9 jam yang lalu

Berapa Lama Waktu Dibutuhkan untuk Sapkan Sistem ERP di Cabang Baru

Jakarta, katakabar.com - Waktu yang dibutuhkan untuk menyiapkan sistem ERP di cabang baru bergantung pada kompleksitas sistem, jumlah pengguna, dan kebutuhan integrasi. Dengan perencanaan yang tepat, proses implementasi dapat dilakukan lebih cepat dan minim gangguan terhadap operasional. Lokasi cabang baru sudah disewa dan renovasi berjalan sesuai jadwal. Tanggal pembukaan pun sudah diumumkan kepada pelanggan. Namun, pertanyaan soal kesiapan operasional biasanya muncul paling akhir. Padahal, waktu menyiapkan sistem ERP di cabang baru menentukan kelancaran hari pertama. Dampaknya terasa langsung ketika gerai dibuka. Kasir belum bisa mencetak faktur, sedangkan stok awal belum tercatat. Tim pusat akhirnya menerima laporan penjualan lewat pesan singkat. Rekap manual seperti itu biasanya bertahan berbulan-bulan setelah pembukaan. Pembukaan cabang sebenarnya bisa direncanakan seperti proyek berjadwal. Sebagian besar konfigurasinya cukup disalin dari cabang yang sudah berjalan. Lantaran itu, memilih ERP terbaik saja tidak cukup tanpa cetak biru yang rapi. Cetak biru itulah yang membuat cabang berikutnya jauh lebih cepat disiapkan. Ekspansi Cepat Sering Tertahan di Urusan Operasional Momentum ekspansi ritel sedang terbuka. Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia memperkirakan penjualan eceran naik pada Mei dan Agustus 2026. Banyak pemilik usaha memanfaatkan tren tersebut dengan menambah gerai. Sayangnya, kesiapan sistem sering baru dibahas sebulan sebelum pembukaan. Biaya Tersembunyi dari Persiapan Terburu-buru Keterlambatan sistem menimbulkan biaya yang jarang dihitung: ● Penjualan hari pertama tercatat manual, lalu diinput ulang ke sistem. ● Harga promo pusat tidak berlaku di cabang baru sejak awal. ● Stok pembuka tidak cocok dengan penjualan pada minggu pertama. Tiga hal itu terlihat sepele saat pembukaan. Namun, koreksinya bisa menyita waktu tim keuangan selama satu kuartal. Rentang Waktu Menyiapkan Sistem ERP di Cabang Baru Pertanyaan tentang sistem ERP di cabang baru sulit dijawab dengan satu angka. Jawabannya bergantung pada status implementasi di perusahaan induk. Bila sistem pusat belum berjalan, persiapan umumnya butuh dua sampai empat bulan. Bila sistem pusat sudah stabil, cabang berikutnya sering selesai dalam hitungan minggu. Bagian yang Cukup Disalin dari Cabang Lama Master data produk, harga, dan skema pajak tidak perlu dibuat ulang. Struktur akun serta format penomoran dokumen juga bisa mengikuti pola pusat. Yang benar-benar baru biasanya hanya gudang, mesin kasir, dan hak akses pengguna. Karena itu, replikasi konfigurasi jauh lebih cepat daripada implementasi pertama. Faktor Membuat Jadwal Meleset Keterlambatan jarang disebabkan oleh perangkat lunaknya. Penyebab tersering justru koneksi internet lokasi yang belum terpasang. Predikat ERP terbaik pun tidak menolong bila perekrutan staf ikut terlambat. Waktu pelatihan otomatis terpangkas ketika tim cabang baru direkrut mendadak. Uji Coba Sebelum Pelanggan Datang Simulasi transaksi sebaiknya dilakukan minimal satu minggu sebelum pembukaan. Kasir mencoba penjualan, retur, dan penutupan kas seperti hari biasa. Uji coba pengguna semacam ini memunculkan kesalahan kecil yang mudah diperbaiki. Pendampingan partner Odoo pada tahap tersebut menekan risiko kesalahan hari pertama. Perbedaan Antar Cabang yang Sering Diabaikan Tidak semua cabang bisa memakai pengaturan yang benar-benar identik. Jam operasional mal, harga jual, dan metode pengiriman kerap berbeda tiap kota. Perbedaan itu sebaiknya didata sebelum konfigurasi sistem ERP di cabang baru dikunci. Mendatanya setelah go-live berarti mengubah data transaksi yang sudah berjalan. Sebagian pengaturan cukup dibedakan lewat parameter, bukan lewat basis data terpisah. Cara tersebut menjaga laporan gabungan tetap mudah dibaca kantor pusat. Empat Minggu Menyiapkan Sistem ERP di Cabang Baru Jadwal berikut biasanya realistis bagi perusahaan yang sistem pusatnya sudah berjalan: 1. Minggu pertama, pendaftaran cabang, gudang, dan hak akses pengguna baru. 2. Minggu kedua, penyiapan perangkat kasir serta jaringan internet lokasi. 3. Minggu ketiga, pelatihan staf dan simulasi transaksi harian. 4. Minggu keempat, pemasukan stok awal dan pendampingan saat pembukaan. Urutan ini bisa dipadatkan, tetapi risikonya ikut bertambah. Pelatihan adalah tahap pertama yang biasanya dikorbankan saat waktu menipis. Hal yang Sering Terlewat Menjelang Pembukaan Beberapa detail kecil kerap baru disadari pada hari pertama: ● Penomoran faktur cabang yang belum dibedakan dari pusat. ● Metode pembayaran digital yang belum diaktifkan di mesin kasir. ● Wewenang supervisor untuk membatalkan transaksi belum diberikan. Detail semacam itu memang tidak menghentikan operasional. Namun, perbaikannya di tengah antrean pelanggan selalu terasa merepotkan. Menyiapkan Cabang Tanpa Mengorbankan Hari Pembukaan Intinya, kecepatan bukan soal perangkat lunak, melainkan soal kesiapan cetak biru. Cabang pertama memang menuntut waktu, sedangkan cabang berikutnya tinggal mengikuti pola. Perencanaan sistem ERP di cabang baru sebaiknya berjalan bersamaan dengan renovasi. Dengan begitu, tanggal pembukaan tidak lagi bergantung pada keberuntungan. i2C Studio sebagai partner Odoo resmi mendampingi replikasi sistem ke cabang baru. Pendekatannya menyesuaikan jadwal teknis dengan target pembukaan yang sudah ditetapkan. Diskusi awal membantu menilai apakah cetak biru pusat memang siap disalin. Pertanyaan yang Sering Diajukan Pelaku Usaha 1. Berapa lama cabang baru siap bila sistem pusat sudah berjalan? Umumnya sekitar empat minggu, selama perangkat dan koneksi lokasi tersedia tepat waktu. 2. Apakah jumlah lisensi mengikuti jumlah cabang? Umumnya mengikuti jumlah pengguna aktif, bukan banyaknya lokasi yang dibuka. 3. Bisakah stok awal cabang dipindahkan dari gudang pusat? Bisa, melalui transfer internal agar nilai persediaan tetap tercatat dengan rapi.

Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:03 WIB

Cara Memilih Sistem POS untuk Bisnis

Jakarta, katakabar.com - Seiring digitalisasi bisnis, sistem POS menjadi fondasi operasional yang menghubungkan transaksi, inventaris, dan laporan bisnis dalam satu platform untuk mendukung pertumbuhan lebih berkelanjutan. Transformasi digital mendorong pelaku usaha untuk mengelola operasional secara lebih efisien. Di berbagai sektor, mulai dari retail hingga F&B, sistem POS (Point of Sale) kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat kasir, tetapi menjadi pusat pengelolaan transaksi, inventaris, pembayaran digital, dan laporan bisnis dalam satu platform. Perubahan ini didorong oleh kebutuhan bisnis untuk mengakses data secara real-time, mengelola banyak outlet, serta menghadirkan pengalaman transaksi yang lebih cepat bagi pelanggan. Karena itu, penggunaan POS berbasis cloud semakin banyak dipilih dibandingkan sistem kasir konvensional. Sistem POS Dukung Operasional Lebih Efisien Dengan sistem yang terintegrasi, setiap transaksi dapat langsung memperbarui data stok, mencatat penjualan, dan menghasilkan laporan bisnis secara otomatis. Integrasi dengan metode pembayaran digital seperti QRIS juga membantu bisnis melayani berbagai pilihan pembayaran tanpa proses manual. Bagi bisnis yang memiliki lebih dari satu outlet atau menjual melalui berbagai kanal, sistem POS memudahkan pemantauan operasional melalui satu dashboard sehingga keputusan dapat diambil lebih cepat berdasarkan data yang akurat. Data Jadi Fondasi Pengambilan Keputusan Selain mendukung operasional harian, sistem POS menghasilkan data yang membantu pelaku usaha memahami tren penjualan, produk terlaris, performa outlet, hingga efektivitas promosi. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan stok, meningkatkan efisiensi operasional, dan merencanakan ekspansi bisnis. Seiring berkembangnya kebutuhan bisnis, kemampuan sistem untuk terhubung dengan marketplace, software akuntansi, maupun platform pembayaran juga menjadi nilai tambah yang semakin penting. Solusi POS untuk Bisnis Terus Bertumbuh Penggunaan sistem POS yang tepat dapat membantu bisnis menyederhanakan operasional sekaligus meningkatkan produktivitas. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu memilih solusi yang mudah digunakan, mampu mendukung pertumbuhan bisnis, dan dapat diakses dari berbagai lokasi. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, POST menghadirkan solusi POS berbasis cloud yang dirancang untuk bisnis retail dan F&B. Melalui satu dashboard, pengguna dapat mengelola transaksi, stok, pembayaran QRIS, laporan penjualan, hingga operasional multi-outlet secara real-time. Dengan sistem yang terintegrasi, POST membantu pelaku usaha menghemat waktu operasional dan lebih fokus mengembangkan bisnis.

Industri Konstruksi Terus Tumbuh, Efisiensi Sistem Bangunan Kian Jadi Prioritas Serba Serbi
Serba Serbi
Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:05 WIB

Industri Konstruksi Terus Tumbuh, Efisiensi Sistem Bangunan Kian Jadi Prioritas

Jakarta, katakabar.com - Efisiensi ruang dan efektivitas operasional kini mulai menjadi perhatian baru dalam industri konstruksi modern di Indonesia. Pengembang dan kontraktor tidak lagi hanya mempertimbangkan material bangunan, tetapi juga bagaimana setiap sistem di dalam bangunan dapat mendukung aktivitas secara lebih optimal dalam jangka panjang. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor konstruksi menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap perekonomian nasional dengan kontribusi sebesar 9,83 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sepanjang 2025. Seiring pertumbuhan tersebut, kebutuhan terhadap bangunan yang lebih fleksibel, adaptif, dan mampu menunjang aktivitas operasional secara optimal juga terus meningkat. Di tengah meningkatnya biaya konstruksi dan kebutuhan bangunan multifungsi, berbagai komponen bangunan kini dituntut tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga mampu mendukung optimalisasi ruang, fleksibilitas penggunaan, serta kelancaran workflow operasional. Perubahan tersebut mulai terlihat pada berbagai proyek modern seperti warehouse, fasilitas komersial, kawasan industri, hingga hunian urban yang memiliki keterbatasan ruang namun membutuhkan mobilitas tinggi dan penggunaan ruang yang lebih efektif. Menurut Bernardus Rizky, COO PT Roda Bangun Mandiri (RBM), pendekatan pembangunan saat ini mulai bergeser dari sekadar menyusun komponen bangunan menjadi merancang sistem yang mampu meningkatkan performa bangunan secara keseluruhan. Pada konteks tersebut, sistem pintu mulai memiliki peran yang lebih strategis dibanding sebelumnya. Door system kini tidak hanya dipandang sebagai elemen akses, tetapi juga memengaruhi alur pergerakan, optimasi ruang, keamanan, hingga kenyamanan penggunaan bangunan sehari-hari. Penggunaan sliding system dan folding door misalnya, mulai semakin banyak diterapkan karena dinilai mampu membantu optimalisasi ruang pada bangunan dengan kebutuhan mobilitas tinggi. Sementara smart locking technology mulai menjadi bagian dari kebutuhan keamanan dan pengelolaan akses pada bangunan modern. Sebagai perusahaan yang telah bergerak lebih dari tiga dekade di bidang modern door system dan architectural hardware, Roda Bangun Mandiri (RBM) melihat perubahan ini sebagai bagian dari evolusi kebutuhan industri konstruksi dan properti di Indonesia. Menurut Bernardus, pengembang kini semakin mempertimbangkan bagaimana setiap sistem bangunan dapat memberikan dampak langsung terhadap produktivitas operasional dan pengalaman penggunaan bangunan. “Bangunan modern sekarang tidak hanya dituntut berdiri dengan baik, tetapi juga bekerja dengan efisien. Karena itu, setiap sistem di dalam bangunan mulai memiliki pengaruh langsung terhadap produktivitas, mobilitas, dan pengalaman penggunaan ruang,” ujarnya. RBM menilai tren tersebut akan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan terhadap bangunan yang lebih fleksibel, efisien, dan adaptif terhadap perubahan kebutuhan operasional di masa depan. Ke depan, pendekatan berbasis sistem diperkirakan akan semakin menjadi standar baru dalam pembangunan modern, terutama pada proyek yang menuntut fleksibilitas ruang, kecepatan operasional, dan efisiensi jangka panjang.

Sistem Umrah End-to-End, ElysianGo Integrasikan Persiapan hingga Layanan di Arab Saudi Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:00 WIB

Sistem Umrah End-to-End, ElysianGo Integrasikan Persiapan hingga Layanan di Arab Saudi

Jakarta, katakabar.com - ElysianGo menghadirkan sistem layanan Umrah end-to-end yang menghubungkan seluruh tahapan perjalanan jamaah, mulai dari persiapan di Indonesia hingga layanan di Arab Saudi. Pendekatan ini didukung operasional terkoordinasi, jaringan lintas negara, serta AI Mutawwif multilingual untuk membantu jamaah menjalani ibadah dengan lebih siap dan nyaman. Jumlah jamaah Umrah dari Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Di sisi lain, banyak tahapan perjalanan mulai dari persiapan hingga layanan di Arab Saudi masih berjalan secara terpisah, yang dalam praktiknya kerap menimbulkan kendala di lapangan. Melihat kondisi tersebut, ElysianGo, platform yang dikembangkan PT Elysian Global Success, menghadirkan sistem layanan Umrah berbasis end-to-end yang menghubungkan seluruh tahapan perjalanan dalam satu alur yang lebih terkoordinasi. Pendekatan Menyeluruh Sejak Sebelum Keberangkatan Untuk jamaah Indonesia, layanan ElysianGo dimulai sejak tahap awal sebelum keberangkatan. Proses ini mencakup koordinasi dengan travel dan maskapai, validasi data perjalanan seperti seat dan room list, serta manasik yang dapat diikuti secara offline maupun digital. Kesiapan dokumen dan kondisi jamaah juga menjadi bagian penting dalam tahap ini. ElysianGo juga menghadirkan sistem perlengkapan Umrah yang dirancang untuk membantu jamaah mempersiapkan kebutuhan perjalanan secara lebih praktis dan terorganisir, mulai dari perlengkapan dasar hingga paket lengkap yang disesuaikan dengan kebutuhan ibadah. Selain itu, ElysianGo juga memperhatikan aspek yang sering kali luput dari perhatian, namun memiliki dampak nyata terhadap kenyamanan perjalanan jamaah, yakni pengelolaan oleh-oleh. Dalam praktiknya, oleh-oleh kerap menjadi hal yang baru dipikirkan saat jamaah berada di Tanah Suci. Kondisi ini tidak jarang menimbulkan kendala seperti kelebihan bagasi, biaya tambahan, hingga beban fisik saat perjalanan pulang. Melalui pendekatan yang lebih terencana, kebutuhan oleh-oleh telah dipertimbangkan sejak tahap persiapan, sehingga jamaah dapat menjalani perjalanan dengan lebih nyaman tanpa terbebani di akhir perjalanan. Dukungan di Bandara hingga Perjalanan Layanan ElysianGo berlanjut di titik keberangkatan melalui dukungan di bandara, termasuk bantuan check-in, pendampingan proses imigrasi, hingga penanganan bagasi dan distribusi air Zamzam. Pendampingan dilakukan hingga proses boarding untuk memastikan perjalanan berjalan lebih tertib. Layanan di Arab Saudi Setibanya di Arab Saudi, layanan mencakup pengurusan visa, akomodasi hotel, transportasi, serta pendampingan ibadah melalui mutawwif dan tour leader. Jamaah juga mendapatkan layanan tambahan seperti ziarah, pengaturan akses ke Raudhah, serta dukungan operasional di bandara Jeddah dan Madinah. Setelah rangkaian ibadah selesai, proses kepulangan tetap dikelola untuk memastikan perjalanan kembali berjalan dengan baik, termasuk pengelolaan bagasi dan koordinasi perjalanan ke tanah air. Layanan Lintas Negara dan Dukungan Multibahasa Untuk jamaah dari luar Indonesia, ElysianGo memfokuskan layanan pada operasional di Arab Saudi, mencakup kebutuhan ground handling dan layanan ibadah secara menyeluruh. Seiring meningkatnya mobilitas jamaah lintas negara, ElysianGo mengembangkan pendekatan layanan yang lebih terkoordinasi. Layanan ini telah menjangkau jamaah dan mitra di sejumlah wilayah seperti Indonesia, Sri Lanka, Pakistan, India, dan Nigeria, serta terus berkembang ke berbagai kawasan lainnya. Untuk mendukung kebutuhan komunikasi, ElysianGo dilengkapi dengan AI Mutawwif multilingual yang dapat diakses dalam lebih dari 41 bahasa, terdiri dari 30 bahasa internasional dan 11 bahasa Nusantara. Fitur ini membantu jamaah memahami proses persiapan hingga pelaksanaan ibadah dengan lebih mudah sesuai bahasa masing-masing. Dukungan Pelaku Usaha Travel Selain melayani jamaah, ElysianGo juga menghadirkan platform bagi pelaku usaha travel yang ingin mengembangkan bisnisnya melalui sistem yang lebih terintegrasi. Melalui platform ini, mitra dapat mengakses produk Umrah, sistem booking, serta pengelolaan operasional dalam satu ekosistem yang terhubung, sehingga membuka peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas. “Selama ini banyak proses dalam perjalanan Umrah berjalan sendiri-sendiri. Kami mencoba menghadirkan sistem yang menghubungkan seluruh tahapan tersebut,” ujar perwakilan ElysianGo. Ia menambahkan, ElysianGo tidak hanya berfokus pada keberangkatan jamaah, tetapi juga memastikan kesiapan sejak sebelum perjalanan dimulai. “Seiring berkembangnya layanan lintas negara, kami melihat kebutuhan akan sistem yang dapat digunakan oleh jamaah dari berbagai latar belakang dan wilayah. Karena itu, pendekatan yang kami bangun tidak hanya untuk satu pasar, tetapi untuk ekosistem yang lebih luas," tandasnya.

Siapkan Penerapan Sistem Pungutan Ekspor Digital Lewt Bimtek ALEXIA BPDP Sawit
Sawit
Minggu, 22 Maret 2026 | 09:46 WIB

Siapkan Penerapan Sistem Pungutan Ekspor Digital Lewt Bimtek ALEXIA BPDP

Tangerang Selatan, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) taja Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Levy Ekspor Terintegrasi AI (ALEXIA) pada pekan Kedua Maret 2026, di PKN STAN Bintaro, Tangerang Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan implementasi sistem informasi pungutan ekspor yang dikembangkan untuk mendukung proses penghimpunan dana perkebunan secara lebih efektif, efisien, dan transparan. ALEXIA dikembangkan sebagai sistem informasi yang memungkinkan eksportir memantau pembayaran Pungutan Ekspor, mengajukan permohonan keberatan atas kekurangan pembayaran maupun pengembalian kelebihan pembayaran, serta melakukan konfirmasi pelunasan kekurangan pembayaran Pungutan Ekspor secara real time. Pengembangan sistem ini salah satu langkah BPDP dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh pemangku kepentingan, khususnya eksportir yang melakukan pembayaran Pungutan Ekspor komoditas perkebunan. Lewat kegiatan Bimtek ini, BPDP memberikan pemahaman teknis kepada para pengguna sistem sebagai bagian dari rangkaian persiapan implementasi ALEXIA yang direncanakan mulai digunakan secara resmi pada awal Kuartal II tahun 2026. Ke depan, BPDP akan melaksanakan Bimtek ALEXIA secara bertahap bagi seluruh eksportir komoditas perkebunan guna memastikan implementasi sistem dapat berjalan optimal dan memberikan kemudahan dalam proses administrasi pungutan ekspor.

Bagaimana HSB Investasi Lindungi Dana Nasabah? Begini Sistem Keamanannya Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 14 Februari 2026 | 08:00 WIB

Bagaimana HSB Investasi Lindungi Dana Nasabah? Begini Sistem Keamanannya

Jakarta, katakabar.com - Keamanan dana kini jadi isu penting di industri trading. Kenali sistem keamanan di HSB Investasi, seperti rekening terpisah, pengawasan BAPPEBTI, dan mekanisme perlindungan. Maraknya kasus gagal tarik dana dan platform tanpa izin membuat isu perlindungan dana semakin menjadi perhatian publik. Di tengah berkembangnya industri trading digital, masyarakat kini semakin selektif dalam memilih perusahaan tempat mereka bertransaksi. Bagi HSB Investasi, perlindungan dana bukan sekadar fitur tambahan, melainkan fondasi utama. Sistem keamanan broker forex terbaik di Indonesia ini dijalankan melalui mekanisme berlapis, mulai dari segregated account, pengawasan regulator, hingga pencatatan transaksi melalui lembaga kliring independen. 1. Segregated Account, Dana Nasabah 100% Dipisah HSB Investasi menerapkan sistem segregated account atau rekening terpisah. Artinya, dana nasabah tidak dicampur dengan dana operasional perusahaan. Dana yang disetorkan hanya digunakan untuk kepentingan transaksi masing-masing nasabah. Perusahaan tidak dapat memanfaatkan dana tersebut untuk kebutuhan internal. Struktur ini menjadi bagian dari komitmen HSB Investasi yang mengutamakan pemisahan dana dan transparansi operasional. 2. Disimpan di Bank Kustodian Resmi Dana nasabah tidak disimpan sembarangan. Uang ditempatkan di bank kustodian resmi yang ditunjuk sesuai ketentuan regulator dan berada dalam pengawasan pemerintah. Keberadaan bank kustodian berfungsi sebagai lapisan pengamanan tambahan. Artinya, dana secara fisik tersimpan di institusi perbankan, bukan di rekening internal perusahaan. Struktur ini membantu memastikan ketersediaan dana tetap terjaga dan meminimalkan risiko penyalahgunaan. 3. Diawasi BAPPEBTI Otoritas Negara Seluruh aktivitas operasional HSB Investasi berada di bawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Sebagai regulator resmi perdagangan berjangka di Indonesia, BAPPEBTI mengawasi tata kelola dana nasabah, prosedur transaksi, dan kepatuhan operasional perusahaan Setiap perpindahan dana dan aktivitas transaksi harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Pengawasan ini menjadi kontrol eksternal untuk menjaga integritas sistem. 4. Lembaga Kliring (ICH), Pihak Ketiga Independen Selain regulator, terdapat peran lembaga kliring sebagai pihak ketiga independen. Di Indonesia, transaksi dicatat melalui Indonesia Clearing House (ICH). Lembaga kliring berfungsi untuk mencatat dan memverifikasi transaksi, menjamin proses penyelesaian (settlement), dan menjadi perantara yang memastikan transaksi tercatat secara resmi. Keberadaan ICH menambah lapisan transparansi karena transaksi tidak hanya tercatat di sistem perusahaan, tetapi juga di lembaga independen. Dengan sistem segregated account, penyimpanan di bank kustodian resmi, pengawasan BAPPEBTI, serta pencatatan oleh ICH, HSB Investasi membangun struktur perlindungan dana yang terintegrasi. Pendekatan ini menjadi bagian dari komitmen sebagai aplikasi trading all-in-one pertama yang dirancang dengan standar keamanan berlapis dan dipercaya oleh 17++ juta trader Indonesia.

HSB Investasi Perkuat Sistem Trading Aman Sertifikasi ISO 27001 Tekno
Tekno
Rabu, 11 Februari 2026 | 09:07 WIB

HSB Investasi Perkuat Sistem Trading Aman Sertifikasi ISO 27001

Jakarta, katakabar.com - Sertifikasi ISO 27001 perkuat sistem manajemen keamanan informasi HSB Investasi guna melindungi data dan transaksi nasabah demi mendukung trading aman. HSB Investasi menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan data dan transaksi nasabah, serta mendukung ekosistem trading aman melalui penerapan sertifikasi standar internasional ISO/IEC 27001:2022. Sertifikasi ini diterbitkan oleh CBQA Global setelah melalui proses audit menyeluruh untuk memastikan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (ISMS) PT Handal Semesta Berjangka mengikuti standar internasional. ISO/IEC 27001:2022 merupakan standar internasional pengelolaan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (Information Security Management System/ISMS). Standar ini menjadi acuan berbagai institusi keuangan dan perusahaan berbasis teknologi dalam membangun sistem perlindungan informasi yang terstruktur dan terukur. Melalui ISO 27001, HSB memastikan pengelolaan data pribadi, informasi transaksi, serta sistem digital perusahaan dilakukan berdasarkan prinsip kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan guna menjaga data aman dan operasional yang terlindungi. Direktur Kepatuhan HSB Investasi, Wulan Pondaag, menyampaikan pencapaian ini bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam membangun tata kelola yang kuat dan berkelanjutan. “Kami memahami keamanan data berkaitan langsung dengan rasa aman nasabah dalam bertransaksi. Penerapan ISO 27001 menjadi langkah konkret kami memperkuat sistem pengamanan informasi. Standar ini memastikan setiap potensi risiko diidentifikasi dan dikelola secara sistematis, sehingga perlindungan data nasabah tetap menjadi prioritas utama,” ujar Wulan. Di tengah meningkatnya ancaman siber, penerapan ISO 27001 di HSB mencakup penguatan Sistem Manajemen Keamanan Informasi pada proses transaksi dan customer onboarding. Standar ini memastikan setiap pembukaan akun serta aktivitas trading berjalan dengan pengendalian keamanan yang terstruktur dan terukur. HSB Investasi juga mengintegrasikan sistem transaksi yang transparan melalui ekosistem bursa berjangka guna memastikan setiap aktivitas trading berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Sebagai perusahaan yang juga diawasi OJK dan Bank Indonesia, HSB Investasi juga terus mengembangkan inovasi berbasis teknologi untuk meningkatkan kenyamanan dan transparansi layanan. Melalui aplikasi trading all-in-one pertama di Indonesia, nasabah dapat mengakses fitur AI interaktif, sinyal trading, pendampingan mentor, serta layanan customer service 24/5 dalam satu platform. Dengan penerapan ISO/IEC 27001:2022, HSB Investasi terus berkomitmen memperkuat fondasi keamanan informasi untuk menjaga kepercayaan nasabah dan mendukung terciptanya ekosistem trading aman dan transparan.

Wujudkan Industri Hijau, KS Group Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Nusantara
Nusantara
Jumat, 30 Januari 2026 | 14:00 WIB

Wujudkan Industri Hijau, KS Group Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Cilegon, katakabar.com – Krakatau Steel Group tegaskan komitmen percepat transisi menuju industri hijau melalui penguatan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan. Salah satu implementasi nyata dari komitmen tersebut, PT Krakatau Jasa Industri (PT KJI) menggandeng Environment Social Network Foundation (ESWKA) untuk mengelola limbah secara terukur pada perhelatan Steel Run 2025 dan puncak perayaan HUT Krakatau Steel Group ke 55 yang lalu. Dan direncanakan program aktifasi korporasi selanjutnya dapat melakukan hal yang sama dalam pengelolaan sampah. Langkah ini bagian dari strategi besar korporasi dalam mendukung target net zero emission dan edukasi lingkungan bagi masyarakat industri di Cilegon. Pengelolaan sampah pada acara besar tersebut bukan sekadar pembersihan area, melainkan upaya pendataan dan pemilahan dari hulu untuk memastikan sirkulasi ekonomi berjalan dengan baik. Data dan Hasil Pengelolaan Sampah Selama penyelenggaraan acara, tim kolaborasi berhasil mengumpulkan dan memilah total 441,8 kilogram sampah dari dua titik utama: garis finish Steel Run dan lokasi utama HUT Krakatau Steel. Sebanyak 15 personel kebersihan dari PT KJI diterjunkan secara khusus untuk memastikan setiap sampah yang dihasilkan pengunjung segera dipilah di waste station yang telah disediakan. Komitmen Manajemen dan Dampak Sosial Ario Maryanto, Plt. Direktur Utama PT Krakatau Jasa Industri, menyatakan pendataan ini penting agar dampak terhadap lingkungan dapat diukur secara akurat. "Upaya pendataan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung pengelolaan sampah secara lebih terukur, sehingga dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi masyarakat sekitar," ujar Ario. Hilirisasi sampah tersebut dialokasikan ke dua jalur utama: 1. 40 persen Sampah Terkelola: Didonasikan ke Bank Sampah Kecamatan Ciwandan untuk diproses kembali secara ekonomi. 2. 60 persen Residu: Dikirim ke TPA Bagendung untuk dikelola lebih lanjut, di mana sebagian besar masih dapat dimanfaatkan oleh para pemulung setempat sebagai sumber mata pencaharian. Krakatau Jasa Industri yang merupakan bagian dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang dipimpin oleh Dr. Akbar Djohan selaku Direktur Utamanya terus berupaya menjadi penyedia jasa Industri kebanggaan masyarakat Cilegon. Berbagai langkah strategis dalam committed to transform dilakukan Perseroan, untuk menghadirkan layanan jasa dan barang yang sesuai dengan kebutuhan seluruh klien dan mitra kerja. Harapannya PT KJI bisa meraih cita-cita untuk kian memberdayakan masyarakat lokal dan menjadi bagian dari lokomotif kebangkitan ekonomi di Kota Cilegon. Saat ini Dr. Akbar Djohan juga menjabat sebagai Chairman ALFI/ILFA (Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia) serta Chairman IISIA (Indonesia Iron & Steel Industry Association). Program ini diharapkan menjadi salah satu bagian bagi kemajuan/kesejahteraan masyarakat Indonesia. Di mana hal ini bagian dari Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto.

Toga dan PK Serukan Transformasi Sistem Pangan Berbasis Spritualisme dan Keberlanjutan Nusantara
Nusantara
Jumat, 12 Desember 2025 | 19:00 WIB

Toga dan PK Serukan Transformasi Sistem Pangan Berbasis Spritualisme dan Keberlanjutan

Depok, katakabar.com - Lebih dari 20 tokoh agama, penghayat kepercayaan, serta perwakilan organisasi keagamaan berkumpul dalam Lokakarya Sistem Pangan untuk Tokoh Agama dan Kepercayaan yang digelar Yayasan KEHATI bekerja sama dengan Koalisi Sistem Pangan Lestari (KSPL) pada 7 hingga 10 Desember 2025 di Wisma Hijau, Depok. Kegiatan ini menghasilkan Deklarasi Bersama Tokoh Agama dan Kepercayaan yang menegaskan komitmen lintas iman dalam mendorong transformasi sistem pangan nasional yang adil, berkelanjutan, serta berakar pada nilai-nilai spiritualitas nusantara. Di lokakarya tersebut, para peserta menyoroti krisis sistem pangan yang ditandai oleh hilangnya keanekaragaman hayati, perubahan fungsi lahan, ketimpangan akses pangan bagi kelompok rentan, hingga pola konsumsi yang semakin menjauh dari kearifan lokal. Manajer Program Ekosistem Pertanian Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI), Puji Sumedi, menekankan pangan harus dipandang secara holistik. "Pangan adalah ruang spiritual, ekologis, dan sosial. Ia bukan sekadar komoditas. Transformasi sistem pangan tidak akan terjadi tanpa memulihkan relasi manusia dengan alam sebagai anugerah Tuhan,” ujarnya. Kepala Sekretariat KSPL, Gina Karina, menambahkan pendekatan teknokratik tidak cukup dalam menjawab krisis pangan. “Nilai agama dan kearifan lokal memberikan landasan moral yang kuat untuk menggerakkan perubahan. Tokoh agama memiliki pengaruh besar dalam membentuk perilaku dan pilihan konsumsi masyarakat,” jelasnya. Peran Strategis Komunitas Agama dan Kepercayaan Di acara yang sama, Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas Jarot Indarto menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan komunitas iman. “Transformasi sistem pangan merupakan agenda besar dalam RPJMN, dan partisipasi tokoh agama sangat diperlukan agar kebijakan diversifikasi pangan serta perlindungan sumber daya lokal dapat berkembang menjadi gerakan luas di masyarakat,” ucapnya. Beberapa perwakilan tokoh agama dan kepercayaan turut menyuarakan beberapa poin penting peran strategis agama dalam program pangan lokal berkelanjutan. Perwakilan tokoh Katolik dari JPIC, Sr. Maria Monika, menyatakan dimensi spiritual harus tercermin dalam perilaku konsumsi umat, dan menurutnya bumi adalah rumah bersama sehingga memilih pangan lokal, mengurangi sampah, dan menjaga tanah merupakan bagian dari praktik iman sehari-hari. Dari kalangan penghayat kepercayaan, Kento Subarman, menekankan bahwa pangan memiliki keterhubungan erat dengan adat dan kosmos. Ia menyatakan merusak tanah sama artinya dengan merusak diri sendiri, sehingga regenerasi petani dan perlindungan lahan harus dipahami sebagai laku spiritual, bukan sekadar upaya teknis. Deklarasi Bersama Deklarasi yang disepakati para tokoh agama dan penghayat kepercayaan menegaskan komitmen untuk memperkuat pangan lokal dan kedaulatan benih dengan melindungi benih-benih lokal, mendorong diversifikasi pangan, dan mengembangkan inovasi olahan pangan yang dapat menarik minat generasi muda. Deklarasi tersebut juga menekankan pentingnya integrasi spiritualitas ekologis dalam pendidikan dan kebijakan dengan mengarusutamakan ajaran agama dan kearifan lokal tentang rasa syukur, kesederhanaan, dan harmoni dengan alam dalam pendidikan formal, khutbah, ritual, serta perayaan keagamaan. Selain itu, para tokoh menyatakan perlunya perlindungan lahan dan ekosistem melalui penolakan terhadap alih fungsi lahan subur, penguatan upaya restorasi lingkungan, dan penegakan hukum terhadap tindakan yang merusak alam. Mereka juga mendorong regenerasi petani dengan membuka akses lahan, menyediakan pendidikan pertanian ekologis, dan membangun kemitraan yang dapat menarik anak muda untuk kembali bergerak di sektor pertanian. Deklarasi tersebut turut menegaskan tata kelola sistem pangan harus dilakukan secara lintas sektor dan melibatkan kementerian terkait, lembaga agama, komunitas adat, serta organisasi masyarakat sipil secara setara dan kolaboratif. Pembentukan Forum Lintas Iman dan Komitmen Bersama Sistem Pangan Lestari Dengan menggunakan pendekatan System Thinking, para peserta lokakarya merumuskan Teori Perubahan Sistem Pangan Berkelanjutan, menyusun rencana aksi yang berlandaskan nilai-nilai spiritualitas, dan menyepakati pembentukan Forum Lintas Agama dan Kepercayaan untuk Sistem Pangan Lestari. Wakil Kementerian Agama, Deva Sebayang, memberikan apresiasi terhadap inisiatif ini dan menegaskan bahwa agama memiliki kekuatan moral yang besar, serta bahwa gerakan lintas iman untuk pangan berkelanjutan merupakan bukti bahwa spiritualitas dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian persoalan nasional. Deklarasi penutup menegaskan bahwa pangan merupakan hak dasar sekaligus titipan Tuhan yang harus dijaga, konsumsi pangan harus dilakukan secara beragam, bergizi, seimbang, dan tidak berlebihan, serta komunitas agama, penghayat kepercayaan, dan masyarakat adat memiliki peran penting dalam mendorong perubahan perilaku konsumsi masyarakat.

'Sia-sia' Petani Sawit Miliki RSPO Susah Jual Kredit, SPKS: Harus Dilakukan Perubahan Sistem Pasar Sawit
Sawit
Sabtu, 01 November 2025 | 14:33 WIB

'Sia-sia' Petani Sawit Miliki RSPO Susah Jual Kredit, SPKS: Harus Dilakukan Perubahan Sistem Pasar

Jakarta, katakabar.com - Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) prihatin atas kendala yang dialami petani mengakses manfaat ekonomi dari sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Meski petani kelapa sawit mandiri telah berhasil memperoleh sertifikat tersebut, tetapi kesusahan menjual kredit keberlanjutan, percuma! Ketua Umum SPKS, Sabarudin, mengatakan sulitnya penjualan kredit itu dinilai jadi penghambat realisasi insentif bagi petani itu sendiri. Masalah ini isu mendesak perlu perhatian serius dari para pemangku kepentingan RSPO. Contohnya, kata Sabarudin, Koperasi Produsen Perkebunan Persada Engkersik Lestari di Kalimantan Barat anggota SPKS telah bersertifikasi RSPO sejak 2024 lalu, tidak dapat pembeli kredit RSPO. Miris, ini terjadi hingga berakhir masa sertifikatnya. "Petani telah berinvestasi sumber daya dan biaya yang cukup besar untuk mencapai standar keberlanjutan RSPO. Kami merasa kecewa ketika upaya tersebut tidak dapat ditindaklanjuti dengan manfaat ekonomi yang dijanjikan melalui penjualan kredit," tegas Sabarudin, dilansir dari laman elaeis.co, Sabtu (1/11). Kontras ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas sistem kredit. Apalagi selama ini RSPO selalu menekankan bahwa skema kredit ini tidak bermasalah bagi petani. Kami melihat secretariat RSPO sangat lamban dalam menfasilitasi koperasi yang tersertifikasi pembeli-pembeli kredit petani. Dan terkesan hanya memprioritaskan kelompok - kelompok tertentu," jelasnya. Ia menekankan jika situasi ini berlanjut, petani sawit kecil berpotensi kehilangan dorongan untuk berkomitmen pada produksi Minyak Sawit Berkelanjutan melalui Bersertifikat RSPO. Bahkan Ia menilai kondisi saat ini berisiko membuat sistem sertifikasi RSPO terkesan lebih menguntungkan perusahaan besar yang memiliki jalur rantai pasok langsung. "Kendala ini dapat mengurangi manfaat ekonomi yang seharusnya diterima petani kecil atas komitmen mereka terhadap keberlanjutan. Dalam jangka panjang, ini dapat menghambat upaya kita bersama untuk menciptakan inklusivitas dalam sektor sawit berkelanjutan di Indonesia," ucapnya. Untuk itu, terang Sabarudin, SPKS minta agar Forum RSPO di Kuala Lumpur pada 3 hingga 5 November 2025 nanti dapat memberikan ruang khusus untuk membahas, dan meninjau ulang mekanisme penjualan kredit RSPO bagi petani sawit mandiri. "Kami mengimbau forum RSPO untuk segera meninjau kendala yang dialami petani sawit di lapangan. Kami berharap ada dialog konstruktif dan solusi yang dapat menjamin kredit petani sawit yang telah bersertifikasi dapat terserap secara efektif dan adil oleh pasar global," sebutnya Sabarudin, seraya menyerukan perubahan sistem demi dukungan yang lebih baik bagi petani kecil. RSPO adalah sistem sertifikasi global yang bertujuan menjamin produksi dan pasokan minyak sawit yang berkelanjutan. Sertifikasi ini memastikan praktik perkebunan yang bertanggung jawab, termasuk menghindari deforestasi dan melindungi hak-hak pekerja. Organisasi ini melibatkan produsen, pengolah, pedagang, hingga pengguna akhir minyak sawit.