Percakapan

Sorotan terbaru dari Tag # Percakapan

Optimalkan AI, MiiTel Ubah Percakapan Bisnis Jadi Data Strategis Tekno
Tekno
Kemarin

Optimalkan AI, MiiTel Ubah Percakapan Bisnis Jadi Data Strategis

Jakarta, katakabar.com - Seiring berkembangnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di dunia bisnis, perusahaan kini tidak lagi hanya membutuhkan AI sebagai alat bantu, tetapi sebagai sistem yang dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis data nyata. Pada konteks ini, sebagai penyedia solusi AI voice analytics, MiiTel melihat salah satu sumber data paling kaya namun paling sering terabaikan adalah percakapan suara yang terjadi setiap hari dalam aktivitas bisnis.  Percakapan seperti meeting dengan klien, layanan pelanggan via telepon, hingga diskusi internal tim di kantor sebenarnya menyimpan banyak informasi penting. Tetapi, praktiknya, sebagian besar percakapan tersebut hanya direkam dan disimpan sebagai arsip tanpa dianalisis lebih lanjut. Akibatnya, perusahaan kehilangan potensi insight yang sebenarnya dapat digunakan untuk meningkatkan performa penjualan, kualitas layanan, hingga strategi bisnis secara keseluruhan. Hal ini dikenal sebagai “black box problem”, yakni kondisi ketika perusahaan tidak benar-benar mengetahui apa yang terjadi dalam percakapan antara tim dan pelanggan. Padahal, di dalam percakapan tersebut terdapat data yang sangat berharga untuk memahami pola keberhasilan, kegagalan, hingga kebutuhan pelanggan secara lebih akurat. Ubah Percakapan Suara Jadi Aset Data Strategis Untuk menjawab tantangan tersebut, MiiTel hadir sebagai solusi berbasis AI yang mengubah percakapan suara menjadi data yang dapat dianalisis dan dimanfaatkan.  Sistem ini bekerja dengan cara merekam percakapan, mengubahnya menjadi teks secara otomatis, kemudian menganalisis isi percakapan untuk menghasilkan insight yang relevan bagi bisnis. Proses ini berjalan melalui tiga tahap yang saling terhubung. Percakapan suara dari berbagai aktivitas bisnis terlebih dahulu ditangkap sebagai input data. Selanjutnya, AI MiiTel melakukan transkripsi otomatis dan analisis percakapan untuk mengekstrak berbagai informasi penting seperti pola komunikasi, kata kunci, hingga evaluasi performa percakapan. Hasil akhirnya adalah data teks yang terstruktur, mudah dicari, dan dapat digunakan kembali untuk analisis maupun pengembangan AI perusahaan di masa depan. Dengan pendekatan ini, MiiTel tidak hanya berfungsi sebagai alat perekam percakapan, tetapi sistem yang membangun database komunikasi perusahaan secara berkelanjutan.  Data tersebut kemudian dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, seperti peningkatan kualitas coaching tim sales, evaluasi performa komunikasi, hingga pengembangan strategi bisnis berbasis data. Dengan MiiTel, Ciptakan AI Memahami Bisnis Anda Seiring waktu, akumulasi data percakapan tersebut menciptakan nilai yang semakin besar. Perusahaan dapat mulai mengidentifikasi pola yang sebelumnya tidak terlihat, seperti faktor utama keberhasilan closing, penyebab kegagalan deal, hingga cara komunikasi yang paling efektif dalam meningkatkan konversi.  Data yang telah dikumpulkan menunjukkan, perusahaan juga dapat mengembangkan model AI custom yang mampu memberikan rekomendasi dan prediksi bisnis secara lebih presisi. Pendekatan ini sejalan dengan perkembangan teknologi MiiTel yang telah digunakan oleh ribuan perusahaan di berbagai negara. Solusi ini tidak hanya membantu meningkatkan produktivitas tim sales, tetapi juga memperkuat kualitas pengambilan keputusan berbasis data percakapan yang sebelumnya tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Di tengah semakin luasnya penggunaan AI di berbagai industri, perbedaan utama antar perusahaan tidak lagi terletak pada akses terhadap teknologi, melainkan pada kepemilikan data yang digunakan untuk melatih AI tersebut.  Perusahaan yang hanya menggunakan AI generik akan memiliki keterbatasan karena tidak memiliki konteks internal bisnisnya sendiri. Sebaliknya, perusahaan yang mampu mengelola data percakapan secara konsisten akan memiliki keunggulan kompetitif yang sulit ditiru. MiiTel menegaskan komitmennya untuk membantu perusahaan bertransformasi dari sekadar pengguna AI menjadi pemilik kecerdasan berbasis data mereka sendiri.  Dengan mengubah percakapan menjadi aset digital yang terstruktur dan dapat dikembangkan, MiiTel membuka peluang bagi perusahaan untuk membangun sistem AI yang lebih akurat, relevan, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan bisnis masing-masing. Tertarik mengeksplorasi solusi MiiTel untuk bisnis Anda? Klik di sini untuk konsultasi dan demo gratis.

Percakapan Kripto Ramai di 2025 Nilai Transaksi Justru Menurun, Ada Apa? Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 06 Februari 2026 | 11:00 WIB

Percakapan Kripto Ramai di 2025 Nilai Transaksi Justru Menurun, Ada Apa?

Jakarta, katakabar.com - Percakapan publik terkait aset kripto, Web3, dan blockchain di Indonesia tercatat meningkat sepanjang 2025. Tetapi, tingginya atensi publik tersebut tidak sejalan dengan kinerja transaksi, di mana nominal perdagangan kripto justru mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Dari hasil riset Dataxet Sonar dalam laporan Indonesia's Crypto Outlook 2026, volume percakapan kripto di media sosial meningkat sekitar 29,8 persen pada 2025 dibandingkan 2024. Total engagement percakapan kripto mencapai 217,7 juta, sementara percakapan terkait blockchain mencatat 3,2 juta engagement dan Web3 sebesar 1,5 juta engagement. Head of Insights Dataxet Sonar, Prasetyo Katon, menyampaikan meningkatnya percakapan tersebut menunjukkan minat publik terhadap industri aset digital tetap kuat. “Sepanjang 2025, percakapan kripto di Indonesia menunjukkan tren peningkatan. Ini menggambarkan tingginya perhatian publik terhadap perkembangan kripto, Web3, dan blockchain,” ujar Prasetyo. Di sisi lain, data transaksi menunjukkan tren berbeda. Nilai transaksi aset kripto pada 2025 tercatat sebesar Rp482,23 triliun, turun 25,9 persen dibandingkan 2024 yang mencapai Rp650,61 triliun. Penurunan ini terjadi meskipun jumlah investor kripto nasional tercatat mencapai 20,19 juta. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya kesenjangan antara minat publik dan aktivitas transaksi. Salah satu faktor yang dinilai berkontribusi adalah biaya transaksi yang belum sepenuhnya efisien, sehingga berpotensi mendorong sebagian pelaku pasar memindahkan aktivitas perdagangannya ke platform luar negeri. Situasi ini sekaligus menunjukkan besarnya potensi capital outflow atau arus modal keluar, serta adanya ruang yang perlu dioptimalkan untuk meningkatkan daya saing industri aset kripto nasional. Menanggapi temuan tersebut, CFX sebagai bursa berjangka aset kripto berencana memberikan keringanan biaya bagi anggotanya, yakni Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD). CFX menyatakan akan menurunkan biaya transaksi bursa dari 0,04 persen menjadi 0,02 persen, yang direncanakan berlaku mulai 1 Maret 2026. Penyesuaian ini diharapkan dapat memperkuat likuiditas dan mendorong peningkatan aktivitas perdagangan melalui ekosistem dalam negeri. CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai langkah penurunan biaya transaksi sebagai strategi penting untuk menjaga daya saing pasar domestik sekaligus menekan risiko arus modal keluar. “Ketika biaya transaksi dan pengalaman perdagangan di dalam negeri belum cukup kompetitif, pengguna bisa memilih bertransaksi di exchange luar negeri. Ini berpotensi menyebabkan capital outflow dan mengurangi likuiditas di pasar domestik,” jelas Calvin. Menurutnya, kebijakan keringanan biaya dari bursa dapat memberi ruang bagi anggota PAKD untuk menghadirkan biaya yang lebih efisien bagi pengguna akhir. “Penurunan fee oleh CFX merupakan sinyal positif. Dengan biaya transaksi yang lebih rendah di level bursa, PAKD punya ruang lebih besar untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat likuiditas, dan mendorong transaksi tetap terjadi di Indonesia,” ulasnya. Calvin menambahkan tingginya percakapan publik seharusnya dapat diterjemahkan menjadi pertumbuhan transaksi apabila ekosistem industri semakin kompetitif dan efisien. “Minat masyarakat terhadap kripto terlihat jelas dari percakapan yang meningkat. Tantangannya adalah memastikan industri dalam negeri mampu mengonversi minat itu menjadi aktivitas transaksi yang sehat, aman, dan berkelanjutan,” jelasnya. Dengan rencana penurunan biaya transaksi bursa serta penguatan peran anggota PAKD, termasuk Tokocrypto dalam melayani masyarakat, pelaku industri berharap antusiasme publik terhadap kripto dapat kembali selaras dengan peningkatan nilai transaksi, sekaligus memperkuat posisi industri aset kripto Indonesia di kawasan.