Zona Rokan

Sorotan terbaru dari Tag # Zona Rokan

Tambah Daya, Jaga Produksi: Cerita di Balik Penguatan Kelistrikan Lapangan Libo Zona Rokan Riau
Riau
15 jam yang lalu

Tambah Daya, Jaga Produksi: Cerita di Balik Penguatan Kelistrikan Lapangan Libo Zona Rokan

Siak, katakabar.com - Di industri migas, produksi selain ditentukan cadangan yang tersimpan di bawah permukaan bumi. Di balik setiap sumur yang beroperasi, terdapat sistem penunjang yang bekerja tanpa henti, salah satunya pasokan listrik yang andal. Kesadaran itu yang mendorong PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) perkuat infrastruktur kelistrikan di Lapangan Libo, Kabupaten Siak, Riau. Melalui proyek Libo Substation Upgrade, PHR meningkatkan kapasitas gardu induk Libo dari 10,5 MVA menjadi 24,5 MVA, atau bertambah 14 MVA untuk mendukung pengembangan sumur-sumur baru dan menjaga keberlanjutan produksi migas di Wilayah Kerja Rokan. Bagi area Libo Southeast, peningkatan kapasitas listrik menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar. Kawasan ini saat ini menjadi salah satu fokus pengembangan sumur produksi dan sumur injeksi. Seiring bertambahnya aktivitas pemboran dan pengoperasian fasilitas produksi, kebutuhan daya listrik pun meningkat signifikan. Berbagai peralatan produksi, mulai dari Electrical Submersible Pump (ESP) hingga Water Injection Pump (WIP), memerlukan pasokan energi yang stabil agar minyak dapat diproduksikan secara optimal. Tanpa dukungan kelistrikan yang memadai, upaya peningkatan produksi akan menghadapi tantangan yang tidak ringan. GM Zona Rokan, Andre Wijanarko, mengatakan bahwa keandalan infrastruktur merupakan fondasi penting dalam menjaga kinerja produksi migas. "Melalui Libo Substation Upgrade, PHR memastikan pasokan listrik yang andal untuk mendukung pengoperasian sumur-sumur baru dan mengoptimalkan produksi migas bagi kebutuhan energi nasional," ujarnya. Proyek ini juga menjadi bukti efektivitas kolaborasi antara PHR dan mitra kerja. Bersama PT Indokomas Buana Perkasa sebagai kontraktor EPC, proyek berhasil diselesaikan pada Maret 2026, lebih cepat dua bulan dari target yang ditetapkan dalam Work Program & Budget (WP&B) 2025, yakni Mei 2026. Kata Andre, sistem yang tuntas mendahului target ini adalah upaya PHR menjaga keandalan operasi untuk ketahanan energi. Sekaligus juga sebagai pondasi yang kokoh bagi masa depan migas nasional. Dari sisi teknis, proyek mencakup pemasangan power transformer berkapasitas 14 MVA, voltage regulator 1,4 MVA, sistem proteksi dan pengukuran baru, pembangunan gedung kontrol kelistrikan, serta penarikan jaringan kabel distribusi sepanjang sekitar 2,5 kilometer. Seluruh fasilitas telah melalui proses pengujian dan commissioning sebelum beroperasi penuh. Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Sebastian Julius, mengapresiasi penyelesaian proyek tersebut. Menurutnya, peningkatan infrastruktur kelistrikan merupakan langkah penting untuk mendukung keandalan operasi dan pencapaian target produksi di Zona Rokan. “Infrastruktur ini sangat berguna untuk mendukung produksi di Zona Rokan. Terus semangat one goal, untuk operasi yang andal, selamat dan efisien untuk keandalan produksi,” ucapnya. Di tengah upaya menjaga ketahanan energi nasional, proyek ini menunjukkan bahwa peningkatan produksi migas tidak selalu dimulai dari pengeboran sumur baru. Terkadang, langkah penting justru hadir dari penguatan infrastruktur penunjang yang memastikan setiap fasilitas dapat beroperasi secara aman, andal, dan berkelanjutan. Bagi PHR, gardu induk yang kini memiliki kapasitas lebih besar itu bukan sekadar fasilitas kelistrikan. Ia menjadi penggerak di balik operasi lapangan, memastikan energi terus mengalir sehingga produksi migas dari Lapangan Libo dapat terus memberi kontribusi bagi kebutuhan energi Indonesia. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah  Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina.

Kamis, 28 Mei 2026 | 12:35 WIB

Berbagi Kebahagiaan di Idul Adha 1447 H: PHR Salurkan 223 Akor Hewan Kurban Hingga Pelosok Desa

Pekanbaru, katakabar.com - Gema takbir Hari Raya Idul Adha 1447 Hijiriah tidak hanya membawa kedamaian spiritual, tetapi juga mengalirkan kebahagiaan di sekitar wilayah operasi PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan. Keluarga besar PHR salurkan 223 ekor hewan kurban sebagai wujud kepedulian untuk saling berbagi kebahagiaan dengan masyarakat, khususnya di momen istimewa hari raya kurban ini. Lebih dari sekadar angka, ratusan sapi, kambing, dan domba yang disebar ke berbagai masjid dan musala di sekitar wilayah operasi  adalah kolaborasi  yang erat bersama masyarakat. Hewan-hewan kurban hadir dari ketulusan berlapis: mulai dari bantuan resmi perusahaan, hingga  sukarela para pekerja KKMBS, Badan Dakwah Islam (BDI) PHR, serta Laznas PHR. Di antara ratusan hewan kurban, pemandangan menarik perhatian jemaah di Masjid Agung An Nur, Pekanbaru. Seekor sapi berukuran jumbo hadir di sana, menjadi simbol semangat energi kebaikan dari PHR untuk masyarakat Riau. Di sudut Kelurahan Minas Jaya, rasa syukur mengalir dari pengurus Mushala Al Mukminin. Fadlan Ginting, mewakili masyarakat tidak dapat menyembunyikan rasa haru saat menerima bantuan sapi kurban tahun ini. "Jamaah musala Al Mukminin mengucapkan ribuan terima kasih atas bantuan sapi kurban. Kami tidak tahu bagaimana membalas kebaikan dari PHR, hanya Allah yang bisa membalas itu semua," ucap Fadlan penuh syukur. "Kami hanya bisa mendoakan semoga PHR selalu jaya dan terus berkarya, murah rezeki, dan panjang umur untuk seluruh manajemen, dan karyawan PHR," tuturnya. Bagi PHR, menjaga energi untuk negeri perlu berjalan beriringan dengan merawat energi sosial di tengah masyarakat. Semangat berkurban Iduladha diharapkan dapat menjadi energi positif bagi para pekerja untuk dapat terus menjalani kegiatan operasi dengan andal dan selamat. "Penyaluran hewan kurban sekaligus sebagi wujud rasa syukur kepada Tuhan YME atas nikmat dan kesehatan yang telah diberikan. Melalui sinergi antara perusahaan dan para pekerja, kami ingin memastikan bahwa keberadaan PHR memberikan dampak positif bagi warga sekitar," kata Manager Relations Zona Rokan, Rudi Arief. Rudi menambahkan, penyaluran hewan kurban diharapkan dapat memberi keberkahan yang merata bagi masyarakat. "Kami berharap hewan kurban yang disalurkan dapat membawa berkah dan kebahagiaan bagi yang menerima, sekaligus memperkuat hubungan harmonis yang telah terjalin antara PHR dan masyarakat di Zona Rokan," jelasnya. Momentum suci Idul Adha ini menjadi pengingat bagi seluruh Perwira PHR pengabdian terbaik kepada negeri senantiasa berakar pada kepedulian yang tulus kepada sesama. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.