Setuju

Sorotan terbaru dari Tag # Setuju

Banggar DPRD Inhil Setuju Rencana Pinjaman Daerah Rp200 Miliar Tahun 2026 Dibatalkan Politik
Politik
Senin, 08 Desember 2025 | 15:00 WIB

Banggar DPRD Inhil Setuju Rencana Pinjaman Daerah Rp200 Miliar Tahun 2026 Dibatalkan

Indragiri Hilir, katakabar.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), sekaligus Ketua Banggar DPRD Kabupaten Indragiri Hilir, Iwan Taruna, mengatakan rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir untuk mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp200 miliar pada Rancangan KUA dan PPAS tahun 2026 resmi dibatalkan. Pernyataan tersebut disampaikan Iwan setelah finalisasi rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama pemerintah daerah yang digelar Minggu (6/12) malam hingga Senin (7/12). Menurut Iwan, pembatalan rencana pinjaman ini diputuskan setelah Banggar DPRD mendalami dan mengkaji rencana pinjaman yang direncanakan Pemkab Indrahiri Hilir, yang tertuang di KUA dan PPAS, belum memuat studi kelayakan tentang proyek yang akan dibiayai melalui pinjaman, DED, analisis risiko pinjaman, dan proyeksi keuangan daerah (pendapatan, belanja, dan kapasitas fiskal). “Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir sebelumnya menyiapkan rencana pinjaman daerah melalui PT SMI sebesar Rp200 miliar. Namun, untuk tahun 2026 resmi dibatalkan dan sudah kita keluarkan dari penerimaan pembiayaan melalui hutang daerah,” kata Iwan saat dikonfirmasi wartawan, Senin (8/12). Iwan menegaskan kelengkapan dokumen merupakan syarat mutlak dalam pengajuan pinjaman daerah. “Tanpa dokumen-dokumen tersebut, kami di Banggar tidak bisa menilai apakah pinjaman itu layak atau tidak, makanya kami putuskan untuk menunda pinjaman tersebut. Hal ini tentunya membuat proses persetujuan pinjaman oleh DPRD tidak bisa dilanjutkan pada pembahasan RAPBD 2026 nantinya,” jelasnya. DPRD Indragiri Hilir juga menjelaskan akibat pembatalan ini, pada tahun anggaran 2026 tidak akan ada pembiayaan daerah yang bersumber dari pinjaman. Selanjutnya, Banggar merekomendasikan optimalisasi pendapatan, pencermatan, dan perhitungan kembali terhadap belanja yang terukur dan efisien serta disesuaikan dengan RPJMD. Pemerintah daerah diminta menata ulang rencana pembiayaan pembangunan, terutama untuk program-program prioritas yang sebelumnya dirancang menggunakan skema pinjaman. “Dengan tidak adanya pinjaman, pemerintah daerah perlu mengkaji kembali prioritas pembangunan agar program tetap berjalan,” sebutnya.

Pakar dan Praktisi Setuju! Apalagi Gaspol Bentuk Dokter Kesehatan Perkebunan Sawit Rakyat Sawit
Sawit
Senin, 09 Desember 2024 | 12:02 WIB

Pakar dan Praktisi Setuju! Apalagi Gaspol Bentuk Dokter Kesehatan Perkebunan Sawit Rakyat

Jakarta, katakabar.com - Ganoderma terus ancam perkebunan kelapa sawit. Lantaran serangan jamur ini diyakini bisa menimbulkan tekanan di pusaran rantai pasok minyak sawit, baik tingkat nasional, regional, begitu pun global. Prediksi ini mencuat pada diskusi hybrid webinar bertajuk Potensi Pemanfaatan Teknologi Drone dan Robotik Pengendalian Ganoderma ditaja Perkumpulan Roundtable Ganoderma Management atau RGM di Bogor. Gangguan di rantai produksi disebabkan ganoderma itu terlihat saat pasokan minyak sawit dunia cenderung stagnan bahkan menurun dari tahun ke tahun sejak paling tidak lima tahun lalu.

Negara Eropa Tidak Semua Setuju EUDR, KLHK Mesti Gencar Diplomasi Politik
Politik
Minggu, 16 Juni 2024 | 12:38 WIB

Negara Eropa Tidak Semua Setuju EUDR, KLHK Mesti Gencar Diplomasi

Jakarta, katakabar.com - Komisi IV DPR RI meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau KLHK sepenuh hati sikapi pemberlakuan peraturan anti deforestasi Uni Eropa (EUDR). Regulasi tersebut dinilai bakal menimbulkan dampak negatif pada perekonomian, dan kesejahteraan petani Indonesia. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Budhy Setiawan mengimbau Menteri LHK agar betul-betul secara bijak melakukan pemilahan dengan memanfaatkan forum internasional untuk melakukan diplomasi hutan mengkampanyekan produk-produk hasil kehutanan dan pertanian seperti sawit agar tetap bisa masuk ke pasar Uni Eropa. Apalagi nyatanya tidak semua negara Uni Eropa menyetujui EUDR tersebut. “Kebetulan saya dan Pak Budi Djiwandono memimpin kunjungan ke Swedia, dan ternyata kita baru tahu Parlemen Swedia di dalam voting di Parlemen Uni Eropa dia menolak EUDR ini," ulasnya lewat keterangan resmi Setjen DPR RI dilansir pada Ahad (16/6). "Ternyata nilai ekspor kita ke Swedia itu hampir USD 52 juta, 90 persennya kelapa sawit. Jadi, sepanjang Menteri LHK bisa melakukan pemilahan terhadap hal itu, tidak semua negara Uni Eropa anti terhadap sawit. 90 persen perdagangan kita terhadap Swedia itu sawit,” ujarnya. Menurut Budhy, Parlemen Swedia dalam waktu dekat segera melakukan kunjungan balasan ke Indonesia. Terkait hal itu, Politisi Fraksi Partai Golkar tersebut menegaskan kembali agar KLHK bisa memanfaatkan momentum tersebut untuk berdiplomasi sejauh mana praktek pengelolaan sawit yang diterapkan di Indonesia betul-betul mendukung kesejahteraan petani. Anggota Komisi IV DPR RI, Hermanto menimpali, saat ikut berkunjung ke Parlemen Swedia, ia memperoleh informasi yang cukup mengejutkan bahwasanya Swedia memberikan dukungan positif terhadap Indonesia perihal EUDR utamanya terhadap sawit Indonesia. “Saya menduga tidak keseluruhan Uni Eropa itu memberikan penolakan. Sekarang tergantung bagaimana pemerintah dalam hal ini KLHK melakukan diplomasi hutan atau diplomasi lingkungan. Sehingga produk-produk yang berkaitan dengan produk pertanian dan kehutanan kita ini bisa masuk ke sana,” sebut Politisi Fraksi PKS ini.

Peluang Besar Bagi Indonesia Thailand Setujui ETF Bitcoin Spot Pertama Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 07 Juni 2024 | 21:01 WIB

Peluang Besar Bagi Indonesia Thailand Setujui ETF Bitcoin Spot Pertama

Jakarta, katakabar.com - Thailand telah mengambil langkah maju signifikan hal adopsi aset digital dengan menyetujui Exchange Traded Fund (ETF) Bitcoin Spot pertama di negaranya, sekaligus menjadi yang pertama di kawasan Asia Tenggara. Ini menandakan transisi penting dalam regulasi dan penerimaan aset kripto di wilayah tersebut. ETF Bitcoin Spot ini diluncurkan One Asset Management (ONEAM), perusahaan manajemen aset terkemuka di Thailand, dan menawarkan alternatif investasi yang aman dan teregulasi bagi investor yang ingin mendapatkan eksposur ke Bitcoin. CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis, menyambut baik persetujuan ETF Bitcoin Spot di Thailand dan melihatnya sebagai pertanda positif bagi masa depan aset kripto di Indonesia. Menurutnya, ETF ini memberikan harapan untuk menarik minat dari investor institusional dan individu yang mencari cara aman dan teregulasi untuk berinvestasi dalam Bitcoin. "Persetujuan ETF Bitcoin Spot di Thailand ini memberikan harapan yang luas untuk adopsi kripto di Indonesia," kata Yudho. "Ini menunjukkan bahwa regulator di kawasan ini mulai menerima kripto sebagai kelas aset yang sah dan semakin terbuka terhadap potensinya," ujarnya. Perkembangan ini, cerita Yudho, dapat membuka peluang bagi peluncuran produk investasi ETF kripto di Indonesia. Dia menjelaskan perkembangan ini bisa menjadi pendorong utama bagi regulator di Indonesia untuk mempertimbangkan langkah serupa. “Adopsi kripto di Indonesia bisa mendapatkan dorongan signifikan dengan adanya produk ETF Bitcoin Spot. Hal ini dapat memberikan opsi investasi yang lebih aman dan teregulasi bagi masyarakat Indonesia,” beber Yudho. "Dengan melihat perkembangan regulator di negara lain, seperti Thailand, Hong Kong, Australia, dan Amerika Serikat, yang sudah menyetujui ETF kripto, maka kemungkinan besar Indonesia akan mengikuti langkah yang sama," tambahnya. Langkah Penting Persetujuan ETF Bitcoin Spot di Thailand memang menjadi langkah penting dalam evolusi aset kripto di Asia Tenggara. Hal ini menunjukkan bahwa regulasi kripto mulai berkembang dan semakin matang, dan membuka jalan bagi adopsi yang lebih luas di masa depan. Perpindahan pengawasan dan pengaturan kripto dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga dapat membawa dampak positif bagi industri kripto di Indonesia. OJK memiliki pengalaman dan sumber daya yang lebih luas dalam mengawasi pasar keuangan, sehingga diharapkan dapat memberikan regulasi yang lebih komprehensif dan efektif untuk industri kripto. "Saat ini, pengawasan dan pengaturan kripto di Indonesia berada di bawah Bappebti. Tapi, waktu dekat pengawasan ini berpindah ke OJK. Perpindahan ini bisa membuka peluang bagi produk investasi ETF kripto di Indonesia, mengingat regulator negara lain sudah mulai menyetujuinya," ulas Yudho Wakil Ketua Umum Asosiasi Blockchain & Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo-ABI). Sentimen disetujuinya ETF Bitcoin di Thailand juga menjadi salah satu pendorong harga BTC menembus US$71.000 atau sekitar Rp1,15 miliar pada Rabu (5/6) sekitar pukul 09:00 WIB pagi. Hal ini menunjukkan kepercayaan yang semakin besar dari investor terhadap aset digital tersebut, yang dipicu oleh adanya produk investasi yang lebih aman dan teregulasi. Momentum ini tidak hanya memberikan keuntungan bagi pasar kripto Thailand tapi menimbulkan optimisme di pasar global, termasuk Indonesia, yang melihat peluang serupa untuk mendorong adopsi kripto dan menarik lebih banyak investor. Melihat perkembangan di Thailand, ada peluang besar bagi Indonesia untuk mengikuti jejak tersebut. Dengan regulasi yang tepat, ETF Bitcoin Spot dapat menarik lebih banyak investor institusional dan ritel yang selama ini ragu karena masalah keamanan dan regulasi. Selain itu, persetujuan ETF Bitcoin Spot dapat meningkatkan likuiditas pasar kripto di Indonesia dan memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk berinvestasi dalam aset digital. Ini dapat memposisikan Indonesia sebagai pemain utama dalam ekosistem kripto di Asia Tenggara. Kontak: Bianda Ludwianto - Public Relations Tokocrypto +62856-9267-2993 bianda@tokocrypto.com