Sekolah Rakyat
Sorotan terbaru dari Tag # Sekolah Rakyat
PTPP Tunjukkan Kinerja Unggul Pembangunan SR di Bengkulu
Bengkulu, katakabar.com - PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”) terus perkuat kontribusinya dalam mendukung pembangunan sektor pendidikan melalui Proyek Sekolah Rakyat di Provinsi Bengkulu yang dilaksanakan bersama Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. Proyek ini bagian dari upaya pemerintah Indonesia perluas akses pendidikan yang merata dan berkualitas serta meningkatkan daya saing sumber daya manusia di daerah. Dalam pelaksanaannya, proyek ini memiliki tantangan tersendiri, khususnya terkait target waktu penyelesaian yang ketat serta kondisi lokasi pekerjaan yang tersebar dengan jarak tempuh yang cukup jauh. Tetapi, PTPP mampu menjaga kinerja proyek secara optimal. Hingga 23 April 2026, progres pekerjaan telah mencapai 37,11%, melampaui target dengan deviasi positif sebesar 10,81%. Proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp501,99 miliar ini dijadwalkan berlangsung selama 240 hari kalender, dimulai sejak 10 Desember 2025. Capaian tersebut mencerminkan efektivitas pelaksanaan proyek serta kapabilitas PTPP dalam perencanaan dan penerapan strategi konstruksi yang adaptif terhadap kondisi lapangan. Sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan mutu pekerjaan, PTPP mengimplementasikan berbagai inovasi konstruksi yang tidak hanya meningkatkan efisiensi waktu, tetapi juga memastikan kualitas hasil pekerjaan tetap terjaga. Proyek ini dirancang untuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang representatif, modern, dan berkelanjutan bagi masyarakat di Provinsi Bengkulu. Selain itu, proyek ini juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja serta peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar wilayah pembangunan. Keberhasilan progres yang melampaui target ini mencerminkan kapabilitas PTPP dalam menjaga kinerja proyek secara optimal, terutama dalam pengelolaan waktu dan koordinasi pekerjaan di lokasi yang tersebar, tanpa mengesampingkan aspek kualitas dan keselamatan kerja. Komitmen ini sejalan dengan agenda nasional Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya melalui peningkatan kualitas sektor pendidikansebagai fondasi kemajuan bangsa. Melalui proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu, PTPP optimistis dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan nasional, sekaligus memperkuat posisinya sebagai perusahaan konstruksi terdepan yang menghadirkan solusi inovatif dan berkelanjutan bagi Indonesia. Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyampaikan pencapaian progres proyek yang melampaui target ini merupakan hasil dari perencanaan yang matang serta kolaborasi seluruh pihak yang terlibat, termasuk dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. “PTPP terus mengedepankan excellence dalam setiap pelaksanaan proyek. Kami berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu tepat waktu dengan tetap menjaga kualitas dan keselamatan kerja, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Dukung Peningkatan Kualitas SDM, Kementerian PU Percepat Pembangunan SR di Jatim
Surabaya, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah percepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) di Provinsi Jawa Timur 1. Pembangunan SR merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan serta meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui penyediaan akses pendidikan yang berkualitas dan merata. Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) bagian integral dari strategi pemerintah untuk mencetak generasi penerus yang unggul. Menurutnya, ketersediaan infrastruktur pendidikan yang layak merupakan fondasi utama dalam menciptakan SDM yang berdaya saing. “Kementerian PU memastikan fasilitas pendidikan Sekolah Rakyat dibangun secara cepat, tepat, dan berkualitas agar segera dimanfaatkan masyarakat,” ujar Dody. Pembangunan permanen Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Timur 1 dilaksanakan di lima lokasi, yakni Kabupaten Gresik, Tuban, Sampang, Jombang, serta Kota Surabaya. Proyek ini mengusung konsep kawasan pendidikan terpadu yang tidak hanya fokus pada gedung sekolah, tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung pembelajaran dan hunian. Lingkup pekerjaan fisik mencakup pembangunan gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan asrama siswa putra dan putri, asrama guru, gedung serbaguna, masjid dan gedung ibadah, lapangan olahraga, lapangan upacara, kantin, serta Ruang Terbuka Hijau (RTH). Untuk mendukung sanitasi lingkungan yang sehat, pembangunan ini juga menyertakan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Pekerjaan konstruksi Sekolah Rakyat di Jawa Timur 1 didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025-2026 dengan total nilai kontrak mencapai Rp1,165 triliun (termasuk PPN). Pelaksanaan proyek ini dikerjakan oleh penyedia jasa Waskita–CAG KSO. Kontrak pekerjaan telah diteken secara resmi pada 28 November 2025. Kementerian PU menargetkan seluruh proses konstruksi dapat tuntas pada akhir Juni 2026. Dengan demikian, fasilitas ini diharapkan sudah siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru 2026-2027. Secara nasional, program pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II dilaksanakan secara masif di 104 lokasi yang tersebar di 32 provinsi dan 102 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Program strategis ini ditargetkan mampu menampung sekitar 112.320 siswa dengan total kapasitas 3.744 rombongan belajar (rombel). Jumlah tersebut terdiri dari 1.872 rombel untuk jenjang SD, 936 rombel untuk jenjang SMP, dan 936 rombel untuk jenjang SMA. Melalui percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan ini, Kementerian PU berharap dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mewujudkan pemerataan pendidikan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita dari Presiden RI, H Prabowo Subianto.
Bangun Sekolah Rakyat Tahap II di Aceh, Menteri PU Pastikan Konstruksi Cepat, Tepat dan Berkualitas
Jakarta, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) percepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Provinsi Aceh. Percepatan pembangunan ini bagian dari langkah pemerintah sebagai upaya pemulihan pascabencana banjir bandang sekaligus memutus mata rantai kemiskinan melalui penyediaan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga rentan. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan pembangunan infrastruktur pendidikan ini adalah manifestasi komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). “Kementerian PU memastikan fasilitas pendidikan Sekolah Rakyat dibangun secara cepat, tepat, dan berkualitas agar segera dimanfaatkan masyarakat,” ujar Dody. Penyediaan infrastruktur pendidikan yang layak menjadi fondasi penting untuk mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing. Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Provinsi Aceh, yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025–2026 dengan total nilai kontrak sekitar Rp1,53 triliun ini berada di bawah tanggung jawab Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Aceh, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU. Pekerjaan konstruksi ini dibagi menjadi dua paket strategis berdasarkan wilayah kerja dan kontraktor pelaksana. Paket pertama, yakni Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Aceh 1, mencakup wilayah Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Bireuen, dan Kota Lhokseumawe. Paket ini dikerjakan oleh kontraktor pelaksana KSO PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan nilai kontrak sebesar Rp782,29 miliar. Masa pelaksanaan pekerjaan konstruksi berlangsung selama 240 hari kalender, terhitung sejak 28 November 2025 dengan target penyelesaian pada 25 Juli 2026. Hingga 30 Januari 2026, progres fisik paket ini tercatat mencapai 2,81 persen. Sedang, paket kedua atau Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Aceh 2 meliputi wilayah Kabupaten Nagan Raya, Kota Subulussalam, dan Kabupaten Aceh Singkil. Paket pekerjaan ini dilaksanakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk dengan nilai kontrak Rp757,05 miliar. Dengan masa pelaksanaan yang sama, yakni 240 hari kalender, pekerjaan dimulai pada 18 Desember 2025 dan ditargetkan rampung pada 14 Agustus 2026. Saat ini, progres fisik untuk paket kedua telah mencapai 1,70 persen. Sekolah Rakyat Tahap II dibangun di atas lahan seluas 5 hingga 10 hektare yang disiapkan oleh pemerintah daerah. Bangunan ini didesain secara komprehensif, tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga memperhatikan aspek mitigasi risiko bencana demi menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Setiap lokasi sekolah akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern, mulai dari asrama siswa dan guru, ruang kelas berbasis teknologi, pusat pembelajaran digital, laboratorium keterampilan, hingga perpustakaan. Selain itu, fasilitas penunjang kesehatan dan aktivitas siswa juga disiapkan secara lengkap, meliputi klinik kesehatan, kantin dan dapur sehat, lapangan olahraga, serta area hijau. Pembangunan di Aceh ini merupakan bagian dari program nasional Sekolah Rakyat Tahap II yang dilaksanakan secara serentak di 104 lokasi yang tersebar di 32 provinsi dan 102 kabupaten dan.kota. Secara nasional, program ini menargetkan kapasitas tampung sekitar 112.320 siswa dengan total 3.744 rombongan belajar (rombel), yang terdiri atas 1.872 rombel SD, 936 rombel SMP, dan 936 rombel SMA. Hingga 23 Januari 2026, capaian fisik nasional berada di angka 4,56 persen. Kementerian PU optimistis seluruh infrastruktur Sekolah Rakyat Tahap II dapat diselesaikan pada periode Juni–Agustus 2026, sehingga siap digunakan sepenuhnya pada tahun ajaran 2026/2027. Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita dari Presiden RI, Prabowo Subianto.
Kementerian PU: Sekolah Rakyat Tahap II Segera Dibangun di Jailolo Selatan Halmahera Barat
merupakan kelanjutan dari Tahap I yang telah sukses membangun 165 sekolah di 24 provinsi. Sekolah Rakyat Tahap II ditargetkan sudah dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran 2026/2027, dengan skema pemindahan siswa dari Tahap I ke lokasi permanen atau sekolah Tahap II. Sekolah Rakyat dirancang sebagai boarding school untuk memberikan pendidikan, pembinaan, dan asrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sekaligus menjamin pemerataan akses pendidikan berkualitas di seluruh Indonesia.
Pastikan Lahan Tersedia, Pemkab Bengkalis Bersama Kementerian PU Tinjau Lahan SR
Bupati Bengkalis, Kadmarni melalui Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Johansyah Syafri melalui via zoom meeting bersama Kementerian PU dan Kemensos RI. Saat ini proses tersebut tengah dalam tahap proses verifikasi faktual oleh Tim Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum atau PU sebelum melangkah ke tahap lanjutan yakni proses pembuatan Detail Engineering Design atau DED, atau dokumen teknis yang berisi perencanaan rinci untuk sebuah proyek konstruksi. Kata Johan, kami Pemkab Bengkalis siap menjalani proses program pemerintah pusat ini. Masalah ketersediaan lahan menjadi salah satu syarat utama yang harus diperhatikan. Sebagai laporan tambah mantan Kadis Kominfotik Bengkalis ini, tadi sekitar jam 9.30 WIB hingga 11.30 WIB kami bersama tim sudah melaksanakan peninjauan ke tempat lokasi pembangunan, Alhamdulillah lahan tersebut tersedia dan tidak ada kendala sedikitpun. "Sebelumnya kami sudah menyampaikan proposal ke Tim Kementerian PU seluas 5,83 hektar lengkap dengan bangunan yang ada, namun karena ada masukan dari perwakilan Kementrian PU kami mengukur ulang lahan kosong seluas 6,52 hektar. Hal ini dilakukan untuk menghindari permasalahan hukum", terang Johan. Perlu kami pertegaskan lagi, sambung Johan, tanah yang disediakan lahan kosong milik Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan tidak ada permasalahan sengketa dengan tanah masyarakat atau permukiman lainnya. Perwakilan Dari Kementerian Sosial RI, Nurhidayat menyampaikan, sesuai instruksi Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto untuk program sekolah rakyat ini yang harus diperhatikan meliputi ketersediaan air bersih, listrik, dan saluran drainase serta elevasi lahan atau tingkat ketinggian dan kontur tanah.
Komitmen Wujudkan Pemerataan Pendidikan, Wali Kota Binjai Dukung Program Sekolah Rakyat
Wali Kota Binjai, Amir Hamzah, menghadiri sosialisasi dan Koordinasi Pembentukan Sekolah Rakyat serta Dialog Pilar-Pilar Sosial bersama Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Saifullah Yusuf
Sekdakab Bengkalis Pimpin Rapat Persiapan Pembentukan Sekolah Rakyat
Bengkalis, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Bengkalis gelar rapat persiapan pembentukan Sekolah Rakyat di ruang rapat Sekretaris Daerah, Jumat (11/4) lalu. Sekretaris Daerah Kabupaten atau Sekdakab Bengkalis, Ersan Saputra TH, yang pimpin rapat, yang melibatkan berbagai Perangkat Daerah atau PD di lingkungan Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Bengkalis. Pertemuan ini tindak lanjut atas arahan presiden RI, Inpres Nomoe 8 tahun 2025, serta surat Menteri Sosial Republik Indonesia dengan Nomor: S-33/MS/PR.04.01/3/2025 tertanggal 11 Maret 2025, tentang dukungan partisipasi pemerintah daerah mengenai pembentukan Sekolah Rakyat guna membuka akses yang seluas luasnya untuk anak-anak keluarga miskin agar bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Program Sekolah Rakyat ini kebijakan pemerintah pusat untuk menyediakan layanan pendidikan gratis yang berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Sekolah Rakyat di bawah koordinator Kementerian Sosial Republik Indonesia dengan tujuan utama mencetak agen perubahan di setiap keluarga miskin melalui pendidikan berkualitas guna memutus transmisi kemiskinan, sehingga memberikan manfaat nyata dalam mencetak generasi Emas 2045.