Sursbaya

Sorotan terbaru dari Tag # Sursbaya

KAI Daop 8 Surabaya Seru Penumpang Berangkat Lebih Awal, Ini Penyebabnya Default
Default
Jumat, 01 Agustus 2025 | 16:10 WIB

KAI Daop 8 Surabaya Seru Penumpang Berangkat Lebih Awal, Ini Penyebabnya

Surabaya, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya menyampaikan permohonan maaf atas potensi ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan pelanggan sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan pemasangan saluran crossing di area pintu keluar-masuk Stasiun Gubeng Baru, Jalan Gubeng Masjid, Surabaya. Pekerjaan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Agustus 2025, setiap malam pukul 22.00 hingga 05.00 WIB. Metode pemasangan yang digunakan adalah Top-Bottom dengan ukuran 100.100.120 dan kapasitas gandar 20 ton. Proyek infrastruktur ini merupakan inisiatif dari Pemerintah Kota Surabaya sebagai bagian dari upaya peningkatan kenyamanan dan keselamatan masyarakat. Pekerjaan dilakukan di sepanjang Jalan Gubeng Masjid, termasuk area pintu keluar-masuk Stasiun Gubeng Baru, dengan tujuan untuk memperbaiki sistem drainase kawasan stasiun agar lebih optimal dalam mengalirkan air hujan serta mencegah potensi genangan atau banjir di area sekitar. Selama masa pekerjaan berlangsung, kemungkinan akan terjadi perlambatan arus keluar-masuk kendaraan maupun penumpang di sekitar area proyek. Untuk itu, KAI Daop 8 Surabaya mengimbau kepada seluruh pelanggan agar datang lebih awal ke stasiun, guna menghindari keterlambatan dan antrean yang mungkin terjadi. Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif menjelaskan, pekerjaan ini bersifat preventif dan strategis dalam mendukung kenyamanan jangka panjang para pelanggan. “KAI memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan selama pekerjaan berlangsung. Itu sebabnya, kami mengimbau kepada seluruh penumpang yang akan berangkat dari Stasiun Gubeng agar datang lebih awal, guna menghindari potensi keterlambatan akibat pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi proyek,” ujar Luqman Arif.

KAI Daop 8 Surabaya Dukung Pelatihan 'UMKM Naik Kelas' Dorong Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan Nasional
Nasional
Minggu, 27 April 2025 | 14:30 WIB

KAI Daop 8 Surabaya Dukung Pelatihan 'UMKM Naik Kelas' Dorong Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan

Surabaya, katakabar.com - Staff Khusus Menteri BUMN Bidang Strategi Komunikasi dan Hubungan Publik, Arya Sinulingga memberikan kunci sukses bagi UMKM binaan supaya bisa naik kelas, dan meningkatkan nilai usaha mereka di acara UMKM naik kelas di gedung Brawaijaya Kantor PT KAI Daop 8 Surabaya, Jumat (25/4). PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan pelatihan “UMKM Naik Kelas” yang digelar Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Brawijaya Kantor PT KAI Daop 8 Surabaya pagi hingga malam, Jumat (25/4) kemarin. Executive Vice President KAI Daop 8 Surabaya, Wisnu Pramudyo sampaikan dukungan terhadap kegiatan pelatihan yang diselenggarakan di area kerja KAI Daop 8 Surabaya ini sebagai bentuk kolaborasi KAI dengan Kementerian BUMN, serta BUMN lainnya untuk turut mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurut Wisnu, bahwasannya kegiatan pelatihan “UMKM Naik Kelas” ini merupakan bagian dari langkah strategis KAI dalam meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk menciptakan kemandirian ekonomi nasional. Lebih dari 150 pelaku UMKM binaan Rumah BUMN dari berbagai sektor yang berada di wilayah Jawa Timur hadir mengikuti pelatihan dan mendapatkan materi-materi krusial bagi pertumbuhan usaha, yakni Regulasi BPOM dan Sertifikasi Halal yang disampaikan PT Surveyor Indonesia, Optimalisasi Pengelolaan Keuangan yang disampaikan oleh OJK Provinsi Jawa Timur, serta Strategi Branding dan Digital Marketing melalui media sosial dan iklan digital. Di momen itu, Wisnu Pramudyo mendukung arahan Menteri BUMN, Erick Thohir yang menegaskan pelatihan dan pendampingan UMKM merupakan strategi fundamental dalam memperkuat daya saing UMKM, baik di tingkat nasional maupun global.