Penguatan
Sorotan terbaru dari Tag # Penguatan
Penguatan Operasional Manufaktur Baja Kemandirian Industri
Jakarta, katakabar.com - Melalui anak usahanya, PT Krakatau Baja Industri (PT KBI), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk kembali menguatkan sector operasi manufaktur baja. Penguatan operasi ini menjadi bagian dari keberhasilan Krakatau Steel dalam mencatatkan kinerja positif di tahun 2025. Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, sekaligus Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman ALFI (Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia atau Indonesian Logistics and Forwarders Association/ILFA), mengatakan 2025 jadi momentum kebangkitan operasional seiring dengan kembali beroperasinya fasilitas strategis pabrik Hot Strip Mill (HSM) sebagai tulang punggung produksi baja nasional. Selain itu, ujar Djohan, program ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk kemandirian industri. Krakatau Baja Industri (KBI) terus mengukuhkan posisinya sebagai pilar utama dalam mendukung kemandirian industri baja dalam negeri. "Melalui komitmen terhadap standar kualitas tinggi, KBI konsisten menghasilkan produk baja Hot Rolled Coil (HRC) dan Cold Rolled Coil (CRC) yang menjadi material fundamental bagi berbagai sektor pembangunan di Indonesia," jelas Djohan. Selain operasi, ulasnya, keunggulan KBI terletak pada penguasaan teknologi dan keahlian teknis. Direktur Utama Krakatau Baja Industri, Arief Purnomo menyoroti bahwa aset terbesar perusahaan adalah sumber daya manusia yang memiliki spesialisasi tinggi. "KBI memiliki sumber daya manusia yang sangat handal di bidang pengerolan baja (steel rolling). Sinergi antara teknologi mutakhir dan kompetensi SDM inilah yang menjadikan Krakatau Baja Industri memiliki keandalan tinggi dalam menghasilkan produk baja berkualitas premium," timpal Arief. Sebagai informasi selain pasar domestik, produk KBI juga diminati oleh mancanegara. Di tahun 2025, rekor ekspor terjadi sepanjang sejarah Krakatau Steel berdiri untuk produk Cold Rolled Coil (CRC) ke negara Spanyol sebanyak 54.247 ton. Sepanjang tahun 2025, KBI telah mencatat total ekspor CRC sekitar 62.000 ton ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Polandia dan Spanyol. Menjaga Devisa dan Ketahanan Ekonomi Dr. Akbar Djohan menerangkan PTKBI merupakan salah satu anak usaha yang memberikan kontribusi besar dalam peningkatan kinerja sektor manufaktur Krakatau Steel. "Produk baja Cold Rolled Coil dan Plate PT KBI merupakan pemimpin pasar di Indonesia dengan sebaran ekspor ke Amerika, Polandia, Belgia, dan Protugal," ucapnya. Langkah strategis KBI dalam menggenjot produksi nasional tidak hanya bertujuan pada pemenuhan kebutuhan pasar, tetapi juga memiliki misi besar dalam mendorong penghematan devisa negara. Dengan mengurangi ketergantungan pada produk impor, KBI berkontribusi langsung pada penguatan struktur ekonomi nasional. Sepanjang 2026 ini, tercatat 40.000 ton produk HRC dan CRC telah terkirim ke berbagai negara di ASEAN, Eropa, dan Australia sebagai bukti kelangsungan produktivitas operasi pabrik yang ada di Krakatau Steel. Menjelang berakhir bulan April terdapat tambahan ekspor CRC ke Spanyol. “Industri besi dan baja yang termasuk dalam kategori industri manufaktur merupakan salah satu penopang ekonomi dan infrastruktur. Kami berkomitmen untuk terus mendukung aktivitas surplus perdagangan manufaktur melalui baja berkualitas kami yang semakin diakui di pasar global," sebut Arief.
Penguatan Kinerja Operasi 2025 PT Pelindo Sinergi Lokaseva
Jakarta, katakabar.com - PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) merefleksikan capaian kinerja tahun buku 2025 melalui peningkatan pada sejumlah lini usahanya. Perbaikan kinerja operasional tersebut menjadi pondasi penting dalam memperkuat arah transformasi perusahaan sebagai entitas yang mengintegrasikan layanan pendukung pelabuhan dan pengembangan hinterland/Kawasan pendukung dalam menghadirkan Solusi layanan yang efektif dan efisien bagi Ekosistem Kepelabuhanan. Atas pencapaian yang telah diraih oleh Perusahaan sepanjang tahun 2025, Direktur Utama PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Joko Noerhudha menyampaikan, capaian tahun 2025 merupakan hasil dari kesungguhan perusahaan dalam memperkuat fundamental operasional, guna membangun standarisasi serta menjaga konsistensi kualitas layanan. “Upaya perbaikan yang dilakukan secara bertahap ini akan menjadi pijakan penting bagi kami dalam melanjutkan transformasi Perusahaan kedepan. Kami terus pastikan masing-masing lini usaha berjalan dengan baik dan dapat bersinergi secara optimal sehingga mampu menghadirkan solusi layanan bagi para pengguna jasa serta memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan,” jelas Joko. Pada tahun 2025, Cerita Joko, kinerja lini bisnis layanan pendukung pelabuhan, yang mencakup layanan lapangan penumpukan, pergudangan, dan freight forwarding, mengalami peningkatan sebesar 6,1 persen dari tahun sebelumnya, khususnya pada wilayah Pontianak, Surabaya dan Ambon. PT Pelindo Sinergi Lokaseva berkomitmen untuk memastikan setiap layanan yang ada maupun yang akan dikembangkan dapat memenuhi kebutuhan bisnis pelanggan serta mendukung ekosistem kepelabuhanan yang terintegrasi. Sejalan dengan hal tersebut, pada tahun 2025 Pelindo Sinergi Lokaseva group telah membuka kantor perwakilan layanan Multimoda (Belawan – Sei Mangkei – Kuala Tanjung) di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei guna menjawab kebutuhan para pelaku industri yang ada maupun yang berencana mengembangkan industrinya di kawasan tersebut. Langkah bisnis ini juga dimaksudkan untuk memperluas potensi pasar yang dapat diraih grup Perusahaan. Sementara, Jalan Tol Cibitung–Cilincing (JTCC) yang menghubungkan Pelabuhan dengan kawasan industri di timur Jakarta, hingga akhir tahun 2025 mencatatkan total kendaraan yang melintas mencapai 12.988.557 unit atau meningkat sebesar 9,31% (Y-o-Y) dibandingkan tahun sebelumnya. “Kami tengah mendorong integrasi tarif di JTCC agar lebih kompetitif dibandingkan ruas jalan tol lainnya. Dengan tarif yang efisien dan akses yang semakin lancar, kami yakin JTCC akan menjadi pilihan utama kendaraan angkutan logistik dari dan ke pelabuhan,” terang Joko Noerhudha. Untuk sektor pengelolaan properti, sebut Joko, terdapat peningkatan pada okupansi Gedung Pelindo Tower sebesar 3,28% dari tahun sebelumnya, yang merupakan cerminan performansi pengelolaan properti yang lebih baik serta meningkatnya kepercayaan tenant terhadap layanan perusahaan. Penguatan Arah Strategis dan Identitas Korporasi Realisasi kinerja operasional merupakan cerminan dari upaya-upaya perbaikan yang tidak hanya dilakukan pada sisi infrastruktur, sistem dan peralatan, tetapi juga dibarengi dengan perkuatan dari sisi bisnis proses dan kapabilitas SDM. Perusahaan akan secara berkesinambungan melakukan perkuatan operasional dan inovasi bisnis untuk dapat menghadirkan integrasi antar layanan yang selaras dengan kebutuhan pelanggan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga konsistensi kinerja dan pengembangan bisnis, guna memperkuat posisi perusahaan dalam ekosistem kepelabuhanan. Kinerja positif tahun 2025 berjalan seiring dengan transformasi identitas perusahaan dari PT Pelindo Solusi Logistik menjadi PT Pelindo Sinergi Lokaseva. Perubahan ini dilakukan untuk mempertegas peran Perusahaan dengan dua portofolio utama, yakni bisnis layanan pendukung pelabuhan dan pengembangan hinterland / kawasan pendukung pelabuhan. “Kami berharap transformasi ini dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pelanggan dan pemangku kepentingan, serta mendukung pertumbuhan ekosistem kepelabuhanan dan juga pertumbuhan perekonomian Nasional,” tandasnya.
Gejolak Selat Hormuz Momentum Penguatan Industri Baja Nasional
Jakarta, katakabar.com - Gejolak geopolitik di kawasan Teluk, khususnya gangguan di Selat Hormuz, jadi momentum untuk memperkuat ketahanan dan daya saing industri baja nasional. Disrupsi jalur logistik global tidak hanya meningkatkan biaya energi dan distribusi, tetapi juga memicu perubahan arus perdagangan baja dunia. Merespons kondisi tersebut, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group (KRAS) terus perkuat strategi melalui diversifikasi sumber pasokan, peningkatan efisiensi, serta penguatan rantai pasok yang lebih adaptif. Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, sekaligus jabat Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA), menegaskan momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat fundamental industri. “Situasi ini menjadi momentum untuk meningkatkan ketahanan industri baja nasional melalui efisiensi, keandalan pasokan, dan daya saing yang berkelanjutan agar arah Asta Cita Bapak Presiden Prabowo tetap terjaga,” ujar Dr. Akbar Djohan. Krakatau Steel juga mendorong dukungan kebijakan yang responsif, penguatan pengawasan perdagangan guna menjaga keseimbangan antara kelancaran pasokan dan perlindungan pasar domestik. Pengamat Industri Baja dan Pertambangan dari Steel & Mining Insights, Widodo Setiadharmaji, menyebut gangguan tersebut telah berkembang dari hambatan logistik menjadi disrupsi sistemik yang memengaruhi distribusi bahan baku dan produk baja secara global. Menurutnya, industri baja nasional kini menghadapi tekanan simultan. Di satu sisi, pasokan bahan baku semi-finished seperti slab dan billet berisiko terganggu akibat hambatan distribusi dari kawasan Timur Tengah. Di sisi lain, pergeseran arus perdagangan global berpotensi meningkatkan masuknya produk baja impor ke pasar domestik dengan harga kompetitif, sehingga menekan harga dan pangsa pasar produsen dalam negeri.
Pahami Transformasi Global dan Penguatan Literasi Digital Bersama Bittime
Jakarta, katakabar.com - Pasar aset digital pada 2026 ini menunjukkan wajah yang sangat berbeda dibandingkan dengan fase penurunan tajam yang terjadi pada 2022 lalu. Menanggapi hal ini, Bittime, crypto exchange usung Trustworthiness, sebagai salah satu pondasi platformnya, kembali menekankan penguatan literasi dan strategi investasi yang tidak terbatas pada sentimen pasar. Sebelumnya, jika dulu pasar dihantui oleh keruntuhan sistemik dan kepanikan massal, laporan dari BeInCrypto melalui pernyataan Michael Walsh menyebutkan bahwa saat ini tidak terlihat adanya kegagalan bisnis yang bersifat sistemik. Fenomena ini menandakan bahwa pasar aset kripto sedang mengalami proses pendewasaan, di mana fluktuasi harga lebih dipengaruhi oleh penyesuaian struktural daripada kepanikan emosional. Perubahan ini menciptakan landasan yang lebih stabil bagi para investor, karena ekosistem yang ada saat ini jauh lebih tangguh menghadapi guncangan dibandingkan masa lalu. Kestabilan pasar saat ini sangat didorong oleh peran institusi besar yang bertindak sebagai jangkar utama. Data dari Glassnode menunjukkan, produk Spot Bitcoin ($BTC) ETF kini telah mengelola aset hampir mencapai $91.000.000.000, yang menunjukkan bahwa arus modal institusional terus mengalir meski di tengah kondisi pasar yang menantang. Tetapi, di tengah penguatan internal tersebut, faktor eksternal seperti kondisi geopolitik tetap memberikan pengaruh yang harus dicermati. Laporan dari Investing.com juga menyoroti bahwa harga $BTC sempat terkonsolidasi di level $70.000 sebagai dampak dari ketegangan di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak mentah Brent hingga di atas $100 per barel. Kenaikan harga energi ini kembali memicu kekhawatiran inflasi global, yang menurut para analis dapat mempersulit langkah bank sentral dalam menurunkan suku bunga. Bagi investor, situasi ini menuntut kewaspadaan ekstra terhadap aset berisiko karena likuiditas pasar global sangat bergantung pada data ekonomi makro yang dinamis. Bagi investor di Indonesia, dinamika ini merupakan pengingat penting bahwa investasi bukan sekadar mengikuti tren, melainkan memahami fundamental di baliknya. Efek dari ketegangan global dan pergeseran institusional ini menuntut investor lokal untuk memiliki tingkat literasi keuangan yang lebih tinggi. Tanpa edukasi yang mumpuni, investor berpotensi terjebak dalam pengambilan keputusan yang impulsif saat menghadapi fluktuasi harga minyak atau perubahan kebijakan moneter AS. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya literasi di tengah momentum pasar terhadap diversifikasi aset diversifikasi. Sebab, dengan pemahaman yang baik, investor dapat mengelola risiko dengan lebih bijak dan berdasarkan profil risiko masing-masing. Tentu, perlu dipahami aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.
FLOQ Sambut Positif Transisi Kepemimpinan OJK dan Dukung Penguatan Ekosistem Keuangan
Jakarta, katakabar.com - FLOQ sambut baik transisi kepemimpinan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bagian dari dinamika institusional dalam memperkuat stabilitas serta kepercayaan terhadap sektor keuangan nasional. FLOQ meyakini kolaborasi yang konstruktif antara regulator dan pelaku industri merupakan fondasi penting untuk mendorong inovasi yang bertanggung jawab sekaligus menjaga stabilitas pasar. Pada struktur kepemimpinan yang baru, Friderica Widyasari Dewi memimpin OJK sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK. Sementara, Adi Budiarso dipercaya sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD). FLOQ juga menyampaikan selamat kepada Hasan Fawzi atas amanah barunya sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, setelah sebelumnya memimpin pengawasan sektor aset keuangan digital dan kripto. Sebagai regulator utama yang mengawasi sektor jasa keuangan di Indonesia, OJK memiliki peran strategis dalam memastikan integritas pasar, perlindungan konsumen, serta terciptanya ruang inovasi yang sehat bagi industri keuangan, termasuk perkembangan teknologi finansial dan aset digital. CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menyampaikan kesinambungan kebijakan serta kejelasan arah regulasi merupakan faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor dan pelaku industri. “Kami menyambut baik penunjukan Adi Budiarso sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto di OJK, serta mengucapkan selamat kepada Hasan Fawzi atas amanah barunya sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK. Di bawah kepemimpinan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK, kami berharap kesinambungan kebijakan, kepastian regulasi, serta kolaborasi yang konstruktif antara regulator dan pelaku industri dapat terus memperkuat stabilitas dan kepercayaan terhadap ekosistem keuangan Indonesia,” ujar Yudhono. Saat ini FLOQ telah memiliki lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dengan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi, dengan mayoritas pengguna berada pada kelompok usia 17 hingga 25 tahun. Hal ini mencerminkan tingginya minat generasi muda Indonesia terhadap inovasi keuangan dan aset digital. Menurut FLOQ, perkembangan ini juga membawa tanggung jawab besar bagi pelaku industri dalam menjaga kepercayaan pengguna serta mendukung arah kebijakan regulator. “Sebagai platform yang melayani jutaan pengguna di Indonesia, kami menyadari pentingnya menjaga kepercayaan publik serta memastikan bahwa perkembangan industri berjalan selaras dengan arah kebijakan regulator. Oleh karena itu, kami mendukung penuh proses transisi kepemimpinan di OJK dan berharap momentum ini dapat semakin memperkuat stabilitas serta kepercayaan terhadap ekosistem keuangan nasional,” tambah Yudhono. Indonesia sendiri merupakan salah satu pasar dengan pertumbuhan investor ritel yang signifikan di kawasan, didorong oleh meningkatnya literasi keuangan digital serta perkembangan ekonomi digital nasional. FLOQ percaya kolaborasi yang konstruktif antara regulator dan pelaku industri akan menjadi fondasi penting dalam mendorong inovasi yang bertanggung jawab sekaligus menjaga stabilitas pasar. Sebagai platform perdagangan aset digital yang beroperasi di Indonesia, FLOQ terus berupaya mendukung penguatan ekosistem industri melalui penerapan standar kepatuhan yang tinggi, edukasi investor, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor keuangan. Tentang FLOQ FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.
Raih Anugerah BUMN 2026, Pelindo Multi Terminal: Penguatan Talenta Dukung Transformasi
Jakarta, katakabar.com - PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, meraih penghargaan Anugerah BUMN 2026 untuk kategori Pengembangan Talenta dan SDM Unggul Perusahaan Terbaik yang digelar di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (10/3). Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen perusahaan dalam membangun sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan industri logistik dan kepelabuhanan yang terus berkembang. Penghargaan tersebut diberikan sebagai pengakuan terhadap berbagai inisiatif strategis yang dijalankan Pelindo Multi Terminal dalam mengembangkan talenta internal perusahaan, mulai dari program peningkatan kompetensi, penguatan kepemimpinan, hingga penerapan budaya pembelajaran berkelanjutan yang mendukung transformasi perusahaan. SVP Sekretaris Perusahaan Pelindo Multi Terminal, Finan Syaifullah, menyampaikan penghargaan ini menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia sebagai fondasi utama dalam mendorong kinerja dan keberlanjutan perusahaan. “Penghargaan ini merupakan apresiasi yang sangat berarti bagi Pelindo Multi Terminal. Bagi kami, pengembangan sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang yang menjadi kunci dalam menghadapi dinamika industri kepelabuhanan dan logistik yang semakin kompetitif. Perusahaan terus mendorong terciptanya talenta-talenta unggul yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, adaptif terhadap perubahan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan perusahaan,” ujar Finan. Ia menambahkan Pelindo Multi Terminal secara konsisten menjalankan berbagai program pengembangan talenta yang terstruktur, mulai dari program pelatihan teknis dan manajerial, penguatan leadership, hingga program pembelajaran yang mendorong peningkatan kapabilitas karyawan di seluruh lini organisasi. “Ke depan, Pelindo Multi Terminal akan terus berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang mendorong pengembangan potensi karyawan secara optimal. Kami percaya bahwa SDM yang unggul akan menjadi penggerak utama dalam mewujudkan kinerja perusahaan yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi bagi kemajuan sektor logistik nasional,” jelas Finan. Anugerah BUMN 2026 digelar oleh BUMN Track bersama BTA Academy usung tema “BUMN Menuju Indonesia Emas: Tata Kelola Kuat, Nilai Ekonomi Berkelanjutan”, sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan BUMN dan para CEO yang berkiprah bagi pertumbuhan bisnis berkelanjutan serta berkomitmen kuat dalam menjalankan transformasi perusahaan. CEO BUMN Track, SH Sutarto mengatakan, ajang Anugerah BUMN yang telah dihelat selama 15 tahun menjadi platform apresiasi nasional sekaligus instrument kebijakan untuk mendorong penguatan tata kelola, optimalisasi aset negara, sinergi BUMN, serta penciptaan nilai ekonomi. “Melalui ajang ini, kami ingin memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan BUMN dan anak perusahaan BUMN yang telah kinerja unggul dan kepemimpinan yang visioner,” terang SH Sutarto.
Tarif Baja Era Trump Tegaskan Baja Instrumen Geopolitik, KS Tangkap Peluang Penguatan ISN
Jakarta, katakabar.com - Dinamika perdagangan global semakin menjadikan tarif baja sebagai instrumen geopolitik membuka peluang strategis bagi penguatan industri baja nasional. Bagi PT Krakatau Steel (Persero) Tbkp/Krakatau Steel Group erubahan ini menegaskan pentingnya baja sebagai komoditas strategis bernilai ekonomi tinggi sekaligus fondasi ketahanan industri. Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan realitas global tersebut harus dibaca sebagai peluang untuk memperkuat fondasi industri baja nasional secara berkelanjutan. “Baja kini diakui secara global sebagai komoditas strategis yang menentukan ketahanan industri dan ekonomi suatu negara. Bagi Krakatau Steel, ini menjadi momentum untuk memperkuat posisi sebagai industri baja nasional yang berdaya saing, efisien, dan mampu mendukung agenda pembangunan jangka panjang Indonesia,” kata Dr. Akbar Djohan yang menjabat Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA). Bagi Krakatau Steel Group, perubahan lanskap global ini mempertegas nilai strategis baja nasional sebagai tulang punggung pembangunan dan ketahanan ekonomi. Pergeseran dari rezim perdagangan netral menuju rezim berbasis kepentingan nasional menciptakan ruang bagi negara untuk memperkuat industri bajanya secara lebih terintegrasi. Dr. Akbar Djohan menjelaskan, penguatan industri baja nasional juga berperan penting dalam menjaga kepercayaan investor, karena menunjukkan adanya arah kebijakan yang konsisten dalam melindungi sektor strategis dari volatilitas geopolitik global. Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji dari Steel & Mining Insights, menimpali kebijakan tarif Amerika Serikat di era Presiden Donald Trump, termasuk ancaman terhadap negara-negara Eropa dan NATO terkait isu Greenland, menunjukkan perdagangan baja global tidak lagi sepenuhnya bergerak dalam logika pasar. Baja kini diposisikan sebagai instrumen kekuasaan dan keamanan nasional, sebuah realitas yang harus dibaca sebagai sinyal bisnis dan strategi jangka panjang bagi industri baja Indonesia. Widodo menilai kasus Greenland menandai babak baru dalam perdagangan global, di mana tarif digunakan sebagai alat tekanan politik, bukan lagi sekadar koreksi distorsi pasar. “Untuk pertama kalinya secara sangat terbuka, tarif tidak lagi dikaitkan dengan dumping atau lonjakan impor, tetapi dijadikan tuas untuk memengaruhi sikap politik negara lain. Dalam konteks ini, perdagangan telah bertransformasi menjadi bahasa kekuasaan,” terang Widodo. Menurutnya, akses pasar Amerika Serikat kini diperlakukan sebagai leverage strategis, bahkan untuk isu yang berada di luar domain perdagangan. Pergeseran ini mengaburkan batas antara kebijakan ekonomi, keamanan nasional, dan politik luar negeri. Pergeseran perdagangan baja global ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto, khususnya memperkuat ketahanan ekonomi nasional, hilirisasi industri, dan kemandirian sektor strategis. Industri baja tidak lagi dapat diposisikan semata sebagai entitas bisnis, tetapi sebagai instrumen kedaulatan ekonomi. Pada konteks ini, Krakatau Steel terus mendorong transformasi bisnis, efisiensi operasional, serta penguatan pasar domestik sebagai basis pertumbuhan jangka panjang. Strategi tersebut tidak hanya menjawab tantangan global, tetapi juga memastikan industri baja nasional menjadi bagian integral dari arsitektur ketahanan ekonomi Indonesia. Dengan dinamika global yang semakin menempatkan baja sebagai komoditas strategis, Krakatau Steel Group memandang penguatan industri baja nasional bukan sekadar respons defensif, melainkan peluang bisnis untuk membangun industri yang tangguh, bernilai tambah tinggi, dan relevan dalam peta kepentingan strategis global.
Hadirkan Layar Interaktif, Perkuat Layanan Informasi dan Pengaduan Digital di LRT Jabodebek
Jakarta, katakabar.com - Kereta Api Indonesia (KAI) menghadirkan Layar Interaktif di 7 stasiun LRT Jabodebek untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pengguna. KAI menghadirkan inovasi layanan berbasis digital melalui implementasi Layar Interaktif di tujuh stasiun LRT Jabodebek. Fasilitas ini bagian dari penguatan sistem pelayanan berbasis teknologi yang juga memberikan kemudahan akses bagi pengguna LRT Jabodebek. Layar Interaktif menyediakan tiga fitur utama, yakni survei kepuasan pelanggan dengan metode rating bintang atau emotikon, peta interaktif yang dapat membantu pelanggan menemukan lokasi fasilitas maupun rute perjalanan, serta layanan pengaduan digital yang terintegrasi secara real-time. Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan Layar Interaktif merupakan bagian dari transformasi pelayanan berbasis teknologi yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Digitalisasi layanan, tambahnya, merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas operasional sekaligus pengalaman pelanggan. “Transformasi digital bukan sekadar menghadirkan perangkat, tetapi membangun sistem yang terintegrasi dan berbasis data. Dengan Layar Interaktif, KAI dapat memantau penilaian layanan secara langsung, menerima aduan secara real-time, serta memastikan tindak lanjut yang lebih terstruktur. Ini bagian dari komitmen menghadirkan layanan transportasi publik yang modern, transparan, dan responsif,” ujarnya. Sistem ini tidak hanya menampilkan denah fasilitas di dalam stasiun, tetapi juga menghadirkan peta area luar stasiun, termasuk akses jalan dan konektivitas dengan moda transportasi lain. Jadi, pelanggan dapat memperoleh informasi perjalanan secara lebih komprehensif dalam satu layar. Pada layanan pengaduan, setiap laporan yang disampaikan melalui sistem akan tercatat dan pengguna LRT Jabodebek akan memperoleh nomor laporan sebagai referensi untuk tindak lanjut. Untuk memastikan implementasi berjalan optimal, petugas frontliner telah mendapatkan pelatihan khusus agar mampu mengedukasi pengguna serta mendukung transisi menuju layanan berbasis digital. Transformasi ini menegaskan komitmen KAI dalam memperkuat tata kelola perusahaan berbasis teknologi sekaligus menghadirkan layanan transportasi publik yang modern, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat urban. “Ke depan, integrasi data layanan akan terus dikembangkan guna mendukung sistem transportasi publik yang semakin efisien dan berbasis teknologi,” sebut Radhitya.
Emas di Jalur Penguatan, Kombinasi Sentimen Safe-Haven dan Sinyal Teknikal Buka Peluang Menuju $5.220
Jakarta, katakabar.com - Harga emas dunia menunjukkan kecenderungan melanjutkan penguatan perdagangan. Ini didorong kombinasi sentimen fundamental dan sinyal teknikal yang mendukung tren kenaikan. Berdasarkan analisis harian, Andy Nugraha selaku analis Dupoin Futures, mengungkapkan lonjakan harga emas yang terjadi baru-baru ini dipicu oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dan meningkatnya tekanan inflasi. Data terbaru dari Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (Core PCE), yang merupakan indikator inflasi utama Federal Reserve, menunjukkan bahwa inflasi telah melampaui level 3 persen, memperkuat daya tarik emas sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi. Di akhir pekan lalu, harga emas tercatat menguat lebih dari 1 persen dan diperdagangkan di sekitar $5.065 per troy ounce setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah harian di kisaran $4.981, menandakan adanya rebound yang cukup kuat. Memasuki sesi perdagangan Asia pada awal pekan, harga emas masih mempertahankan momentum positif dengan bergerak mendekati level $5.095. Kenaikan ini didukung oleh meningkatnya ketidakpastian global, terutama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memberlakukan tarif impor baru yang memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik perdagangan internasional. Kebijakan tersebut meningkatkan minat investor terhadap aset safe-haven seperti emas, yang secara historis cenderung diminati saat kondisi ekonomi dan geopolitik tidak stabil. Selain itu, ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran juga turut memperkuat permintaan emas, meskipun adanya peluang negosiasi antara kedua negara sedikit menahan laju kenaikan agar tidak terlalu tajam. Dari sisi ekonomi makro, perlambatan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat menjadi salah satu faktor utama yang mendukung penguatan harga emas. Produk Domestik Bruto (PDB) AS pada kuartal keempat tahun 2025 tercatat hanya tumbuh 1,4 persen secara tahunan, jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kuartal sebelumnya yang mencapai 4,4 persen dan juga di bawah ekspektasi pasar. Kondisi ini mengindikasikan bahwa aktivitas ekonomi mulai mengalami perlambatan, yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter Federal Reserve ke depan. Di sisi lain, inflasi yang masih menunjukkan peningkatan membuat bank sentral berada dalam posisi yang cukup kompleks, karena kebutuhan untuk menekan inflasi harus diseimbangkan dengan upaya menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi. Situasi ini menciptakan ketidakpastian yang pada akhirnya memberikan dukungan tambahan bagi harga emas. Menurut Andy Nugraha, kondisi fundamental yang ada saat ini masih memberikan peluang bagi emas untuk mempertahankan tren positifnya. Selain faktor fundamental, indikator teknikal juga menunjukkan sinyal yang sejalan dengan potensi penguatan lebih lanjut. "Pola candlestick yang terbentuk mengindikasikan dominasi tekanan beli, sementara indikator Moving Average memperlihatkan bahwa tren naik masih solid dan belum menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah. Selama harga emas mampu bertahan di atas level support penting, peluang untuk melanjutkan kenaikan masih terbuka lebar," ucapnya. Untuk proyeksi pergerakan jangka pendek, Dupoin Futures memperkirakan jika momentum bullish tetap terjaga, harga emas berpotensi naik menuju level resistance berikutnya di sekitar $5.220 per troy ounce. Level ini menjadi target penting yang dapat diuji dalam waktu dekat apabila sentimen positif terus mendominasi pasar. Tetapi, risiko koreksi tetap perlu diwaspadai, terutama jika terjadi aksi ambil untung atau perubahan sentimen pasar. Jika harga mengalami tekanan dan gagal melanjutkan kenaikan, maka level support terdekat yang perlu diperhatikan berada di kisaran $5.004, yang berpotensi menjadi area penopang harga. Secara keseluruhan, prospek harga emas dalam jangka pendek masih menunjukkan kecenderungan bullish, didukung oleh kombinasi faktor ekonomi global, inflasi yang meningkat, serta ketidakpastian geopolitik yang belum mereda. Emas tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari perlindungan nilai di tengah kondisi pasar yang tidak menentu. Meski demikian, pergerakan harga emas tetap akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan data ekonomi Amerika Serikat serta arah kebijakan Federal Reserve, sehingga pelaku pasar disarankan untuk tetap memantau dinamika tersebut guna mengantisipasi potensi perubahan tren di masa mendatang.
Harga Emas Tunjukkan Sinyal Penguatan Berpotensi Uji Area Resistance 5.041
Jakarta, katakabar.com - Harga emas global kembali perlihatkan performa positif pada perdagangan Kamis (19/2), setelah sebelumnya mengalami tekanan signifikan. Pemulihan ini terjadi seiring meningkatnya minat investor terhadap aset safe-haven di tengah ketidakpastian terkait arah kebijakan moneter Amerika Serikat dan meningkatnya risiko geopolitik global. Kondisi tersebut memberikan dorongan tambahan bagi logam mulia untuk mempertahankan momentum penguatannya, dengan prospek kenaikan yang masih terbuka selama tren bullish tetap dominan. Di sesi awal perdagangan Asia, emas dengan pasangan XAU/USD bergerak stabil di sekitar level $4.985 per ounce. Posisi ini mencerminkan adanya dukungan beli yang cukup kuat dari pelaku pasar setelah emas sempat terkoreksi lebih dari 2 persen pada sesi sebelumnya. Rebound yang terjadi didorong oleh langkah investor yang mulai kembali mengakumulasi emas menjelang publikasi risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). Dokumen tersebut dinilai penting karena dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai pandangan para pembuat kebijakan terkait arah suku bunga ke depan. Di pertemuan terakhirnya, bank sentral Amerika Serikat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen. Tetapi, perbedaan pandangan di antara pejabat The Federal Reserve terkait waktu dan besaran pelonggaran kebijakan moneter masih menjadi perhatian utama pasar. Ketidakpastian ini menciptakan volatilitas di berbagai instrumen keuangan, termasuk emas, yang sering kali menjadi pilihan utama investor saat kondisi pasar tidak menentu. Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menyampaikan dari perspektif teknikal, pergerakan emas saat ini menunjukkan kecenderungan tren naik yang semakin solid. Indikasi ini didukung formasi candlestick yang positif, serta posisi indikator Moving Average yang mengonfirmasi keberlanjutan tren bullish dalam jangka pendek. "Struktur teknikal tersebut menunjukkan tekanan beli masih mendominasi, sehingga membuka peluang bagi harga untuk melanjutkan kenaikan," ujarnya. Menurut Andy Nugraha, selama harga mampu bertahan di atas area support kunci, potensi penguatan emas masih cukup besar. Ia memproyeksikan bahwa jika momentum bullish tetap terjaga, XAU/USD berpeluang melanjutkan kenaikan hingga menguji level resistance berikutnya di sekitar 5.041. Level ini menjadi target penting yang dapat menjadi penentu arah pergerakan emas selanjutnya. Meski demikian, ia mengingatkan risiko koreksi tetap perlu diperhatikan. Area support terdekat saat ini berada di kisaran 4.911. Apabila harga turun dan menembus level tersebut, maka emas berpotensi mengalami tekanan lanjutan sebelum kembali menemukan arah yang lebih stabil. Oleh karena itu, level support dan resistance menjadi referensi penting bagi pelaku pasar dalam mengambil keputusan perdagangan. Selain faktor teknikal, sentimen fundamental juga turut memainkan peran penting dalam mendukung pergerakan harga emas. Ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran kembali meningkatkan kekhawatiran pasar global. Pernyataan pejabat tinggi AS terkait kemungkinan langkah tegas apabila negosiasi diplomatik tidak mencapai kesepakatan telah memicu peningkatan permintaan terhadap aset lindung nilai seperti emas. Situasi ini memperkuat posisi emas sebagai instrumen yang diminati saat ketidakpastian global meningkat. Di sisi lain, ekspektasi terhadap kebijakan moneter The Fed juga terus memengaruhi arah pergerakan emas. Risalah FOMC terbaru menunjukkan bahwa beberapa pejabat masih mewaspadai risiko inflasi dan tidak menutup kemungkinan untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama. Kondisi ini sempat memberikan dukungan terhadap penguatan dolar AS, yang secara umum dapat membatasi kenaikan harga emas karena hubungan keduanya yang cenderung berlawanan arah. Tetapu, data ekonomi AS yang dirilis baru-baru ini menunjukkan gambaran yang beragam. Penurunan inflasi memberikan harapan bagi kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter di masa mendatang, sementara kondisi pasar tenaga kerja yang tetap kuat mencerminkan ketahanan ekonomi AS. Kombinasi faktor-faktor tersebut menciptakan dinamika yang kompleks di pasar keuangan dan memicu fluktuasi harga emas dalam jangka pendek. Andy Nugraha menambahkan perhatian pasar saat ini tertuju pada sejumlah data ekonomi penting yang akan segera dirilis, seperti klaim pengangguran awal, data sektor perumahan, Produk Domestik Bruto, serta Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi. Data-data tersebut akan menjadi indikator utama yang dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed dan arah pergerakan emas selanjutnya. Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek harga emas masih cenderung positif selama sentimen safe-haven tetap kuat dan dukungan teknikal masih terjaga. Dengan level resistance di kisaran 5.041 dan support di sekitar 4.911, emas memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatannya dalam waktu dekat. Meski demikian, investor tetap disarankan untuk mencermati perkembangan pasar secara seksama serta menerapkan manajemen risiko yang tepat, mengingat volatilitas harga masih berpotensi tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.