Pemupukan

Sorotan terbaru dari Tag # Pemupukan

Inovasi Riset Perkebunan: BPDP Fasilitasi Pengembangan Traktor Otonom Pemupukan Sawit Sawit
Sawit
4 jam yang lalu

Inovasi Riset Perkebunan: BPDP Fasilitasi Pengembangan Traktor Otonom Pemupukan Sawit

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus menunjukkan komitmen dorong inovasi berbasis riset di sektor perkebunan. Di antaranya melalui dukungan pendanaan program Grant Riset Sawit 2024, yang melahirkan teknologi autonomous intermittent fertilizer spreader, hasil kolaborasi tim peneliti INSTIPER bersama PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA). Teknologi ini merupakan traktor otonom yang dirancang khusus untuk kegiatan pemupukan di perkebunan kelapa sawit. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus presisi dalam aplikasi pupuk, yang selama ini menjadi salah satu tantangan utama di sektor budidaya. Pada peluncuran dan pemaparan hasil riset tersebut, turut hadir Rahmat Widiana, menegaskan pentingnya peran riset aplikatif dalam mendukung transformasi sektor perkebunan. “BPDP melalui program grant riset mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga dapat diimplementasikan langsung di lapangan dan memberikan dampak nyata bagi industri,” ujarnya. Tingkatkan Efisiensi hingga 60 Persen Hasil uji coba menunjukkan, penggunaan traktor otonom ini mampu meningkatkan efisiensi kegiatan pemupukan hingga 60 persen dibandingkan metode konvensional. Selain itu, teknologi ini memungkinkan distribusi pupuk yang lebih tepat sasaran melalui sistem yang telah terintegrasi dengan pengaturan dosis dan pola sebar. Pendekatan berbasis otomatisasi ini dinilai mampu menjawab tantangan keterbatasan tenaga kerja sekaligus meningkatkan produktivitas kebun secara keseluruhan. Pengembangan teknologi ini hasil kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku industri, yang menjadi salah satu fokus utama dalam skema Grant Riset BPDP. Sinergi ini memungkinkan proses riset berjalan lebih adaptif terhadap kebutuhan di lapangan serta mempercepat proses hilirisasi inovasi. Selain meningkatkan efisiensi, teknologi ini juga mendukung praktik perkebunan berkelanjutan melalui penggunaan input yang lebih terukur dan minim pemborosan. Komitmen BPDP Pada Inovasi Melalui program Grant Riset Sawit, BPDP secara konsisten mendorong pengembangan teknologi yang mampu meningkatkan daya saing sektor perkebunan nasional. Inovasi seperti traktor otonom ini menjadi contoh konkret bagaimana dukungan pendanaan riset dapat menghasilkan solusi yang berdampak langsung bagi industri. Ke depan, BPDP berharap semakin banyak riset-riset unggulan yang tidak hanya berhenti pada tahap penelitian, tetapi juga dapat diimplementasikan secara luas dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Dengan dukungan yang berkelanjutan, sektor perkebunan diharapkan mampu bertransformasi menjadi lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.

Dinas TPHP Bengkulu Minta Petani Sawit Lakukan Pemupukan Dengan Benar Nasional
Nasional
Rabu, 09 Agustus 2023 | 22:51 WIB

Dinas TPHP Bengkulu Minta Petani Sawit Lakukan Pemupukan Dengan Benar

Bengkulu, katakabar.com - Pemerintah Provinsi Bengkulu lewat Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu meminta petani kelapa sawit melakukan pemupukan dengan benar. Pupuk kimia unsur penting untuk menyuburkan tanaman. Di mana penggunannya harus sesuai dosis, dan bila berlebihan bisa berdampak negatif kepada tanaman sawit. Beragam jenis pupuk yang digunakan untuk tanaman sawit, seperti NPK, urea, dan KCL. Tapi pupuk-pupuk ini sering kali disalahartikan para petani lantaran dinilai satu-satunya pupuk yang dibutuhkan tanaman. Para Petani menilai tanaman yang sehat daunnya hijau berlebihan. Mereka pu menggunakan pupuk dalam porsi atau takaran yang besar. Dilansir dari laman elaeis.co. pada Rabu (9/8), Kepala Dinas TPHP Bengkulu, Rosmala Dewi mengatakan, penggunaan pupuk berlebihan bisa berisiko kepada tanaman kelapa sawit. Kelebihan pupuk pada tanaman kelPa sawit menimbulkan berbagai masalah, seperti tanaman mudah terserang hama dan penyakit. Hal ini disebabkan nutrisi pada tanaman berlebihan picu munculnya hama. "Hama mencari pohon yang memiliki nutrisi berlebihan. Itu sebabnya tanaman sawit yang kelebihan pupuk selalu diserang hama," jelasnya. Kata Rosmala, penggunaan pupuk berlebihan bisa merusak kesuburan tanah lantaran membuat tanah menjadi asam akibatnya penyerapan unsur hara terhambat, dan mengancam kelangsungan hidup mikroorganisme di dalam tanah. Untuk itu, ada beberapa kiat yang bisa dilakukan petani untuk pemupukan tanaman sawit. Menurut penelitian, petani cukup memberikan pupuk pada sore hari. Terus, imbangi pemakaian pupuk kimia dengan pupuk organik atau majemuk. "Keseimbangan pemakaian pupuk orientasinya tidak cuma saat proses pertumbuhan, tapi untuk produksi yang bagus lantaran seluruh kebutuhan tanaman terpenuhi," bebernya. Cara lain yang bisa digunakan untuk menghindari keracunan pupuk kimia pada tanaman dengan mengaplikasikan pupuk kandang pada 10 hari sebelum menggunakan pupuk kimia. Apalagi penggunaan pupuk kandang dapat menetralisir sifat negatif dari pupuk kimia. "Petani kelapa sawit jangan hanya menggunakan pupuk kimia tapi harus menggunakan pupuk kandang," tambahnya.