Volume

Sorotan terbaru dari Tag # Volume

Bittime Targetkan Volume Futures Tumbuh 10 Kali Lipat Nasional
Nasional
Kemarin

Bittime Targetkan Volume Futures Tumbuh 10 Kali Lipat

Jakarta, katakabar.com - Bittime targetkan volume perdagangan Bittime Futures tumbuh 10 kali lipat pada tahun pertama seiring meningkatnya potensi pasar Futures di Indonesia. Sebagai PAKD yang terdaftar dan diawasi OJK, Bittime terus mengembangkan layanan Futures sekaligus mendorong edukasi, literasi, dan manajemen risiko bagi trader aset digital. Bittime, sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menargetkan volume perdagangan Bittime Futures tumbuh 10 kali lipat pada tahun pertama sejak produk tersebut diluncurkan.  Target tersebut disampaikan Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, dalam acara Bittime di Bali, Bittime Alpha Gala Night, Rabu (19/8) lalu. Acara yang dihadiri sekitar 150 peserta, mulai dari pengguna VIP, trader, KOL, komunitas, hingga mitra institusional, tersebut membahas perkembangan pasar Futures di Indonesia, karakteristik Bittime Futures, strategi perdagangan, serta pentingnya manajemen risiko. Antusiasme peserta menunjukkan meningkatnya ketertarikan terhadap instrumen Futures dan perkembangan pasar aset digital di Indonesia. Pasar Futures di Indonesia Masih Miliki Ruang Pertumbuhan Ryan mengatakan target tersebut mencerminkan optimisme Bittime terhadap potensi pasar Futures Indonesia yang masih memiliki ruang pertumbuhan. “Kami ingin volume perdagangan Futures Bittime dapat tumbuh 10 kali lipat pada tahun pertama. Kami melihat peluang pertumbuhan yang besar di pasar Indonesia, terutama seiring semakin banyak trader yang mulai memahami Futures dan potensinya sebagai bagian dari strategi perdagangan mereka,” ujar Ryan Lymn. Potensi tersebut sejalan dengan perkembangan pasar derivatif secara global. Berdasarkan data CoinMarketCap yang dibahas dalam acara, perdagangan derivatif menyumbang sekitar 79% dari total volume perdagangan aset kripto global.  Di Indonesia, nilai transaksi aset kripto mencapai Rp28,58 triliun pada Juni 2026, naik 24,20% secara bulanan, sementara jumlah investor telah mencapai lebih dari 22 juta, berdasarkan data OJK. Bittime meluncurkan layanan perdagangan derivatif aset keuangan digital pada 15 Juli 2026, setelah memperoleh izin yang diterbitkan oleh PT Central Finansial X (CFX). Bittime menjadi pedagang aset keuangan digital pertama yang memperoleh izin melalui proses perizinan secara penuh di bawah era pengawasan OJK. Penyebutan pertama merujuk pada proses perizinan yang sejak awal berlangsung sepenuhnya dalam kerangka regulasi OJK, setelah pengaturan dan pengawasan aset kripto beralih dari Bappebti kepada OJK. Dengan hadirnya Bittime Futures, Bittime kini menawarkan portofolio 3-in-1 yang mencakup Spot, Staking, dan Futures. Bittime Futures menyediakan 49 pasangan perdagangan, pilihan posisi Long dan Short, leverage hingga 25x, serta opsi Cross Margin dan Isolated Margin. Data perdagangan Bittime juga menunjukkan BTCUSDT-PERP dan PUMPUSDT-PERP secara konsisten berada di posisi dua teratas dalam daftar pair Futures, baik pada periode satu minggu terakhir maupun 21 hari terakhir. Sementara itu, ETHUSDT-PERP, WLDUSDT-PERP, dan HYPEUSDT-PERP juga masuk dalam lima besar pada kedua periode tersebut.  Pertumbuhan Harus Diiringi Edukasi dan Literasi Di tengah peluang pertumbuhan Futures, Ryan menilai edukasi dan literasi tetap menjadi bagian penting karena instrumen tersebut memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan perdagangan Spot. “Kami tidak hanya ingin mengejar pertumbuhan volume. Pengguna juga perlu memahami cara kerja Futures, termasuk risiko leverage dan pentingnya manajemen risiko. Pertumbuhan pasar harus berjalan bersama dengan edukasi dan literasi yang baik,” jelas Ryan. Menurutnya, fleksibilitas untuk mengambil posisi Long maupun Short dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi trader dalam merespons kondisi pasar, tetapi perlu diimbangi pemahaman yang memadai sebelum melakukan transaksi. “Kami melihat antusiasme yang sangat positif dari peserta. Banyak yang tidak hanya tertarik pada peluang Futures, tetapi juga ingin memahami bagaimana menggunakannya secara lebih bertanggung jawab. Ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan pasar Futures di Indonesia,” ucap Ryan. Bittime menilai Futures akan menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan ekosistem produk perusahaan, sejalan dengan visi Bittime sebagai gerbang masyarakat Indonesia menuju berbagai aset global. Saham MPLX Mendadak Jadi Sorotan, Apa yang Bikin Investor Tertarik? Jakarta, katakabar.com - Saham MPLX (NYSE: MPLX) kembali jadi perhatian investor di pasar saham Amerika Serikat. Perusahaan infrastruktur energi tersebut menarik minat pasar setelah mencatatkan kinerja keuangan yang solid, mempertahankan distribusi tunai bagi pemegang unit, serta memberikan pandangan pertumbuhan yang cukup agresif untuk beberapa tahun ke depan. MPLX merupakan perusahaan midstream yang memiliki dan mengoperasikan berbagai aset infrastruktur energi di Amerika Serikat. Bisnisnya mencakup pengangkutan dan penyimpanan minyak mentah serta produk olahan, hingga layanan pengumpulan, pemrosesan, dan pengangkutan gas alam serta natural gas liquids (NGL). Berbeda dengan perusahaan energi yang pendapatannya sangat bergantung pada harga jual minyak atau gas, bisnis midstream seperti MPLX lebih banyak berfokus pada infrastruktur dan volume yang mengalir melalui aset-asetnya. Hal ini membuat investor melihat MPLX sebagai salah satu saham energi yang memiliki karakter pendapatan dan arus kas yang relatif stabil. Kinerja Kuartal II 2026 Jadi Salah Satu Pendorong Perhatian terhadap MPLX semakin meningkat setelah perusahaan merilis laporan keuangan kuartal II 2026 pada awal Agustus. MPLX mencatatkan laba bersih yang diatribusikan kepada perusahaan sebesar $1,077 miliar, meningkat dibandingkan $1,048 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, adjusted EBITDA mencapai $1,775 miliar, naik dari $1,690 miliar pada kuartal II 2025. Pertumbuhan tersebut didukung oleh kontribusi dari dua segmen utama MPLX, yaitu Crude Oil and Products Logistics serta Natural Gas and NGL Services. Dari sisi pendapatan, hasil MPLX juga melampaui ekspektasi pasar. Total pendapatan dan pendapatan lainnya meningkat sekitar 10,3% secara tahunan menjadi $3,31 miliar. Pertumbuhan aktivitas pengumpulan dan fraksinasi gas menjadi salah satu faktor yang mendukung kinerja perusahaan selama kuartal tersebut. Kinerja tersebut menjadi penting karena investor tengah memperhatikan kemampuan perusahaan energi untuk tetap menghasilkan arus kas di tengah perubahan harga komoditas dan dinamika permintaan energi. Dalam kasus MPLX, pertumbuhan volume bisnis gas alam dan NGL memberikan sinyal positif terhadap ekspansi bisnisnya. Distribusi Tinggi Masih Jadi Daya Tarik Utama Selain kinerja operasional, salah satu alasan MPLX banyak diperhatikan adalah kebijakan pengembalian modal kepada investor. Perusahaan menetapkan distribusi kuartal II 2026 sebesar $1,0765 per common unit. Secara tahunan, angka tersebut setara dengan sekitar $4,31 per unit apabila distribusi dipertahankan pada tingkat yang sama. MPLX juga mencatatkan distribution coverage ratio sebesar 1,3 kali pada kuartal II 2026, yang menunjukkan bahwa arus kas distributable perusahaan masih mampu menopang pembayaran kepada pemegang unit. Pada kuartal tersebut, MPLX menghasilkan distributable cash flow sebesar $1,45 miliar dan mengembalikan lebih dari $1,1 miliar kepada pemegang unit. Pengembalian tersebut tidak hanya berasal dari distribusi tunai, tetapi juga mencakup pembelian kembali unit. Bagi investor yang mencari saham dengan potensi pendapatan rutin, kombinasi antara distribusi dan arus kas yang kuat menjadi salah satu faktor utama yang membuat MPLX menarik perhatian. Berdasarkan data pasar terbaru yang tersedia, saham MPLX juga memiliki forward yield di kisaran 7%, meskipun tingkat imbal hasil dapat berubah mengikuti pergerakan harga saham dan kebijakan distribusi perusahaan. Target Pertumbuhan Distribusi Jadi Katalis Baru Hal lain yang membuat pasar semakin memperhatikan MPLX adalah panduan pertumbuhan distribusinya. Dalam laporan kuartal II 2026, perusahaan menyatakan ekspektasi kenaikan distribusi sebesar 12,5% pada 2026 dan 2027. Jika target tersebut dapat direalisasikan, MPLX berpotensi semakin menarik bagi investor yang berorientasi pada pendapatan. Namun, rencana kenaikan distribusi tentu akan berjalan bersamaan dengan kebutuhan perusahaan untuk membiayai ekspansi dan menjaga struktur keuangan. MPLX sendiri terus mengembangkan bisnis Natural Gas dan NGL. Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah dimulainya operasi fasilitas pemrosesan Harmon Creek III pada Agustus serta pengembangan kapasitas pengolahan sour gas di kawasan Permian. Ekspansi ini menunjukkan upaya perusahaan untuk menangkap pertumbuhan produksi energi di wilayah-wilayah strategis Amerika Serikat. Di sisi lain, investor tetap perlu mencermati risiko yang ada. MPLX memiliki leverage ratio sebesar 3,7 kali pada akhir kuartal II 2026. Selain itu, ekspansi aset membutuhkan belanja modal yang besar sehingga perusahaan harus menjaga keseimbangan antara investasi pertumbuhan, pengelolaan utang, dan pengembalian modal kepada investor. Bagaimana Pergerakan Saham MPLX? Saham MPLX sempat bergerak mendekati level tertinggi dalam 52 minggu terakhir setelah laporan keuangan kuartal II dirilis. Data pasar menunjukkan saham ini sempat menyentuh $60,95 pada 5 Agustus 2026, sementara kisaran harga 52 minggu berada antara $47,80 hingga $60,95. Kenaikan perhatian terhadap MPLX mencerminkan bagaimana investor saat ini tidak hanya fokus pada saham teknologi atau perusahaan yang terkait dengan kecerdasan buatan. Saham energi dengan arus kas kuat dan potensi pengembalian modal juga tetap menjadi bagian penting dalam strategi diversifikasi portofolio. Meski demikian, investor perlu memahami bahwa MPLX tetap memiliki risiko yang terkait dengan industri energi. Perubahan permintaan minyak dan gas dalam jangka panjang, kondisi ekonomi, regulasi, belanja modal, hingga potensi peningkatan utang dapat memengaruhi kinerja perusahaan di masa depan. Lantaran itu, investor sebaiknya tidak hanya melihat tingginya distribusi atau pergerakan harga saham dalam jangka pendek. Analisis terhadap kondisi keuangan, strategi ekspansi, kemampuan menghasilkan arus kas, serta risiko industri tetap penting dilakukan sebelum mengambil keputusan investasi. Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Saham AS, Nanovest dapat menjadi pilihan untuk mulai berinvestasi sekaligus mengeksplor berbagai aset kripto lainnya. Nanovest merupakan aplikasi investasi saham dan kripto yang terpercaya dan aman, yang dapat menjadi pilihan bagi para investor di Indonesia. Bagi investor yang baru ingin memulai investasi juga tidak perlu khawatir. Di aplikasi ini, aset kamu terproteksi dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas. Nanovest juga berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut dapat kamu kunjungi melalui website resmi Nanovest. Bagi kamu yang ingin mulai menggunakan Nanovest, aplikasinya sudah tersedia di Play Store maupun App Store.

Bittime Catat Lonjakan Trading Volume USDT IDR Capai 45 Persen di Tengah Gejolak USD Sentuh Rp17.115 Default
Default
Rabu, 15 April 2026 | 18:13 WIB

Bittime Catat Lonjakan Trading Volume USDT IDR Capai 45 Persen di Tengah Gejolak USD Sentuh Rp17.115

Jakarta, katakabar.com - Nilai tukar Rupiah terus melemah bahkan sempat menembus level Rp17.115 per dolar Amerika Serikat (USD) per 10 April 2026 lalu. Selaras dengan ini, Bittime Sebagai platform perdagangan aset kripto yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) juga mencatatkan kenaikan trading volume USDT/IDR capai 45 persen dalam 24 jam terakhir Sebelumnya, ketegangan makroekonomi yang tidak menentu akhir-akhir ini berhasil menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika hingga ke level terendah dan menyentuh 17.115 per-hari ini. Disaat yang bersamaan hal ini yang membuat investor sangat berhati-hati dan mulai mencari alternatif lindung nilai seperti Tether ($USD) yang memiliki likuiditas yang cenderung lebih stabil dengan harga 1:1 dengan dolar Amerika Serikat. Fenomena ini menunjukkan kecenderungan penyesuaian strategi investasi para investor lokal yang cenderung mengikuti tekanan ekonomi global. Apalagi, $USDT bersifat fraksional, sehingga dapat diakses atau dibeli dengan harga fleksibel di tengah kondisi depresiasi pada nilai tukar Rupiah yang terjadi saat ini. Sementara, investor dapat dengan mudah menukarkan aset IDR ke USDT secara langsung melalui platform crypto exchange yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seperti Bittime. IDR dapat ditukarkan secara langsung melalui fitur swap IDR/USD yang tersedia pada platform Bittime, dan dapat diakses dalam 24 jam. Dengan begitu investor lokal dapat bertransaksi dengan lebih efisien dan tanpa batasan waktu, serta hari operasional tertentu. Di sisi lain, Bittime menghadirkan Bittime Mining Points 2.0 yang memberikan kesempatan bagi para trader untuk mendapatkan total prize pool hingga $30.000 yang akan dibagikan dalam bentuk Palapa ($PLPA). Ini dipandang sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat yang ingin memulai diversifikasi aset digital, di tengah kondisi tekanan nilai Rupiah. Tetapi, perlu dipahami bahwa investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Lantaran itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Tentu, perlu dipahami aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Volume Penumpang KA di Daop 2 Bandung Masih Tinggi Dua Hari Pasca Idul Fitri 1447 H Nasional
Nasional
Rabu, 25 Maret 2026 | 10:05 WIB

Volume Penumpang KA di Daop 2 Bandung Masih Tinggi Dua Hari Pasca Idul Fitri 1447 H

Bandung, katakabar.com - Volume pengguna jasa kereta api di wilayah Daop 2 Bandung masih terpantau tinggi pasca dua hari Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, yakni Senin (23/3) dan Selasa (24/3), Arus pergerakan penumpang baik yang berangkat maupun datang menunjukkan angka yang signifikan, mencerminkan masih berlangsungnya arus mudik dan balik Lebaran. Data yang dihimpun hingga Selasa (24/3) siang menunjukkan, jumlah pengguna jasa kereta api yang berangkat Senin (23/3) tercatat sebanyak 27.290 pelanggan. Sementara, untuk keberangkatan pada Selasa (24/3), jumlah pengguna jasa kereta api telah mencapai 24.712 pelanggan dan diperkirakan masih akan terus bertambah hingga malam hari. Tidak hanya keberangkatan, jumlah pengguna jasa kereta api yang datang di wilayah Daop 2 Bandung juga masih tinggi. Pada Senin (23/3), tercatat sebanyak 27.031 pelanggan tiba di berbagai stasiun. Sedangkan pada Selasa (24/3) hingga siang hari, jumlah pengguna jasa kereta api yang datang telah mencapai 24.103 pelanggan. Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan tingginya volume penumpang periode pasca Lebaran ini indikasi kuat kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat. “Kami melihat antusiasme masyarakat tetap tinggi pada masa arus balik ini. KAI Daop 2 Bandung terus berupaya memberikan layanan terbaik agar perjalanan pelanggan tetap aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujar Kuswardojo. Secara kumulatif, rinci Kuswardojo, tingginya minat masyarakat terhadap transportasi kereta api juga tercermin dari penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026. Hingga saat ini, untuk periode 11 Maret 2026 s.d. 1 April 2026, tercatat sebanyak 351.252 tiket telah terjual dari total 345.840 tempat duduk yang disediakan, atau dengan tingkat okupansi mencapai 101,6 persen. "Tingkat okupansi yang melebihi 100 persen tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api, sekaligus adanya pola perjalanan dinamis seperti penumpang parsial (naik-turun di stasiun antara) yang memungkinkan optimalisasi kapasitas tempat duduk," ucapnya. Angka-angka tersebut menunjukkan mobilitas masyarakat pasca Lebaran masih cukup tinggi, terutama bagi para pemudik yang kembali ke kota asal untuk melanjutkan aktivitas sehari-hari. Kereta api masih menjadi moda transportasi andalan karena faktor kenyamanan, ketepatan waktu, dan keamanan perjalanan. Seluruh data tersebut merupakan akumulasi dari stasiun-stasiun yang melayani naik dan turun penumpang KA Jarak Jauh di wilayah Daop 2 Bandung, termasuk stasiun utama seperti Bandung dan Kiaracondong serta stasiun lainnya di wilayah Daop 2 Bandung. KAI Daop 2 Bandung terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan di masa arus balik ini. Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari optimalisasi sarana dan prasarana hingga penambahan petugas di lapangan guna memastikan kelancaran operasional perjalanan kereta api. Selain itu, aspek keselamatan dan keamanan perjalanan tetap menjadi prioritas utama. KAI memastikan seluruh perjalanan kereta api berjalan sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan, sehingga pelanggan dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman. KAI Daop 2 Bandung juga mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk memperhatikan jadwal keberangkatan dan datang lebih awal ke stasiun, guna menghindari keterlambatan serta memastikan proses boarding berjalan dengan lancar, terutama di tengah tingginya volume penumpang.

Arus Balik Lebaran 2026, Volume Kendaraan Meningkat  di JTTS Nasional
Nasional
Selasa, 24 Maret 2026 | 09:28 WIB

Arus Balik Lebaran 2026, Volume Kendaraan Meningkat di JTTS

Sumatera, katakabar.com - PT Hutama Karya (Persero) terus memantau perkembangan trafik kendaraan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) seiring berlangsungnya arus balik Lebaran 2026. Di periode Aha (22/3) trafik kendaraan pada sejumlah ruas utama terpantau masih mengalami peningkatan, khususnya pada koridor penghubung antarkota dan akses menuju kawasan perkotaan. Peningkatan ini diperkirakan dipengaruhi oleh pergerakan masyarakat yang masih berlangsung pada masa libur Lebaran, termasuk perjalanan kembali dan perjalanan menuju sejumlah destinasi wisata di berbagai wilayah. Secara kumulatif, total trafik harian pada ruas tol yang telah beroperasi tercatat mencapai 247.862 kendaraan, atau meningkat 122,88 Persen dibandingkan trafik normal. Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen Hutama Karya untuk memastikan layanan jalan tol tetap aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan. Ini Rekap Trafik Harian Ruas Tol Beroperasi (Periode 22 Maret 2026): • Kendaraan yang melintasi Tol Terbanggi Besar – Kayu Agung (Terpeka) tercatat sebanyak 23.801 kendaraan atau meningkat 67,39% dibandingkan trafik normal. • Kendaraan yang melintasi Tol Palembang – Indralaya – Prabumulih (Palindra & Indraprabu) tercatat sebanyak 33.190 kendaraan atau meningkat 110,26% dibandingkan trafik normal. • Kendaraan yang melintasi Tol Betung – Tempino – Jambi (Bayung Lencir – Tempino – Sp. Ness) tercatat sebanyak 7.634 kendaraan atau turun 3,67% dibandingkan trafik normal. • Kendaraan yang melintasi Tol Bengkulu – Taba Penanjung (Bengtaba) tercatat sebanyak 4.853 kendaraan atau meningkat 118,60% dibandingkan trafik normal. • Kendaraan yang melintasi Tol Pekanbaru – Dumai (Permai) tercatat sebanyak 22.607 kendaraan atau meningkat 46,94% dibandingkan trafik normal. • Kendaraan yang melintasi Tol Pekanbaru – XIII Koto Kampar tercatat sebanyak 17.740 kendaraan atau meningkat 178,89% dibandingkan trafik normal. • Kendaraan yang melintasi Tol Indrapura – Kisaran tercatat sebanyak 25.468 kendaraan atau meningkat 148,32% dibandingkan trafik normal. • Kendaraan yang melintasi Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Kuala Tanjung – Sinaksak) yang dikelola oleh PT Hutama Marga Waskita (HMW) tercatat sebanyak 64.283 kendaraan atau meningkat 197,88% dibandingkan trafik normal. • Kendaraan yang melintasi Tol Binjai – Langsa (Binjai – Pangkalan Brandan) tercatat sebanyak 23.912 kendaraan atau meningkat 148,64% dibandingkan trafik normal. • Kendaraan yang melintasi Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 2–6 (Seulimeum – Baitussalam) tercatat sebanyak 14.461 kendaraan atau meningkat 251,00% dibandingkan trafik normal. • Kendaraan yang melintasi Tol Padang – Sicincin tercatat sebanyak 9.913 kendaraan atau meningkat 164,91% dibandingkan trafik normal. *Rekap Trafik Ruas Tol Fungsional Periode Arus Balik Lebaran 2026 (Periode 22 Maret 2026):* Sedang, untuk ruas tol yang dioperasikan secara fungsional selama periode Arus Balik Lebaran 2026 pada 22 Maret 2026, tercatat: • Tol Sigli – Banda Aceh (Sibanceh) Seksi 1 (Seulimeum – Padang Tiji), yang telah dibuka secara fungsional sejak 7 Desember 2025, mencatat trafik sebanyak 6.219 kendaraan. • Tol Palembang – Betung (Kramasan – Pangkalan Balai), yang telah dibuka secara fungsional sejak 13 Maret 2026, mencatat trafik sebanyak 5.928 kendaraan. Hutama Karya mengimbau seluruh pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, terutama bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan pada periode arus balik Lebaran. Pengguna jalan diharapkan mematuhi rambu lalu lintas dan batas kecepatan, menjaga jarak aman, memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam kondisi prima, serta beristirahat di rest area terdekat apabila merasa lelah atau mengantuk. Hutama Karya berkomitmen untuk terus menjaga kelancaran dan keselamatan trafik di Jalan Tol Trans Sumatera melalui kesiapan petugas, sarana pendukung, serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait sebagai wujud #MelayaniSepenuhHati. Masyarakat juga dapat memantau informasi terkini seputar kondisi trafik dan layanan jalan tol melalui akun resmi @hutamakaryatollroad, aplikasi HK Toll Apps yang menyediakan informasi operasional dan pembaruan kondisi lalu lintas secara real-time, serta website resmi Hutama Karya pada menu khusus Info Mudik Lebaran 2026 di https://www.hutamakarya.com/info-mudik-lebaran-2026.

Pasangan IDR-USDT Dominasi, Presiden Direktur Bittime: Volume Perdagangan di Bittime Naik 21 Persen Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 19 Maret 2026 | 08:05 WIB

Pasangan IDR-USDT Dominasi, Presiden Direktur Bittime: Volume Perdagangan di Bittime Naik 21 Persen

Jakarta, katakabar.com - Di tengah dinamika pasar global yang terus berkembang, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) catatkan kenaikan volume perdagangan spot sebesar 21 persen dalam sepekan terakhir. Peningkatan ini terutama didorong oleh aktivitas perdagangan pada pair IDR/USDT, yang menyumbang sekitar 67 persen dari total transaksi di platform. Menariknya, hal ini menunjukkan peningkatan minat investor lokal terhadap aset kripto $USDT yang memiliki likuiditas yang cenderung lebih stabil di tengah gejolak fluktuasi pasar. Menurut Presiden Direktur Bittime, Ronny Prasetya, tingginya aktivitas pada trading pair IDR/USDT ini menunjukkan bagaimana investor Indonesia memanfaatkan stablecoin sebagai salah satu instrumen di tengah volatilitas pasar, sekaligus guna melindungi nilai portofolio mereka. “Kondisi global yang diwarnai ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi turut memengaruhi strategi investasi para pelaku pasar. Karena itu, kami terus memantau perkembangan pasar dan berupaya memberikan insight pasar lebih awal agar pengguna dapat merespons pergerakan pasar sesuai strategi investasi masing-masing,” jelas Ronny. Berdasarkan data volume trading Bittime, ucap Ronny, selama seminggu terakhir, aset-aset teratas seperti $USDT, $BTC, $XRP, dan $SOL menjadi pilihan yang cukup diminati sebagai aset diversifikasi di tengah volatilitas pasar. Melihat tren ini, di mana investor mulai membangun portofolio yang lebih beragam dengan mengombinasikan berbagai kelas aset, termasuk aset digital, Bittime menghadirkan pengalaman trading yang mudah. Dengan tampilan UX/UI yang intuitif, Bittime berharap dapat memudahkan pengguna dalam melakukan transaksi. Sebagai platform perdagangan aset kripto yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), Bittime berkomitmen untuk terus menyediakan ekosistem perdagangan yang aman, transparan, dan mudah diakses bagi para investor di Indonesia. Tetapi, investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Lantaran itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Tentu, perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Bittime Mining Points Berakhir, Volume Perdagangan Naik Lebih dari 50 Persen Ekonomi
Ekonomi
Senin, 09 Maret 2026 | 14:08 WIB

Bittime Mining Points Berakhir, Volume Perdagangan Naik Lebih dari 50 Persen

Jakarta, katakabar.com - Kampanye Bittime Mining Points resmi berakhir Kamis (5/3), dengan total volume perdagangan di Bittime yang meningkat hingga lebih dari 50 persen sepanjang periode kampanye berlangsung. Capaian positif ini menandakan besarnya antusiasme trader terhadap aktivitas trading di tengah kondisi volatilitas pasar. Pada puncak aktivitasnya, momentum perdagangan harian bahkan sempat melonjak hingga melampaui 300 persen, didorong oleh tingginya minat pengguna dalam memanfaatkan program insentif berbasis aktivitas trading dan referal tersebut. Aktivitas perdagangan selama program berlangsung didominasi oleh $USDT, $BTC, $BNB, $USDC, dan $SOL yang merupakan aset-aset yang paling banyak diperdagangkan pada platform Bittime, sepanjang kampanye berlangsung. Hal ini membuktikan bahwa meskipun pengguna diberi insentif berupa hadiah, mereka tetap mempertahankan pendekatan investasi yang sangat strategis dan stabil. Pada praktik industri aset kripto global, istilah “mining” kini tidak lagi hanya merujuk pada proses teknis pemrosesan blockchain, tetapi juga berkembang sebagai mekanisme insentif berbasis partisipasi pengguna yang bertujuan untuk meningkatkan likuiditas dan aktivitas ekosistem. Selaras dengan ini, 88 persen dari total poin yang dihasilkan pada kampanye ini berasal dari aktivitas perdagangan langsung, sementara 12 perseb lainnya berasal dari aktivitas referal. Menunjukkan mayoritas partisipan memilih untuk mengoptimalkan peluang melalui strategi perdagangan mereka secara langsung. Lebih lanjut, PT Global Karya Wisesa (Palapa) yang bekerja sama dengan Bittime, telah mengalokasikan total hadiah sebesar 2.615.719 token Palapa ($PLPA) atau setara dengan $30.000. Total $PLPA yang diberikan akan dialokasikan sebagai reward utama dalam kampanye untuk para user yang berpartisipasi. Di mana, seluruh distribusi hadiah dihitung secara transparan berdasarkan rasio kontribusi poin dari masing-masing pengguna. Dan dengan mengecualikan akun Market Maker dan pengguna VIP guna menjaga keadilan bagi para pengguna ritel. Kerja sama yang strategis antara Bittime dan tim Palapa menjadi faktor utama terlaksananya kampanye ini. Hal ini ditujukan guna memperkuat sinergi ekosistem blockchain sekaligus memperluas partisipasi komunitas aset kripto di Indonesia. Sebagai tahapan akhir dari kampanye, seluruh partisipan dapat menukarkan poin Mining yang telah dikumpulkan menjadi reward dalam token $PLPA, melalui halaman kampanye Bittime Mining Points pada 9 Maret 2026. Melalui kampanye ini, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) Berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap dapat terus mendorong aktivitas perdagangan yang sehat serta memperkuat partisipasi pengguna dalam pengembangan industri aset kripto nasional. Tetapi, investasi aset kripto tetap memiliki risiko tinggi, termasuk fluktuasi harga, potensi kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, hingga perubahan regulasi yang menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk selalu melakukan riset mendalam dan berdiskusi dengan komunitas terpercaya.

Volume Penumpang Stabil di Awal Puasa, KAI Daop 9 Jember Fokus Jaga Kenyamanan Pelanggan Default
Default
Selasa, 24 Februari 2026 | 07:05 WIB

Volume Penumpang Stabil di Awal Puasa, KAI Daop 9 Jember Fokus Jaga Kenyamanan Pelanggan

Jember, katakabar.com - Memasuki periode awal Ramadhan 1447 Hijriah, aktivitas mobilisasi masyarakat menggunakan moda transportasi kereta api di wilayah KAI Daop 9 Jember menunjukkan tren yang fluktuatif tetapi tetap stabil. Data pantauan volume penumpang menunjukkan, arus keberangkatan dan kedatangan sempat menyentuh angka tertinggi pada pekan sebelum puasa dan diprediksi kembali melonjak pada akhir pekan ini. Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengungkapkan pergerakan penumpang pada awal puasa Ramadhan masih cukup stabil jika dibandingkan dengan periode minggu sebelumnya. Memasuki hari pertama puasa pada 18 Februari 2026, volume penumpang masih berada di angka yang stabil. Sebanyak 9.142 orang melakukan keberangkatan dan 8.905 orang tiba di berbagai stasiun wilayah Daop 9. Tetapi, pada 19 Februari, terjadi penurunan jumlah penumpang. “Pada 19 Februari, angka keberangkatan berada di posisi 8.550 penumpang dan kedatangan 8.575. Ini merupakan siklus wajar di mana masyarakat cenderung membatasi perjalanan pada hari-hari pertama ibadah puasa,” rinci Cahyo. Meski data real-time menunjukkan angka tersebut, KAI Daop 9 proyeksikan adanya lonjakan yang stabil berdasarkan sisa ketersediaan tiket dan pemesanan yang terus berjalan. “Rata-rata penumpang untuk akhir pekan ini sangat stabil, dimana harian keberangkatan penumpang mencapai 9ribu penumpang dengan dominasi penumpang parsial. Khusus pada akhir pekan besok hari Minggu, kami memproyeksikan volume keberangkatan penumpang bisa mencapai 11.145 orang,” cerita Cahyo. Guna memastikan kelancaran perjalanan dan kenyamanan bersama di stasiun maupun di dalam kereta, KAI Daop 9 Jember menghimbau kepada calon pelanggan untuk datang Lebih Awal menghindari keterlambatan proses boarding. Pelanggan juga diingatkan untuk membawa barang bawaan sesuai aturan yang berlaku (berat maksimal 20 kilogram dan volume maksimal 100 dm³). Barang yang melebihi ketentuan akan dikenakan biaya tambahan atau harus menggunakan jasa ekspedisi. Selain itu, sambungnya, penumpang yang menjalankan ibadah puasa dihimbau untuk tetap menjaga kondisi fisik selama perjalanan. “Kami berkomitmen untuk terus memberikan layanan prima agar perjalanan pelanggan tetap nyaman dan khidmat selama bulan suci Ramadan. Kami mengajak masyarakat untuk terus memantau ketersediaan tiket melalui aplikasi KAI Access dan tetap mengutamakan keselamatan selama di area stasiun,” sebutnya

Teknologi Drone untuk Perhitungan Volume Stockpile dan Analisis Topografi Tambang Tekno
Tekno
Kamis, 19 Februari 2026 | 15:04 WIB

Teknologi Drone untuk Perhitungan Volume Stockpile dan Analisis Topografi Tambang

Jakarta, katakabar.com - Dalam industri pertambangan, perhitungan volume stockpile dan pemantauan perubahan topografi elemen penting dalam pengendalian operasional. Ketidaktepatan data dapat berdampak pada laporan produksi, perencanaan hauling, hingga evaluasi progres pit. Metode survei konvensional masih membutuhkan waktu berhari-hari, melibatkan banyak personel, serta memiliki keterbatasan dalam menjangkau area curam, aktif, atau berisiko tinggi. Di sisi lain, kebutuhan terhadap data yang cepat dan presisi terus meningkat untuk mendukung efisiensi dan akurasi operasional. Pemetaan dan pemodelan 3D dilakukan dengan integrasi DJI Matrice 4 Enterprise (M4E), didukung Emlid RTK GNSS presisi tinggi, serta pemrosesan data menggunakan Terrasolid dan analisis tambang berbasis AI dari Strayos. Sistem ini menghasilkan model 3D presisi sentimeter dalam waktu yang lebih singkat dibanding metode manual. Model 3D digunakan untuk perhitungan volume stockpile secara akurat, analisis kontur dan elevasi, pemantauan progres pit, serta validasi kondisi as-built di lapangan. Dukungan RTK memastikan data ortofoto dan point cloud memiliki konsistensi tinggi untuk kebutuhan teknis maupun manajerial. Point cloud yang dihasilkan dapat diproses lebih lanjut untuk menghitung volume material, mengevaluasi perubahan permukaan tambang secara berkala, serta mendukung analisis performa operasional. Pembaruan data rutin memungkinkan manajemen memiliki satu sumber data akurat untuk berbagai keputusan teknis dan strategis. “Dengan model 3D yang diperbarui secara berkala, operasional tambang dapat berjalan lebih efisien dan berkelanjutan,” ujar Halo Robotics. Dengan dukungan teknologi ini, proses pengukuran yang sebelumnya memakan waktu panjang dapat diselesaikan dalam hitungan jam, sekaligus meningkatkan keselamatan kerja dan konsistensi data di lapangan.

Bitcoin Terkoreksi ke US$81.000, Volume Trading XAUT di Bittime Naik 8 Persen Ekonomi
Ekonomi
Senin, 02 Februari 2026 | 12:00 WIB

Bitcoin Terkoreksi ke US$81.000, Volume Trading XAUT di Bittime Naik 8 Persen

Jakarta, katakabar.com - Gejolak kondisi ekonomi global seminggu terakhir berdampak cukup besar terhadap sentimen psikolog pasar aset digital, termasuk saham, dan aset kripto. Di mana, terdapat tekanan drastis pada harga aset kripto Bitcoin ($BTC) hingga menyentuh level $81.000, Kamis (29/1) lalu. Sebelumnya, dampak koreksi harga ini tidak hanya menekan nilai aset para investor selama beberapa minggu terakhir, tetapi juga memicu gelombang kepanikan di kalangan pelaku pasar yang tidak siap menghadapi volatilitas ekstrem ini. Gejolak pasar yang penuh ketidakpastian tersebut, selanjutnya memicu pergeseran strategi yang signifikan di kalangan investor guna mengamankan nilai aset nya. Banyak investor yang mulai mengalihkan fokus dari aset yang fluktuatif seperti Bitcoin ($BTC) menuju aset yang memiliki landasan nilai nyata di dunia fisik, dan cenderung lebih stabil. Hal ini terlihat pada volume trading aset Tether Gold ($XAUT) di Bittime yang naik hingga 8 persen pada Kamis. Kehadiran aset kripto $XAUT dipandang memiliki daya tarik tersendiri bagi investor, sebab $XAUT menggabungkan nilai emas murni yang cenderung bergerak lebih stabil dengan keunggulan teknologi blockchain. Memandang fenomena ini, Bittime platform pertukaran aset kripto yang resmi dan diawasi di Indonesia menghadirkan fitur fleksibel staking untuk aset $XAUT dengan imbal hasil tahunan (APY) hingga 15% bagi pengguna baru. Hal ini tentu memberi manfaat lebih bagi para investor yang mengutamakan strategi investasi jangka panjang, sekaligus memberi kemudahan dalam mengakses atau memperdagangkan aset nya kapan saja. Selain itu, Bittime juga gelar kampanye Bonus Pengguna Baru yang menawarkan bonus insentif hingga Rp150.000 dalam Tether Gold ($XAUT) atau iShares Silver Trust ($SLVON). Kampanye yang berlangsung dari 30 Januari hingga 28 Februari 2026 ini, dirancang untuk memberikan peluang bagi pengguna baru yang ingin memulai langkah investasi pada aset kripto. Langkah ini diharapkan dapat menjadi memberikan menjawab kebutuhan pasar, sekaligus dapat menjadi langkah alternatif investasi berkelanjutan. Tentu bersamaan dengan ini para investor diharapkan untuk terus meningkatkan literasi dan memilih instrumen yang tepat sesuai dengan risiko investasi masing-masing. Diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya, salah satunya komunitas Bittime.

Strategi Lead Generation B2B 2026: Dari Volume ke Kualitas dan Intent Ekonomi
Ekonomi
Senin, 05 Januari 2026 | 16:00 WIB

Strategi Lead Generation B2B 2026: Dari Volume ke Kualitas dan Intent

Jakarta, katakabar.com - Memasuki tahun 2026, banyak perusahaan B2B menghadapi tantangan serius dalam aktivitas lead generation. Biaya akuisisi meningkat, siklus penjualan semakin panjang, sementara kualitas prospek yang masuk ke tim sales justru menurun. Di saat yang sama, pengambil keputusan B2B kini bergerak lebih tertutup, melakukan riset mandiri lintas channel, dan baru bersedia berbicara dengan sales ketika keputusan hampir dibuat. Kondisi ini membuat pendekatan lead generation lama yang mengandalkan volume lead, form sederhana, dan follow-up manual semakin tidak relevan. Tantangan utama tidak lagi terletak pada platform atau tools, melainkan pada ketepatan membaca niat beli (buyer intent) dan kesiapan prospek sebelum masuk ke tim penjualan. Menurut Viktor Iwan, CEO Doxadigital, perubahan ini menuntut pergeseran paradigma. “Di 2026, masalah terbesar lead generation B2B bukan kekurangan lead, tetapi terlalu banyak lead tanpa konteks dan kesiapan. CPL bisa terlihat efisien di dashboard, tetapi jika tidak berkontribusi ke pipeline dan revenue, itu bukan lead generation yang sehat,” jelas Viktor. Lead Generation Sistem Penyaring Bukan Mesin Volume Pada konteks B2B, lead generation berfungsi sebagai penghubung antara aktivitas marketing dan proses penjualan. Tujuannya bukan mengumpulkan kontak sebanyak mungkin, tetapi menyaring prospek bisnis yang relevan, memiliki kebutuhan nyata, dan siap diproses oleh sales. Pendekatan ini menjadi krusial bagi bisnis dengan: - Siklus pembelian panjang - Nilai transaksi tinggi - Banyak pengambil keputusan (buying committee) - Kebutuhan edukasi sebelum keputusan dibuat Sektor seperti B2B services, SaaS dan teknologi, finansial, properti B2B, serta corporate training sangat bergantung pada kualitas sinyal intent dibandingkan volume lead. Peran Platform Lead Generation B2B 2026 Di 2026, platform lead generation B2B berfungsi dengan peran yang berbeda-beda. Google Search tetap menjadi sumber intent tertinggi karena digunakan saat buyer aktif mencari solusi. LinkedIn unggul dalam presisi targeting berbasis jabatan dan perusahaan, meski volumenya rendah. Sementara Meta dan TikTok berperan sebagai mesin awareness dan intent priming, yakni membangun kesiapan beli sebelum buyer melakukan pencarian aktif. Website dan content marketing menjadi pusat sistem, berfungsi sebagai alat edukasi sekaligus filter kualitas lead. “Tanpa website dan konten yang kuat, performa channel lain akan turun. Konten bukan hanya menarik traffic, tapi membentuk niat, menyaring kualitas, dan menurunkan biaya akuisisi jangka panjang,” tambah Viktor. AI Mengubah Cara Menilai dan Memprioritaskan Lead Di 2026, AI tidak lagi sekadar menjalankan otomatisasi, tetapi berperan sebagai lapisan pengambilan keputusan awal dalam funnel B2B. Lead tidak dinilai dari satu aksi tunggal seperti klik iklan atau pengisian form, melainkan dari gabungan sinyal perilaku lintas waktu dan channel pendekatan yang dikenal sebagai intent fusion. AI membaca pola, bukan event terpisah. Urutan konsumsi konten, frekuensi revisit website, keterlibatan setelah form masuk, hingga interaksi email menjadi indikator kesiapan beli. Hasilnya, tim sales menerima urutan prioritas lead yang lebih akurat, bukan sekadar skor numerik. Dampak langsungnya: - Waktu follow-up lebih efisien - Rasio MQL ke SQL meningkat - Siklus penjualan lebih pendek Sebaliknya, sinyal seperti single page visit, download aset tanpa konteks, atau volume form tanpa kualifikasi tidak lagi dianggap indikator kesiapan beli yang kuat. Perubahan Metrik Keberhasilan Lead Generation Seiring perubahan perilaku buyer, metrik lead generation B2B juga bergeser. Fokus tidak lagi pada “berapa banyak lead masuk”, tetapi: - Cost per Qualified Lead (CPQL) - MQL to SQL conversion rate - Speed to lead (response time) - Kontribusi lead terhadap pipeline dan revenue “Lead generation seharusnya memudahkan kerja sales, bukan menambah beban. Ketika sinyal intent dibaca dengan benar, sales bisa masuk ke percakapan dengan prospek yang sudah memahami problem dan ekspektasi solusi,” ucap Viktor. Detail Artikel Lengkap Bisa dibaca di https://doxadigital.com/tips-pemasaran/lead-generation-2026-untuk-b2b/ Tentang Doxadigital Doxadigital adalah digital marketing agency di jakarta yang berfokus pada perancangan sistem lead generation B2B berbasis kualitas, intent, dan data. Dengan keahlian dalam tracking, AI optimization, content-driven funnel, serta integrasi CRM dan sales pipeline, Doxadigital membantu bisnis memastikan setiap lead memiliki konteks, kesiapan, dan nilai bisnis yang jelas.