Dubes India Anjangsana Ketua MPR RI, Bahas Penguatan Kemitraan Strategis Indonesia-India Internasional
Internasional
10 jam yang lalu

Dubes India Anjangsana Ketua MPR RI, Bahas Penguatan Kemitraan Strategis Indonesia-India

Jakarta, katakabar.com - Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, melakukan kunjungan kehormatan kepada Ketua MPR RI Ahmad Muzani di Kediaman Dinas Widya Chandra, Jakarta Selatan, pekan pertama Juni 2026 lalu. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi kedua negara untuk memperkuat hubungan bilateral yang selama ini telah berkembang dalam berbagai bidang strategis. Didampingi Wakil Duta Besar India untuk Indonesia, Bijay Selvaraj, Dubes Sandeep bertukar pandangan dengan Ahmad Muzani mengenai sejumlah isu yang menjadi kepentingan bersama. Pembahasan mencakup penguatan kerja sama ekonomi, pengembangan teknologi, diplomasi parlemen, hingga upaya menjaga stabilitas dan kemakmuran kawasan. Kunjungan ini berlangsung di tengah semakin eratnya hubungan Indonesia dan India yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan, baik dalam perdagangan, investasi, maupun kerja sama di berbagai forum internasional. “Hubungan Indonesia dan India memiliki fondasi yang sangat kuat. Kami melihat banyak peluang untuk memperluas kerja sama yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara,” ujar Ahmad Muzani dalam pertemuan tersebut. Mendorong Kolaborasi Ekonomi dan Teknologi Salah satu fokus utama pembahasan adalah peluang peningkatan kerja sama ekonomi di tengah perubahan lanskap global yang semakin dinamis. Indonesia dan India dinilai memiliki posisi strategis sebagai dua kekuatan ekonomi besar di Asia yang dapat saling melengkapi dalam berbagai sektor. India saat ini menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, sementara Indonesia terus memperkuat perannya sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Kondisi tersebut membuka peluang bagi kedua negara untuk memperluas hubungan perdagangan, investasi, serta kolaborasi di bidang industri dan teknologi. Menurut Ahmad Muzani, kerja sama ekonomi tidak hanya harus berorientasi pada peningkatan nilai perdagangan, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah yang dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pembangunan kedua negara. “Potensi kolaborasi Indonesia dan India sangat besar, terutama dalam bidang teknologi, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Kerja sama yang lebih erat akan membantu kedua negara menghadapi tantangan ekonomi global sekaligus menciptakan peluang baru bagi generasi mendatang,” jelasnya. Selain sektor ekonomi, perkembangan teknologi juga menjadi topik yang mendapat perhatian khusus. Kedua pihak menilai transformasi digital yang sedang berlangsung di berbagai negara membuka ruang kerja sama baru yang dapat dimanfaatkan oleh Indonesia dan India. India dikenal sebagai salah satu pusat teknologi dan inovasi global, sementara Indonesia tengah mempercepat transformasi digital di berbagai sektor. Sinergi antara kedua negara dinilai berpotensi memperkuat ekosistem digital sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi. Diplomasi Parlemen Perkuat Hubungan Bilateral Selain isu ekonomi dan teknologi, pembahasan juga menyoroti pentingnya diplomasi parlemen dalam memperkuat hubungan bilateral. Kedua pihak sepakat hubungan antarlembaga legislatif dapat menjadi jembatan untuk memperdalam kerja sama di berbagai bidang. Sebagai lembaga yang memiliki peran strategis dalam pembentukan kebijakan, parlemen dinilai mampu memperkuat komunikasi politik sekaligus memperluas ruang dialog antara kedua negara. Ahmad Muzani menegaskan hubungan yang kuat di tingkat parlemen akan membantu menciptakan pemahaman yang lebih baik mengenai berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi kedua negara. “Diplomasi parlemen memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan antarbangsa. Melalui komunikasi yang intensif, kita dapat membangun kepercayaan dan memperluas kerja sama yang saling menguntungkan,” ucapnya. Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak juga membahas peluang peningkatan interaksi antara anggota parlemen Indonesia dan India melalui kunjungan kerja, forum dialog, maupun kerja sama kelembagaan lainnya. Komitmen Bersama untuk Stabilitas Kawasan Pertemuan antara Dubes India dan Ketua MPR RI juga menjadi ajang pertukaran pandangan mengenai perkembangan regional dan internasional. Indonesia dan India memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik yang semakin penting dalam dinamika geopolitik global. Kedua negara selama ini dikenal aktif mendorong kerja sama regional yang berorientasi pada perdamaian, stabilitas, dan pembangunan ekonomi. Dalam diskusi tersebut, kedua pihak menekankan pentingnya dialog serta kerja sama multilateral untuk menghadapi berbagai tantangan global. Dubes Sandeep menegaskan India memandang Indonesia sebagai mitra strategis yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kawasan dan mendorong kemakmuran bersama. “India dan Indonesia memiliki visi yang sama mengenai pentingnya perdamaian, stabilitas, dan pembangunan yang inklusif. Kami berharap hubungan yang telah terjalin erat selama ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kedua negara maupun kawasan,” bebernya. Menurutnya, hubungan bilateral yang kuat akan menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari ketidakpastian ekonomi hingga perubahan geopolitik yang terus berkembang. Persahabatan Terus Berkembang Kunjungan Dubes Sandeep kepada Ketua MPR RI menjadi simbol eratnya hubungan antara Jakarta dan New Delhi yang telah terjalin selama puluhan tahun. Hubungan tersebut tidak hanya dibangun melalui kerja sama pemerintah, tetapi juga melalui interaksi masyarakat, pertukaran budaya, pendidikan, dan hubungan bisnis yang semakin intensif. Di tengah perubahan global yang berlangsung cepat, Indonesia dan India terus menunjukkan komitmen untuk memperkuat kemitraan strategis yang telah dibangun bersama. Kedua negara melihat banyak peluang untuk meningkatkan kerja sama di masa depan, mulai dari ekonomi, teknologi, pendidikan, hingga diplomasi. Pertemuan tersebut sekaligus menegaskan bahwa Indonesia dan India tetap menjadi mitra penting satu sama lain dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, stabilitas kawasan, serta kesejahteraan masyarakat kedua negara.

Kala Dunia Lindungi Baja Domestik, Penguatan TKDN Indonesia Jadi Keniscayaan Nasional
Nasional
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:05 WIB

Kala Dunia Lindungi Baja Domestik, Penguatan TKDN Indonesia Jadi Keniscayaan

Jakarta, katakabar.com - Perubahan kebijakan industri baja global menunjukkan semakin banyak negara menggunakan belanja publik dan proyek infrastruktur sebagai instrumen untuk memperkuat industri domestik. Tren ini mempertegas pentingnya penguatan implementasi kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di Indonesia agar pembangunan nasional turut memperkuat industri baja dalam negeri.  Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group (KRAS), Dr. Akbar Djohan, menegaskan penguatan implementasi TKDN menjadi langkah strategis agar pembangunan nasional juga memberikan manfaat langsung bagi industri dalam negeri.  “Implementasi TKDN sangat penting untuk memastikan proyek infrastruktur nasional dapat sekaligus memperkuat industri strategis nasional seperti industri baja,” ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA). Ia menambahkan kebijakan kandungan lokal sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat kemandirian ekonomi dan membangun industri nasional yang berdaya saing global.  Tren Global Perkuat Industri Baja Domestik Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, menilai Uni Eropa dalam beberapa tahun terakhir telah memperkuat perlindungan industri baja melalui pembatasan impor serta peningkatan tarif dalam kebijakan perdagangan baru yang akan menggantikan skema safeguard setelah 2026. Pelaku industri baja di Eropa mulai mendorong agar kebijakan industri dan investasi publik juga menciptakan permintaan langsung bagi baja yang diproduksi di kawasan Eropa melalui konsep Made in EU Steel. Ia menjelaskan pendekatan serupa juga terlihat di berbagai negara lain. Amerika Serikat memperkuat industri baja melalui tarif impor dan kebijakan Buy American, sementara India menjalankan strategi Make in India melalui preferensi produk domestik dalam pengadaan pemerintah.

Sinara Fest 2026 di Tanah Sriwijaya: Kolaborasi BPDP Penguatan UMKM Kelapa Dorong 100 Ribu Sultan Muda Sumsel Nasional
Nasional
Senin, 25 Mei 2026 | 17:21 WIB

Sinara Fest 2026 di Tanah Sriwijaya: Kolaborasi BPDP Penguatan UMKM Kelapa Dorong 100 Ribu Sultan Muda Sumsel

Palembang, katakabar.com - Sinara Fest 2026 hadir di Tanah Sriwijaya, kolaborasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) guna penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kelapa mendorong 100 ribu Sultan Muda Sumatera Selatan. Kolaborasi BPDP bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Sumatera Selatan menghadirkan Sinara Fest 2026 digelar dari 21 hingga 22 Mei 2026 lalu, di Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Selatan. Angkat tema “Sinergi Lintas Sektor Untuk Mendukung 100 Ribu Sultan Muda Sumsel: Menggerek Potensi Kelapa dari Hulu ke Pasar Global”, Sinara Fest 2026 hadir sebagai wadah kolaboratif untuk memperkuat pengembangan komoditas perkebunan sekaligus mendorong lahirnya generasi wirausaha muda yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing global. Kepala Kanwil DJP Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung, Retno Sri Sulistyani, selaku Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sumatera Selatan, Jambi dan Bangka Belitung, Ferdinan Lengkong, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Palembang, Agung Heru Pranyoto, Kepala KPPN Palembang, Aprijon, Dinas Perkebunan  Sumatera Selatan,  Perwakilan OPD Provinsi Sumatera Selatan serta para pelaku UMKM dan wirausaha muda perwakilan HIPMI Sumatera Selatan, hadir di kegiatan. Rangkaian kegiatan edukatif dan interaktif yang mencakup sosialisasi program strategis BPDP, diskusi publik bersama narasumber dari berbagai instansi, demo masak dan pelatihan kuliner, mini bazaar UMKM, hingga booth edukasi interaktif warnai pergelaran. Melalui berbagai aktivitas tersebut, pengunjung diajak untuk mengenal lebih dekat manfaat komoditas perkebunan dalam kehidupan sehari-hari serta kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Pangihutan Siagian selaku Direktur Hukum & Kerja Sama BPDP,  menyampaikan Sinara Fest wadah kolaboratif memperkuat hilirisasi komoditas perkebunan, meningkatkan daya saing UMKM, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk lokal Sumatera Selatan hingga tingkat global. “Sinara Fest bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang sinergi untuk mendorong pengembangan komoditas perkebunan dari hulu hingga hilir agar mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat dan UMKM,” ujarnya, dilansir dari laman BPDP, Senin sore. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menjelaskan berbagai peran BPDP dalam penguatan industri perkebunan kelapa sebagai pondasi penting dalam mendukung pengembangan hilirisasi komoditas kelapa secara berkelanjutan. “BPDP terus mendukung peremajaan kelapa, penguatan SDM, dukungan sarana prasarana,  riset dan inovasi, promosi, serta penguatan UMKM untuk pengembangan pasar guna meningkatkan produktivitas kelapa nasional, kesejahteraan petani, dan daya saing produk kelapa Indonesia di pasar global," tegasnya. Kepala Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Selatan, Rahmadi Murwanto, mengatakan program 100.000 Sultan Muda salah satu program strategis Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mencetak generasi wirausaha muda yang kreatif dan mandiri. “Kami berharap sinergi antara BPDP, DJPb, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder dapat terus diperkuat untuk menciptakan ekosistem kewirausahaan yang mampu mendorong UMKM naik kelas dan memiliki daya saing,” ucapnya. Lewat Sinara Fest 2026, diharapkan tercipta sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, Akademisi, pelaku UMKM dan masyarakat dalam mendukung pengembangan komoditas perkebunan dari hulu hingga hilir, sekaligus memperkuat lahirnya generasi wirausaha muda Sumatera Selatan yang berdaya saing dan berorientasi global.

Efisiensi Terintegrasi dan Penguatan Operasional Perkuat Daya Saing IBJ Nasional
Nasional
Sabtu, 16 Mei 2026 | 18:10 WIB

Efisiensi Terintegrasi dan Penguatan Operasional Perkuat Daya Saing IBJ

Cilegon, katakabar.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) terus perkuat transformasi operasional melalui peningkatan utilisasi produksi dan program efisiensi terintegrasi guna menjaga daya saing industri baja nasional di tengah tekanan produk impor. Direktur Infrastruktur & Operasi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Sidik Darusulistyo, menyampaikan peningkatan produksi Hot Rolled Coil (HRC) dinilai cukup realistis seiring kesiapan operasional fasilitas Hot Strip Mill (HSM) serta penguatan utilisasi produksi yang terus berjalan. “Capaian produksi yang terus menunjukkan tren positif menjadi indikator bahwa penguatan operasional dan peningkatan kinerja pabrik berjalan efektif,” ujar Sidik.  Untuk menjaga konsistensi produksi, Krakatau Steel Group menjalankan sejumlah strategi utama, antara lain memastikan ketersediaan pasokan bahan baku melalui kerja sama berkelanjutan dengan para pemasok dan produsen.  Selain itu, perusahaan juga terus meningkatkan Overall Equipment Effectiveness (OEE) melalui penguatan reliability peralatan, efisiensi operasional, dan pengurangan downtime produksi guna menjaga stabilitas operasi dan produktivitas pabrik. Menurut Sidik, peningkatan utilisasi pabrik menjadi salah satu faktor penting dalam menekan biaya produksi per unit sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan di tengah persaingan industri baja yang semakin kompetitif.  Program Efisiensi Terintegrasi Krakatau Steel Group juga menjalankan berbagai inisiatif efisiensi secara menyeluruh melalui optimalisasi inventory, efisiensi energi, penguatan strategi maintenance, renegosiasi kontrak energi dan utilitas, hingga perombakan struktur organisasi yang lebih ramping dan fleksibel. Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan operasi yang lebih stabil, efisien, dan adaptif tanpa mengorbankan kualitas produk.  “Kami terus mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi secara berkelanjutan agar biaya produksi semakin kompetitif, namun tetap menjaga kualitas produk sesuai kebutuhan pasar domestik maupun internasional,” kata Sidik.  Mendukung Ketahanan Industri Nasional  Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan penguatan operasional dan efisiensi yang dijalankan perusahaan sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam memperkuat industrialisasi nasional, ketahanan ekonomi, dan hilirisasi industri strategis.  Menurutnya, industri baja memiliki peran penting sebagai fondasi pembangunan nasional dan penguatan rantai pasok industri dalam negeri.  “Transformasi operasional yang dijalankan Krakatau Steel merupakan bagian dari komitmen kami untuk membangun industri baja nasional yang semakin efisien, berdaya saing, dan mampu menjadi fondasi pertumbuhan industri nasional ke depan,” ulas Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) serta Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Lewat Penguatan Edukasi Masyarakat Tokocrypto Dorong Inklusi Kripto Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 08 Mei 2026 | 18:10 WIB

Lewat Penguatan Edukasi Masyarakat Tokocrypto Dorong Inklusi Kripto

Jakarta, katakabar.com - Tokocrypto tegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan industri kripto nasional melalui penguatan edukasi masyarakat. Langkah ini menjadi fokus utama perusahaan dalam rangka Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026. Sebagai bagian dari BLK 2026, Tokocrypto menggelar rangkaian kegiatan edukasi offline di berbagai kota, antara lain Yogyakarta, Solo, Kebumen, Klaten, hingga melakukan kegiatan di Universitas Indonesia, Depok. Seluruh kegiatan tersebut telah diikuti lebih dari 300 peserta. Melalui program ini, Tokocrypto berupaya memperluas akses masyarakat terhadap pemahaman kripto yang lebih komprehensif. Ke depan, perusahaan berencana menjangkau lebih banyak kota untuk memperkuat literasi dan inklusi kripto di Indonesia. “Industri kripto hanya bisa tumbuh secara berkelanjutan jika masyarakat memahami manfaat, risiko, dan cara menggunakannya dengan bijak. Karena itu, edukasi akan terus menjadi fokus perusahaan,” kata CEO Tokocrypto, Calvin Kizana. Calvin mengatakan edukasi menjadi prioritas paling berdampak untuk memperluas inklusi kripto saat ini. Menurutnya, pemahaman yang baik menjadi fondasi penting agar masyarakat dapat mengenal aset digital secara lebih sehat dan bertanggung jawab. “Edukasi adalah pintu masuk kepercayaan. Pengguna perlu memahami apa itu kripto, bagaimana potensinya, serta apa saja risikonya sebelum mengambil keputusan investasi,” jelas Calvin. Fokus Edukasi dan Literasi Calvin menilai regulasi dan inovasi produk tetap memiliki peran penting dalam perkembangan industri kripto. Namun, dampak keduanya akan lebih kuat apabila masyarakat memiliki tingkat literasi yang memadai. “Regulasi dan inovasi produk tetap penting, tetapi manfaatnya akan lebih optimal ketika pengguna memahami cara kerja industri ini. Edukasi bisa langsung diterjemahkan menjadi aksi, mulai dari cara mengelola risiko, menjaga keamanan aset, hingga mengambil keputusan investasi yang lebih sehat,” sebutnya. Fokus pada edukasi juga sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi keuangan. Hasil survei oleh tim internal Tokocrypto menunjukkan sekitar 66% responden menganggap seseorang yang memahami keuangan pribadi lebih menarik. Angka tersebut mencerminkan pergeseran preferensi dalam menilai calon pasangan, tidak hanya dari aspek emosional, tetapi juga dari sisi rasionalitas dan stabilitas keuangan. Generasi Muda Sadar Kelola keuangan Di kalangan Generasi Z dan milenial, persentase tersebut lebih tinggi, masing-masing mencapai sekitar 76% dan 75 persen. Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda semakin menyadari pentingnya kemampuan mengelola keuangan jangka panjang, termasuk memahami berbagai instrumen investasi seperti aset kripto. Pengetahuan tentang kripto kini juga mulai dipandang sebagai bagian dari literasi digital. Aset digital berbasis blockchain tidak lagi dianggap eksklusif bagi pelaku industri teknologi, tetapi semakin masuk ke arus utama sebagai bagian dari transformasi ekonomi digital. Meski demikian, Tokocrypto menekankan bahwa kepemilikan aset kripto saja tidak cukup. Yang lebih penting adalah kemampuan memahami dan menjelaskan risiko serta potensi dari aset digital tersebut. Calvin menyebut salah satu miskonsepsi terbesar yang masih perlu diluruskan adalah anggapan bahwa kripto merupakan jalan cepat untuk menjadi kaya.

Penguatan Operasional Manufaktur Baja Kemandirian Industri Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 21 April 2026 | 18:10 WIB

Penguatan Operasional Manufaktur Baja Kemandirian Industri

Jakarta, katakabar.com - Melalui anak usahanya, PT Krakatau Baja Industri (PT KBI), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk kembali menguatkan sector operasi manufaktur baja. Penguatan operasi ini menjadi bagian dari keberhasilan Krakatau Steel dalam mencatatkan kinerja positif di tahun 2025. Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, sekaligus Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman ALFI (Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia atau Indonesian Logistics and Forwarders Association/ILFA), mengatakan 2025 jadi momentum kebangkitan operasional seiring dengan kembali beroperasinya fasilitas strategis pabrik Hot Strip Mill (HSM) sebagai tulang punggung produksi baja nasional. Selain itu, ujar Djohan, program ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk kemandirian industri. Krakatau Baja Industri (KBI) terus mengukuhkan posisinya sebagai pilar utama dalam mendukung kemandirian industri baja dalam negeri. "Melalui komitmen terhadap standar kualitas tinggi, KBI konsisten menghasilkan produk baja Hot Rolled Coil (HRC) dan Cold Rolled Coil (CRC) yang menjadi material fundamental bagi berbagai sektor pembangunan di Indonesia," jelas Djohan. Selain operasi, ulasnya, keunggulan KBI terletak pada penguasaan teknologi dan keahlian teknis. Direktur Utama Krakatau Baja Industri, Arief Purnomo menyoroti bahwa aset terbesar perusahaan adalah sumber daya manusia yang memiliki spesialisasi tinggi. "KBI memiliki sumber daya manusia yang sangat handal di bidang pengerolan baja (steel rolling). Sinergi antara teknologi mutakhir dan kompetensi SDM inilah yang menjadikan Krakatau Baja Industri memiliki keandalan tinggi dalam menghasilkan produk baja berkualitas premium," timpal Arief. Sebagai informasi selain pasar domestik, produk KBI juga diminati oleh mancanegara. Di tahun 2025, rekor ekspor terjadi sepanjang sejarah Krakatau Steel berdiri untuk produk Cold Rolled Coil (CRC) ke negara Spanyol sebanyak 54.247 ton. Sepanjang tahun 2025, KBI telah mencatat total ekspor CRC sekitar 62.000 ton ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Polandia dan Spanyol. Menjaga Devisa dan Ketahanan Ekonomi Dr. Akbar Djohan menerangkan PTKBI merupakan salah satu anak usaha yang memberikan kontribusi besar dalam peningkatan kinerja sektor manufaktur Krakatau Steel. "Produk baja Cold Rolled Coil dan Plate PT KBI merupakan pemimpin pasar di Indonesia dengan sebaran ekspor ke Amerika, Polandia, Belgia, dan Protugal," ucapnya. Langkah strategis KBI dalam menggenjot produksi nasional tidak hanya bertujuan pada pemenuhan kebutuhan pasar, tetapi juga memiliki misi besar dalam mendorong penghematan devisa negara. Dengan mengurangi ketergantungan pada produk impor, KBI berkontribusi langsung pada penguatan struktur ekonomi nasional. Sepanjang 2026 ini, tercatat 40.000 ton produk HRC dan CRC telah terkirim ke berbagai negara di ASEAN, Eropa, dan Australia sebagai bukti kelangsungan produktivitas operasi pabrik yang ada di Krakatau Steel. Menjelang berakhir bulan April terdapat tambahan ekspor CRC ke Spanyol.  “Industri besi dan baja yang termasuk dalam kategori industri manufaktur merupakan salah satu penopang ekonomi dan infrastruktur. Kami berkomitmen untuk terus mendukung aktivitas surplus perdagangan manufaktur melalui baja berkualitas kami yang semakin diakui di pasar global," sebut Arief.

Penguatan Kinerja Operasi 2025 PT Pelindo Sinergi Lokaseva Nasional
Nasional
Kamis, 16 April 2026 | 13:14 WIB

Penguatan Kinerja Operasi 2025 PT Pelindo Sinergi Lokaseva

Jakarta, katakabar.com - PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) merefleksikan capaian kinerja tahun buku 2025 melalui peningkatan pada sejumlah lini usahanya. Perbaikan kinerja operasional tersebut menjadi pondasi penting dalam memperkuat arah transformasi perusahaan sebagai entitas yang mengintegrasikan layanan pendukung pelabuhan dan pengembangan hinterland/Kawasan pendukung dalam menghadirkan Solusi layanan yang efektif dan efisien bagi Ekosistem Kepelabuhanan. Atas pencapaian yang telah diraih oleh Perusahaan sepanjang tahun 2025, Direktur Utama PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Joko Noerhudha menyampaikan, capaian tahun 2025 merupakan hasil dari kesungguhan perusahaan dalam memperkuat fundamental operasional, guna membangun standarisasi serta menjaga konsistensi kualitas layanan. “Upaya perbaikan yang dilakukan secara bertahap ini akan menjadi pijakan penting bagi kami dalam melanjutkan transformasi Perusahaan kedepan. Kami terus pastikan masing-masing lini usaha berjalan dengan baik dan dapat bersinergi secara optimal sehingga mampu menghadirkan solusi layanan bagi para pengguna jasa serta memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan,” jelas Joko. Pada tahun 2025, Cerita Joko, kinerja lini bisnis layanan pendukung pelabuhan, yang mencakup layanan lapangan penumpukan, pergudangan, dan freight forwarding, mengalami peningkatan sebesar 6,1 persen dari tahun sebelumnya, khususnya pada wilayah Pontianak, Surabaya dan Ambon. PT Pelindo Sinergi Lokaseva berkomitmen untuk memastikan setiap layanan yang ada maupun yang akan dikembangkan dapat memenuhi kebutuhan bisnis pelanggan serta mendukung ekosistem kepelabuhanan yang terintegrasi. Sejalan dengan hal tersebut, pada tahun 2025 Pelindo Sinergi Lokaseva group telah membuka kantor perwakilan layanan Multimoda (Belawan – Sei Mangkei – Kuala Tanjung) di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei guna menjawab kebutuhan para pelaku industri yang ada maupun yang berencana mengembangkan industrinya di kawasan tersebut. Langkah bisnis ini juga dimaksudkan untuk memperluas potensi pasar yang dapat diraih grup Perusahaan. Sementara, Jalan Tol Cibitung–Cilincing (JTCC) yang menghubungkan Pelabuhan dengan kawasan industri di timur Jakarta, hingga akhir tahun 2025 mencatatkan total kendaraan yang melintas mencapai 12.988.557 unit atau meningkat sebesar 9,31% (Y-o-Y) dibandingkan tahun sebelumnya. “Kami tengah mendorong integrasi tarif di JTCC agar lebih kompetitif dibandingkan ruas jalan tol lainnya. Dengan tarif yang efisien dan akses yang semakin lancar, kami yakin JTCC akan menjadi pilihan utama kendaraan angkutan logistik dari dan ke pelabuhan,” terang Joko Noerhudha. Untuk sektor pengelolaan properti, sebut Joko, terdapat peningkatan pada okupansi Gedung Pelindo Tower sebesar 3,28% dari tahun sebelumnya, yang merupakan cerminan performansi pengelolaan properti yang lebih baik serta meningkatnya kepercayaan tenant terhadap layanan perusahaan. Penguatan Arah Strategis dan Identitas Korporasi Realisasi kinerja operasional merupakan cerminan dari upaya-upaya perbaikan yang tidak hanya dilakukan pada sisi infrastruktur, sistem dan peralatan, tetapi juga dibarengi dengan perkuatan dari sisi bisnis proses dan kapabilitas SDM. Perusahaan akan secara berkesinambungan melakukan perkuatan operasional dan inovasi bisnis untuk dapat menghadirkan integrasi antar layanan yang selaras dengan kebutuhan pelanggan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga konsistensi kinerja dan pengembangan bisnis, guna memperkuat posisi perusahaan dalam ekosistem kepelabuhanan. Kinerja positif tahun 2025 berjalan seiring dengan transformasi identitas perusahaan dari PT Pelindo Solusi Logistik menjadi PT Pelindo Sinergi Lokaseva. Perubahan ini dilakukan untuk mempertegas peran Perusahaan dengan dua portofolio utama, yakni bisnis layanan pendukung pelabuhan dan pengembangan hinterland / kawasan pendukung pelabuhan. “Kami berharap transformasi ini dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pelanggan dan pemangku kepentingan, serta mendukung pertumbuhan ekosistem kepelabuhanan dan juga pertumbuhan perekonomian Nasional,” tandasnya.

Gejolak Selat Hormuz Momentum Penguatan Industri Baja Nasional Ekonomi
Ekonomi
Senin, 13 April 2026 | 17:10 WIB

Gejolak Selat Hormuz Momentum Penguatan Industri Baja Nasional

Jakarta, katakabar.com - Gejolak geopolitik di kawasan Teluk, khususnya gangguan di Selat Hormuz, jadi momentum untuk memperkuat ketahanan dan daya saing industri baja nasional. Disrupsi jalur logistik global tidak hanya meningkatkan biaya energi dan distribusi, tetapi juga memicu perubahan arus perdagangan baja dunia. Merespons kondisi tersebut, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group (KRAS) terus perkuat strategi melalui diversifikasi sumber pasokan, peningkatan efisiensi, serta penguatan rantai pasok yang lebih adaptif. Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, sekaligus jabat Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA), menegaskan momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat fundamental industri. “Situasi ini menjadi momentum untuk meningkatkan ketahanan industri baja nasional melalui efisiensi, keandalan pasokan, dan daya saing yang berkelanjutan agar arah Asta Cita Bapak Presiden Prabowo tetap terjaga,” ujar Dr. Akbar Djohan. Krakatau Steel juga mendorong dukungan kebijakan yang responsif, penguatan pengawasan perdagangan guna menjaga keseimbangan antara kelancaran pasokan dan perlindungan pasar domestik. Pengamat Industri Baja dan Pertambangan dari Steel & Mining Insights, Widodo Setiadharmaji, menyebut gangguan tersebut telah berkembang dari hambatan logistik menjadi disrupsi sistemik yang memengaruhi distribusi bahan baku dan produk baja secara global. Menurutnya, industri baja nasional kini menghadapi tekanan simultan. Di satu sisi, pasokan bahan baku semi-finished seperti slab dan billet berisiko terganggu akibat hambatan distribusi dari kawasan Timur Tengah. Di sisi lain, pergeseran arus perdagangan global berpotensi meningkatkan masuknya produk baja impor ke pasar domestik dengan harga kompetitif, sehingga menekan harga dan pangsa pasar produsen dalam negeri.

Pahami Transformasi Global dan Penguatan Literasi Digital Bersama Bittime Ekonomi
Ekonomi
Senin, 16 Maret 2026 | 14:03 WIB

Pahami Transformasi Global dan Penguatan Literasi Digital Bersama Bittime

Jakarta, katakabar.com - Pasar aset digital pada 2026 ini menunjukkan wajah yang sangat berbeda dibandingkan dengan fase penurunan tajam yang terjadi pada 2022 lalu. Menanggapi hal ini, Bittime, crypto exchange usung Trustworthiness, sebagai salah satu pondasi platformnya, kembali menekankan penguatan literasi dan strategi investasi yang tidak terbatas pada sentimen pasar. Sebelumnya, jika dulu pasar dihantui oleh keruntuhan sistemik dan kepanikan massal, laporan dari BeInCrypto melalui pernyataan Michael Walsh menyebutkan bahwa saat ini tidak terlihat adanya kegagalan bisnis yang bersifat sistemik. Fenomena ini menandakan bahwa pasar aset kripto sedang mengalami proses pendewasaan, di mana fluktuasi harga lebih dipengaruhi oleh penyesuaian struktural daripada kepanikan emosional. Perubahan ini menciptakan landasan yang lebih stabil bagi para investor, karena ekosistem yang ada saat ini jauh lebih tangguh menghadapi guncangan dibandingkan masa lalu. Kestabilan pasar saat ini sangat didorong oleh peran institusi besar yang bertindak sebagai jangkar utama. Data dari Glassnode menunjukkan, produk Spot Bitcoin ($BTC) ETF kini telah mengelola aset hampir mencapai $91.000.000.000, yang menunjukkan bahwa arus modal institusional terus mengalir meski di tengah kondisi pasar yang menantang. Tetapi, di tengah penguatan internal tersebut, faktor eksternal seperti kondisi geopolitik tetap memberikan pengaruh yang harus dicermati. Laporan dari Investing.com juga menyoroti bahwa harga $BTC sempat terkonsolidasi di level $70.000 sebagai dampak dari ketegangan di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak mentah Brent hingga di atas $100 per barel. Kenaikan harga energi ini kembali memicu kekhawatiran inflasi global, yang menurut para analis dapat mempersulit langkah bank sentral dalam menurunkan suku bunga. Bagi investor, situasi ini menuntut kewaspadaan ekstra terhadap aset berisiko karena likuiditas pasar global sangat bergantung pada data ekonomi makro yang dinamis. Bagi investor di Indonesia, dinamika ini merupakan pengingat penting bahwa investasi bukan sekadar mengikuti tren, melainkan memahami fundamental di baliknya. Efek dari ketegangan global dan pergeseran institusional ini menuntut investor lokal untuk memiliki tingkat literasi keuangan yang lebih tinggi. Tanpa edukasi yang mumpuni, investor berpotensi terjebak dalam pengambilan keputusan yang impulsif saat menghadapi fluktuasi harga minyak atau perubahan kebijakan moneter AS. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya literasi di tengah momentum pasar terhadap diversifikasi aset diversifikasi. Sebab, dengan pemahaman yang baik, investor dapat mengelola risiko dengan lebih bijak dan berdasarkan profil risiko masing-masing. Tentu, perlu dipahami aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

FLOQ Sambut Positif Transisi Kepemimpinan OJK dan Dukung Penguatan Ekosistem Keuangan Ekonomi
Ekonomi
Senin, 16 Maret 2026 | 10:04 WIB

FLOQ Sambut Positif Transisi Kepemimpinan OJK dan Dukung Penguatan Ekosistem Keuangan

Jakarta, katakabar.com - FLOQ sambut baik transisi kepemimpinan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bagian dari dinamika institusional dalam memperkuat stabilitas serta kepercayaan terhadap sektor keuangan nasional. FLOQ meyakini kolaborasi yang konstruktif antara regulator dan pelaku industri merupakan fondasi penting untuk mendorong inovasi yang bertanggung jawab sekaligus menjaga stabilitas pasar. Pada struktur kepemimpinan yang baru, Friderica Widyasari Dewi memimpin OJK sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK. Sementara, Adi Budiarso dipercaya sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD). FLOQ juga menyampaikan selamat kepada Hasan Fawzi atas amanah barunya sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, setelah sebelumnya memimpin pengawasan sektor aset keuangan digital dan kripto. Sebagai regulator utama yang mengawasi sektor jasa keuangan di Indonesia, OJK memiliki peran strategis dalam memastikan integritas pasar, perlindungan konsumen, serta terciptanya ruang inovasi yang sehat bagi industri keuangan, termasuk perkembangan teknologi finansial dan aset digital. CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menyampaikan kesinambungan kebijakan serta kejelasan arah regulasi merupakan faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor dan pelaku industri. “Kami menyambut baik penunjukan Adi Budiarso sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto di OJK, serta mengucapkan selamat kepada Hasan Fawzi atas amanah barunya sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK. Di bawah kepemimpinan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK, kami berharap kesinambungan kebijakan, kepastian regulasi, serta kolaborasi yang konstruktif antara regulator dan pelaku industri dapat terus memperkuat stabilitas dan kepercayaan terhadap ekosistem keuangan Indonesia,” ujar Yudhono. Saat ini FLOQ telah memiliki lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dengan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi, dengan mayoritas pengguna berada pada kelompok usia 17 hingga 25 tahun. Hal ini mencerminkan tingginya minat generasi muda Indonesia terhadap inovasi keuangan dan aset digital. Menurut FLOQ, perkembangan ini juga membawa tanggung jawab besar bagi pelaku industri dalam menjaga kepercayaan pengguna serta mendukung arah kebijakan regulator. “Sebagai platform yang melayani jutaan pengguna di Indonesia, kami menyadari pentingnya menjaga kepercayaan publik serta memastikan bahwa perkembangan industri berjalan selaras dengan arah kebijakan regulator. Oleh karena itu, kami mendukung penuh proses transisi kepemimpinan di OJK dan berharap momentum ini dapat semakin memperkuat stabilitas serta kepercayaan terhadap ekosistem keuangan nasional,” tambah Yudhono. Indonesia sendiri merupakan salah satu pasar dengan pertumbuhan investor ritel yang signifikan di kawasan, didorong oleh meningkatnya literasi keuangan digital serta perkembangan ekonomi digital nasional. FLOQ percaya kolaborasi yang konstruktif antara regulator dan pelaku industri akan menjadi fondasi penting dalam mendorong inovasi yang bertanggung jawab sekaligus menjaga stabilitas pasar. Sebagai platform perdagangan aset digital yang beroperasi di Indonesia, FLOQ terus berupaya mendukung penguatan ekosistem industri melalui penerapan standar kepatuhan yang tinggi, edukasi investor, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor keuangan. Tentang FLOQ FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.