Mantap! Anak Asuh Sapu Bersih Gelar Juara Pembina Terobsesi Raih Gelar Tingkat Dunia
Duri, katakabar.com - Delapan pe-scrabble muda binaan Dicky Limra English Course (DLEC) Duri tampil dominan di kompetisi Cendana English Competition (CEC) di ajang Cendana Festival Project 2026 tajaan SMAS Cendana Mandau, 5 hingga 6 Februari akhir pekan lalu. Seluruh gelar juara scrabble tingkat SMP maupun SMA disapu bersih para siswa yang diutus ke kejuaraan itu oleh sekolah masing-masing. Untuk tingkat SMA, Fanny Angelica dari SMAN 8 Mandau menyabet gelar juara satu. Disusul oleh Jimo D Raffa (SMAN 2 Mandau), juara dua. Rekan Jimo dari sekolah yang sama, Shifa Febri Aulia juara tiga. Sedang Haifa Suci Elvatiah dari SMAS IT Mutiara Pinggir menyusul di posisi keempat. Gelar juara satu hingga empat cabang scrabble tingkat SMP pun dikuasai anak didik DLEC. Juara satu diraih Muhammad Rasyid (SMPS IT Maqdis Ibadurrahman Duri). Lalu Dastan Zaynparsha (SMPS IT Mutiara Pinggir) di posisi juara dua. Juara tiga dan empat diraih Alif Firmansyah (SMPN 2 Batin Solapan) dan Nadhita Rahma (SMPN 1 Mandau). Keberhasilan sapu bersih gelar juara scrabble ini tentu saja menggembirakan Dikky Limra selaku pembina, pelatih, dan guru bahasa Inggris di lembaga kursus yang ia pimpin. Menurutnya, kedelapan siswa berprestasi ini diutus sekolah masing-masing. "Sementara pembinaan intensif permainan scrabble, mereka perdapat di DLEC," ujarnya. Usaha tak pernah mengkhianati hasil. Begitulah ungkapan yang cukup sering didengar dari mulut Dikky. Berkat kegigihannya melatih scrabble di lembaga kursus yang ia pimpin, seabreg prestasi sudah berhasil dibukukan anak asuhnya, setidaknya dalam rentang waktu satu dasawarsa terakhir. Tak hanya di bidang scrabble, tapi juga di cabang story telling, speech, riddle, debate, dan lain-lain. Menurut Dikky, di CEC 2026 ini sejumlah siswa yang turut diasuh Dikky dan Ms Fenny Resita di DLEC juga berhasil mempersembahkan gelar di cabang story telling. "Masing-masing, juara satu atas nama Queen Shakira (SMPS IT Alkautsar Duri) dan juara tiga atas nama Clarence Liyanty (SMPS Santo Yosef). Sedang juara dua diraih Aidine (SMPS Cendana Mandau). Untuk story telling SMA, tutur Dikky, Azzah Putri Alqoriah (SMAS IT Mutiara) yang turut dibina DLEC meraih posisi runner up satu. Sementara Quinsa Aurelia (SMAN 8 Mandau) meraih juara dua. Obsesi Raih Gelar Tingkat Dunia Meski hampir selalu merajai setiap turnamen scrabble di tingkat lokal Riau dan regional Sumatera bagian Utara, Dikky tampaknya belum merasa begitu puas. "Kita ingin anak binaan kita suatu hari nanti bisa meraih prestasi scrabble tingkat dunia," jelasnya di suatu perbincangan. Untuk mencapai obsesi itu, diakui Dikky, tidaklah mudah. Perlu ketekunan dari pembina dan para siswa plus dukungan orang tua. "Impian tertinggi kita adalah anak binaan kita bisa meraih prestasi internasional. Tentu saja lebih dulu harus berprestasi di tingkat nasional," ucapnya. Cerita Dikky, Fanny Angelica yang berhasil unjuk kebolehan dan sempat mencuri perhatian di ajang scrabble Indonesia Open beberapa waktu lalu punya potensi untuk berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Sebelumnya, anak binaan Dikky, Zakiyah Fadhilah Putri juga sempat meraih predikat nasional dalam turnamen yang digelar secara online. Demi mewujudkan impian tersebut, Dikky dalam beberapa pekan terakhir telah menggandeng coach Sunardi. Pescrabble nasional asal Lampung yang pernah meraih prestasi internasional itu diharapkan bisa meningkatkan kemahiran pescrabble muda binaan DLEC. Dikky juga merasa anak asuhnya sangat memerlukan lebih banyak kompetisi untuk mengasah kemampuan. Ajang scrabble The National yang bakal digelar di Kota Metro, Lampung beberapa waktu ke depan sangat menggoda untuk disertai. "Semoga event The National itu bisa kita ikuti," harapnya.