Tinggi
Sorotan terbaru dari Tag # Tinggi
Simak! Ini Pemicu Harga TBS Kelapa Sawit Melonjak Tinggi
Pekanbaru, katakabar.com - Saat ini, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah daerah Indonesia tengah mengalami lonjakan signifikan, bahkan tembus kisaran Rp4.000 per kilogram. Banyak indikator dinilai menjadi penyebab meroketnya harga sawit nasional ini, salah satunya yakni pengaruh cuaca ekstrim dan ketegangan politik global. Pengamat Ekonomi Universitas Riau (Unri), Dahlan Tampubolon, mengatakan faktor cuaca yang enggak menentu bikin produksi di beberapa sentra kelapa sawit enggak sebanyak biasanya. Begitu barang di pasar tidak sebanyak permintaan, otomatis hukum ekonomi jalan yakni harga melambung tinggi. "Jadi, meskibaru libur Idulfitri, kalau buah di pohon masih malu-malu keluar, ya harganya makin pedas di timbangan," ujarnya dilanwir dari laman elaeis.co, Minggu (5/4) sore. Dahlan yang tengah sumringah dengan kehadiran putri kecilnya tersebut, menuturkan kalau dikaitkan dengan minyak mentah dunia, poin patennya adalah kelapa sawit merupakan bahan baku utama Biodiesel (B35/B40). Begitu Selat Hormuz diblokade dan harga minyak mentah (crude oil) dunia melonjak gara-gara perang atau ketegangan geopolitik, pasar dunia langsung pusing. Mereka kemudian mulai cari alternatif energi yang lebih murah. Di situlah sawit (CPO) jadi primadona. Harga minyak bumi naik, permintaan biofuel naik, ujung-ujungnya harga TBS di kebun orang tu la yang ikut terkerek naik. "Dikaitkan dengan efek substitusi minyak nabati di pasar dunia. Kelapa sawit bersaing dengan minyak kedelai dari Amerika atau minyak bunga matahari dari Ukraina. Karena kondisi global lagi kacau, pasokan minyak nabati lain itu tersendat atau harganya selangit. Alhasil, pabrik-pabrik di India dan China balik lagi mengejar sawit, karena stoknya paling siap. Jadi, kenaikan harga di Sumbar atau Riau itu sebenarnya efek dari rebutan orang luar negeri sama hasil bumi kita ini," bebernya. Tidak sampai situ, urusan kapal di laut juga dinilai ikut mempengaruhi harga timbangan RAM di pinggir jalan. Karena Selat Hormuz disumbat, rute kapal tanker dunia jadi mutar jauh dan asuransi pengiriman naik berkali-kali lipat. Biaya angkut CPO keluar negeri jadi mahal. Tetapi, lantaran permintaan dunia lagi haus-hausnya dengan minyak nabati, para pembeli global tetap berani bayar mahal. Ini yang bikin harga patokan CPO di bursa Malaysia dan Rotterdam tetap perkasa di papan atas. Data menunjukkan stok minyak sawit di negara importir utama seperti China sedang tidak banyak. Mau gak mau kondisi ini membuat China harus restocking atau isi gudang lagi buat kebutuhan industri mereka pasca-lebaran. "Begitu mereka masuk ke pasar serentak, ya harganya langsung terbakar. Makanya, harga Rp4.000 itu bukan angka gaib, itu angka hasil rebutan pembeli besar yang takut nggak kebagian barang," terangnya. "Pemerintah kita juga lagi main cantik. Kalau kebijakan Domestic Market Obligasi (DMO) diperketat untuk amankan stok minyak goreng dalam negeri, ekspor jadi agak tertahan. Tapi kalau harga dunia sudah terlalu tinggi dibanding harga lokal, tekanan untuk ekspor makin kuat. Selisih harga inilah yang seringkali bikin harga TBS di tingkat petani ikut menyesuaikan secara agresif karena pabrik kelapa sawit (PKS) berebut amankan pasokan buah untuk diolah," sebutnya. Kendati demikian, kondisi harga yang tinggi itu juga dinilai cukup beresiko. Harga sawit sangat bergantung dengan berita perang dan kebijakan ekspor-impor negara besar. Begitu Selat Hormuz dibuka lagi atau ketegangan dunia mereda, harga minyak mentah dunia bisa anjlok. Kalau itu terjadi, daya tarik sawit sebagai bahan bakar alternatif bakal turun, dan harga TBS bisa terjun juga dalam sekejap. "Harga tinggi sekarang ini sebagian besar dipicu oleh rasa takut (fear) pasar dunia akan kekurangan pasokan energi dan pangan. Kalau rasa takut ini hilang, pasar bakal melakukan koreksi harga. Jadi untuk orang itu yang punya kebun, jangan langsung foya-foya beli barang mewah dulu. Gunakan momen Rp4.000 ini buat pupuk kebun yang bagus atau tabungan, karena nggak tau kita kapan angin pasar berubah arah," terangnya. Intinya kupas Dahlan, kenaikan ini adalah perpaduan berkah dari kacaunya geopolitik dunia dan tipisnya stok nabati global. Selama Selat Hormuz masih tegang dan minyak bumi masih mahal, sawit bakal tetap jadi emas hijau yang diburu. Meski begitu, tamba Dahlan, pasar komoditas tidak abadi di puncak. Petani dan pengusaha kelapa sawit harus siap siaga dengan kondisi yang ada.
KAI Daop 2 Bandung Catat Tingginya Kepercayaan Pelanggan Tujuan Jakarta dan Jateng Dominasi
Bandung, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung catat kinerja positif di masa Angkutan Lebaran 2026, khususnya dari sisi penjualan tiket, tingkat okupansi, serta tingginya minat masyarakat terhadap sejumlah relasi favorit. Tingginya kepercayaan pelanggan terhadap moda transportasi kereta api kembali tercermin dalam capaian tahun ini. Selama masa Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung selama 22 hari, KAI Daop 2 Bandung mengoperasikan sebanyak 29 perjalanan Kereta Api Jarak Jauh yang berangkat dari seluruh wilayah Daop 2 Bandung. Jumlah tersebut mencakup 24 perjalanan KA reguler, 1 perjalanan KA Fakultatif, dan 4 perjalanan KA Tambahan yang dihadirkan guna mengakomodasi lonjakan kebutuhan masyarakat. Dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 345.840 kursi, dengan program angkutan sebesar 439.061 pelanggan. Sedang, dari program yang dicanangkan KAI Daop 2 Bandung berhasil mencatat penjualan tiket keberangkatan mencapai 441.610 tiket. Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan capaian ini hasil dari berbagai upaya peningkatan layanan serta penyesuaian kapasitas angkutan. “Tingginya tingkat okupansi hingga program angkutan menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan mudik dan balik pada momen Lebaran,” ucapnya. Secara keseluruhan, jumlah penumpang yang dilayani di wilayah Daop 2 Bandung pada Angkutan Lebaran 2026 tercatat sebanyak 441.610 pelanggan melebihi 1% dari target sebesar 439.061 pelanggan yang diprogramkan. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 5 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencatat sebanyak 420.468 pelanggan pada periode yang sama. Puncak penjualan tiket keberangkatan tertinggi selama masa Angkutan Lebaran 2026 terjadi pada tanggal 23 Maret dengan jumlah pelanggan mencapai 26.517 orang. Terus masa arus mudik, puncak keberangkatan tercatat pada tanggal 18 Maret dengan total 20.619 pelanggan yang diberangkatkan dari berbagai stasiun di wilayah Daop 2 Bandung. Menurut Kuswardojo, tingginya volume penumpang pada tanggal-tanggal tertentu telah diantisipasi melalui pengoperasian KA tambahan serta pengaturan pola perjalanan yang adaptif. “Kami terus memantau dinamika penjualan tiket dan melakukan langkah-langkah antisipatif agar seluruh pelanggan tetap mendapatkan layanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” bebernya. Adapun sejumlah relasi favorit pada Angkutan Lebaran 2026 didominasi oleh rute-rute menuju Jakarta dan wilayah Jawa Tengah serta Jawa Timur. Relasi Bandung – Gambir menjadi yang paling diminati, diikuti oleh Bandung – Yogyakarta, Kiaracondong – Kutoarjo, Kiaracondong – Gombong, Bandung – Solo Balapan, serta Bandung – Surabaya Gubeng. Tingginya minat pada relasi tersebut menunjukkan kuatnya mobilitas masyarakat antara Kota Bandung dengan kota-kota besar di Pulau Jawa, baik untuk keperluan mudik, silaturahmi, liburan, maupun aktivitas lainnya selama periode Lebaran. Kuswardojo apresiasi seluruh pelanggan yang telah mempercayakan perjalanan mereka kepada kereta api. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi selama Angkutan Lebaran 2026. Kepercayaan ini akan terus kami jaga dengan menghadirkan layanan yang semakin baik ke depannya,” tandasnya.
Emas Stabil di Level Tinggi, Dupoin Futures Prediksi Potensi Kenaikan ke 5231
Jakarta, katakabar.com - Harga emas dunia masih menunjukkan ketahanan di tengah berbagai sentimen global yang memengaruhi pasar keuangan. Berdasarkan analisis pasar dari Dupoin Futures yang disampaikan analis Andy Nugraha, pergerakan emas (XAU/USD) saat ini masih berada dalam tren bullish pada timeframe H1. Kombinasi pola candlestick yang terbentuk bersama indikator Moving Average mengindikasikan bahwa momentum penguatan emas masih cukup solid dalam jangka pendek. Pada perdagangan sebelumnya, harga emas mengalami kenaikan yang cukup signifikan. XAU/USD tercatat diperdagangkan di sekitar level $5.187 per troy ounce, meningkat lebih dari 0,50 persen dibandingkan sesi sebelumnya. Penguatan ini dipicu oleh pelemahan Dolar AS yang terjadi setelah harga minyak dunia mengalami penurunan tipis. Pergerakan harga minyak diketahui memiliki korelasi tertentu dengan nilai tukar dolar AS. Ketika harga minyak melemah, tekanan terhadap dolar dapat meningkat sehingga memberikan dorongan tambahan bagi aset safe haven seperti emas. Selain faktor mata uang dan komoditas energi, sejumlah data ekonomi Amerika Serikat turut memberikan pengaruh terhadap dinamika pergerakan pasar emas. Data penjualan rumah yang sudah ada (existing home sales) di AS menunjukkan pemulihan pada bulan Februari setelah sebelumnya mengalami kontraksi cukup dalam pada Januari. Penjualan rumah tercatat meningkat sebesar 1,7 persen, membaik dari penurunan sebelumnya yang mencapai -5,9 persen. Perbaikan ini mengindikasikan sektor properti mulai menunjukkan stabilisasi meskipun kondisi ekonomi global masih dipenuhi ketidakpastian. Sementara, indikator ketenagakerjaan juga menunjukkan perkembangan positif. Data rata-rata perubahan tenaga kerja ADP selama empat minggu terakhir tercatat meningkat menjadi 15,5 ribu, lebih tinggi dibandingkan angka sebelumnya sebesar 12,8 ribu. Peningkatan ini memberikan gambaran bahwa pasar tenaga kerja AS masih menunjukkan ketahanan, meskipun tekanan ekonomi global tetap menjadi perhatian bagi para pelaku pasar. Memasuki perdagangan sesi Asia pada hari Rabu, harga emas terlihat relatif stabil di sekitar level $5.190. Stabilitas ini terjadi setelah pasar sempat mengalami volatilitas yang dipicu oleh perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Ketegangan di wilayah tersebut masih menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga komoditas global, termasuk emas. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sebelumnya menyampaikan operasi militer AS di Iran kemungkinan akan segera berakhir, meskipun belum ada kepastian mengenai waktu penghentian operasi tersebut. Pernyataan ini sempat memicu penurunan harga minyak karena pasar menilai potensi de-eskalasi konflik. Penurunan harga minyak tersebut juga membantu meredakan kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi global, yang pada akhirnya memberikan dukungan bagi harga emas. Meski demikian, ketidakpastian geopolitik masih membayangi pasar. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan bahwa jika serangan dari AS dan Israel terus berlanjut, Iran dapat mengambil langkah drastis dengan memblokir ekspor minyak dari kawasan tersebut. Ancaman ini meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global. Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat juga memberikan peringatan keras terhadap kemungkinan gangguan aliran minyak melalui Selat Hormuz. Jika jalur vital tersebut terganggu, ketegangan geopolitik berpotensi meningkat dan memicu lonjakan permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. Selain faktor geopolitik, perhatian investor juga tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan pada hari Rabu. Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk Februari diperkirakan naik sebesar 2,4 persen secara tahunan, sementara CPI inti diproyeksikan meningkat hingga 2,5 persen. Jika angka inflasi tersebut dirilis lebih tinggi dari perkiraan pasar, hal ini berpotensi memperkuat Dolar AS. Penguatan dolar biasanya memberikan tekanan bagi harga komoditas yang dihargakan dalam mata uang tersebut, termasuk emas. Dari sisi teknikal, analisis Dupoin Futures menunjukkan bahwa struktur tren emas masih didominasi oleh sentimen positif. Jika tekanan beli terus berlanjut, harga emas berpotensi melanjutkan penguatan hingga mendekati area resistance di sekitar level $5.231. Namun demikian, pelaku pasar juga perlu mewaspadai potensi koreksi apabila momentum kenaikan mulai melemah. Dalam skenario tersebut, level support terdekat yang dapat menjadi area penopang harga berada di kisaran $5.126. Dengan kombinasi sentimen teknikal yang masih bullish, pelemahan dolar AS, serta faktor geopolitik global yang belum sepenuhnya mereda, harga emas diperkirakan masih memiliki peluang untuk bergerak menguat dalam jangka pendek. Meski demikian, pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati perkembangan data ekonomi dan dinamika geopolitik yang dapat memicu volatilitas di pasar komoditas.
Pertumbuhan Kripto Tinggi, Apakah Investor Indonesia Sudah Aman?
Jakarta, katakabar.com - Ramainya kripto belakangan ini tempatkan aspek keamanan dan perlindungan investor kembali ke pusat perhatian. Di tengah pertumbuhan adopsi yang cepat, penguatan regulasi dan literasi dinilai penting agar ekosistem berkembang secara sehat dan inklusif. Riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), mengungkapkan mayoritas investor kripto di Indonesia memiliki tingkat pendapatan yang relatif terbatas. Dari 1.225 responden survei, sebanyak 1.093 investor tercatat memiliki pendapatan bulanan di bawah Rp8 juta, sementara hanya 132 responden yang berpenghasilan di atas angka tersebut. Dari sisi demografi, sebagian besar investor berusia di bawah 35 tahun dan mayoritas merupakan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). Temuan ini menunjukkan bahwa adopsi kripto di Indonesia banyak digerakkan oleh kelompok usia produktif awal yang secara finansial belum memiliki bantalan ekonomi yang kuat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto di Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai Rp482,23 triliun. Jumlah investor juga terus meningkat, dengan total 19,56 juta investor hingga November 2025, naik dari 19,08 juta investor pada Oktober 2025. Data tersebut mempertegas bahwa kripto telah berkembang menjadi fenomena besar dalam sistem keuangan nasional, bahkan menempatkan Indonesia dalam jajaran 10 besar negara dengan adopsi kripto tercepat di dunia. LPEM FEB UI dalam riset berjudul “Kontribusi Ekonomi Kripto terhadap Perekonomian Indonesia” menekankan bahwa potensi pertumbuhan aset kripto perlu dibarengi kebijakan strategis agar ekosistemnya tetap sehat dan berkelanjutan. Peralihan status kripto dari komoditas menjadi aset keuangan digital melalui Peraturan OJK Nomor 27 Tahun 2024 dinilai memperkuat posisi kripto dalam sistem keuangan, namun sekaligus meningkatkan risiko apabila tidak diiringi praktik pasar yang sehat, termasuk pengawasan terhadap platform ilegal dan perlindungan investor. Kuatkan Perlindungan Konsumen Kripto CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai temuan ini menegaskan perlindungan investor harus menjadi fokus utama, terutama karena mayoritas investor datang dari kelompok yang ruang amannya terbatas. “Ketika mayoritas investor kripto berpenghasilan di bawah Rp8 juta dan didominasi usia produktif awal, kita tidak bisa memandang kripto hanya dari sisi tren atau keuntungan sesaat. Tantangan utamanya adalah memastikan mereka punya pemahaman yang cukup, akses ke platform legal, dan perlindungan yang kuat,” ujar Calvin. Ia menambahkan, peralihan pengawasan aset kripto ke OJK perlu dimaknai sebagai momentum memperkuat praktik pasar yang sehat. “Peraturan OJK Nomor 27 Tahun 2024 adalah langkah penting karena menegaskan kripto sebagai aset keuangan digital. Tetapi, transisi ini harus diikuti dengan penguatan pengawasan, penindakan platform ilegal, serta standar perlindungan konsumen yang makin ketat agar ekosistemnya bertumbuh dengan cara yang benar,” jelas Calvin. Di sisi lain, riset LPEM FEB UI juga mencatat kuatnya pengaruh media sosial dalam membentuk persepsi investor kripto. Kanal seperti Twitter, Telegram, dan Discord disebut sangat mempengaruhi keputusan investasi sebesar 57,89 persen, disusul oleh influencer dan YouTuber kripto sebesar 30,77 persen. Kondisi ini memperkuat urgensi peningkatan literasi keuangan digital serta peninjauan ulang aturan periklanan kripto agar tidak menyesatkan masyarakat, terutama investor pemula. “Di era ketika informasi bergerak cepat di media sosial, literasi menjadi benteng pertama. Edukasi tidak boleh kalah cepat dari promosi, dan platform legal harus aktif membangun pemahaman yang seimbang tentang risiko dan kehati-hatian,” ucap Calvin. Tantangan Perkembangan Industri Kripto Tantangan lain yang disoroti adalah masih maraknya aktivitas di platform ilegal. Meski investor di platform legal tercatat lebih aktif dengan rata-rata 60 transaksi per tahun senilai Rp55 juta, transaksi di platform ilegal justru mencatat nilai jual beli lebih besar, mencapai rata-rata Rp88,7 juta per tahun. Akibatnya, potensi penerimaan pajak yang hilang diperkirakan mencapai Rp1,1–1,7 triliun per tahun. Kondisi ini dinilai tidak hanya merugikan negara, tetapi juga melemahkan ekosistem kripto yang legal dan terpercaya. Calvin menekankan upaya memberantas platform ilegal perlu dibarengi penguatan literasi dan kolaborasi multipihak agar manfaat kripto tidak berubah menjadi risiko sosial. “Kita perlu ekosistem yang aman dan inklusif, karena kripto punya potensi mendorong inklusi keuangan, terutama bagi masyarakat bermodal kecil. Tapi tanpa literasi yang memadai, perlindungan data, dan penegakan terhadap pihak ilegal, kelompok yang paling rentan justru bisa menjadi pihak yang paling terdampak,” terang Calvin. Menurutnya, kolaborasi antara regulator, industri, komunitas, dan akademisi menjadi kunci agar perdagangan aset kripto dapat memperkuat ekonomi digital Indonesia secara aman dan berkelanjutan. “Kunci pertumbuhan yang sehat adalah kolaborasi. Regulator memastikan rambu dan penegakan, industri memastikan kepatuhan dan perlindungan pengguna, komunitas memperluas edukasi, dan akademisi menyediakan riset sebagai dasar kebijakan. Kalau ini berjalan bersama, kripto bisa memberi manfaat ekonomi tanpa mengorbankan keamanan investor,” sebut CEO Tokocrypto.
Petani Sawit Sultra Pasrah Gegara Harga Tak Memuaskan Meski Produksi Lagi Bagus
Kendari, katakabar.com - Petani kelapa sawit di Provinsi Sulawesi Tenggara atau Sultra saat ini dipasung harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit tidak pernah pasti. Soalnya, harga penetapan pemerintah tidak diterapkan perusahaan, pelaksanaan rapat penetapan Disbun Sultra tidak rutin dilakukan. Sedang, produksi kebun kelapa sawit saat ini sedang stabil bahkan cenderung meningkat di Sultra. "Saat ini kebun seluas 1 hektar dengan umur tanam 4 tahun sudah bisa menghasilkan TBS hampir 1 ton. Rata-rata 800 kilogram hingga 1 ton hasil panen selama 14 hari," kata Ketua Apkasindo Sultra, Fauzi Sadinur, dikansir dari laman EMG, Selasa (21/1). Produksi bagus itu, ujar Fauzi, didukung cuaca di Sultra cukup baik. Curah hujan tidak terlalu tinggi tapi tidak kemarau. Artinya, pasokan air dan nutrisi tanaman bagus. Berbeda dengan Sulsel yang saat ini setiap hari justru terjadi hujan. Tapi itu tadi, produksi lagi tinggi kontras dengan harga yang bagus pula. Saat ini kelapa sawit Sultra hanya dibeli Rp 2.600 hingga Rp 2.680 per kilogram. "Petani sudah pasrah saja, sebab hingga kni belum ada kebijakan yang mendukung kesejahteraan petani dari sisi harga," jelasnya.
Tokocrypto Tingkatkan Edukasi, Investor Kripto di Indonesia Cenderung Pilih Aset Berisiko Tinggi
Jakarta, katakabar.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya meningkatkan edukasi keuangan terkait aset kripto. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi menyatakan, upaya ini bertujuan agar masyarakat memahami manfaat dan risiko dari investasi di aset kripto. “Kita ingin sosialisasi dan edukasinya sampai ke seluruh masyarakat bahwa instrumen ini, kalau untuk investasi, masih tergolong instrumen dengan tingkat spekulasi dan risiko yang cukup tinggi,” ujar Hasan saat peluncuran Bulan Fintech Nasional (BFN) dan The 6th Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2024.
Harga Kelapa Sawit Tinggi Seret Penjualan Mobil MG Meningkat di Pekanbaru
Pekanbaru, katakabar com - Berbagai varian tipe kendaraan yang dirilis oleh Morris Garages (MG) cukup mendapat perhatian masyarakat saat ini. Tidak terkecuali petani kelapa sawit di wilayah Riau. Hal ini tampak dari penjualan kendaraan asal Inggris itu mengalami kenaikan terutama saat harga kelapa sawit di Provinsi Riau terus membaik.
Halo Robotics Perkenalkan Drone Pemetaan Akurasi Tinggi untuk Industri Oil dan Gas
Jakarta, katakabar.com - Halo Robotics, distributor terbesar untuk teknologi drone profesional di Indonesia, perkenalkan solusi drone pemetaan akurasi tinggi untuk industri oil dan gas. Solusi ini memanfaatkan drone DJI Matrice 350 RTK dengan kamera oblique 5 lensa SHARE PSDK 102S V3 untuk menghasilkan peta 3D yang akurat dan detail.
Animo Petani Tanam Sawit Tinggi Butuh Bantuan Benih dari Pemerintah
Palangka Raya, katakabar.com - Animo para petani tanam kelapa sawit di sejumlah desa di Kecamatan Marikit dan Katingan Tengah, Provinsi Kalimantan Tengah tinggi. Pemerintah diharapkan memberikan bantuan benih, sebab bantuan bibit kalapa sawit sangat dibutuhkan para petani kelapa sawit. Menurut Sekretaris Komisi II DPRD Kalteng, Sengkon, minat dan antusiasme masyarakat di daerah ini dalam membudidayakan jenis komoditas perkebunan 'emas hijau' nama lain dari kelapa sawit ini cukup tinggi. "Kita melihat ada semangat masyarakat mau berkebun sawit untuk meningkatkan perekonomian di wilayah itu," ujarnya dilansir dari laman elaeis.co, pada Sabtu (9/9) akhir pekan. Ketua DPW Apkasindo Kalimantan Tengah, Jamudin Maruli Tua Pandiangan membenarkan petani butuh bantuan benih kelapa sawit dari pemerintah. "Program pemerataan benih sangat strategis untuk membangun dan menumbuhkan ekonomi rakyat dengan berkebun kelapa sawit. Ini nyata dan terukur guna peningkatan taraf ekonomi masyarakat tersebut," jelasnya. Sebelumnya, dinyatakan kalau permasalahan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah teratasi, makanya separuh dari masalah perkebunan kelapa sawit di Indonesia sudah tertangani. Pandiangan menekankan, permasalahan kelapa sawit di Kalimantan Tengah yang paling berat di sisi korporasi. Meski begitu penyelesaian yang digaungkan pemerintah belum tampak dikerjakan. "Benar, jika permasalahan di Kalimantan Tengah tuntas, target pemerintah lebih ringan," tegasnya. Setidaknya ada 30 persen dari 3,3 juta hektar kebun kelapa sawit yang dinilai ilegal dan bakal diputihkan oleh pemerintah ada di wilayah Kalimantan Tengah "Kami berharap ini segera dituntaskan. Kami telah informasikan secara tertulis ke Satuan Tugas (Satgas) kelapa Sawit," imbuhnya.
Di Bengkulu Masih Tinggi Kemiskinan Meski Terkenal Penghasil Sawit
Bengkulu, katakabar.com - Siapa yang tak kenal dengan Provinsi Bengkulu, kaya hasil 'emas hijau' nama lain dari kelapa sawit. Tapi dibalik melimpahnya kelapa sawi tadi, ternyata provinsi ini masih menghadapi masalah serius mengenai kemiskinan. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu merilis data pada semester pertama 2023, di mana Provinsi Bengkulu menduduki urutan ke 7 daftar provinsi dengan penduduk miskin terbanyak di Indonesia. Menurut Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal, walau sektor kelapa sawit mampu memberikan kontribusi besar kepada perekonomian daerah, tapi hanya sedikit yang benar-benar merasakan dampaknya. Faktanya, masih banyak penduduk yang berstatus miskin di Provinsi Bengkulu. "Provinsi Bengkulu masih memiliki angka kemiskinan yang sangat tinggi, mencapai 14,43 persen dari total penduduk sekitar 291.790 jiwa," jelasnya, dilansir dari laman elaeis.co, pada Kamis (7/9). Menurutnya, Provinsi Bengkulu buka satu-satunya provinsi yang menghadapi masalah kemiskinan di Indonesia. Provinsi lain yang masuk dalam daftar masih banyak penduduk miskin di Indonesia, yakni Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Gorontalo, Aceh, dan tentu saja, Bengkulu. Untuk mengatasi masalah ini pemerintah mesti menciptakan kondisi ekonomi yang lebih baik lagi bagi masyarakat. Paling perlu upaya nyata untuk meningkatkan akses pendidikan, pekerjaan, dan pengembangan ekonomi lokal. "Kami pikir perlu peningkatan akses pendidikan, pekerjaan, dan pengembangan ekonomi lokal guna mengurangi angka kemiskinan yang masih menghantui sebagian besar penduduk di Bengkulu," bebernya. Pengamat Ekonomi Bengkulu, Prof Kamaludin menuturkan, angka persentase kemiskinan di Provinsi Bengkulu lebih tinggi di wilayah perkotaan dari pada pedesaan. Ini menunjukkan masalah kemiskinan di Bengkulu tidak hanya terbatas pada sektor pertanian, tapi mencakup isu-isu perkotaan yang perlu diperhatikan. "Saya pikir ini disebabkan ada masalah di perkotaan, kalau persentase miskin banyak di desa, mungkin bisa jadi kelapa sawit belum berkontribusi. Tapi di perkotaan, yang jadi masalah ketimpangan pendapatan," terangnya.