 18.00 WIB. - Pertunjukan dari ISI Padang Panjang akan tampil pada 18.00 – 19.00 WIB, menampilkan tarian dan musik tradisional. - Pertunjukan Musik menjadi puncak acara pukul 19.00 – 22.00 WIB, menghadirkan CHS Project, Samuel Sigalingging, Tigor Sihombing, dan Maxima Band. 18 Oktober: Lomba Utama dan Konser Waterfront City Pangururan - Kegiatan dimulai dengan Flag Off kategori 60K pada pukul 06.00 WIB, disusul Flag Off kategori 28K dan Cut Off Time 28K pukul 07.00 – 16.00 WIB. - Registrasi ulang Lomba Solu Bolon berlangsung pukul 08.00 – 09.00 WIB, sementara Race Pack Collection kategori 5K dibuka pukul 08.00 – 16.00 WIB. - Pameran UMKM tetap berlanjut sepanjang hari pukul 08.00 – 22.00 WIB, menampilkan produk-produk unggulan lokal. - Sesi Story Telling Pewarna Ulos Alami dan Talkshow tentang Ulos bersama Tigor Sihombing digelar pukul 14.00 – 16.00 WIB. - Dilanjutkan dengan Check Sound pada pukul 16.00 – 18.00 WIB, dan Pertunjukan dari ISI Padang Panjang pukul 18.00 – 19.00 WIB. - Puncak acara ditutup dengan Pertunjukan Musik pukul 19.00 – 23.00 WIB, menghadirkan Virgoun x Last Child, CHS Project, Ruud Gullit Sidauruk, dan Tigor Sihombing. Marianna Resort & Convention, Marclan Collection - Flag Off kategori 100K dimulai pada pukul 03.00 WIB, menjadi pembuka rangkaian lomba lari internasional hari kedua. Alur Tano Ponggol - Babak penyisihan Festival Solu Bolon berlangsung pukul 13.00 – 16.30 WIB, menampilkan semangat sport tourism khas Danau Toba dengan lomba perahu tradisional. 19 Oktober: Fun Run, Kategori Anak dan Penghargaan Waterfront City Pangururan - Kegiatan dimulai dengan Cut Off Time 60K pukul 02.00 WIB, dilanjutkan Flag Off kategori 10K dan Cut Off Time 10K pukul 06.00 – 08.30 WIB. - Flag Off kategori 5K serta Cut Off Time 5K dilaksanakan pukul 06.30 – 07.20 WIB, disusul Flag Off kategori Kids pada 07.00 – 07.20 WIB. - Cut Off Time 100K berlangsung pukul 09.00 WIB bersamaan dengan pembukaan Pameran UMKM yang terus berjalan hingga 22.00 WIB. - Award Ceremony untuk kategori 100K, 60K, 28K, 10K, 5K, dan Kids diadakan pukul 09.00 – 12.00 WIB, memberikan penghargaan kepada para pelari terbaik. - Siang harinya, pukul 15.00 – 17.00 WIB, digelar Sosialisasi dan Talkshow bersama Bank Indonesia, Bank Sumut, dan Dinas Perizinan Kabupaten Samosir. - Setelah Check Sound pada 17.00 – 18.00 WIB dan waktu istirahat pukul 18.00 – 19.00 WIB, acara dilanjutkan dengan penampilan teatrikal “The Ballad of Lake Toba (Balada Danau Toba)” oleh Bunda Peri pukul 19.00 – 20.00 WIB, diikuti sesi Penyerahan Hadiah pukul 20.00 – 20.20 WIB. - Malam puncak ditutup dengan Pertunjukan Musik pukul 20.20 – 23.20 WIB, menghadirkan Gigi Band, Fresly Nikijuluw, dan Gok Malau.

APBN Riau Catat Defisit, APBD Surplus: Pemerintah Diminta Fokus Dorong Pariwisata Kuansing Riau
Riau
Senin, 29 September 2025 | 17:39 WIB

APBN Riau Catat Defisit, APBD Surplus: Pemerintah Diminta Fokus Dorong Pariwisata Kuansing

Pekanbaru, katakabar.com - Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN Regional Riau hingga 31 Agustus 2025 mencatatkan defisit sebesar Rp5,21 triliun. Meski demikian, APBD Riau justru membukukan surplus Rp1,62 triliun. Kondisi ini mencerminkan tantangan dan peluang yang perlu dikelola dengan tepat agar ekonomi daerah tetap tumbuh positif. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan atau DJPb Riau, Heni Kartikawati, menjelaskan secara keseluruhan pendapatan negara di Riau tumbuh signifikan. “Hingga akhir Agustus 2025, pendapatan negara mencapai Rp15,41 triliun atau tumbuh 33,56 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini terutama ditopang penerimaan Bea Keluar yang melonjak hingga 539,16 persen year-on-year,” ujar Heni. Secara eksternal, kinerja ekspor Riau masih mendominasi. Kanwil DJBC Riau mencatat nilai ekspor mencapai USD 14,10 miliar, didominasi ekspor CPO senilai USD 7,81 miliar, sedangkan nilai impor hanya USD 1,17 miliar. Surplus perdagangan pun membengkak hingga USD 12,93 miliar. Di sisi lain, sektor riil memberikan kontribusi fiskal sebesar Rp37,17 triliun yang hampir seluruhnya (95,75 persen) bersumber dari pengeluaran pemerintah. Tapi, inflasi bulan Agustus tercatat 0,85 persen (mtm) dan 3,58 persen (yoy), dipicu kenaikan harga pangan, khususnya cabai merah dan bawang. Dari sisi penerimaan, bea cukai berhasil melampaui target dengan realisasi Rp5,68 triliun atau tumbuh 450,60 persen. Sedangkan PNBP tercatat Rp940,57 miliar, namun sedikit terkontraksi 3,85 persen dibanding tahun sebelumnya. Di sisi belanja, realisasi mencapai Rp20,63 triliun atau tumbuh tipis 0,83 persen. Belanja Pemerintah Pusat justru terkontraksi 21,43 persen, meski pos belanja pegawai naik 8,65 persen. Sementara Transfer ke Daerah naik 9,37 persen, terutama ditopang Dana Bagi Hasil (DBH) yang tumbuh 43,69 persen. Realisasi pendapatan daerah mencapai Rp18,76 triliun atau 49,10 persen dari pagu, meski turun 5,67 persen (yoy). Penurunan terutama terjadi pada Pendapatan Transfer dan PAD. Namun, LLPDyS justru tumbuh tinggi, mencapai 84,20 persen. Untuk belanja daerah, realisasi sebesar Rp17,14 triliun atau 43,6 persen dari target, dengan dominasi belanja operasi. Belanja modal mengalami kontraksi cukup tajam, hingga 53,22 persen. Meski begitu, APBD Riau berhasil mencatatkan surplus Rp1,62 triliun, berbanding terbalik dengan rencana awal yang defisit.

ecommerceloka Bukti Digitalisasi Buka Peluang Baru Untuk Hotel Kecil di Penyangga Pariwisata Bali Hotel
Hotel
Sabtu, 19 Juli 2025 | 15:22 WIB

ecommerceloka Bukti Digitalisasi Buka Peluang Baru Untuk Hotel Kecil di Penyangga Pariwisata Bali

“Salah satu keuntungan paling terasa adalah pembayaran dari OTA langsung masuk ke rekening kami tanpa perantara dan semua laporan bisa dicek di dashboard, sehingga mudah untuk memantau kondisi bisnis setiap hari,” tuturnya. Menurut CEO dan Co-Founder ecommerceloka, Nico S. Wiratama, peningkatan bisnis Starloka menjadi contoh nyata digitalisasi menjadi solusi pemerataan potensi pariwisata, bahkan di area yang selama ini tidak masuk radar utama wisatawan. “Gianyar mungkin bukan destinasi yang ramai seperti Canggu atau Uluwatu, tapi dengan strategi yang tepat, properti di wilayah seperti ini bisa menarik traffic online, tampil profesional, dan bersaing secara sehat. Kami bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan transformasi digital Starloka,” ulas Nico.