Perkembangan
Sorotan terbaru dari Tag # Perkembangan
Liga.Tennis Luncurkan RSR 2026, Ungkap Perkembangan Olahraga Raket di Indonesia
Bali, katakabar.com - Sejumlah cabang olahraga raket menunjukkan tren pertumbuhan yang solid secara global. Tenis tercatat sebagai salah satu olahraga paling populer di dunia, sementara padel berkembang pesat dengan Asia Tenggara sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru. Di sisi lain, pickleball mencatat ekspansi signifikan di Amerika Serikat, Eropa, hingga Asia dan Australia, serta squash yang terus mengalami peningkatan adopsi di berbagai negara. Di Indonesia, Bali muncul sebagai salah satu episentrum pertumbuhan olahraga raket. Hal ini didukung oleh kombinasi faktor demografis dan ekonomi, mulai dari tingginya populasi usia produktif dan aktif, pertumbuhan kelas menengah dan atas, hingga posisinya sebagai destinasi pariwisata global. Dalam ekosistem tersebut, Liga.Tennis berkembang sebagai salah satu platform olahraga raket di Indonesia. Berawal dari Bali sejak 9 tahun lalu, Liga.Tennis kini merilis Liga.Tennis Racquet Sports Report 2026, laporan industri yang merangkum tren olahraga raket berdasarkan data aktivitas pengguna di platformnya. Laporan ini disusun dari hampir 100.000 pengguna yang tersebar di tujuh klub Liga.Tennis sepanjang periode Januari–Desember 2025. Berdasarkan laporan tersebut, tenis mencatat tingkat okupansi rata-rata sebesar 80 persen di antara seluruh cabang olahraga, diikuti oleh padel sebesar 75 persen dan pickleball sebesar 41 persen. (Adapun tingkat okupansi tertinggi untuk tenis mencapai 92 persen di lapangan klub Umalas, dan untuk padel sebesar 82 persen di klub Sanur). Sementara itu, squash mencatat tingkat okupansi sebesar 18 persen dan berperan sebagai olahraga pelengkap dalam ekosistem dengan karakter permainan yang lebih teknikal dan intens. Founder Liga.Tennis, Dima Shcherbakov menyampaikan, kami melihat adanya pergeseran signifikan dalam pola partisipasi olahraga, di mana aktivitas berbasis komunitas dan pengalaman sosial menjadi semakin dominan. Melalui laporan ini, kami ingin memberikan insight yang relevan bagi pelaku industri, investor, maupun komunitas olahraga. Meskipun tenis masih menjadi olahraga dengan tingkat pemesanan tertinggi, padel berperan sebagai growth engine dalam ekosistem Liga.Tennis. Karakternya yang sosial dan mudah diakses menjadikannya efektif dalam menarik pemain baru sekaligus meningkatkan frekuensi bermain. Dari sisi demografi, kelompok usia muda menjadi pendorong utama pertumbuhan. Partisipasi tertinggi berasal dari kelompok usia 21 hingga 40 tahun, khususnya pada tenis (65,31 persen) dan padel (58,30 persen). Squash menunjukkan distribusi yang lebih seimbang antara pemain muda dan paruh baya, sementara pickleball memiliki variasi usia paling beragam, dengan distribusi yang relatif merata dari kelompok junior hingga senior. Dari sisi perilaku, tenis cenderung dimainkan sepanjang pagi hingga malam hari dengan aktivitas puncak antara pukul 08.00 hingga 20.00. Sementara itu, padel menunjukkan pola penggunaan yang tinggi pada pagi dan malam hari, dengan peningkatan aktivitas pada jam setelah kerja hingga pukul 21.00, mencerminkan karakter pengguna yang lebih sosial dan fleksibel. Laporan ini juga mencatat rata-rata pengeluaran pengguna sebesar Rp400.000 untuk aktivitas olahraga raket, dengan tambahan sekitar Rp50.000 untuk konsumsi dalam satu kunjungan. Secara keseluruhan, pengguna Liga.Tennis didominasi oleh pemain lokal, dengan partisipasi ekspatriat dari berbagai negara seperti Rusia, Australia, China, Korea Selatan, Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat. Komposisi gender menunjukkan 57,3 persen laki-laki dan 42,7 persen perempuan, sementara kelompok usia 31–40 tahun menjadi kontributor terbesar, diikuti oleh kelompok 21–30 tahun. Sebagai operator dan pengembang ekosistem olahraga raket, Liga.Tennis menghadirkan berbagai fasilitas mulai dari lapangan, kelas pelatihan, hingga penyelenggaraan turnamen dan aktivitas komunitas. Hingga 2025, Liga.Tennis telah menyelenggarakan 687 turnamen, termasuk Liga.Tennis Open dan World Pickleball Championship yang menarik partisipasi domestik dan internasional. Pendekatan berbasis komunitas tersebut turut mendorong kinerja bisnis perusahaan. Pada periode 2024–2025, Liga.Tennis mencatat pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 35 persen, dengan margin laba bersih mencapai 31 persen dan pertumbuhan laba bersih sebesar 105 persen secara tahunan. Perusahaan juga mengembangkan berbagai sumber pendapatan, tidak hanya dari penyewaan lapangan, tetapi juga dari pelatihan, turnamen, gym & recovery service, hingga layanan pendukung lainnya. “Kami melihat olahraga raket akan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan kebutuhan akan ruang sosial yang berkualitas. Dengan fundamental tersebut, kami optimistis ekosistem ini akan menjadi salah satu sektor olahraga dengan pertumbuhan paling dinamis dalam beberapa tahun ke depan,” tambah pria biasa disapa Dimas ini. Ke depan, Liga.Tennis membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk investor, untuk pengembangan lokasi baru. Perusahaan menargetkan return on investment (ROI) tahunan sebesar 25–35 persen, serta ekspansi hingga 77 klub dalam 10 tahun mendatang. Didukung oleh aset digital seperti Liga App yang telah memiliki hampir 100.000 pengguna, Liga.Tennis juga menyiapkan langkah ekspansi ke pasar regional, khususnya Asia Tenggara. Pelajari lebih lanjut tentang tren olahraga raket dalam ekosistem Liga.Tennis di Liga.Tennis Racquet Sports Report 2026 yang bisa diakses di sini.
Tren Wisata, Kuliner Laut dan Perkembangan Akomodasi di Selatan Pulau Dewata
Bali, katakabar.com - Pariwisata Jimbaran di Bali terus menunjukkan perkembangan seiring meningkatnya kembali kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai ratusan ribu setiap bulan sepanjang akhir 2025 hingga awal 2026, yang turut mendorong aktivitas wisata di kawasan selatan Bali, termasuk Jimbaran. Destinasi yang awalnya dikenal sebagai desa nelayan ini kini berkembang menjadi kawasan wisata dengan daya tarik pantai yang relatif tenang, wisata kuliner seafood di Teluk Jimbaran, serta berbagai pilihan akomodasi dari resort hingga hotel butik. Perubahan tren wisatawan yang semakin mencari pengalaman lokal juga turut mendorong aktivitas seperti kunjungan ke pasar ikan tradisional dan eksplorasi kuliner setempat. Tetapi, perkembangan pariwisata juga diiringi tantangan seperti pengelolaan lingkungan pesisir dan sampah laut, sehingga keseimbangan antara pertumbuhan industri wisata, dan keberlanjutan lingkungan menjadi faktor penting bagi masa depan pariwisata Jimbaran. Jadi, kawasan Jimbaran di Kabupaten Badung semakin menunjukkan peran penting perkembangan pariwisata Bali. Destinasi pesisir yang terletak sekitar 20 menit dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ini dikenal dengan suasana pantai yang relatif lebih tenang dibandingkan dengan kawasan wisata populer seperti Kuta atau Seminyak. Dalam beberapa tahun terakhir, pariwisata Jimbaran Bali berkembang tidak hanya sebagai destinasi pantai, tetapi juga sebagai kawasan wisata kuliner laut dan akomodasi dengan berbagai pilihan konsep, mulai dari resort hingga hotel butik. Perkembangan destinasi seperti Jimbaran tidak terlepas dari meningkatnya kunjungan wisatawan ke Bali secara keseluruhan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat jumlah wisatawan mancanegara yang datang langsung ke Bali pada Desember 2025 mencapai 572.668 kunjungan, meningkat sekitar 18,48 persen dibandingkan November 2025 yang tercatat 483.364 kunjungan. Di awal tahun berikutnya terjadi fluktuasi. BPS mencatat kedatangan wisatawan mancanegara pada Januari 2026 sebesar 502.205 kunjungan, mengalami penurunan secara bulanan dibandingkan dengan Desember 2025. Menurut Kepala BPS Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, perubahan jumlah kunjungan tersebut merupakan dinamika musiman yang umum terjadi dalam industri pariwisata. “Kedatangan wisman Januari 2026 tercatat 502.205 kunjungan, turun dari bulan sebelumnya dan juga dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Agus dalam keterangan resmi BPS. Meski mengalami fluktuasi, Bali tetap menjadi destinasi utama wisatawan internasional ke Indonesia. Secara historis, Jimbaran merupakan desa nelayan tradisional yang berkembang menjadi kawasan wisata seiring pertumbuhan pariwisata Bali dan pembangunan Bandara Ngurah Rai. Saat ini, Jimbaran dikenal luas sebagai pusat wisata kuliner seafood di Bali, terutama di kawasan Teluk Jimbaran dan Kedonganan yang dipenuhi restoran tepi pantai. Pantai Jimbaran sendiri memiliki garis pantai berpasir putih dengan ombak yang relatif tenang, menjadikannya destinasi populer bagi wisata keluarga maupun pasangan yang mencari suasana lebih santai. Selain restoran seafood, aktivitas wisata yang banyak dilakukan di kawasan ini, antara lain menikmati matahari terbenam di Pantai Jimbaran, mengunjungi Pasar Ikan Kedonganan, wisata budaya di pura sekitar Bukit Peninsula, perjalanan ke destinasi populer seperti Uluwatu dan Nusa Dua Kombinasi antara wisata kuliner, pantai, dan akses yang dekat ke bandara menjadikan Jimbaran salah satu kawasan yang terus berkembang dalam peta pariwisata Bali. Kurun beberapa tahun terakhir, tren perjalanan wisata ke Bali juga mengalami perubahan. Wisatawan semakin mencari pengalaman yang lebih autentik, termasuk eksplorasi kuliner lokal dan aktivitas yang dekat dengan kehidupan masyarakat setempat. Riset industri perjalanan menunjukkan lebih dari 80 persen wisatawan Australia mempertimbangkan pengalaman kuliner saat memilih destinasi wisata, sehingga mendorong meningkatnya minat terhadap pasar ikan tradisional dan restoran lokal di kawasan seperti Jimbaran. Tren ini mendorong berkembangnya berbagai bentuk akomodasi yang menawarkan pengalaman lebih lokal, termasuk vila, hotel butik, dan penginapan yang berada dekat dengan pusat aktivitas masyarakat. Di sisi lain, pertumbuhan pariwisata Bali juga dihadapkan pada sejumlah tantangan, terutama terkait pengelolaan lingkungan pesisir. Beberapa pantai di Bali, termasuk kawasan Jimbaran, kerap menghadapi fenomena sampah kiriman dari laut, terutama pada musim hujan antara Oktober sampai Maret. Pemerintah daerah dan berbagai organisasi lingkungan saat ini terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pengelolaan sampah serta menjaga kualitas destinasi wisata. Akomodasi Wisata di Jimbaran Seiring meningkatnya aktivitas wisata, kawasan Jimbaran juga memiliki beragam pilihan akomodasi yang melayani berbagai segmen wisatawan. Mulai dari resor internasional yang menghadap langsung ke Teluk Jimbaran hingga hotel skala menengah dan penginapan butik yang lebih sederhana. Beberapa properti juga menawarkan konsep penginapan yang dekat dengan aktivitas wisata lokal, salah satunya adalah Liberta Hotel Jimbaran, yang menjadi salah satu opsi akomodasi di kawasan tersebut dengan akses yang relatif dekat ke bandara maupun sejumlah destinasi di selatan Bali. Dengan kombinasi antara pantai yang tenang, wisata kuliner seafood, serta akses strategis dari bandara, Jimbaran tetap menjadi salah satu kawasan yang berkembang dalam industri pariwisata Bali. Ke depan, keseimbangan antara pertumbuhan pariwisata, pelestarian lingkungan, serta keterlibatan masyarakat lokal diperkirakan akan menjadi faktor penting dalam menjaga daya tarik Jimbaran sebagai destinasi wisata pesisir di Pulau Dewata.
Laporan UNDP: Perkembangan AI Berpotensi Perlebar Kesenjangan Pembangunan Global
Jakarta, katakabar.com - Kecerdasan buatan (AI) yang tidak dikelola dengan baik dapat meningkatkan ketimpangan antar negara dengan memperlebar kesenjangan kinerja ekonomi, kemampuan masyarakat, dan sistem tata kelola, menurut laporan baru dari United Nations Development Programme (UNDP). Laporan berjudul " The Next Great Divergence : Why AI May Widen Inequality Between Countries" (Divergensi Besar Berikutnya: Mengapa AI Dapat Memperlebar Ketimpangan Antar Negara) menyoroti bahwa negara-negara memasuki era AI dengan tingkat kesiapan yang berbeda. Tanpa kebijakan yang tepat, kesenjangan tersebut dapat meningkat dan menghambat kemajuan pembangunan. Kawasan Asia dan Pasifik, rumah bagi 55 persen populasi dunia, berada di pusat transisi AI. Kawasan ini mencakup lebih dari separuh pengguna AI global, didukung oleh pesatnya inovasi, termasuk dominasi Tiongkok dalam 70 persen paten AI dan berkembangnya lebih dari 3.100 perusahaan AI baru di enam negara. AI diperkirakan dapat meningkatkan pertumbuhan PDB tahunan kawasan sekitar 2 poin persentase dan menambah hampir 1 triliun dolar AS bagi ASEAN dalam dekade mendatang. “AI berkembang sangat pesat, dan banyak negara masih berada di garis start,” ujar Kanni Wignaraja, Asisten Sekretaris Jenderal PBB dan Direktur Regional UNDP untuk Asia dan Pasifik. “Pengalaman Asia dan Pasifik menunjukkan betapa cepatnya kesenjangan dapat muncul antara negara yang menguasai AI dan negara yang dikendalikan AI," jelasnya. Selama hampir setengah abad terakhir, banyak negara berpenghasilan rendah secara bertahap telah menutup kesenjangan dengan negara-negara berpenghasilan tinggi melalui kemajuan teknologi, perdagangan, dan pembangunan. "Era konvergensi" ini membawa peningkatan signifikan dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan pendapatan. Laporan tersebut memeringatkan bahwa tanpa intervensi kebijakan yang inklusif, AI dapat mengikis konvergensi ini. Kesiapan digital di kawasan ini masih sangat beragam. Negara-negara seperti Singapura, Korea Selatan, dan Tiongkok telah berinvestasi besar dalam infrastruktur dan keterampilan AI, sementara negara lain masih berupaya memperkuat akses dasar dan literasi digital. Perbedaan ini, ditambah dengan keterbatasan infrastruktur, keterampilan, kapasitas komputasi, dan tata kelola, membatasi kemampuan negara untuk memanfaatkan manfaat AI secara optimal dan justru meningkatkan risiko seperti hilangnya pekerjaan, eksklusi data, serta meningkatnya permintaan energi dan air dari sistem AI yang intensif. “Kemajuan AI harus berjalan seiring dengan penggunaan sumber daya alam yang bertanggung jawab. Ketika sistem AI mendorong meningkatnya kebutuhan akan air dan energi, hal ini mengingatkan kita bahwa kemajuan teknologi tidak boleh mengorbankan kelestarian bumi. Karena itu, fokus negara-negara pada perencanaan terpadu air–energi–pangan menjadi semakin penting. Dengan menyelaraskan pengembangan AI dengan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, negara-negara, termasuk Indonesia, dapat membangun masa depan AI yang inovatif sekaligus ramah lingkungan,” kata Sara Ferrer Olivella, Kepala Perwakilan UNDP Indonesia. Perempuan dan pemuda menghadapi kerentanan tertentu. Pekerjaan yang dilakukan perempuan hampir dua kali lebih rentan terhadap otomatisasi, dan lapangan kerja generasi muda telah berkurang di bidang-bidang yang didominasi AI, terutama bagi mereka yang berusia 22–25 tahun, sehingga mengancam awal karier mereka. Di Asia Selatan, prosentase perempuan yang memiliki ponsel lebih rendah (hingga 40 persen lebih rendah) dibandingkan laki-laki. Selain itu, masyarakat perdesaan dan masyarakat adat seringkali tidak tercakup dalam sistem data AI, sehingga meningkatkan risiko bias dalam algoritma AI dan eksklusi dari layanan esensial. Di tengah tantangan tersebut, AI juga menawarkan peluang signifikan untuk meningkatkan tata kelola publik. Platform Traffy Fondue di Bangkok telah memproses hampir 600.000 laporan warga, sementara layanan Moments of Life di Singapura memangkas waktu pengurusan dokumen secara drastis. Di Beijing, teknologi digital twin dimanfaatkan untuk perencanaan kota dan mitigasi banjir. Tetapi hanya sedikit negara yang memiliki regulasi AI yang komprehensif. Pada 2027, lebih dari 40 persen pelanggaran data terkait AI diproyeksikan berasal dari penyalahgunaan AI generatif, menegaskan perlunya kerangka tata kelola yang lebih kuat. "Penentu utama di era AI adalah kapabilitas," ujar Philip Schellekens, Chief Economist UNDP untuk Asia dan Pasifik. "Negara-negara yang berinvestasi untuk keterampilan, kapasitas komputasi, dan sistem tata kelola yang baik akan mendapatkan manfaat, sementara yang lain berisiko tertinggal jauh," terangnya.
Tren Perkembangan Adopsi Bitcoin di Tahun 2025: Apa Perlu Diketahui?
Jakarta, katakabar.com - Bitcoin atau BTC terus menunjukkan volatilitas yang tinggi beberapa bulan terakhir, dengan harga yang fluktuatif secara tajam. Pergerakan harga yang sangat drastis ini picu berbagai spekulasi di kalangan investor dan analis pasar tentang kapan dan di mana titik terendah (bottom) akan tercapai. Banyak pihak yang berdebat mengenai apakah Bitcoin sudah mencapai dasar harga atau masih mengalami penurunan lebih lanjut sebelum akhirnya merangkak naik kembali. Pergerakan harga Bitcoin bisa kamu lihat & beli melalui aplikasi Nanovest. Beberapa pakar pasar optimis fase penurunan ini hampir berakhir, dengan prediksi harga Bitcoin yang cukup ambisius. Mereka memperkirakan bahwa BTC bisa mencapai angka USD $150,000 pada tahun 2025, jika kondisi pasar mendukung. Keyakinan ini didasarkan pada berbagai faktor, seperti meningkatnya adopsi global aset kripto, tren institusional semakin positif, dan perkembangan teknologi blockchain yang semakin matang. Tapi, ada beberapa pertanyaan besar yang muncul terkait proyeksi ini, terutama mengenai apa yang menjadi faktor penggerak di balik lonjakan harga tersebut.
Perkembangan Terbaru dan Prediksi Harga XRP di Tengah Sengketa Hukum Ripple
Jakarta, katakabar.com - Sengketa hukum antara Ripple Labs dan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) jadi pusat perhatian dunia kripto dimulai pada 22 Desember 2020 silam. Tuduhan SEC terhadap Ripple yang diduga kumpulkan lebih dari $1,3 miliar melalui penjualan sekuritas tidak terdaftar, yakni aset kripto XRP, picu perdebatan panas mengenai regulasi dan masa depan aset digital. Di tengah ketidakpastian ini, CEO Ripple, Brad Garlinghouse, tetap optimis hasil positif yang dapat mempengaruhi harga XRP secara signifikan. Bagaimana perkembangan terkini kasus ini dan apa dampaknya terhadap harga XRP di masa mendatang?
Edspert for Corporation Dukung Perkembangan Perusahaan di Era Digital
katakabar.com - Edspert for Corporation gelar kelas AI Mastery sebagai bentuk support meningkatkan kemampuan penggunaan AI pada karyawan dan profesional Berkembangnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence suatu kebutuhan yang meningkat sesuai tuntutan zaman untuk meningkatkan produktivitas kerja. AI dapat diterapkan di berbagai sektor, mulai dari transportasi, kesehatan, pendidikan, keamanan, dan lainnya. Para profesional mulai mengandalkan teknologi AI untuk efisiensi kinerja. Teknologi AI secara optimal mendukung pekerjaan para profesional dalam berbagai bidang, misalnya data scientist, AI Engineer, dan project manager. Kehadiran AI mempercepat pengambilan keputusan para manajer dan profesional dengan analisis yang prediktif dan pemantauan real-time. Pada Maret 2024 Program XCLASS AI Mastery, Edspert for Corporation menyediakan kelas praktikal bagi para profesional mengenai implementasi AI Tools spesifik untuk Data Scientist, AI Engineer, dan Project Management. CEO Edscorp, Ahmad Zankie menyatakan dukung penuh kehadiran teknologi AI untuk meningkatkan keterampilan integrasi AI Tools. X-Class AI Mastery: AI for Data Science, AI Engineering, and Project Management menyediakan kelas praktik yang dilengkapi dengan sesi hand-on, on deck support, dan konsultasi dengan praktisi yang terbuka bagi masyarakat umum, AI Enthusiast, AI Engineer, Data Scientist, Data Engineer, Project Managers, Product Manager, Engineer, maupun mahasiswa. Penyelenggaraan XCLASS AI Mastery ini berkolaborasi dengan Kalbe Digital University dan PT Kalbe Farma. “Edscorp bisa continue to operate di Indonesia untuk bantu korporasi untuk bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi AI untuk bisnisnya saat ini, dengan AI kita bisa doing more with less,” ujar Risman Adnan, Ph. D, Corporate Digital Technology Director Kalbe Digital University. Melalui kelas ini, Edspert for Corporation menyediakan solusi yang dapat menunjang peningkatan kualitas produk dan layanan perusahaan melalui pendalaman materi dan keterampilan AI Engineering sehingga dapat menunjang pelayanan perusahaan jangka panjang. “Kami berusaha penuh untuk memberikan solusi yang terbaik bagi perusahaan rekan-rekan semua, dalam kelas ini Edscorp memberikan study case dan pengelolaan terhadap proyek Artificial Intelligence yang efisien sehingga para peserta akan memiliki keterampilan secara praktis dan mampu mengambil keputusan yang lebih cerdas dan strategis berdasarkan analisis data yang akurat,” kata CEO Edscorp, Ahmad Zankie lagi. AI Bukan Sekedar Solusi Tetapi Inovasi Pelatihan AI Mastery bersama Edscorp memberikan urgensi yang jelas mempersiapkan para profesional untuk menghadapi tantangan dan peluang di era teknologi modern. Melalui pelatihan tools AI dan data science, fondasi perusahaan akan menjadi semakin kuat dalam membuat keputusan yang berbasis bukti dan optimalisasi kinerja bisnis. Artificial Intelligence atau AI hadir diimbangi dengan keterampilan yang diperlukan untuk menjadi pemimpin yang sukses dan inovatif di dunia yang terus berkembang ini. XCLASS AI Mastery by Edscorp hadir kembali pada pada bulan Juni mendatang. Pelaksanaan kelas AI Tools for Digital Professional, XCLASS AI Mastery, diharapkan dapat menjadi ujung tombak bagi kesiapan rekan-rekan perusahaan untuk mahir di bidang kecerdasan buatan AI. Harapannya teknologi AI tidak hanya menuntut kita untuk sekedar mahir mengendalikan namun juga siap untuk pengembangan solusi AI di masa mendatang. More Info: Edscorp (Edscorp/Zahrah) Kontak: Levana +62895614916060 halo@widyaedu.com
Mengulik Perkembangan Digital Banking Indonesia bersama Binter's Calling
Jakarta, katakabar.com - Binus International dan SeaBank melihat keuntungan sinergi digital banking bagi perekonomian melalui talkshow Binter's Calling, di pekan pertama pada Maret 2024 lalum Perbankan digital (digital banking) sudah semakin populer di Indonesia seiring dengan transisi menuju era digital 4.0 dan cashless society. Di lain sisi, perkembangan ini pun membawa banyak potensi untuk ekosistem perbankan yang lebih kuat dan terintegrasi, serta sinergi dengan berbagai aspek kehidupan sehari-hari konsumen individu maupun pelaku industri. Untuk memahami bagaimana semua hal tersebut menguntungkan perekonomian Indonesia, Binus International pun mengadakan Binter's Calling bertemakan “Digital Banking, the Ecosystem, and Its Synergy” pada 5 Maret 2024, pukul 13.30-15.30 WIB di ruang 303/310 BINUS @Senayan, JWC Campus. Di mana acara ini mengundang narasumber dari salah satu bank digital yang populer di Indonesia. Tren Digital Banking di Indonesia Data yang diterbitkan oleh Katadata menunjukkan, transaksi digital banking di tanah air terus meningkat dari tahun ke tahun. Menurut sumber tersebut, frekuensi penggunaan digital banking di kalangan masyarakat telah meningkat sebanyak 158 persen kurun 5 tahun, dari tahun 2018 hingga 2023. Selain itu, nilai transaksi tersebut juga tidak kalah signifikan. Sebab, masih menurut publikasi yang sama, angkanya telah mencapai Rp5,1 kuadriliun per bulan Agustus 2023. Beberapa hal yang mendorong popularitas digital banking di Indonesia mencakup integrasi dengan aplikasi penting lainnya seperti e-commerce dan digital wallet, fitur yang lengkap, dan cara pakainya yang bisa menghemat waktu. Alasannya, nasabah tidak perlu menyempatkan waktu di sela-sela kesibukan mereka untuk mendatangi kantor cabang bank jika mereka ingin melakukan pembayaran, mengirim uang, dan mengelola rekening bank. Tujuan dari Binter's Calling “Digital Banking, the Ecosystem, and Its Synergy” Memahami tren digital banking yang akan terus berkembang mengikuti teknologi terkini, BINUS International pun mengundang Junedy Liu, Director of Strategy SeaBank Indonesia, sebagai narasumber untuk acara Binter's Calling yang bertajuk “Digital Banking, the Ecosystem, and Its Synergy”. Sesuai dengan temanya, acara talkshow ini bahas bagaimana sektor perbankan digital telah berubah mengikuti kebutuhan pasar dan tren teknologi terkini dari tahun ke tahun, serta pentingnya membangun ekosistem yang terintegrasi untuk masyarakat. Pada sesi GL lalu, mahasiswa berkesempatan mengenali bagaimana model bisnis digital banking bekerja, semua komponen penting dalam ekosistem perbankan digital, sinergi dari setiap komponen tersebut, dan seperti apakah strategi yang digunakan oleh SeaBank untuk membangun kesuksesan bisnis mereka di Indonesia. “SeaBank sendiri sudah melewati berbagai macam tantangan untuk mendorong penggunaan digital banking di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Saya merasa terhormat bisa membagikan insight serta pengalaman saya kepada semua yang hadir,” kata Junedy tentang perasaannya ketika terpilih menjadi narasumber Binter's Calling. Talkshow Binter's Calling yang mengundang Junedy Liu ini merupakan salah satu wujud dari kesepakatan antara BINUS International dan SeaBank sejak menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) per 2 Maret 2024 lalu. MoU tersebut menandakan Binus International dan SeaBank bekerja sama untuk mendorong inovasi serta memberikan kesempatan bagi sivitas akademika BINUS University untuk belajar tentang seluk-beluk perbankan digital agar siap terjun ke industri setelah lulus. Sumbangsih Program Finance International BINUS University Melengkapi pengetahuan dan pengalaman narasumber Binter's Calling yang telah lama berkecimpung di bidang digital banking, program Finance International dari BINUS International juga menawarkan keunggulan yang semakin mempersiapkan mahasiswanya untuk bekerja di sektor tersebut. “Program Finance International menawarkan banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk mengumpulkan ilmu dan pengalaman di luar ruang kelas,” tutur Valentina Tohang, SE., M.Buss (ERP), M.Buss (Acc) Head of Program Finance International BINUS University tentang keunggulan program studi naungannya sebelum melanjutkan. “Nah, salah satunya melalui Binter's Calling yang memberikan mereka exposure sekaligus kesempatan networking dengan pelaku industri seperti Pak Junedy.” Binus International menyadari pembelajaran di ruang kelas saja tidaklah cukup untuk mencetak calon pemimpin dan entrepreneur yang profesional dan kreatif. Mereka memerlukan pengalaman nyata dan koneksi dengan ahlinya agar bisa sukses. Sehingga, kurikulum program Finance International memadukan teori dan enrichment di luar ruang kelas melalui talkshow bersama ahlinya. Digital banking di Indonesia sudah semakin diminati oleh konsumen individu maupun pelaku usaha. Itu sebabnya, Binus International mengadakan Binter's Calling bertemakan “Digital Banking, the Ecosystem, and Its Synergy” yang mengundang Junedy Liu selaku Director of Strategy di SeaBank Indonesia untuk mengulik bagaimana teknologi tersebut akan menguntungkan berbagai sektor. Acara ini digelar pada 5 Maret 2024 lalu di BINUS @Senayan, JWC Campus. Kontak: Ary Emellyo aemellyo@binus.edu
Pemusnahan Ratusan Hektar Kebun Sawit di Sigi, Ini Perkembangannya
Bora, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk melakukan penertiban. Ini selepas penemuan kebun sawit ilegal di Desa Sambo, Kecamatan Dolo Selatan, awal Mei 2023 lalu. Sebelum mengambil langkah tegas, Pemkab Sigi lebih dulu ambil langkah-langkah persuasif mengenai larangan kebun sawit ilegal. Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi menuturkan, Pemkab Sigi lewat Satgas terus pantau aktivitas perkebunan kelapa sawit ilegal di sejumlah desa. "Kami sudah bentuk satgas yang menangani kelapa sawit ilegal tersebut, dengan mengusung visi agribisnis meski sawit bukan menjadi basis. Di mana kelapa sawit salah satu sektor pertanian yang tidak diizinkan di Kabupaten Sigi," jelasnya, pada Rabu (19/7) kemarin seperti dilansir dari elaeis.co. Hingga saat ini kata Samuel, Pemkab Sigi belum menerima laporan dari Satgas berapa pastinya luas kebun sawit ilega itu. "Kami belum terima laporan dari Satgas. Apakah kebun-kebun itu masih beraktivitas atau tidak? Kemarin, kami sudah sampaikan agar aktivitas di kebun sawit dihentikan semua. Kami sangat mempercayakan penanganannya kepada Satgas dengan cara pendekatan persuasif kepada para pemilik sawit ini," ceritanya. Menurutnya, Satgas terus gencar mensosialisasikan kelapa sawit di Sigi segera dimusnahkan. "Cara persuasif masih paling utama. Itu yang disampaikan kepada pemodal kelapa sawit di Sigi agar mengganti dengan tanaman-tanaman produktif lainnya sesuai dengan kultur pertanian lokal," bebernya. Sebelumnya, Orang Nomor Satu di Sigi ini menemukan kebun sawit ilegal seluas 108,75 hektar di Kecamatan Palolo, Nokilalaki, dan Dolo Selatan. Khusus di Kecamatan Dolo Selatan, ada sebanyak 41 titik kebun sawit yang ditanam dari tahun 2012 silam. Lantaran itu, Bupati Sigi instruksikan semua kebun sawit segera dimusnahkan. Pihaknya berani menindak tegas tanaman sawit karena tidak kantongi izin yang pernah diterbitkan Pemkab setempat.