Stablecoin

Sorotan terbaru dari Tag # Stablecoin

Tokocrypto dan Circle Jajaki Kolaborasi, Perkuat Ekosistem Stablecoin di Indonesia Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 22 April 2026 | 09:10 WIB

Tokocrypto dan Circle Jajaki Kolaborasi, Perkuat Ekosistem Stablecoin di Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Platform perdagangan aset kripto, Tokocrypto terus perkuat posisinya bidang pengembangan ekosistem aset digital di Indonesia melalui langkah strategis dengan menjajaki kolaborasi bersama Circle, perusahaan global di balik stablecoin USDC. Pertemuan antara CEO Tokocrypto Calvin Kizana dan Co-Founder, CEO, sekaligus Chairman Circle Jeremy Allaire di Jakarta10 April 2026 lalu, menjadi bagian dari upaya perluas integrasi Indonesia dalam infrastruktur keuangan digital global. Di pertemuan tersebut, Jeremy menyoroti besarnya potensi Indonesia dalam perkembangan sistem keuangan digital. “Setelah mengunjungi Jakarta dan bertemu langsung dengan banyak pelaku industri, saya semakin yakin bahwa Indonesia akan memainkan peran yang semakin besar dalam sistem keuangan global. Saat ini pun, Indonesia sudah menunjukkan tingkat adopsi kripto dan stablecoin yang sangat tinggi,” jelasnya. Jeremy menambahkan meski saat ini stablecoin masih didominasi oleh dolar AS, teknologi ini memiliki potensi yang jauh lebih luas, termasuk kemungkinan pengembangan berbasis mata uang lokal di masa depan. Stablecoin Sebagai Infrastruktur Penting Diskusi antara Tokocrypto dan Circle juga membahas peran stablecoin sebagai infrastruktur penting dalam aset digital, serta peluang integrasi dengan sistem lokal. Selain itu, kedua pihak menyoroti pentingnya kesiapan regulasi dan kolaborasi lintas industri untuk mendukung pertumbuhan ekosistem yang berkelanjutan. Secara global, tren penggunaan stablecoin terus menunjukkan pertumbuhan signifikan, terutama di negara berkembang. Stablecoin Utility Report 2026 dari BVNK menunjukkan, tingkat kepemilikan stablecoin di negara berpendapatan rendah dan menengah mencapai 60 persen, lebih tinggi dibandingkan negara maju yang berada di angka 45 persen. Tidak hanya itu, sebanyak 56 persen pengguna berencana menambah kepemilikan stablecoin dalam 12 bulan ke depan. Penggunaan stablecoin juga semakin meluas dalam aktivitas ekonomi nyata. Sekitar 35 persen pendapatan freelancer dan pelaku ekonomi digital kini diterima dalam bentuk stablecoin, sementara 73 persen pekerja lintas negara mengaku teknologi ini meningkatkan kemampuan mereka untuk bekerja secara global. CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai kolaborasi dengan pemain global seperti Circle menjadi langkah penting dalam membangun fondasi ekosistem kripto yang lebih kuat di Indonesia. “Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk mendorong inovasi sekaligus memperkuat infrastruktur keuangan digital di Indonesia. Stablecoin tidak hanya berperan dalam aktivitas trading, tetapi juga membuka peluang baru dalam ekosistem aset digital dan ekonomi digital,” ucap Calvin. Dengan meningkatnya adopsi global dan dukungan infrastruktur digital yang terus berkembang, Indonesia dinilai berada pada posisi strategis untuk memanfaatkan peluang ini. Kolaborasi antara Tokocrypto dan Circle diharapkan dapat menjadi katalis dalam membangun ekosistem keuangan digital yang lebih inklusif, efisien, dan terintegrasi dengan sistem global.

Prediksi Harga USDT: Tetap Jadi Stablecoin Andalan! Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 16 Desember 2025 | 12:30 WIB

Prediksi Harga USDT: Tetap Jadi Stablecoin Andalan!

Jakarta, katakabar.com - USDT dikenal sebagai stablecoin yang dirancang untuk mengikuti nilai dolar Amerika Serikat. Karena fungsinya tersebut, pembahasan mengenai prediksi harga USDT berbeda dengan aset kripto lain. Fokusnya bukan pada potensi kenaikan harga, melainkan pada seberapa konsisten USDT menjaga nilainya tetap dekat dengan satu dolar AS. Bagi banyak pengguna kripto, USDT berperan sebagai alat transaksi sekaligus penyimpan nilai saat pasar sedang bergejolak. Dalam kondisi pasar normal, harga USDT hari ini hampir selalu berada di kisaran satu dolar AS. Meski demikian, di pasar terbuka harga USDT tetap bisa mengalami pergerakan kecil. Fluktuasi ini biasanya dipengaruhi oleh likuiditas, aktivitas jual beli jangka pendek, serta sentimen pasar kripto secara keseluruhan. Selama kepercayaan pasar terhadap mekanisme stablecoin tetap terjaga, USDT diperkirakan akan terus bergerak dekat dengan nilai patokannya. Bagi pengguna di Indonesia, perhatian tidak hanya tertuju pada nilai USDT terhadap dolar, tetapi juga pada konversi USDT ke IDR. Nilai tukar rupiah terhadap USDT bisa berbeda antar platform karena dipengaruhi kurs, biaya transaksi, dan kondisi pasar lokal. Untuk membantu perhitungan sebelum transaksi, sebagian pengguna memanfaatkan kalkulator USDT agar dapat memperkirakan nilai konversi dengan lebih akurat. Pada praktiknya, selisih harga kecil saat konversi adalah hal yang wajar. Namun pengguna tetap disarankan untuk memahami struktur biaya dan mekanisme transaksi yang digunakan platform. Pendekatan ini membantu menghindari kesalahpahaman, terutama bagi pemula yang baru mulai beli USD dolar dalam bentuk aset digital. Staking USDT sebagai Opsi Optimalisasi Aset Sebagai salah satu platform aset kripto di Indonesia, Bittime menyediakan akses bagi pengguna untuk bertransaksi USDT dengan transparansi harga dan fitur pendukung. Melalui Bittime, pengguna dapat beli USDT murah dengan memantau pergerakan harga dan memilih waktu transaksi yang sesuai. Selain fitur jual beli, Bittime juga menyediakan staking USDT bagi pengguna yang ingin memanfaatkan asetnya secara lebih optimal. Staking USDT di Bittime menawarkan estimasi imbal hasil tahunan atau APY hingga 10 persen, tergantung pada durasi penguncian dan program yang sedang berjalan. Secara keseluruhan, prediksi harga USDT ke depan masih mengarah pada stabilitas. USDT lebih tepat dipahami sebagai alat untuk menjaga nilai dan mempermudah transaksi di ekosistem kripto, bukan sebagai instrumen untuk mencari keuntungan dari kenaikan harga. Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan bukan rekomendasi investasi. Setiap instrumen aset memiliki risiko. Aset kripto bersifat volatil, sehingga penting untuk memahami cara kerja dan risikonya sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun.

Beli USDT di Indonesia Kini Lebih Mudah, Begini Cara Memulainya Ekonomi
Ekonomi
Senin, 24 November 2025 | 08:00 WIB

Beli USDT di Indonesia Kini Lebih Mudah, Begini Cara Memulainya

Jakarta, katakabar.com - Sebagai salah satu stablecoin paling populer, USDT semakin sering dicari oleh pengguna yang ingin tahu cara beli USDT di Indonesia dengan aman dan praktis. Banyak orang memilih USDT karena harganya stabil mengikuti dolar Amerika, sehingga cocok digunakan saat ingin menyimpan dana sementara atau ketika pasar crypto sedang bergerak cepat. Sekarang proses pembelian USDT jauh lebih mudah. Platform lokal seperti Bittime sudah menyediakan pasar USDT/IDR sehingga pengguna bisa langsung melakukan pembelian dengan Rupiah. Bagi Anda yang baru mulai mengenal crypto, panduan yang tepat akan membantu memahami prosesnya dengan jelas, sehingga Anda bisa beli USDT IDR tanpa rasa khawatir. USDT digunakan bukan hanya oleh trader profesional, tetapi juga oleh pemula yang ingin menjaga nilai aset ketika pasar bergerak cepat. Nilainya yang stabil membuat USDT menjadi tempat “parkir” dana yang aman sebelum masuk ke aset crypto lainnya. Selain itu, USDT sangat fleksibel untuk kebutuhan transfer antar-platform. Banyak pengguna Indonesia mengirim USDT ke exchange global jika ingin membeli aset tertentu yang belum tersedia di dalam negeri. Proses pengiriman yang cepat dan biaya yang efisien membuat USDT semakin relevan untuk berbagai kebutuhan transaksi digital. Cara Beli USDT dengan Rupiah Cara beli USDT dengan rupiah semudah melakukan transaksi digital pada umumnya. Pengguna hanya perlu membuat akun di Bittime, platform crypto Indonesia yang teregulasi, lalu menyelesaikan proses verifikasi identitas. Setelah itu, deposit Rupiah dapat dilakukan melalui transfer bank atau metode pembayaran lain yang tersedia di dalam aplikasi. Setelah saldo masuk, pengguna bisa langsung membeli USDT melalui pasar USDT/IDR. Dengan alur yang sederhana, pembelian USDT bisa diselesaikan dalam beberapa menit, mulai dari deposit hingga transaksi selesai. Sementara untuk kebutuhan pembelian skala besar, baik oleh pelaku usaha, perusahaan, maupun trader tingkat lanjut, dapat dilakukan melalui layanan OTC. Bittime menyediakan layanan OTC untuk memudahkan transaksi nominal tinggi agar lebih stabil, aman, dan bebas slippage. Layanan ini memberikan pengalaman transaksi yang lebih personal dan dikawal oleh tim khusus, sehingga cocok bagi pengguna yang mengutamakan kecepatan dan kenyamanan. Dengan meningkatnya jumlah pengguna crypto baru di Indonesia, edukasi soal keamanan menjadi semakin penting. Pada prinsipnya, membeli USDT harus dilakukan melalui platform resmi, seperti Bittime, agar dana tetap aman. Tidak hanya itu, aktivasi 2FA, penggunaan rekening yang valid, dan menghindari transaksi melalui pihak tidak resmi adalah langkah dasar yang wajib diperhatikan. Penting dipahami bahwa investasi aset kripto mengandung risiko tinggi, termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi. Semua risiko tersebut menjadi tanggung jawab pribadi pengguna.

Aktivitas Kripto Indonesia Melejit, Bank Indonesia Siapkan Stablecoin Nasional Default
Default
Minggu, 02 November 2025 | 11:32 WIB

Aktivitas Kripto Indonesia Melejit, Bank Indonesia Siapkan Stablecoin Nasional

Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan pesat, dan mulai menegaskan posisi Tanah Air sebagai salah satu pusat aktivitas onchain terbesar di dunia berkembang. Laporan terbaru State of Crypto 2025 yang dirilis oleh perusahaan modal ventura global a16z menempatkan Indonesia di jajaran teratas negara dengan pertumbuhan pengguna dompet kripto mobile paling signifikan sejak 2022. Laporan tersebut mengungkap lebih dari separuh aktivitas onchain global kini berasal dari negara berkembang, termasuk Indonesia, India, dan Nigeria. Penggunaan mobile crypto wallet, indikator utama keterlibatan masyarakat dalam aktivitas blockchain, meningkat tajam di Indonesia, mencerminkan adopsi cepat aset digital di level ritel. Melihat peluang itu, Bank Indonesia (BI) mengambil langkah besar dengan rencana penerbitan surat berharga digital berbasis token yang didukung obligasi pemerintah (SBN) dan dibangun di atas CBDC rupiah digital. Inisiatif ini disebut sebagai “versi stablecoin nasional Indonesia”, yang menandai integrasi langsung teknologi blockchain dalam kerangka moneter resmi negara. "Kita akan keluarkan bagaimana sekuritas Bank Indonesia, kita ada versi digitalnya, digital rupiah Bank Indonesia dengan underlying SBN, versi stablecoin-nya nasional Indonesia," kata Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo saat pembukaan FEKDI–IFSE 2025 di Jakarta, Kamis (30/10) lalu. Langkah tersebut dinilai sebagai sinyal kuat Indonesia tidak hanya menjadi pasar pengguna kripto yang besar, tetapi juga mulai membangun fondasi teknologi dan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekosistem digital secara berkelanjutan. “Pertumbuhan aktivitas onchain di Indonesia adalah refleksi dari peningkatan literasi digital dan kepercayaan masyarakat terhadap aset kripto,” kata Calvin Kizana, CEO Tokocrypto. “Kombinasi antara adopsi ritel yang masif dan inovasi kebijakan seperti stablecoin nasional menjadi momentum penting untuk membawa industri ini ke fase yang lebih matang," jelasnya. Pertumbuhan Ekosistem Blockhain dan Kripto Menurut Calvin, sinergi antara sektor swasta dan regulator menjadi kunci untuk memastikan ekosistem kripto di Indonesia berkembang dengan sehat dan transparan. “Dengan peran aktif Bank Indonesia dan OJK, serta dukungan infrastruktur dari pelaku industri, Indonesia berpeluang menjadi salah satu pusat ekonomi digital berbasis blockchain di Asia Tenggara,” tambahnya. Data Chainalysis Global Crypto Adoption Index 2025 juga memperkuat tren ini, menempatkan Indonesia di peringkat ke 7 dunia untuk tingkat adopsi kripto, serta ke 4 dalam kategori aktivitas keuangan terdesentralisasi (DeFi). Sementara itu, Kementerian Perdagangan mencatat jumlah investor aset kripto nasional telah melampaui 18,08 juta pengguna, dengan nilai transaksi secara kumulatif sepanjang 2025 (year-to-date) mencapai Rp 360,30 triliun. Integrasi antara pertumbuhan organik pengguna kripto dan kebijakan digital nasional seperti CBDC dan stablecoin rupiah diharapkan mampu menciptakan sistem keuangan yang lebih inklusif, efisien, dan tahan terhadap volatilitas global. “Stablecoin nasional bisa menjadi jembatan antara sistem keuangan tradisional dan ekonomi digital berbasis blockchain,” lanjut CEO Tokocrypto ini. “Langkah ini akan memperkuat kepercayaan publik terhadap aset digital lokal dan membuka peluang besar bagi inovasi Web3 serta tokenisasi aset di Indonesia,” timpalnya.

Stablecoin Tembus $173 Miliar, USDT Masih Rajai Pasar Kripto! Ekonomi
Ekonomi
Senin, 21 Oktober 2024 | 07:51 WIB

Stablecoin Tembus $173 Miliar, USDT Masih Rajai Pasar Kripto!

Jakarta, katakabar.com - Berdasarkan data terbaru dari DeFiLlama, total kapitalisasi pasar stablecoin naik hingga $173,013 miliar. Nilai tersebut tercatat sebagai angka tertinggi sejak Mei 2022. Kenaikan 0,64 persen dalam sepekan terakhir memperlihatkan peran vital stablecoin dalam ekosistem blockchain yang terus berkembang.

Bittime Siapkan Stablecoin Baru Bernama UIDR, Resmi Kantongi Izin Bappebti Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 04 September 2024 | 19:44 WIB

Bittime Siapkan Stablecoin Baru Bernama UIDR, Resmi Kantongi Izin Bappebti

Jakarta, katakabar.com - Bittime, platform investasi dan jual-beli aset kripto yang berlisensi di Indonesia berencana meluncurkan aset kripto stablecoin baru bernama UIDR. Bittime telah mengantongi izin perdagangan aset kripto UIDR dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti)