PhotoBebaz

Sorotan terbaru dari Tag # PhotoBebaz

PhotoBebaz Dorong Format 'Designed Experience' di Tengah Social Media Fatigue Serba Serbi
Serba Serbi
Selasa, 28 April 2026 | 09:09 WIB

PhotoBebaz Dorong Format 'Designed Experience' di Tengah Social Media Fatigue

Jakarta, katakabar.com - Di tengah tingginya konsumsi konten digital, generasi muda Indonesia kini menghadapi paradoks baru, yakni semakin mudah membuat konten, semakin tinggi pula ekspektasi terhadap kualitas dan pengalaman di balik konten tersebut. Berdasarkan laporan We Are Social dan Meltwater, masyarakat Indonesia menghabiskan lebih dari tiga jam per hari di media sosial, mendorong aktivitas konsumsi sekaligus produksi konten secara masif. Tetapi, sejumlah studi juga menunjukkan munculnya fenomena social media fatigue, di mana paparan konten yang berlebihan, tekanan untuk terus membagikan aktivitas, serta konten yang repetitif mulai menurunkan ketertarikan pengguna. Pada kondisi ini, pengguna tidak berhenti membuat konten, tetapi menjadi lebih selektif terhadap apa yang layak untuk dibagikan. Konten tidak lagi sekadar dokumentasi, melainkan bagian dari bagaimana seseorang membangun identitas digitalnya. Melihat pergeseran tersebut, PhotoBebaz, perusahaan teknologi kreatif berbasis photobox interaktif, mengembangkan pendekatan designed experience, yaitu pengalaman berfoto yang dirancang untuk menghasilkan konten yang lebih terkonsep, estetik, dan relevan secara sosial. Founder PhotoBebaz Reyno Anggoro, menyebut perubahan ini sebagai bagian dari evolusi perilaku pengguna dalam membuat konten. “Kalau sebelumnya semua orang cukup dengan kamera di ponsel, sekarang muncul kebutuhan untuk pengalaman yang terasa lebih matang. Orang tidak hanya mencari hasil foto, tapi juga momen yang berbeda dan layak untuk dibagikan,” ujarnya. Kemudahan teknologi telah membuat produksi konten menjadi semakin instan. Di sisi lain, hal ini juga menciptakan homogenisasi, di mana banyak konten terasa serupa dan kehilangan diferensiasi. PhotoBebaz melihat celah ini sebagai peluang untuk menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menghasilkan foto, tetapi juga mendorong terciptanya momen yang lebih terkonsep dan menarik untuk dibagikan secara organik oleh pengguna. Sebagai platform creative-tech, PhotoBebaz mengembangkan pengalaman berfoto menjadi proses penciptaan konten yang lebih matang. Setiap booth tak hanya berfungsi sebagai tempat berfoto, tetapi juga sebagai ruang interaksi yang dirancang untuk menghasilkan output konten yang lebih relevan sekaligus membuka peluang bagi brand untuk hadir secara lebih kontekstual di dalam pengalaman tersebut. Pendekatan ini didukung pengembangan sistem internal melalui Bebaz Labz, unit riset dan pengembangan perangkat lunak milik perusahaan, yang memungkinkan pengalaman di dalam booth dirancang secara konsisten dan scalable di berbagai lokasi. Dengan fondasi ini, PhotoBebaz tidak hanya menghadirkan pengalaman, tetapi juga membangun basis pertumbuhan bisnis yang inovatif. Setelah sebelumnya mengumumkan pendanaan pertamanya, PhotoBebaz menargetkan pertumbuhan hingga 28 booth di tahun 2026. Perusahaan juga mencatat pertumbuhan bisnis Kuartal I telah mengalami peningkatan revenue hingga 57 persen. Pertumbuhan didukung oleh kolaborasi dengan berbagai brand dalam pengembangan media placement digital out-of-home (DOOH), konten iklan di dalam booth, serta prgram berbasis loyalitas dan gamification yang menyasar Gen Z dan Gen Alpha sebagai target utama. Momentum ini juga mendorong ekspansi ke berbagai aktivitas berskala besar, termasuk keterlibatan dalam sejumlah pagelaran seperti Sound Groove Festival, JakCloth, serta Java Jazz Festival yang akan diselenggarakan pada Mei 2026. Di sisi bisnis, PhotoBebaz menggabungkan model pendapatan berbasis transaksi dengan peluang integrasi brand dalam pengalaman pengguna. Selain model B2C, perusahaan juga mengembangkan kanal B2B melalui Bebaz Adz sebagai solusi media placement di dalam pengalaman photobox. Tidak hanya hadir secara digital di dalam booth, brand juga dapat terintegrasi secara fisik melalui elemen visual pada unit photobox, menciptakan pengalaman yang lebih menyatu dengan interaksi pengguna. Untuk mendukung kenyamanan transaksi, PhotoBebaz juga bekerja sama dengan berbagai platform dompet digital sebagai payment gateway, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem yang lebih terintegrasi bagi pengguna. “Pendekatan ini memungkinkan setiap booth PhotoBebaz tidak hanya menjadi titik layanan, tetapi juga memiliki nilai yang terus berkembang seiring dengan pengalaman pengguna yang terjadi di dalamnya,” terang Reyno. Ke depan, PhotoBebaz melihat peluang tidak hanya pada pertumbuhan jumlah pengguna, tetapi pada bagaimana pengalaman yang dihadirkan dapat terus berkembang dan tetap relevan dalam menciptakan dan membagikan momen. “Ketika semua orang bisa membuat konten, yang menjadi pembeda adalah bagaimana momen itu diciptakan. Kami tidak hanya menghadirkan pengalaman berfoto, tetapi merancang bagaimana momen bisa terasa lebih bermakna, disimpan, dan secara bersamaan layak untuk dibagikan,” imbuhnya.

Raih Pendanaan, PhotoBebaz Percepat Ekspansi Platform Creative Tech Media Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 05 Maret 2026 | 16:16 WIB

Raih Pendanaan, PhotoBebaz Percepat Ekspansi Platform Creative Tech Media

Jakarta, katakabar.com - PhotoBebaz, perusahaan teknologi kreatif berbasis photobox interaktif, resmi umumkan perolehan pendanaan pertamanya sebagai langkah strategis untuk mempercepat ekspansi dan penguatan bisnis di 2026. Pendanaan ini difasilitasi oleh Fundhub sebagai funding aggregator yang mempertemukan PhotoBebaz dengan jaringan investor yang relevan dengan sektor teknologi kreatif dan media. Di tengah industri photobooth yang semakin kompetitif, PhotoBebaz memposisikan diri bukan sekadar sebagai penyedia layanan foto, melainkan sebagai platform teknologi kreatif yang menggabungkan pengalaman hiburan, iklan media digital, dan ekosistem berbasis aplikasi dalam satu sistem terintegrasi. Founder PhotoBebaz, Reyno Anggoro, menyebut pendanaan ini sebagai bentuk validasi atas model bisnis yang telah dibangun sejak awal. “Tren era kebangkitan photobox di Indonesia, khususnya di kota besar, patut diapresiasi. PhotoBebaz dirancang bukan hanya menjadi tempat berfoto, tetapi juga ruang interaksi yang bisa menghubungkan pengguna, pemilik merek, dan komunitas secara lebih personal. Dukungan investor memberi kami akselerasi untuk scale-up lebih cepat,” ujar Reyno. Sebagai fondasi teknologi, cerita Reyno, PhotoBebaz mengembangkan sistemnya melalui Bebaz Labz, unit internal yang berfokus pada riset dan pengembangan perangkat lunak. Melalui Bebaz Labz, perusahaan merancang sistem perangkat lunak terkustomisasi untuk operasional photobox, integrasi media placement digital out-of-home (DOOH), manajemen konten iklan di dalam booth, hingga pengembangan aplikasi berbasis loyalitas dan gamification. Seluruh sistem ini dikembangkan secara mandiri untuk memastikan fleksibilitas, skalabilitas, dan diferensiasi produk di pasar. Pendekatan berbasis teknologi ini memungkinkan pemilik merek hadir secara lebih menarik dalam pengalaman pengguna, bukan sekadar sebagai iklan pasif, melainkan sebagai bagian dari interaksi yang terjadi di dalam booth. Hingga tahun 2025, sebanyak belasan booth PhotoBebaz ditempatkan di berbagai titik mobilitas tinggi seperti ruang publik di Taman Ismail Marzuki (TIM), Ring Road Gelora Bung Karno (GBK), dan Jakarta International Velodrome (JIV), transportasi publik di stasiun MRT, LRT Jakarta, dan Whoosh Halim, serta di coffee shop. Dengan harga layanan di kisaran Rp35.000 hingga Rp50.000 per sesi, perusahaan menyasar segmen kelompok yang dikenal aktif secara digital dan memiliki kecenderungan berbagi pengalaman secara organik di media sosial, yakni Gen Z hingga Gen Alpha. Menurut Reyno, kekuatan utama PhotoBebaz terletak pada pendekatan ekosistem berbasis lokasi. Kehadiran booth di ruang publik yang strategis membuat interaksi tidak hanya terjadi secara offline, tetapi juga berlanjut secara digital melalui aplikasi yang tengah dikembangkan. “Kami juga membentuk suatu ekosistem yang menguntungkan bagi pengguna seperti loyalty rewards, gamification, dan komunitas di dalam aplikasi. Tujuannya membangun retensi dan hubungan jangka panjang dengan pengguna,” jelasnya. Dari sisi investor, keputusan pendanaan didasarkan pada kombinasi antara diferensiasi model bisnis, potensi monetisasi media yang terintegrasi, serta kemampuan R&D dalam membangun teknologi secara mandiri melalui Bebaz Labz. Struktur teknologi yang dikembangkan oleh tim internal dinilai memberikan keunggulan kompetitif sekaligus membuka peluang ekspansi yang lebih terukur. Secara bisnis, PhotoBebaz menggabungkan model pendapatan dari penjualan sesi foto, penyewaan booth untuk aktivasi brand dan event, serta monetisasi iklan media digital. Struktur ini memungkinkan arus pendapatan yang lebih terdiversifikasi dan membuka peluang kolaborasi dengan berbagai sektor industri. Pendanaan yang diperoleh akan difokuskan pada ekspansi lokasi baru di kota-kota besar Indonesia, pengembangan fitur AI dan AR untuk personalisasi pengalaman, serta penguatan tim teknologi dan kreatif. Perusahaan menargetkan pertumbuhan hingga 28 booth di tahun 2026 seiring dengan peningkatan jumlah titik operasional dan integrasi teknologi yang lebih dalam, di antaranya jaringan rumah makan Mie Gacoan, stasiun KAI, bandar udara, dan area publik lainnya. Reyno menegaskan ambisi PhotoBebaz lebih besar dari sekadar memperbanyak titik booth. “Kami ingin menjadi bagian dari evolusi industri kreatif Indonesia. Kreativitas harus berjalan berdampingan dengan teknologi dan model bisnis yang berkelanjutan. Di situlah kami melihat masa depan positif PhotoBebaz," tuturnya. Dengan dukungan pendanaan ini, PhotoBebaz memasuki fase pertumbuhan baru dan memperkuat posisinya sebagai creative-tech yang menjembatani hiburan, media, dan komunitas dalam satu platform yang relevan dengan generasi saat ini.