PM Modi

Sorotan terbaru dari Tag # PM Modi

Pidato Bersejarah di DPR RI, PM Modi Perkenalkan Visi Gangga-Mahakam bagi Hubungan Indonesia dan India Internasional
Internasional
4 jam yang lalu

Pidato Bersejarah di DPR RI, PM Modi Perkenalkan Visi Gangga-Mahakam bagi Hubungan Indonesia dan India

Jakarta, katakabar.com - Perdana Menteri India, Narendra Modi menyerukan babak baru hubungan Indonesia dan India saat menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan anggota DPR RI, Selasa (7/7) lalu. Dalam pidato bersejarah yang menjadi yang pertama kalinya disampaikan oleh seorang Perdana Menteri India di parlemen Indonesia, Modi memperkenalkan Visi Gangga-Mahakam sebagai kerangka baru untuk memperdalam kemitraan kedua negara menuju masa depan yang lebih erat. Disambut Ketua DPR RI, Puan Maharani bersama Presiden RI, H Prabowo Subianto, Modi menegaskan hubungan Indonesia dan India tidak hanya dibangun atas kepentingan politik dan ekonomi, tetapi juga berakar pada sejarah, budaya, serta nilai-nilai bersama yang telah menghubungkan kedua bangsa selama berabad-abad. Mengawali pidatonya, Modi menyampaikan rasa hormat atas kesempatan berbicara di hadapan parlemen Indonesia. Ia mengatakan dirinya datang mewakili lebih dari 1,4 miliar rakyat India dengan membawa semangat persahabatan dan komitmen untuk memperkuat hubungan kedua negara. "Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk berdiri di hadapan Anda hari ini. Saya datang membawa salam hangat dari setiap warga India," ujar Modi. Indonesia dan India Diikat Sejarah dan Budaya Dalam pidatonya, Modi menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan India jauh melampaui hubungan diplomatik antarnegara. Menurutnya, kedua bangsa dipersatukan oleh sejarah panjang, peradaban, budaya, dan hubungan antar masyarakat yang telah berkembang selama berabad-abad. Untuk menggambarkan kedekatan tersebut, Modi mengutip pernyataan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, yang pernah mengatakan bahwa rakyat Indonesia dan India diikat oleh hubungan darah dan budaya. Ia menyebut berbagai warisan budaya yang menjadi simbol kedekatan kedua bangsa, mulai dari kisah Ramayana dan Mahabharata yang hidup dalam tradisi Indonesia, seni wayang, hingga keberadaan Candi Borobudur dan Candi Prambanan yang mencerminkan eratnya hubungan peradaban kedua negara sejak masa lampau. Menurut Modi, hubungan maritim yang telah terjalin selama berabad-abad juga menjadi fondasi penting dalam membangun kemitraan Indonesia dan India pada era modern. Dorong Kerja Sama Antariksa hingga Kontra-Terorisme Selain menyoroti sejarah, Modi mengajak Indonesia memperluas kerja sama pada sektor-sektor yang akan menentukan masa depan kedua negara. Di bidang antariksa, ia menyatakan India siap mendukung Indonesia dalam pengembangan aplikasi satelit maupun pembangunan fasilitas peluncuran satelit. Menurutnya, kerja sama antariksa yang telah terjalin selama beberapa dekade memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh seiring meningkatnya kebutuhan teknologi dan transformasi digital. "Kini saatnya membawa kemitraan ini melangkah lebih jauh. Kita dapat bekerja sama dalam aplikasi satelit. India juga siap mendukung Indonesia dalam mengembangkan fasilitas peluncuran satelit," jelas Modi. Di sektor keamanan, Modi menegaskan India dan Indonesia memiliki kepentingan bersama dalam memerangi terorisme. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Indonesia kepada India setelah serangan teroris di Pahalgam, serta mengajak kedua negara memperkuat kolaborasi dalam pertukaran intelijen, keamanan siber, penanggulangan pendanaan terorisme, dan program deradikalisasi. Selain itu, Modi menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik, memperkuat sentralitas ASEAN, serta memanfaatkan keanggotaan Indonesia di BRICS untuk memperluas kolaborasi di antara negara-negara berkembang. Visi Gangga-Mahakam Masa Depan Salah satu bagian paling penting dalam pidato Modi adalah peluncuran Visi Gangga-Mahakam, sebuah konsep yang menurutnya akan menjadi arah baru hubungan Indonesia dan India dalam jangka panjang. Visi tersebut mengambil inspirasi dari Sungai Gangga di India dan Sungai Mahakam di Indonesia sebagai simbol persahabatan yang terus mengalir dan menghubungkan kedua bangsa. Menurut Modi, kerja sama Indonesia dan India tidak boleh hanya berorientasi pada kepentingan saat ini, tetapi juga harus mampu menciptakan perdamaian, kemakmuran, keamanan, dan kemajuan bersama bagi generasi mendatang. Konsep tersebut juga diharapkan menjadi landasan kolaborasi kedua negara dalam mendukung visi Viksit Bharat 2047 atau India Maju 2047 serta Indonesia Emas 2045, melalui penguatan kerja sama di bidang ekonomi, teknologi, pendidikan, keamanan, dan pembangunan berkelanjutan. DPR RI Siap Dukung Kemitraan Strategis Ketua DPR RI, Puan Maharani menyambut positif berbagai gagasan yang disampaikan PM Modi, termasuk peluncuran Visi Gangga-Mahakam yang dinilainya mencerminkan kedekatan historis sekaligus arah baru hubungan Indonesia dan India. Menurut Puan, filosofi dua sungai tersebut menjadi simbol bahwa hubungan kedua negara harus terus mengalir dan berkembang. "Selama kedua sungai itu masih mengalir, maka hubungan kerja sama Indonesia dan India juga harus terus terjalin, semakin erat, dan terus ditingkatkan," kata Puan. Puan menegaskan hubungan Indonesia dan India telah dibangun sejak era Presiden Soekarno dan memiliki fondasi sejarah yang kuat. Oleh karena itu, DPR RI siap mendukung berbagai kerja sama bilateral yang telah disepakati kedua pemerintah, termasuk melalui dukungan terhadap kebijakan yang diperlukan untuk memperkuat hubungan kedua negara. Menurutnya, sinergi antara lembaga legislatif dan eksekutif menjadi semakin penting di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang. Pidato PM Narendra Modi di DPR RI menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam kunjungan kenegaraannya ke Indonesia. Selain menjadi pidato pertama seorang Perdana Menteri India di parlemen Indonesia, penyampaian Visi Gangga-Mahakam juga menandai dimulainya babak baru hubungan Indonesia dan India yang tidak hanya berlandaskan kepentingan strategis, tetapi juga nilai-nilai sejarah, budaya, demokrasi, dan cita-cita bersama menuju masa depan yang lebih sejahtera.

PM Modi Kunjungan ke Indonesia: Pertahanan, Ekonomi Digital dan Investasi Agenda Utama Internasional
Internasional
Sabtu, 11 Juli 2026 | 10:35 WIB

PM Modi Kunjungan ke Indonesia: Pertahanan, Ekonomi Digital dan Investasi Agenda Utama

Jakarta, katakabar.com - Perdana Menteri India, Narendra Modi memulai kunjungan resmi selama dua hari ke Indonesia mulai 7 Juli 2026, dengan agenda pembahasan yang mencakup kerja sama pertahanan, perdagangan dan investasi, ekonomi digital, ketahanan pangan dan energi, serta penguatan kemitraan strategis antara kedua negara. Modi dijadwalkan tiba di Jakarta pada malam 6 Juli sebelum memulai agenda resmi pada 7 Juli. Kunjungan tersebut kunjungan balasan setelah Presiden RI, H Prabowo Subianto menghadiri perayaan Hari Republik India sebagai tamu utama pada Januari 2025. Setelah menyelesaikan agenda di Jakarta, Modi dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke Yogyakarta sebelum meneruskan lawatan regionalnya ke Australia. Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty mengatakan kunjungan tersebut akan diisi dengan pembahasan mendalam mengenai isu bilateral, regional, dan global serta diperkirakan menghasilkan sejumlah capaian konkret di berbagai sektor. “Kami menantikan kunjungan yang sangat substantif oleh Perdana Menteri dan diskusi yang panjang mengenai berbagai isu, tidak hanya bilateral tetapi juga isu regional dan global,” kata Chakravorty dalam konferensi pers di Kedutaan Besar India di Jakarta, Jumat (3/7). Visi Pembangunan dan Kemitraan Strategis Dubes Chakravorty mengatakan India dan Indonesia memiliki pengalaman sejarah dan aspirasi pembangunan yang serupa sehingga kerja sama antara kedua negara menjadi semakin relevan. Menurutnya, kedua negara sama-sama memiliki visi pembangunan jangka panjang melalui Viksit Bharat 2047 dan Indonesia Emas 2045, yang menargetkan status negara maju pada usia 100 tahun kemerdekaan masing-masing. “Tantangan bagi kita semua adalah bagaimana membuat hubungan ini menjadi relevan dan mampu meningkatkan kehidupan masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan India dan Indonesia memiliki pengalaman kolonialisme dan perjalanan pembangunan yang serupa sehingga kedua negara dapat saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. “Kami percaya India dan Indonesia memiliki sejarah yang serupa. Kami harus berbagi keahlian untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” jelasnya. Sebagai dua negara berkembang besar di Global South, India dan Indonesia dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat kerja sama antarnegara berkembang dan memberikan kontribusi terhadap stabilitas serta pertumbuhan ekonomi kawasan Indo-Pasifik. Pertahanan, Investasi dan Kerja Sama Strategis Kerja sama pertahanan dan keamanan maritim diperkirakan menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan antara Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Modi. Dubes Chakravorty mengatakan kedua negara memiliki kepentingan bersama dalam keamanan maritim, penanganan pencurian ikan ilegal, pembajakan, bantuan kemanusiaan, serta penanggulangan bencana. Ia juga mengonfirmasi pembahasan mengenai sistem rudal BrahMos masih berlangsung. “Diskusi dengan Indonesia sudah sangat maju dan kami berharap dapat menyelesaikan sejumlah kesepakatan terkait BrahMos,” ucapnya. Menurutnya, kerja sama pertahanan tidak hanya berkaitan dengan pembelian alat utama sistem persenjataan, tetapi juga penguatan industri pertahanan dan kemandirian nasional. India, yang kini telah berkembang menjadi eksportir peralatan pertahanan, ingin berbagi pengalaman tersebut dengan Indonesia yang juga berupaya memperkuat industri pertahanannya. Selain pertahanan, kedua negara juga akan membahas ketahanan pangan, ketahanan energi, hilirisasi industri, serta pengembangan mineral kritis. “Kami melihat peluang investasi di Indonesia dan memproduksi di Indonesia untuk dunia,” tutur Dubes Chakravorty. Ia menambahkan India tengah menjajaki peluang investasi bersama Danantara dan berbagai pihak terkait untuk mengembangkan industri manufaktur yang dapat melayani pasar India maupun pasar global. Sejumlah nota kesepahaman juga tengah dipersiapkan menjelang kunjungan tersebut, mencakup bidang kesehatan, farmasi, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, kerja sama antariksa, ketahanan pangan, hingga hilirisasi industri. “Sebagian masih dalam proses, sebagian akan diselesaikan tepat waktu, dan sebagian mungkin memerlukan waktu lebih lama, tetapi tetap akan ada hasil dari kunjungan ini,” jelasnya. Dubes India juga mengungkapkan bahwa terdapat usulan agar Modi menyampaikan pidato di DPR RI selama kunjungan tersebut, meskipun keputusan final masih menunggu konfirmasi. “Ada usulan tersebut dan kami masih menunggu konfirmasi,” ulasnya. Indonesia Open Network Jadi Sorotan Kunjungan Salah satu hasil paling penting yang diperkirakan lahir dari kunjungan Modi adalah peluncuran Indonesia Open Network (ION), sebuah infrastruktur publik digital yang dirancang untuk memperluas akses ekonomi digital. Program tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama digital yang disepakati saat kunjungan Presiden Prabowo ke India pada 2025 dan dikembangkan bersama Kementerian Komunikasi dan Digital serta Kementerian UMKM. Menurut Dubes Chakravorty, ION dirancang untuk membantu pelaku UMKM, warung, masyarakat di daerah terpencil, dan pelaku usaha perempuan agar dapat memasuki ekonomi digital tanpa menghadapi hambatan biaya maupun teknologi. “Ini adalah platform perdagangan digital berbasis jaringan yang memberdayakan UMKM, warung, daerah terpencil, dan perempuan yang ingin masuk ke ruang perdagangan digital,” bebernya. Platform tersebut nantinya dapat digunakan untuk perdagangan digital, logistik, layanan mobilitas, hingga berbagai aplikasi digital lainnya. Dubes Chakravorty mengatakan Indonesia berpotensi menjadi pelopor dalam penerapan jaringan perdagangan digital terbuka. “Indonesia akan menjadi pionir dalam adopsi jaringan terbuka untuk perdagangan digital,” imbuhnya. Ia menambahkan Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Modi diperkirakan akan meluncurkan ION secara resmi selama kunjungan tersebut. Menurutnya, inisiatif tersebut dapat menjadi langkah penting dalam memperluas akses ekonomi digital di berbagai wilayah Indonesia dan membuka peluang yang lebih besar bagi pelaku usaha kecil. Kunjungan ke Yogyakarta dan Kerja Sama Budaya Setelah menyelesaikan agenda di Jakarta, Modi dijadwalkan mengunjungi Yogyakarta. Kunjungan tersebut berkaitan dengan komitmen India untuk mendukung restorasi Candi Prambanan yang telah disepakati kedua negara pada 2025. Archaeological Survey of India (ASI) telah melakukan kajian awal terhadap proyek tersebut. Lembaga tersebut sebelumnya terlibat dalam restorasi Angkor Wat di Kamboja serta sejumlah situs warisan budaya di Laos dan Vietnam. Dubes Chakravorty menilai proyek tersebut dapat memperkuat hubungan budaya sekaligus mendorong sektor pariwisata. “Jika candi tersebut dipulihkan, saya yakin akan menarik wisatawan dari seluruh dunia, termasuk dari India,” katanya. Ia menambahkan Yogyakarta memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata internasional dan restorasi Prambanan dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata Indonesia. Kemitraan Strategis yang Terus Berkembang Hubungan India dan Indonesia saat ini berada pada fase yang semakin erat dan multidimensi, mencakup kerja sama di bidang pertahanan, kesehatan, pendidikan, farmasi, teknologi, antariksa, hingga pertanian. “Secara umum, saya dapat mengatakan bahwa hubungan ini sangat dekat dan bersahabat,” ujar Dubes Chakravorty. Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi sejarah dan pengalaman pembangunan yang serupa, tetapi juga menghadapi tantangan yang sama sebagai negara berkembang besar di kawasan Indo-Pasifik. Di tengah dinamika geopolitik global, hubungan yang lebih erat antara India dan Indonesia dinilai semakin penting untuk memperkuat stabilitas kawasan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.