Pertambangan

Sorotan terbaru dari Tag # Pertambangan

DJI Dock 3: Solusi Otomatis Pemantauan Stockpile Pertambangan dan Konstruksi Tekno
Tekno
Jumat, 13 Februari 2026 | 10:35 WIB

DJI Dock 3: Solusi Otomatis Pemantauan Stockpile Pertambangan dan Konstruksi

Jakarta, katakabar.com - Pemantauan stockpile di industri pertambangan dan konstruksi selalu menjadi tantangan. Area yang luas, medan sulit, dan risiko keselamatan pekerja membuat metode manual membutuhkan waktu lebih lama dan memiliki keterbatasan dalam pengumpulan data. DJI Dock 3 hadir sebagai solusi cerdas berbasis drone M4D, memungkinkan pemantauan stockpile dilakukan secara rutin, akurat, dan aman, sekaligus mendukung pengambilan keputusan operasional yang lebih cepat dan tepat. Metode manual sering kali membutuhkan banyak tenaga kerja, waktu, dan biaya, serta berisiko tinggi bagi personel. Dengan DJI Dock 3, pemantauan dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien. Drone M4D menjalankan misi survei secara mandiri, mulai dari lepas landas hingga pendaratan, mengumpulkan data yang kemudian diolah menjadi visualisasi 2D/3D dan informasi volume stockpile yang siap pakai. Teknologi Inti: Otomatisasi dan Analisis Data Canggih DJI Dock 3 mengumpulkan data secara otomatis selama penerbangan melalui platform manajemen drone DJI FlightHub 2, kemudian diproses menggunakan DJI Terra untuk menghasilkan visualisasi 2D/3D serta informasi volume stockpile yang konsisten. Dalam satu penerbangan, drone mampu memantau area luas tanpa mengganggu aktivitas operasional di lapangan, sekaligus mengurangi risiko bagi personel yang sebelumnya harus berada di area stockpile. Data Siap Pakai untuk Pemantauan Rutin Drone tidak hanya mengumpulkan data, tetapi juga menyajikannya secara mudah dipahami: - Pemetaan Georeferensi: menampilkan lokasi stockpile dan perubahan volume secara jelas - Tracking Volume: memantau pergerakan dan perubahan tumpukan material dari waktu ke waktu - Visualisasi 3D: membantu tim operasional merencanakan distribusi material lebih efektif Pros dan Cons Pros: - Pemantauan stockpile otomatis dan rutin - Data akurat yang siap digunakan untuk pengambilan keputusan - Mengurangi risiko keselamatan pekerja - Integrasi mulus dengan ekosistem DJI Enterprise Cons: - Investasi awal lebih tinggi dibanding metode manual - Membutuhkan operator drone bersertifikat untuk pengaturan awal “DJI Dock 3 mendukung pemantauan stockpile otomatis tanpa menempatkan personel di area berisiko. Dengan data yang akurat dan visualisasi 3D, tim operasional dapat membuat keputusan lebih cepat dan tepat,” ujar Halo Robotics, distributor resmi DJI Enterprise di Indonesia. Otomatisasi drone kini bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis bagi industri pertambangan dan konstruksi modern. Dengan pemantauan rutin, data akurat, dan risiko keselamatan minimal, DJI Dock 3 mendukung operasi tetap efisien, aman, dan berkelanjutan.

Hilirisasi Sepanjang 2025, Grup MIND ID Transformasi Sektor Pertambangan Nasional
Nasional
Rabu, 31 Desember 2025 | 10:44 WIB

Hilirisasi Sepanjang 2025, Grup MIND ID Transformasi Sektor Pertambangan

Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) berhasil mengoperasikan sekaligus catatkan kemajuan signifikan pada sejumlah proyek strategis hilirisasi sepanjang 2025. Capaian ini tidak hanya berdampak positif bagi penguatan kinerja bisnis perusahaan, tetapi jadi penggerak transformasi model bisnis pertambangan nasional menuju industri berbasis nilai tambah. Direktur Eksekutif Indonesia Mining and Energy Watch (ISEW), Ferdy Hasiman, menilai MIND ID berada pada jalur yang tepat mentransformasi bisnis dari sekadar kegiatan tambang ekstraktif menjadi ekosistem industri terintegrasi. Menurutnya, sepanjang 2025 MIND ID telah menunjukkan langkah progresif yang signifikan dalam meninggalkan paradigma lama sektor pertambangan. “Di 2025, MIND ID sudah menunjukkan langkah progresif yang sangat berarti. Mereka mulai meninggalkan pola lama pertambangan ekstraktif dan tampil sebagai garda terdepan dalam menekan defisit neraca pembayaran melalui hilirisasi berbagai komoditas mineral,” ujar Ferdy, Senin (29/12) kemarin. Ferdy menyoroti proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah sebagai salah satu game changer bagi kinerja Grup MIND ID. Melalui integrasi hilirisasi bauksit dari hulu hingga hilir, proyek yang digarap oleh PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) tersebut mampu memenuhi kebutuhan alumina domestik yang selama ini masih bergantung pada pasokan impor. Beroperasinya SGAR dinilai meningkatkan kapasitas produksi alumina nasional secara signifikan. Capaian ini tidak hanya berkontribusi pada substitusi impor, tetapi perkuat struktur biaya serta menjamin kepastian pasokan bahan baku bagi industri strategis nasional, termasuk otomotif dan petrokimia. Selain itu, Ferdy menilai keterlibatan Anggota Grup MIND ID, yakni PT Aneka Tambang Tbk dan PT Vale Indonesia Tbk, dalam pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) menjadi tonggak penting dalam transformasi sektor pertambangan. Investasi Antam bersama Indonesia Battery Corporation (IBC), serta progres proyek HPAL di Pomalaa yang telah mencapai 41,72 persen, menjadi katalis utama bagi percepatan industrialisasi berbasis mineral strategis. Dengan fondasi proyek yang semakin solid, Ferdy berpendapat MIND ID tengah bersiap melangkah menuju status perusahaan global dengan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian dunia. Menurutnya, MIND ID berpotensi menjadi pemain kunci dalam hilirisasi mineral terintegrasi dari hulu ke hilir, sekaligus role model bagi industri pertambangan di kawasan regional. Meski demikian, di tengah kinerja yang dinilai positif, Ferdy mengingatkan pentingnya dukungan kebijakan pemerintah yang seimbang. Ia menilai kebijakan fiskal perlu dirancang secara hati-hati agar tidak membebani margin industri yang tengah berinvestasi besar dalam proyek hilirisasi. “Pemerintah jangan hanya memberi perintah, tetapi juga harus memiliki desain industri yang jelas. Jangan sampai produk smelter MIND ID berhenti sebagai produk antara. Hilirisasi harus dilanjutkan hingga industri manufaktur seperti baja nirkarat atau komponen otomotif agar multiplier effect-nya benar-benar berlipat ganda,” terang Ferdy.

Sinergi JFX dan KBI di Perdagangan Komoditas Pertambangan: Now and Beyond Nasional
Nasional
Rabu, 15 Oktober 2025 | 09:00 WIB

Sinergi JFX dan KBI di Perdagangan Komoditas Pertambangan: Now and Beyond

Jakarta, katakabar.com - JFX dan KBI, bagian dari Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Danareksa, hadir di Minerba Convex 2025 untuk menegaskan perannya perkuat transparansi dan kredibilitas perdagangan komoditas nasional. Sejak 2019, keduanya telah mencatat lebih dari 300.000 ton transaksi timah senilai lebih dari USD 8 miliar, melibatkan 60 pelaku usaha aktif. Melalui momentum ini, JFX dan KBI juga memperluas portofolio ke komoditas strategis lain, termasuk energi dengan produk Brent Crude Oil. PT Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange/JFX) bersama PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI), bagian dari Holding BUMN Danareksa akan berpartisipasi dalam eksebisi Minerba Convex 2025 yang akan berlangsung pada 15 hingga 16 Oktober di Jakarta Convention Center (JCC). Kehadiran JFX dan KBI pada ajang ini menjadi momentum strategis untuk menegaskan peran strategis bursa dalam memperkuat transparansi, stabilitas, dan kredibilitas perdagangan komoditas pertambangan nasional. Melalui perdagangan pasar fisik timah, JFX dan KBI berkomitmen memperluas cakupan perdagangan ke berbagai komoditas strategis dan kritis lainnya, termasuk sektor mineral dan batu bara (minerba), energi, pertanian, perkebunan, dan logam mulia. “JFX berkomitmen menjaga transparansi dan traceability perdagangan timah, serta memperkuat daya saing Indonesia sebagai bagian dari rantai pasok global,” jelas Yazid Kanca Surya, Direktur Utama JFX. Sejak tahun 2019 hingga Agustus 2025, JFX dan KBI telah mencatat transaksi timah lebih dari 300.000 ton dengan total nilai perdagangan mencapai lebih dari 8 miliar USD, melibatkan lebih dari 60 pelaku usaha aktif. Terhitung pada tahun 2024, lebih dari 95 persen transaksi timah, baik untuk pasar domestik maupun ekspor, tercatat di Indonesia melalui JFX dan KBI. Sinergi yang terjalin antara JFX dan KBI menjadi pondasi penting dalam membangun ekosistem perdagangan komoditas pertambangan yang transparan dan berdaya saing global. Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem tersebut, JFX juga menjalin kolaborasi dengan Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) untuk memperluas partisipasi pelaku usaha dalam perdagangan pasar fisik timah. “Kolaborasi AETI dengan JFX merupakan kerja sama strategis dalam rangka meningkatkan partisipasi pelaku usaha di dalam ekosistem perdagangan pasar fisik timah melalui Bursa,” ujar Harwendro Adityo Dewanto, Ketua Umum AETI. JFX juga menyiapkan langkah strategis di sektor energi. Bekerja sama dengan ONYX Capital Group London, JFX akan memperkenalkan produk terbarunya, Brent Crude Oil, melalui momentum Minerba Convex 2025 sebagai bagian dari arah pengembangan portofolio global. Peran penting JFX dalam memperkuat ekosistem perdagangan nasional tidak terlepas dari dukungan Kliring Berjangka Indonesia (KBI). KBI merupakan lembaga penjamin milik pemerintah yang terafiliasi dengan Danantara melalui Danareksa. Dengan demikian, Bursa Timah didukung oleh lembaga yang memiliki kredibilitas tinggi. Melalui kerja sama yang erat antara JFX dan KBI, diharapkan kepercayaan publik dan investor terhadap sistem perdagangan pasar fisik timah di Indonesia semakin menguat. Sebagai lembaga kliring milik pemerintah dan mitra strategis, Kliring Berjangka Indonesia (KBI) memainkan peran penting dalam memastikan transaksi di bursa berjalan aman dan terjamin. KBI bertanggung jawab menjaga integritas sistem kliring serta penjaminan transaksi di seluruh ekosistem perdagangan berjangka. “KBI memastikan fungsi dan mekanisme Delivery versus Payment (DvP) pada transaksi perdagangan pasar fisik timah di Indonesia dijalankan secara efektif, prudent, dan transparan,” timpal Budi Susanto, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia. Sebagai bagian dari rangkaian acara, JFX dan KBI juga akan menggelar mini talkshow bertajuk “From Mine to Market: Digital Trading of Indonesia's Tin”, yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan industri untuk membahas peran bursa dan lembaga kliring dalam membangun tata kelola perdagangan komoditas yang transparan, efisien, dan berdaya saing global.

Total 50 Finalis MediaMIND 2025, Perkuat Kontribusi Ekonomi Pertambangan Berkelanjutan Nasional
Nasional
Selasa, 07 Oktober 2025 | 10:00 WIB

Total 50 Finalis MediaMIND 2025, Perkuat Kontribusi Ekonomi Pertambangan Berkelanjutan

Jakarta, katakabar.com - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, resmi umumkan daftar 50 finalis MediaMIND 2025. Ajang kompetisi karya jurnalistik yang memasuki tahun keempat ini kembali menjadi ruang apresiasi bagi jurnalis untuk mengangkat isu pertambangan secara konstruktif dan inspiratif. Para finalis akan melanjutkan kompetisi dengan menggali isu-isu strategis sektor pertambangan, tidak hanya untuk menyajikan informasi, tetapi juga menghadirkan gagasan yang menggugah masyarakat. Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, menyampaikan selamat kepada para finalis MediaMIND 2025 yang berhasil melewati tahap pra seleksi dengan penilaian juri independen dari berbagai media nasional. Dia mengutarakan babak awal MediaMIND 2025 berlangsung sangat kompetitif. Tercatat sebanyak 431 karya jurnalistik berkualitas telah didaftarkan, mulai dari karya tulis, video, foto, hingga infografis. "Kami bersyukur atas tingginya antusiasme para jurnalis dalam MediaMIND 2025. Hal ini menunjukkan tingginya media sebagai sebagai pilar keempat demokrasi dalam terhadap masa depan industri pertambangan agar terus mampu memberi kontribusi bagi pembangunan Indonesia," kata Pria. Di tahap final, sebanyak 50 finalis akan dibagi ke dalam 10 kelompok media convergence dan mengikuti program peliputan langsung di salah satu lokasi operasional Grup MIND ID. Site visit ini berlangsung pada 15 hingga 24 Oktober 2025 dengan tujuan ke sejumlah anak usaha, yakni PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Indonesia Asahan Aluminium, PT Timah Tbk, dan PT Vale Indonesia Tbk. Finalis MediaMIND 2025 terbagi dalam empat kategori, yaitu 20 finalis kategori Tulis, 10 finalis kategori Foto, 10 finalis kategori Video, dan 10 finalis kategori Infografis. Adapun, nama finalis MediaMIND 2025 terbagi dalam 4 kategori, yaitu 20 finalis kategori Tulis (Aditya Putra Perdana - Harian Kompas/Kompas.id, Ahmad Muzdaffar Fauzan - LKBN ANTARA, Ahmad Nabhani - Harian Ekonomi Neraca, Al Azhar - Koran Enim Ekspres Online, Andika Dian Pratama - KabarBaik.co, Doni Hermawan - IDN Times, Firmauli Sihaloho - Tribun Pekanbaru, Godang Sitompul - ruangenergi.com, Herdiyan - Bisnis Indonesia, Lidya Julita Sembiring - CNNIndonesia.com, Nur Hana Putri Nabila - Katadata.co.id, Nuzulia - Katadata, Rahmat Dwi Kurniawan - Warta Ekonomi, Rangga prakoso - investor daily, Riki Okta Putra - sumseldaily.co.id, Rio Indrawan - Dunia Energi (www.dunia-energi.com), Salman Muhiddin - Harian Disway, Verda Nano Setiawan - CNBC Indonesia, Wahyono - Porosbumi.com, Yosep Indra Praja - RMOL Sumsel). Selanjutnya, 10 finalis kategori Foto (Andri Saputra - Antara Maluku, Dwi Pambudo - Rakyat Merdeka, Maman Sukirman - sindomakassar.com, Masyudi Firmansyah - Mediawarta.com, Mohamad Qori Haliana - Rakyat Merdeka, Muchtamir - Inspirasi Nusantara, Muhammad Zulfikar - ANTARA, Nova Wahyudi - ANTARA FOTO, Pradita Utama - detikcom, Ruht Semiono - sinarharapan.id). Adapula 10 finalis Video (Ade firmansyah - IDX Channel TV, Agung Hepi Pitoyo - CNN INDONESIA TV, Ajat Hutdiyanto - CNBC Indonesia, Arie Budi Prasetyo - CNBC Indonesia TV, Erwin Tri Prasetyo - BISNIS INDONESIA, Fandi Yogari Saputra - ANTARA TV, Hendra Syamhari - masakini.co, Sabda MB Rolle - METRO TV, Saharudin - Antara TV, Sholihul Huda - METRO TV). Terakhir, ada 10 finalis kategori Infografis (Achmad Aulia - Sonora Palembang, David Eka Issetiabudi - Bisnis.com, Dhana Kencana - IDN Times, Dyah Dwi Astuti - ANTARA, Elsya Rizkia Putri - Bisnis Indonesia, Erie Syahrizal - ANTARA, Helen Angelia - Context ID (Bisnis Indonesia), M Nurhadi Pratomo - Bisnis Indonesia, Supriyanto - Global Energi (Majalah), Tri Noropujadi - ANTARA). Pria menegaskan, kegiatan site visit akan membuka wawasan finalis mengenai praktik nyata sektor pertambangan yang dijalankan Grup MIND ID. Para peserta tidak hanya mengolah data dan informasi, tetapi juga melihat langsung dampak sosial dan manfaat strategis dari berbagai inisiatif berkelanjutan perusahaan.

Investasi Lingkungan Progresif Dari MIND ID Group Diharapkan Jadi Barometer Sektor Pertambangan Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 07 September 2025 | 13:00 WIB

Investasi Lingkungan Progresif Dari MIND ID Group Diharapkan Jadi Barometer Sektor Pertambangan

Jakarta, katakabar.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau LHK, Hanif Faisol Nurofiq menempatkan PT Vale Indonesia Tbk, anggota BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID, sebagai contoh nyata investasi lingkungan yang progresif, dan berkelanjutan. Apresiasi ini menegaskan peran strategis MIND ID sebagai pionir yang diharapkan dapat menjadi barometer pengelolaan tambang bertanggung jawab di Indonesia. Menteri Hanif soroti komitmen Vale Indonesia yang menempatkan pelestarian lingkungan sebagai budaya perusahaan. Vale konsisten mencadangkan investasi lingkungan tanpa bergantung pada tingkat produksi. Dengan pendekatan ini, nilai perbaikan lingkungan dapat ditekan karena dilakukan sejak awal, sebelum bencana atau kerusakan terjadi. “Saya lihat begitu dalamnya investasi lingkungan yang dilakukan. Vale mendesain kapasitas lingkungannya tanpa memperdulikan berapa produksi yang dihasilkan per tahun,” kata Hanif, lewat keterangan resmi diterima katakabar.com, Sabtu kemarin siang “Sekali lagi, ini bukan sekadar pujian, tapi saya melihat langsung dokumennya, dan kebetulan menyaksikan sendiri kegiatan rehabilitasi di Sorowako,” lanjutnya. Kementerian LHK berharap langkah-langkah yang dilakukan Vale maupun anggota MIND ID lainnya bukan semata demi penghargaan seperti Proper Emas, tetapi sebagai panggilan hati untuk menjalankan amanat konstitusi sekaligus melindungi Ibu Pertiwi. Hanif pun menaruh harapan besar kepada MIND ID untuk menjadi pemimpin dan penentu standar (barometer) bagi industri pertambangan nasional. “Harapan saya sebesar-besarnya agar MIND ID mampu menjadi contoh dan barometer pengelolaan tambang di Indonesia,” tegasnya.

Vale Indonesia Perkuat Komitmen Pertambangan Berkelanjutan Nasional
Nasional
Jumat, 29 Agustus 2025 | 19:28 WIB

Vale Indonesia Perkuat Komitmen Pertambangan Berkelanjutan

Indonesia sejak awal beroperasi fokus pada pemanfaatan energi terbarukan. Perusahaan mengoperasikan tiga Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan total kapasitas 365 MW yang bersumber dari PLTA Larona, PLTA Balambano, dan PLTA Karebbe, guna meminimalkan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Soal pengelolaan limbah, Vale Indonesia memastikan seluruh limbah B3 maupun non-B3 terdaftar memiliki izin resmi dan dikelola dengan prinsip 3R atau reduce, reuse, dan recycle. Seluruh limbah B3 berupa oli bekas (598,62 ton) dimanfaatkan untuk keperluan internal sebagai campuran bahan bakar, sementara 100% limbah non-B3 berupa slag nikel dimanfaatkan untuk kebutuhan internal (96,3%) dan eksternal (3,7%). “Upaya yang kami jalankan ini bukan sekadar untuk pemenuhan regulasi. Kami berupaya untuk terus meminimalkan dampak negatif sembari menciptakan kontribusi positif bagi lingkungan dan komunitas. Ini selaras dengan tujuan perusahaan kami, yakni meningkatkan kualitas hidup dan membangun masa depan yang lebih baik bersama-sama,” kata Asril. Di keegiatan tersebut, Department Head of Corporate Communication MIND ID, Pratiwa Dyatmika, menegaskan keberlanjutan menjadi semangat yang dijaga oleh seluruh anggota holding. Menurutnya, manfaat pengelolaan sumber daya alam mineral tidak akan optimal tanpa program keberlanjutan yang komprehensif.

Taja Training POM Online, Energy Academy Bangun Kekuatan Pengawasan Madya di Pertambangan Nasional
Nasional
Senin, 07 April 2025 | 17:05 WIB

Taja Training POM Online, Energy Academy Bangun Kekuatan Pengawasan Madya di Pertambangan

Jakarta, katakabar.com - Sebagai upaya memperkuat kapasitas pengawasan keselamatan kerja di sektor pertambangan, Energy Academy kembali gelar Training POM secara online. Program ini sasar peningkatan kompetensi para pengawas operasional madya yang memegang peran penting dalam mengawasi aktivitas pertambangan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Industri pertambangan adalah salah satu sektor dengan tingkat risiko tinggi yang membutuhkan sistem pengawasan berlapis. Pelatihan POM dirancang untuk menjawab tantangan tersebut dengan membekali peserta pengetahuan dan keterampilan sebagai Pengawas Operasional Madya (POM), yakni level pengawasan tingkat menengah yang berfungsi sebagai jembatan antara pengawas pelaksana dan manajemen. Peserta Training POM dilatih agar mampu memastikan seluruh aktivitas di area tambang berjalan sesuai standar keselamatan dan lingkungan, serta melakukan tindakan korektif bila terjadi deviasi dari prosedur yang ditetapkan. Diklat POM ini merujuk pada Keputusan Dirjen Geologi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0228.K/40/DJG/2003, yang mengatur tentang standar kompetensi pengawas operasional di sektor pertambangan. Selain itu, pelatihan ini mengintegrasikan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta pendekatan konservasi lingkungan yang relevan dengan kondisi lapangan saat ini. Dengan dasar hukum yang jelas, Pelatihan POM tidak hanya memberi pengakuan kompetensi, tapi perkuat kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pertambangan.

Taja Training POP Energy Academy, Jawab Tantangan Pengawasan Pertama di Pertambangan Nasional
Nasional
Minggu, 30 Maret 2025 | 13:08 WIB

Taja Training POP Energy Academy, Jawab Tantangan Pengawasan Pertama di Pertambangan

Jakarta, katakabar.com - Energy Academy kembali mengambil langkah strategis mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pertambangan. Melalui Training POP yang baru saja digelar secara daring, lembaga ini berhasil mencetak calon pengawas operasional pertama yang kompeten, sesuai dengan kebutuhan industri. Seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri yang dinamis, Pelatihan POP digelar secara online. Meski dilakukan dari jarak jauh, peserta tetap mendapatkan pengalaman belajar yang interaktif, lengkap dengan studi kasus dan simulasi berbasis praktik lapangan. Hal ini membuktikan Diklat POP dapat disampaikan secara efektif meski tanpa tatap muka langsung. Penyelenggaraan Sertifikasi POP ini mengacu pada Keputusan Dirjen Geologi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0228.K/40/djg/2003, yang mengatur standar kompetensi bagi pengawas operasional pertama. Dengan mengikuti program ini, peserta tidak hanya memenuhi persyaratan formal, tetapi juga memahami tanggung jawab serta risiko yang melekat pada posisinya. Selama Training POP, peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai tugas dan tanggung jawab pengawas, identifikasi bahaya, pengendalian risiko, inspeksi keselamatan, hingga pelaporan kecelakaan kerja. Materi yang disusun oleh Energy Academy disesuaikan dengan kondisi lapangan, sehingga mudah diimplementasikan. Peserta dari berbagai perusahaan tambang menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti Pelatihan POP. Diskusi aktif, tanya jawab, dan presentasi kelompok yang berlangsung selama Diklat POP menandakan betapa pentingnya peran pengawas dalam menjaga keselamatan dan efisiensi operasional.