Terorisme

Sorotan terbaru dari Tag # Terorisme

Kunjungan Delegasi Parlemen India Hari Terakhir Tegaskan Komitmen Anti-Terorisme Internasional
Internasional
Selasa, 03 Juni 2025 | 21:03 WIB

Kunjungan Delegasi Parlemen India Hari Terakhir Tegaskan Komitmen Anti-Terorisme

Jakarta, katakabar.com - Delegasi Parlemen Multi-Partai Republik India yang dipimpin Shri Sanjay Kumar Jha telah menyelesaikan kunjungan resminya ke Indonesia. Tepat di penghujung Mei 2025 lalu, Ia bertolak dari Jakarta menuju Kuala Lumpur, Malaysia, sebagai destinasi terakhir dari rangkaian lawatan diplomatik kawasan. Selama tiga hari berada di Jakarta, delegasi melakukan serangkaian pertemuan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia, mencakup pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, dan mitra kerja sama lintas sektor. Melalui dialog yang intensif, dan konstruktif, India menyampaikan secara tegas prinsip-prinsip kebijakan luar negerinya, khususnya terkait penolakan total terhadap segala bentuk terorisme. Delegasi menyampaikan posisi India secara jelas dan konsisten, menekankan komitmen negara tersebut dalam mendukung upaya global untuk memberantas terorisme, serta menyerukan kerja sama internasional yang lebih erat dalam mencegah penyebaran ekstremisme. Sikap ini mendapat sambutan positif dan dukungan penuh dari para mitra di Indonesia. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan India memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara mitra di kawasan, serta memperluas kolaborasi strategis di bidang keamanan, stabilitas regional, dan pembangunan berkelanjutan. Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, pendekatan India yang berbasis pada prinsip ketegasan terhadap terorisme menjadi landasan penting bagi kerja sama internasional yang lebih efektif.

India Nyatakan Komitmen Kuat Perangi Terorisme Melalui Operasi Sindoor Internasional
Internasional
Kamis, 15 Mei 2025 | 22:15 WIB

India Nyatakan Komitmen Kuat Perangi Terorisme Melalui Operasi Sindoor

Teror dan perdagangan tidak bisa berjalan bersama. Air dan darah tidak bisa mengalir bersama. Pernyataan ini menunjukkan selama aksi terorisme lintas batas masih berlangsung, India tidak akan membuka ruang untuk dialog diplomatik maupun kerja sama ekonomi. Perdamaian dan pembangunan hanya dapat dicapai jika keamanan rakyat India dijamin sepenuhnya, dan segala bentuk kekerasan dihentikan secara permanen. Pesan ini juga menjadi sinyal kuat India tidak akan ragu mengambil langkah tegas terhadap siapa pun yang mengancam kedaulatan dan keselamatan negaranya.

Bantah Sasar Sipil, India Tegaskan Serangan ke Target Terorisme Internasional
Internasional
Minggu, 11 Mei 2025 | 15:43 WIB

Bantah Sasar Sipil, India Tegaskan Serangan ke Target Terorisme

New Delhi, katakabar.com - Pemerintah India menyatakan serangan udara yang dilakukan pada 7 Mei 2025 lalu respons atas serangan teroris di Pahalgam, Kashmir, pada 22 April 2025 lalu. Di pernyataan resminya, Foreign Secretary India Vikram Misri menekankan, serangan India bersifat terukur dan hanya menargetkan infrastruktur yang diduga digunakan kelompok teror, bukan wilayah sipil atau situs keagamaan. Pernyataan ini disampaikan menyusul tuduhan dari Pakistan bahwa serangan tersebut menimbulkan korban sipil dan merusak fasilitas umum. India membantah tuduhan itu dan menyatakan bahwa seluruh target telah dipilih secara cermat berdasarkan informasi intelijen. Misri menyebut, kelompok The Resistance Front (TRF), yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan Pahalgam, memiliki keterkaitan dengan kelompok terlarang Lashkar-e-Taiba yang berbasis di Pakistan. Ia menyampaikan bahwa India akan memperbarui informasi kepada badan sanksi PBB terkait hal ini. Menanggapi usulan Pakistan untuk membentuk tim investigasi bersama, India menyatakan keraguannya. Berdasarkan pengalaman masa lalu, seperti kasus Mumbai 2008 dan Pathankot 2016, yang dinilai tidak menunjukkan kemajuan berarti penegakan hukum. India membantah telah menyerang fasilitas infrastruktur strategis seperti bendungan di wilayah Pakistan. Mengenai Perjanjian Air Indus, India menegaskan situasi keamanan dan perubahan kondisi telah mendorong perlunya evaluasi ulang terhadap kesepakatan yang sudah berlangsung lebih dari enam dekade. Pemerintah India menutup pernyataannya dengan menegaskan pihaknya tidak berniat melakukan eskalasi, namun siap merespons setiap ancaman yang muncul.