Pulau Dewata
Sorotan terbaru dari Tag # Pulau Dewata
Saat Bali Terdiam: Mengalami Hari Nyepi di Pulau Dewata
Bali, katakabar.com - Seringkali, Bali bergerak dengan ritme yang bising. Sepeda motor melaju kencang di jalan-jalan, klub pantai memutar musik hingga matahari terbenam, dan para wisatawan berkumpul di kafe dan kuil di seluruh pulau. Tetapi, sekali setahun, destinasi yang semarak ini berubah total. Saat masyarakat Bali menyambut Tahun Baru Saka, pulau ini berubah menjadi sunyi. Selama 24 jam, Bali tenggelam dalam keheningan. Aktivitas kerja berhenti, toko-toko tutup, penerbangan dihentikan, dan jalanan tetap kosong. Bahkan penggunaan lampu pun dibatasi seminimal mungkin. Para pengunjung, sama seperti penduduk setempat, diimbau untuk tetap berada di dalam hotel sementara seluruh pulau secara bersama-sama menahan diri dari aktivitas sehari-hari. Tahun ini, hari Nyepi jatuh pada 19 Maret, menandai awal yang baru yang dipandu filosofi Bali Tri Hita Karana, yang menekankan keharmonisan antara alam spiritual, dunia manusia, dan alam. Ritual Menjelang Hari Nyepi Tiga hari sebelum Nyepi, upacara Melasti dilaksanakan di pantai-pantai Bali dan di sumber air suci. Masyarakat yang mengenakan pakaian tradisional berwarna putih berkumpul, membawa benda-benda suci ke laut. Ritual ini melambangkan penyucian, membersihkan manusia dan alam dari energi negatif sebelum tahun baru dimulai. Di malam sebelum Nyepi, desa-desa di seluruh Bali gelar Pengrupukan, sebuah upacara yang bertujuan untuk mengusir Bhuta Kala, atau roh-roh jahat. Saat malam tiba, jalan-jalan dipenuhi dengan parade dramatis patung-patung Ogoh-ogoh yang menjulang tinggi. Diiringi oleh bunyi gong kayu, cahaya obor, dan nyanyian bersama, parade-parade ini menciptakan suasana meriah yang juga kaya akan makna simbolis. Menjelang tengah malam, perayaan berakhir. Patung-patung menghilang, musik mereda, dan Bali bersiap menyambut hari yang tidak seperti biasanya. Mengalami Nyepi dari Pantai Berawa Mengalami Nyepi dari kawasan pesisir menawarkan keindahan yang tenang tersendiri. Di kawasan Berawa, suara ombak menggantikan dengungan lalu lintas yang biasanya terdengar, sementara garis pantai terbentang hampir tanpa gangguan. Dari balkon Swarga Suites Bali Berawa yang menghadap Pantai Berawa, para tamu dapat menyaksikan pemandangan langka: pantai tanpa kerumunan yang biasanya memenuhi area tersebut saat matahari terbenam. Area taman hotel dan kolam renang menyediakan sudut-sudut tenang bagi pengunjung untuk menghabiskan hari dengan membaca, merenung, atau sekadar mendengarkan suara laut. Saat malam tiba, ketiadaan cahaya kota di sekitar area membuat langit di atas pantai tampak lebih jernih dan berkilauan. Mengamati bintang-bintang dari area terbuka properti adalah salah satu momen tenang yang istimewa, memberikan kesempatan untuk mengalami Bali dengan cara yang jarang dirasakan oleh para pelancong. Bali Menjelang Nyepi Para pengunjung juga dapat merasakan keindahan budaya Bali melalui berbagai pertunjukan dan perayaan yang berlangsung di seluruh pulau. Di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, misalnya, berbagai pertunjukan dan kegiatan budaya menampilkan kekayaan tradisi Bali. Salah satu sorotan utama adalah pertunjukan tari Barong, yang menggambarkan perjuangan abadi antara kebaikan dan kejahatan melalui kostum yang rumit dan musik gamelan tradisional. Cerita ini mencerminkan filosofi Rwa Bhineda, yaitu gagasan bahwa kekuatan yang berlawanan harus hidup berdampingan dalam keseimbangan. Pertunjukan seperti ini memberikan pengunjung pemahaman yang lebih dalam tentang tradisi yang membentuk Nyepi dan keyakinan budaya di balik salah satu perayaan paling unik di Bali. Pagi Setelah Nyepi Saat matahari terbit di hari setelah Nyepi, Bali perlahan-lahan kembali beraktivitas. Toko-toko mulai buka, sepeda motor kembali melintas di jalanan, dan energi khas pulau ini pun kembali terasa. Tetapi bagi mereka yang mengalami hari sebelumnya dari sudut pandang yang tenang, kenangan tersebut seringkali masih membekas. Menyaksikan Bali sejenak berhenti beraktivitas memberikan pandangan langka tentang akar spiritual pulau ini dan ritme mendalam yang membentuk budayanya.
Telkom AI Center of Excellence Bali Gelar Megalungan di Pulau Dewata
Denpasar, katakabar.com - Telkom AI Center Bali gelar kegiatan "Megalungan Bali: AI Pentahelix Gathering" di penghujung pekan pertama Desember 2025 lalu. Kegiatan ini sempena momentum perayaan Hari Raya Galungan. Acara ini pertemukan ekosistem teknologi dari berbagai elemen pentahelix, akademisi, startup, komunitas teknologi, hingga pemerintah, untuk memperkuat sinergi dan mempercepat adopsi Artificial Intelligence (AI) di Bali. Kegiatan yang mendapat antusiasme tinggi ini tidak sekadar menjadi ajang networking, tetapi merayakan nilai-nilai kearifan lokal yang sejalan dengan filosofi Galungan. Hari Raya Galungan yang melambangkan kemenangan Dharma (kebaikan) atas Adharma (keburukan) menjadi inspirasi untuk mendorong semangat inovasi, kolaborasi, dan transformasi digital di ekosistem teknologi Bali. Usung tema "Why Your Business Needs to Embrace AI," Megalungan Bali menghadirkan tiga narasumber yang memiliki rekam jejak kuat dalam industri teknologi AI. Alvon Timotius, Co-Founder Asisten AI, membuka sesi dengan memperkenalkan platform Generative AI yang menyediakan lebih dari 100 model untuk pembuatan dan pengeditan konten mulai dari teks, gambar, video, hingga musik. Ia juga menjelaskan AI WorkLabs yang menawarkan solusi Business-to-Business (B2B) seperti otomatisasi workflow, pengembangan AI Agent 24/7, serta pembuatan website dan aplikasi berbasis AI. Fian Febrian, Founder Maleo AI, memaparkan layanan Maleo.AI yang mencakup penyediaan remote tech talent Asia, pengembangan software end-to-end, hingga pembuatan tools AI seperti chatbot dan predictive analytics. Fian juga memperkenalkan Maleo AI Lab sebagai wadah edukasi dan upskilling bagi talenta AI di Indonesia. Sesi ditutup oleh Eric Stenly, Founder Nitibasa, dengan materi "AI & The Art of Wicara", sebuah pendekatan inovatif dalam pelatihan public speaking yang memadukan kearifan lokal Indonesia dengan teknologi AI. Metode ini menggabungkan filosofi Wicara Nusantara, pemanfaatan AI sebagai mentor berbicara, struktur Gema Nusantara, teknik vokal dan ritme, hingga praktik langsung pembuatan skrip dengan bantuan AI. Megalungan Bali menyajikan berbagai segmen yang dirancang untuk memaksimalkan interaksi dan kolaborasi, di antaranya: Pentahelix Connect: Sesi networking yang memfasilitasi pertemuan antara akademisi, startup, pelaku UMKM, komunitas teknologi, dan perwakilan pemerintah. AI Tech Talk: Diskusi mendalam mengenai tren dan implementasi AI dalam berbagai sektor bisnis. AI Innovation Box: Pertunjukan inovasi teknologi AI dari para pelaku startup lokal. Bali AI Project Showcase: Presentasi proyek-proyek AI yang telah dikembangkan oleh ekosistem teknologi di Bali. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi dan aktif berdiskusi mengenai peluang serta tantangan dalam mengadopsi AI untuk berbagai sektor, mulai dari pariwisata, pertanian, hingga layanan publik. Melalui penyelenggaraan Megalungan Bali, Telkom AI Center berharap dapat menciptakan sinergi baru yang memperkuat ekosistem inovasi di Bali dan mendorong percepatan adopsi teknologi AI secara lebih inklusif dan merata. Dengan memanfaatkan momentum Galungan sebagai simbol kebangkitan dan kebaikan, acara ini menegaskan bahwa melalui kolaborasi pentahelix dan semangat kebersamaan, Bali mampu bergerak maju menghadirkan solusi berbasis teknologi yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Telkom AI Center dalam membangun kapasitas sumber daya manusia di bidang AI, sekaligus mendorong transformasi digital yang berkelanjutan di Indonesia, khususnya di Bali sebagai salah satu pusat inovasi teknologi di Indonesia Timur.
Kolaborasi Seru Hadirkan Energi Positif Untuk Komunitas Gamers Pulau Dewata
Bali, katakabar.com - Bali terpilih menjadi kota kedua yang dikunjungi AXIS dan EVOS untuk sapa semua komunitas penggemar esports melalui acara AXIS Esports Labs. Event ini bukti keseriusan AXIS dan EVOS untuk memperkuat koneksi dengan komunitas gamers lokal dan membangun ruang ekspresi kreatif kepada anak muda. AXIS Esports Labs Bali digelar selama 2 hari, yakni pada 24 hingga 25 Mei 2025 lalu di Lippo Mall Kuta. EVOS sebagai salah satu pemain terkemuka industri gaming-entertainment di Indonesia serta Asia Tenggara, bersama AXIS sebagai penyedia layanan telekomunikasi untuk anak muda terbesar di Indonesia menghadirkan serangkaian acara seru di Bali. AXIS Esports Labs akan menghadirkan turnamen Mobile Legends dengan total hadiah senilai Rp30 juta fun match dan by 1 bersama talent-talent EVOS, talkshow inspiratif, kompetisi cosplay, karaoke jejepangan dan meet & greet dan signing session bersama EVOS Saykots, EVOS Van, EVOS Wasawho dan EVOS Yupi. Untuk pertama kalinya, AXIS Esports Labs akan berkolaborasi dengan komunitas Beyblade dan komunitas game dengan genre fighting untuk turut serta meramaikan dan menghibur semua anak-anak muda di pulau Dewata. Tony Tham, Head of Commercial EVOS, menyatakan, kolaborasi antara AXIS dan EVOS pada event ini merupakan bagian dari misi kami untuk mendekatkan diri dengan gamers lokal yang berada di Bali dan sekitarnya.
Bungkam? Manajemen PLN Kasak Kusuk Cari Pembocor Informasi Penyebab Blackout Bali
Medan, Katakabar.com - Transparansi yang selalu digaungkan penyelenggara negara nyatanya tak dipenuhi sepenuhnya oleh sejumlah pihak. Indikasi itu pula yang...
Teken MoU Penyediaan Bahan Baku Sawit Bagi UMKM di Pulau Dewata
Bali, katakabar.com - Di penghujung workshop bertajuk “UMKM Kelapa Sawit untuk Mendorong Ketahanan Pangan“, di Bali, peserta mendapat kesempatan berkunjung untuk melihat langsung produksi produk berbahan sawit ke salah satu UMKM di Bali, yakni Citra Ayu Bali. UMKM Citra Ayu Bali berfokus pada pembuatan produk skincare dan kosmetik yang menggunakan bahan baku utama kelapa sawit, yang telah terbukti bermanfaat dan aman digunakan dalam industri kecantikan. Citra Ayu Bali didirikan pada 2013 silam oleh Yuyun dan Maria, dan saat ini telah berkembang pesat memiliki 67 produk dengan izin edar BPOM.
Di 'Pulau Dewata' Puluhan Wartawan Sawit Deklarasikan AWSI
Nusa Dua, katakabar.com - Di 'Pulau Dewata' nama lain dari Bali, puluhan wartawan dari berbagai media di tanah air deklarasi Aliansi Wartawan Sawit Indonesia (AWSI) di sela pelaksanaan Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) and 2024 Price Outlook ke 19 di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua Bali, pada Jumat (3/11). Selain para wartawan, deklarasi itu dihadiri Ketua Umum DPP Apkasindo, Gulat ME Manurung, Ketua Umum DPP Samade, Tolen Ketaren, Ketua Umum DPP Aspek Pir, Setiyono, Ketua Aspek-Pir Riau, Sutoyo, Wakil Ketua Umum GAPKI, Satrija B. Wibawa, Bidang Komunikasi GAPKI, Fenny Sofyan dan Guru Besar IPB, Prof. Sudarsono Sudomo. Ketua Umum Pengurus Pusat AWSI, Abdul Aziz di dampingi Sekjen AWSI, Josep Lopiwudhi mengatakan, AWSI hadir untuk menjadi wadah para wartawan yang sedang dan ingin fokus menulis tentang seluk beluk sawit, baik yang ada di ibukota negara, maupun di daerah. Sebagai wadah, AWSI bakal menjadi ruang bagi para wartawan untuk meng-update maupun meng-upgrade ilmu soal sawit tadi. "Sawit telah menjadi icon negara. Dengan luasan kebun yang telah mencapai 16,38 juta hektar, perkebunan ini telah menjadi pemasok devisa negara terbesar, mencapai lebih dari Rp500 triliun. Sekitar 24 juta keluarga telah menggantungkan perekonomiannya di sektor ini," jelas Aziz yang saat ini menjadi Kepala Biro Gatra Media Group Sumbagteng itu, selesai deklarasi. Lantaran telah menjadi icon negara, sawit ini kata Aziz harus dijaga, khususnya dari sisi pemberitaan. Apalagi, telah menjadi tumpuan, bukan tidak banyak orang yang tidak senang dengan sawit. Baik di dalam negeri, maupun luar negeri. "AWSI bakal menempatkan diri pada porsinya, menjadi jembatan untuk menghadirkan berita-berita yang akurat dan edukatif tentang sawit. Kami selalu berpegang pada prinsip-prinsip jurnalistik yang profesional dan bertanggungjawab," bebernya. Gulat, Setiyono dan Tolen mengaku senang dengan kehadiran AWSI ini. Menurut mereka, AWSI adalah organisasi sepesifik, sawit. "AWSI ini menjadi harapan kami petani sawit untuk menjadi bagian terpenting dari isu yang selalu muncul di media," ujar Gulat. Selama ini, kata Gulat, isu tentang sawit itu lebih sering terdisain negatif. "Saya berharap, bapak-bapak dari perusahaan, BPDPKS khususnya, menjadikan AWSI sebagai mitra strategis. Jangan kita melihat dari sisi yang berbeda, tapi satu titik, yakni menjaga sawit indonesia menjadi lebih baik," tegasnya. Bagi Prof. Sudarsono, kehadiran AWSI ini menjadi sesuatu yang bagus dan penting. Kapasitas wartawan macam-macam. "Dengan hadirnya AWSI, mereka bisa saling bertukar informasi, pikiran hingga kapasitas mereka bisa lebih merata dan meningkat. "Dengan begitu, saat menangkap fenomena sawit, mereka akan bisa mengekspresikannya menjadi lebih baik," sebut Prof. Sudarsono.